ASMAUL HUSNA # AL AHAD dan ASH SHOMAD.
- ASMAUL HUSNA : MUQODIMAH
- Asmaul Husna – Kaidah
- ASMAUL HUSNA # Al Baary, Al Mushowir, Al Maalik, Al Malik.
- ASMAUL HUSNA # ASY SYAKUR – ASY SYAKIR
- ASMAUL HUSNA – AL ALIM – AL KHOBIIR-AL LATIF
- ASMAUL HUSNA # AL AHAD dan ASH SHOMAD.
- ASMAUL HUSNA # AR-RAZZAAQ & AR RAAZIQ
- ASMAUL HUSNA# AL GHOFIR, AL GHOFUR, AL GHOFAR, AT AL AFUU, AT TAWWAB
- ASMAUL HUSNA # AL SUBBUH, AL QUDDUS, AS SALAM, ATH THAYYIB
- ASMAUL HUSNA # ATH THAYYIB
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Jun-2020 @ 09:33
6 menit membacaASMAUL HUSNA # AL AHAD dan ASH SHOMAD.
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
27 Syawal 1441 H
Disebutkan dalam satu surat yang sering kita baca,
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
Bahwa dahulu orang-orang musyrik berkata kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ”Hai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu. Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak langsung menjawab tetapi menunggu petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka Allah menurunkan su firman-Nya yang dalam surat Al-Ikhlas, dinamakan demikian karena khusus mencakup sifat-sifat Allah.
Surat Al Ikhlas, nilainya adalah sama dengan sepertiga Al Qur’an, karena isinya khusus membahas tentang sifat-sifat Allah.
Para ulama mengatakan, secara Kandungan nya Al Qur’an terbagi menjadi tiga,
1. Hukum-hukum
2. Janji dan ancaman
3. Sifat-sifat Allah (At Tauhid). Disini ada surat Al Ikhlas.
Apa makna sepertiga Al Qur’an disini?
Ibnu Taimiyyah menjelaskan sepertiga pahala membaca khatam Al Qur’an, maksudnya kalau kita baca surat Al Ikhlas, pahalanya sama dengan pahala 10 juz. (asalkan Ikhlas karena Allah).
Bukan berarti kalau 3x baca Al Ikhlas berarti khatam Al Qur’an, karena ada sisi-sisi yang lain : Tadabur, hikmah, sifat-sifat Allah yang lain, surga,neraka dst.. Karena iman itu kebutuhannya banyak.
Oleh karena itu para shahabat suka baca surat Al Ikhlas,
dari Abu Sa’id, bahwa pernah ada seorang lelaki mendengar lelaki lainnya membaca firman-Nya: Katakanlah, “Dialah Allah YangMahaesa.”(Al-Ikhlas: 1), hingga akhir surat.
Surat ini dibacanya berulang-ulang (dalam salat sunatnya). Dan pada pagi harinya lelaki yang mendengar itu datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu menceritakan hal tersebut kepada beliau seakan-akan ia menilainya terlalu sedikit apa yang dibaca lelaki tersebut. MakaNabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لِتَعْدِلُ ثُلْثَ الْقُرْآنِ»
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya surat Al-lkhlas itu benar-benar sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.
Ada juga shahabat bangun malam dan dia membaca surat Al Ikhlas saja di waktu sahur dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa Sesungguhnya membaca surat Al Ikhlas itu pahalanya seperti sepertiga Al Qur’an.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
” قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ” تَعدلُ ثُلُثَ القرآن لِمَنْ صَلَّى بِهَا”
Qul Huwallahu Ahad sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an bagi orang yang membacanya dalam salatnya.
Seluruh surat dalam Al Qur’an adalah agung, tapi bertingkat-tingkat keagungannya.
Seperti juga ayat paling agung adalah ayat kursi karna isinya khusus tentang keagungan Allah.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha tinggi lagi maha besar.”
Diantara yang menjadikan surat Al Ikhlas ini agung, diantaranya menyebutkan nama Al Ahad dan As Somad, yang tidak disebutkan disurat yang lain.
Nama Allah Al Wahid – Al Ahad artinya Maha Esa.
Al Ahad hanya datang dalam surat Al Ikhlas.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Adapun Al Wahid dalam banyak ayat.
Makna Al Ahad, Maha Esa.
1. Dalam Rububiyah,
A. secara Dzat (tunggal) – Allah tidak butuh kepada pasangan. Maka Allah
– tidak punya anak,
– bukan satu dari yang tiga
– tidak bersatu dengan yang lain.
