This entry is part 8 of 10 in the series ma.shirahsahabat

Diterbitkan pertama kali pada: 29-Jun-2020 @ 16:46

5 menit membaca

Abu Ubaidah bin Al Jarrah
Ustadz Muhammad Anwar
26 Shafar 1441 H

Nama asli Amir bin Abdullah bin Jarrah Al-Fihry Al-Quraiys, namun lebih dikenal dengan nama kunyah dan dinasabkan nama kakeknya.
Karena ayahnya (Abdullah), tidak dikenal di kalangan shahabat termasuk musuh Islam.

Namun Ibu : Umaimah, orang terpandang dan mendapat hidayah Islam sebelum wafatnya.

*Keutamaan*:

1. Termasuk 10 shahabat yang dijamin surga tanpa hisab.

Abu Bakar Ash Shiddiq.
Umar bin Khaththab
Utsman bin Affan
Ali bin Abi Thalib
Thalhah bin Ubaidillah
Zubair bin Awwam
Abdurahman bin Auf
Sa’ad bin Abi Waqqash
Sa’id bin Zaid
Abu Ubaidah bin Al Jarrah

2. Secara umum, shahabat dijamin masuk surga oleh Allah..

{وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ }

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dari Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik Allah rida kepada mereka dan menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya mereka kekal di dalammnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar. Qs Taubah 100.

3. Termasuk shahabat yang hijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan diri dan agamanya, bersama sekitar 16 shahabat.
Hijrah adalah ibadah yang banyak keutamaan.

4. Menampakkan keimanan pada perang Badr. Dan diabadikan dalam surat Al Mujadilah 22.

{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ}

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (Al-Mujadilah: 22)

Ada musyrikin Quraisy yang dalam perang tersebut sangat ingin membunuh Abu Ubaidah bin Al Jarrah, namun Abu Ubaidah berhasil membunuh nya terlebih dahulu, dan orang tersebut adalah ayahnya sendiri.

Pelajaran, tidak boleh bermudah-mudah menumpahkan darah orang-orang kafir, kecuali dalam perang dan kepada orang yang sangat menunjukkan permusuhan kepada Islam.

5. Termasuk orang yang terpercaya di kalangan kaum muslimin. Namun tidak berarti shahabat yang lain tidak terpercaya, misalnya gelar Ash Shiddiq

Dialah orang yang dipegang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kanannya seraya bersabda mengenai dirinya,

إِنَّ لَكُمْ أُمَّةً أَمِيْنًا، وَإِنَّ أَمِيْنَ هذِهِ اْلأُمَّةِ أَبُوْ عُبَيْدَةَ بْنُ اْلجَرَّاحِ

“Sesungguhnya setiap umat memiliki orang kepercayaan, dan orang kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.“

Pada saat delegasi Najran dari Yaman datang untuk menyatakan keislaman mereka, dan meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mengutus bersama mereka orang yang mengajarkan kepada mereka Alquran, Sunnah dan Islam, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada mereka,

لأَبْعَثَنَّ مَعَكُمْ رَجُلاً أَمِيْنًا، حَقَّ أَمِيْنٍ، حَقَّ أَمِيْنٍ، حَقَّ أَمِيْنٍ

“Aku benar-benar akan mengutus bersama kalian seorang pria yang sangat dapat dipercaya, benar-benar orang yang dapat dipercaya, benar-benar orang yang dapat dipercaya, benar-benar orang yang dapat dipercaya.” (Thabaqat Ibn Sa’d, 3/ 314)

Semua sahabat berharap bahwa dialah yang bakal dipilih oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,bukan jabatannya tapi pengakuan sebagai Al Amin dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Umar Al-Faruq radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku tidak menyukai suatu jabatan pun sebagaimana aku menyukainya pada saat itu, karena berharap akulah yang bakal memperolehnya. Aku pergi untuk shalat Zhuhur dengan berjalan kaki. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Zhuhur bersama kami, beliau mengucapkan salam, kemudian memandang ke kanan dan ke kiri. Aku menegakkan punggungku agar beliau melihatku. Tapi beliau terus mengarahkan pandangannya hingga melihat Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Kemudian beliau memanggilnya seraya bersabda,

اُخْرُجْ مَعَهُمْ، فَاقْضِ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ

‘Keluarlah bersama mereka. Putuskan perkara di antara mereka dengan haq dalam segala hal yang mereka perselisihkan’.“

6. Termasuk calon Khalifah yang kuat,yang rekomendasinya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Hadits diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha.

