TAFSIR QS AL A’RAF#14: AYAT 103-121
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#14: AYAT 103-121
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
Diterbitkan pertama kali pada: 18-Jul-2021 @ 21:03
5 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#14: AYAT 103-121
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 9 Dzulhijjah 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
KISAH NABI MUSA alaihissalam
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ مُّوْسٰى بِاٰ يٰتِنَاۤ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَاۡئِهٖ فَظَلَمُوْا بِهَا ۚ فَا نْظُرْ كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ
“Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan pembesar-pembhsar kaumnya, lalu mereka mengingkari bukti-bukti (ayat-ayat) itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 103)
Allah gunakan kata tsumma karena jarak yang jauh sekali.
ثُمَّ بَعَثْنَا
Sebelum nya tidak dengan kata ba’atsnaa, karena ada keistimewaann;
1. Umat Nabi Musa Alaihissalam banyak dibanding umat sebelumnya
2. Umat Bani Israil itu ngeyel tetapi Allah tidak adzab mereka, ada hikmah.
Sehingga Yahudi ada sampai sekarang bahkan sampai nanti.
Allah tidak pernah sebut dengan mukjizat, cukup dengan ayat-ayat. Diantara ayat-ayat itu ada mukjizat.
Kenapa disebut mukjizat, karena keluar dari aturan alam, hanya Allah yang mampu melakukannya.. Maka Allah menyebut sebagai ayat-ayat. Alamat bukti itu kembali kepada Allah.. (tanda adanya Allah – yang mengatur)
Dan Allah lah yang membuat dan merubah aturan tersebut.
Contoh,
Kayu berubah jadi ular
Api menjadi dingin (Nabi Ibrahim)
Firaun adalah gelar raja-raja Mesir dari suku Aqbath. Sebagaimana
Raja Persia disebut Kisra
Raja Romawi disebut Kaisar
Raja Habasyah disebut Najasy
Raja Yaman disebut Thuba’
Penguasa Republik disebut Presiden.
Penguasa kerajaan disebut Sultan
Hanya disebut Firaun dan pembesar karena mereka lah yang atur negara dan rakyat hanya sebagai pengikut.
فَظَلَمُوْا بِهَا
Fadholamuu biiha,
Fadholamuu ini tidak pas digabung dengan boga.. Ushlub tadmim, Ada fiil yang terkandung dalam Fadholamuu.., maksudnya Fadholamuu angfusahum kafiriina biha (mereka mendzalimi diri mereka dengan kafir pada ayat-ayat tersebut)
Allah katakan.
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
Bukan kata mereka,
Karena sudah pasti kedzaliman menyebabkan kerusakan. Kesudahan mereka adalah hancur.
Siaf mereka Allah sebutkan.. yaitu pembuat kerusakan.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَ قَا لَ مُوْسٰى يٰفِرْعَوْنُ اِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
“Dan Musa berkata, “Wahai Fir’aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Rabb seluruh alam,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 104)
Musa menggunakan kata yang baik, atas perintah Allah.. Dan Musa punya hutang budi pada Fir’aun… Karena Firaun memelihara Musa saat kecil sampai besar.
Inilah etika berbicara dengan para pembesar.
Kata-kata Musa ini didengar Firaun dan para pembesar..
“Aku ini utusan Tuhan semesta Alam’
1. Agar mereka tunduk, bukan utusan sembarangan
2. Agar mereka tahu, Firaun adalah bukan seorang Tuhan
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
حَقِيْقٌ عَلٰۤى اَنْ لَّاۤ اَقُوْلَ عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ ۗ قَدْ جِئْـتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَ رْسِلْ مَعِيَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ
“Aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepada kalian dengan membawa bukti/bayinah yang nyata dari Tuhan kalian , maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 105)
Ucapan Musa adalah benar dari Allah.
Musa minta Firaun lepas kaum nya untuk kembali ke Palestina.
Jarak Nabi Yusuf (bawa Bani Israil) masuk Mesir dan Nabi Musa masuk Mesir adalah 400 tahun. Untuk bebaskan Bani Israil yang didzalimi penguasa nya, yaitu Firaun.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ اِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِاٰ يَةٍ فَأْتِ بِهَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
“Dia (Fir’aun) menjawab, “Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kalian termasuk orang-orang yang benar.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 106)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ لْقٰى عَصَاهُ فَاِ ذَا هِيَ ثُعْبَا نٌ مُّبِيْنٌ
“Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 107)
ثُعْبَا نٌ
Ular yang besar dan nyata.. (Kayu berubah jadi ular,)
Ular besar itu gerakan yang lincah.