B. dan dari sisi penciptaan, pemilikan dan pengaturan alam semesta.
إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ (4) رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ (5)
Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan yang menguasai dari arah timur.
لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لَاصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa.
وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ
dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,
2. Dalam Uluhiyah
وَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ
Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Barangsiapa yang menyembah Nabi, Wali yang sudah mati, tikus, sapi , maka orang tersebut tidak mengesakan Allah.
Kalau Allah membolehkan menyembah selain Allah maka batal lah
إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ
Demikian juga dalam nama-nama dan sifat-sifat Nya.
3. Dalam Asma wa Sifat-sifatNya.
ءَأَرْبَابٌۭ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ
manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?
Allah lah tahu hal yang ghaib,
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ
“Katakanlah : “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”,
Ash Shomad.
Cuma datang dalam satu ayat.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
Ayat-ayat selanjutnya adalah syarah/penjelasan dari Al Ahad.
Secara bahasa Ash Shomad.
1. Al Qoshdu = tujuan, sehingga As Shomad adalah yang dituju.
2. Al Ijtima = perkumpulan karena tidak dikatakan Ash Shomad kecuali terkumpul padanya sifat-sifat yang mulia.
Orang-orang arab dahulu menanamkan pemimpin mereka yang hebat yang memiliki sifat-sifat yang mulia dengan sebutan As Sayyidu Ash Shomad.
3. Makna lain Ash Sholaabah =Kokoh..
ASH Shomad..
Sedangkan makna secara istilah (terminologi), banyak ungkapan para salaf (sahabat dan Tabi’in):
1. Yang seluruh makhluk bersandar kepada Nya tentang hajat-hajat mereka. (Ikrimah).
2.Sang Pemimpin yang sempurna dalam kepemimpinannya,
3. Yang tidak makan dan tidak minum.
4. Yang tidak membutuhkan selainnya kepada selainnya dan yang lain membutuhkan kepadanya.
5. Yang tidak berongga. Dzat Allah seperti itu
Karena Ash Shomad juga Al Musmat (dalam ilmu bahasa Arab yang tinggi)
Lafaz ini diingkari oleh Ar Rozi, yang mengatakan Allah Jizm.. Dan dibantah oleh Ibnu Taimiyyah bahwa Allah menjelaskan Dzat nya demikian, karena kelaziman dari Allah tidak berongga berarti Allah tidak melahirkan, tidak dilahirkan, tidak makan dan tidak minum. (beda dengan makhluk). Dan ini perkataan para salaf, dan kita tidak tahu bagaimana nya, dan ini sesuai dengan makna Ash Sholabah (Kokoh),Maha Kuat.
Itu semua disebut khilaf yang hanya sekedar variasi dan tidak kontradiksi,tidak bertentangan.
Contoh tafsir lain yang demikian adalah tafsir shirothol mustaqim..
Tafsir ayat itu yang baik..
1. Dengan ayat yang lain
2. Dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
3. Perkataan para salaf..
Perkataan Ibnu Abbas (ahli tafsir).
bahwa makna yang dimaksud ialah Tuhan Yang Mahasempurna dalam perilaku-Nya, Mahamulia yang Mahasempurna dalam kemuliaan-Nya, Mahabesar yang Mahasempurna dalam kebesaran-Nya, Maha Penyantun yang Mahasempurna dalam sifat penyantun-Nya, Maha Mengetahui yang Mahasempurna dalam pengetahuan-Nya, dan Mahabijaksana yang Mahasempurna dalam kebijaksanaan-Nya. Dialah Allah Yang Mahasempurna dalam kemuliaan dan akhlak-Nya. Dan hanya Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berhak memiliki sifat ini yang tidak layak bagi selain-Nya. Tiada yang dapat menyamai-Nya dan tiada yang setara dengan-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa.
Jadi Faidah dari tafsir Ibnu Abbas adalah mereka tahu sifat Allah, bukan tidak tahu, yang tidak tahu adalah bagaimana nya.
Surat Al Ikhlas ditutup dengan
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Tidak ada yang setara dengan Nya.
Sebagai penguatan makna sebelumnya.
Para ulama menjelaskan bahwa surat ini menjelaskan syarat-syarat sifat Tuhan, dan ini tidak berlaku pada tuhan selain Allah.
Oleh karenanya saat Bilal disiksa, karena menolak berkata syirik hanya mengatakan ahad ahad.. (makna yang paling utama).
Semoga bermanfaat
##$$-aa-$$##


