5 menit membaca

📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 08*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 23 Jumadil Akhir l 1447H /14 Desember 2025

Syaikh berkata ; Maka Allah yang telah menciptakan langit yang sangat besar dan apa yang ada didalamnya serta cahaya yang menerangi dan bumi dan apa yang didalam nya yang bermanfaat bagi makhluk, maka wajib untuk membangkitkan makhluk untuk dihisab dan pemberian ganjaran.

Selanjutnya firman Allah subhānahu wa Ta’ala.

(37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39) وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (40) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (41)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا (42) فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا (43) إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا (44) إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا (45) كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا (46)

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah kejadiannya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.

Ketika terjadi kiamat besar maka hal yang besar akan jadi kecil. Orang tua akan lalai terhadap anak, seorang ibu akan lupa pada anak yang disusuinya, sahabat akan lupa dengan orang yang dicintainya.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa hari kiamat disebut demikian (malapetaka besar) karena pada hari itu banyak terjadi semua peristiwa yang dahsyat lagi sangat mengerikan, akan hancurkan apa saja sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

وَالسَّاعَةُ أَدْهى وَأَمَرُّ

dan hari kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (Al-Qamar: 46)

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ مَا سَعَى}

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. (An-Nazi’at: 35)

Yakni pada hari itu manusia teringat semua kebaikan dan keburukan yang telah dikerjakannya dan manusia berangan-angan untuk menambah amal sholeh.
Dan membuat dia resah dan sedih.

Bahkan nanti orang-orang yang beriman akan merasa menyesal, sedih karena tidak menambah amalnya ketika hidup di dunia walaupun sebesar dzarah.

Ketika manusia akan menyadari bahwa materi yang bermanfaat hanya amalan saat dunia.

Seluruh sebab akan terputus kecuali amal sholeh.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى}

dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (An-Nazi’at: 36)

Yaitu neraka ditampakkan, sehingga semua manusia dapat melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.
{فَأَمَّا مَنْ طَغَى}

Adapun orang yang melampaui batas (An-Nazi’at: 37)

Lampaui batas – melanggar batas dengan melakukan kemaksiatan.

{وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا}
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (An-Nazi’at: 38)

Yakni lebih memprioritaskan dunia daripada urusan agama dan bekal di akhiratnya.

{فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى}

maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 39)

Pelajaran – sebagian orang benar-benar terputus dari menimba ilmu agama, dia berikan waktunya untuk segala hal kecuali ilmu agama. Tidak baca buku agama, tidak hadir di majelis ilmu, tidak dengar fatwa ulama. Maka akhirnya semua waktunya untuk dunia dan lupa melakukan amalan akhirat.

Seperti,

وَمَنْ أَرَادَ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh

Maka tempat kembalinya adalah neraka Jahim, 

Selanjutnya,

{وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى}
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (An-Nazi’at: 40)

Yaitu takut akan hari ia dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan takut akan keputusan Allah terhadap dirinya di hari itu, lalu ia menahan hawa nafsunya dan tidak memperturutkannya serta menundukkannya untuk taat kepada Tuhannya.

Maka dari itu bagi yang ingin bertaubat sering taubat dan minta petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena kita ini lemah, dan dalam diri kita ada nafsu yang menyuruh pada keburukan.

Kemudian mujahadah/usaha untuk melawan hawa nafsu.
Besarnya usaha melawan nafsu buruk itu sebanding dengan petunjuk kemudahan dari Allah.

{فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى}
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 41)

Ibnul Qayyim berkata manusia diganggu dengan 2 gangguan yaitu syahwat dan syubhat.
Syahwat karena mengedepankan hawa nafsu dibanding akal sehat dan dalil syariat. Obatnya adalah Mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Asal muasal godaan syubhat adalah mengedepankan akal daripada akal Sehat dan dalil syariat.

Asal muasal godaan syahwat adalah mengedepankan hawa nafsu daripada akal Sehat dan dalil syariat.

Godaan syubhat dilawan dengan yakin yaitu ilmu (dengan pemahaman para sahabat radhiallahu anhum.

Godaan syahwat dilawan dengan sikap Sabar.

Jadi sabar dan ilmu akan menjadikan selamat dunia dan akhirat.

Medsos bisa jadikan Manusia itu cemas dan sedih. Cemas karena kuatir masa depan. Sedih Karena Tidak dapat apa yang diinginkan. Ibnul Qayyim – cemas dan sedih ini adalah siksa dunia.

Jauhi scroll medsos.

Maka orang punya sifat takut terjebak Hawa nafsu akan menahan kemaksiatan akan dapat surga.

{يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا}

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (An-Nazi’at: 42-44)

Ini adalah pertanyaan ejekan untuk mendustakan firman Allah subhānahu wa Ta’ala.

إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا}

Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). (An-Nazi’at: 45)

Maka niatkan untuk memberi peringatan kepada manusia bila belajar ilmu agama.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا}

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (An-Nazi’at: 46)

Orang-orang yang terlalu berlebihan dalam agama yaitu dengan mendustakan hari kebangkitan.

Hati-hati dengan dakwah hari kiamat, bukan tanda-tanda yang muncul tapi yang paling utama adalah persiapan.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan dan berkata,

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ، فَقَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: «وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا». قَالَ: لاَ شَيْءَ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ». قَالَ أَنَسٌ: فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ، فَرِحْنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ» قَالَ أَنَسٌ: فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

Seorang arab badui bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Dia berkata, “Kapan hari kiamat akan terjadi?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang telah engkau siapkan untuk hari kiamat?”
Orang itu menjawab, “Tidak ada. Hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”
Beliau bersabda, “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”
Anas berkata, “Belum pernah kami bahagia dengan sesuatu seperti bahagianya kami dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Engkau bersama orang yang engkau cintai.’”
Anas melanjutkan, “Sungguh aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku pada mereka sekalipun aku belum beramal semisal amal mereka.”
Muttafaqun alaihi.

Sesungguhnya peringatan itu akan bermanfaat untuk orang yang takut kepada Allah. Kelak tidak ada penghalang antara kita dengan Allah.. Untuk pertanggungjawaban amalan kita.
Seringlah rasakan ini. Persiapkan diri dan rasakan kejadian ini sesering mungkin.

✅ FAIDAH.

1. Hari kiamat adalah kegoncangan yang sangat besar. Tidak ada yang lebih besar.

2. Kelak di hari kiamat, orang sholeh dan orang tholeh akan menyesali amalan nya.

3. Sifat yang sangat buruk adalah ketika orang tersebut mengedepankan nikmat dunia. Dia telah melampaui batas.

4. Tiga – rasa takut kepada Allah hasilkan jauhi hawa nafsu – dan ketaatan kepada Allah hasilkan surga.

5. Yang lebih penting adalah persiapan hari kiamat.

6. Tidak ada yang tahu rinci kapan akan terjadi kiamat. Kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau ada yang mengatakan kapan terjadi kiamat itu jelas dusta.

7. Pertanyaan untuk meragukan ayat-ayat Allah itu tidak perlu dijawab.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #kebangkitan #akhirat #kiamat #cabut #nyawa #ruh #

$$##-aa-##$$

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?