(mukjizat pertama)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَّنَزَعَ يَدَهٗ فَاِ ذَا هِيَ بَيْضَآءُ لِلنّٰظِرِيْنَ
“Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 108)
Dhahir nya cuma satu tangan (kanan).
Dalam hadits, Musa itu kulit coklat tua.. Arah hitam, badan besar dan rambut terurai.
Sehingga tangan putih jaid mudah terlihat mukjizat ini.
Dua mukjizat ini sudah cukup menunjukkan bahwa Musa adalah utusan Allah.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌ
“Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata, “Orang ini benar-benar pesihir yang hebat,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 109)
Mereka hidup di zaman sihir.
Seandainya Musa mengatakan dia tukang sihir maka Firaun akan memuja Musa.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يُّرِيْدُ اَنْ يُّخْرِجَكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ ۚ فَمَا ذَا تَأْمُرُوْنَ
“yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian.” (Fir’aun berkata), “Maka, apa saran kamu?””(QS. Al-A’raf 7: Ayat 110)
Firaun takut kaum nya ikut Musa..
1. Kalau kaum ikut Musa, maka akan serang balik
2. Ini bahaya orang ikut Musa, maka mereka akan TERUSIR
3. Sebagian Bani Israil jadi pembesar, jika mereka keluar maka akan ke negri..
Intinya mereka takut terusir
Musa tidak ingin guling kan Firaun, bukan untuk cari kekuasaan.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لُوْاۤ اَرْجِهْ وَاَ خَاہُ وَاَ رْسِلْ فِی الْمَدَآئِنِ حٰشِرِیْنَ
“(Pemuka-pemuka) itu menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir),”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 111)
Jangan bunuh, bertindak kepada mereka berdua.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ
“agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 112)
Mereka kumpulkan semua penyihir.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَجَآءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ لَـنَا لَاَ جْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ
“Dan para pesihir datang kepada Fir’aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 113)
Khilaf jumlah tukang sihir, ada ribuan (900,serihu, 3000,12.000, 80.000).
Yang lagi booming adalah sihir.
AL Qur’an adalah menakjubkan, baca berulang kali juga tidak bosen baik kisah maupun balaghoh.
Ayat ini dalil bahwa tukang sihir tidak bisa merubah suatu dzat ke dzat lain (mereka minta upah).
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ نَـعَمْ وَاِ نَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ
“Dia (Fir’aun) menjawab, “Ya, bahkan kalian pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 114)
Saat itu ini adalah kenikmatan yang besar. Bukan hanya duit hadiah nya.
Bukti bahwa Firaun tahu bahwa Musa bukan sembarangan… Makanya Firuan menjanjikan hadiah yang sangat besar.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لُوْا يٰمُوْسٰۤى اِمَّاۤ اَنْ تُلْقِيَ وَاِ مَّاۤ اَنْ نَّكُوْنَ نَحْنُ الْمُلْقِيْنَ
“Mereka (para pesihir) berkata, “Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 115)
Mereka sombong, merasa pasti menang.. Mereka ejek Musa alaihissalam.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ اَلْقُوْا ۚ فَلَمَّاۤ اَلْقَوْا سَحَرُوْۤا اَعْيُنَ النَّا سِ وَا سْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَآءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
“Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 116)
Nabi Musa tidak bermaksud setuju dengan sihir, tetapi ingin mengalahkan syubhat tersebut.
Kenapa sihir mereka hebat? Karena semua yang hadir terpengaruh.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اَنْ اَلْقِ عَصَا كَ ۚ فَاِ ذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ
“Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 117)
Ular besar Musa menelan dengan cepat semua sihir tukang sihir.
Dan tukang sihir tersebut dikalahkan oleh Allah.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَوَقَعَ الْحَـقُّ وَبَطَلَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 118)
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَغُلِبُوْا هُنَا لِكَ وَا نْقَلَبُوْا صٰغِرِيْنَ
“Maka, mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 119)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَ اُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ
“Dan para pesihir itu serta-merta menjatuhkan diri dengan bersujud,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 120)
اُلْقِيَ
Seakan-akan ada yang mendorong untuk sujud.
Mereka tahu itu nyata.. Dan mereka sujud.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لُوْۤا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
“mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 121)
Semoga bermanfaat.