Dalam sebuah hadits yang maknanya seperti sebagai berikut : Seorang sahabat bertanya kepada Aisyah radhiyallahu anha, siapa yang paling dicintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?
Aisyah menjawab, Abu Bakar, Umar, kemudian Abu Ubaidah bin Al Jarrah.. Dan sahabat tidak melanjutkan pertanyaan..

Abu Ubaidah wafat saat masa kekhalifahan Umar

7. Termasuk orang yang dicintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dijelaskan pada hadits di atas.

8. Kisah kepahlawan Abu Ubaidah.

Sikap yang ditunjukkannya dalam perang Uhud menjelaskan kepada kita bahwa ia benar-benar kepercayaan umat ini, di mana ia tetap menebaskan pedangnya yang terpercaya kepada pasukan kaum musyrikin. Setiap kali situasi dan kondisi perang mengharuskannya jauh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia berperang sembari kedua matanya memperhatikan di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertempur.

Di salah satu putarannya dan peperangan telah mencapai puncaknya, Abu Ubaidah radhiallahu ‘anhu dikepung oleh segolongan kaum musyrikin. Abu Ubaidah radhiallahu ‘anhu kehilangan kesadarannya, ketika melihat anak panah meluncur dari tangan orang musyrik lalu mengenai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia menyerang orang-orang yang mengepungnya dengan pedangnya dan seolah-olah ia memegang seratus pedang, sehingga membuat mereka tercerai berai. Lantas ia berlari bak terbang menuju Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia melihat darah beliau yang suci mengalir dari wajahnya, dan melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap darah itu dengan tangan kanannya seraya bersabda,

كَيْفَ يُفْلِحُ قَوْمٌ خَضَبُوْا وَجْهَ نَبِيِّهِمْ، وَهُوَ يَدْعُوْهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ

“Bagaimana akan beruntung suatu kaum yang melumuri wajah Nabi mereka, padahal dia menyeru kepada Rabb mereka.” (Lihat, Tafsir al-Qurthubi, 4/ 199)

9. Sangat rendah hati dan tawadhu.

Tidak mau berselisih dengan sahabat dan malah pernah membersihkan pakaian kotor shahabat yang yang lain..

10. Shahabat yang sangat sholeh dan mendapat karomah.

Diriwayatkan dalam hadits Bukhari.. Dari Ubaidah bin Al Jarrah.. :

‘Kami pernah berperang bersama pasukan Khabath (pemakan daun-daunan) yang pada waktu itu Abu Ubaidah di angkat sebagai pemimpin pasukan. Lalu kami merasa lapar sekali. Tiba-tiba laut melemparkan ikan paus yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Ikan itu disebut al Anbar. Kami makan dari ikan itu selama setengah bulan. Kemudian Abu Ubaidah mengambil salah satu bagian dari tulangnya dan dia pancangkan. Hingga seorang pengendara bisa lewat dibawah tulang itu. Telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair bahwasanya dia mendengar Jabir berkata; Abu ‘Ubaidah berkata; ‘Makanlah oleh kalian semua! Tatkala kami sampai di Madinah, kami hal itu kami beritahukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau bersabda: ‘Makanlah, itu adalah rizki yang telah Allah berikan. Jika masih tersisa, berilah kami! Maka sebagiannya di bawakan kepada beliau dan beliau pun memakannya.’

##$$-aa$##

ma.shirahsahabat

SHIRAH # SA’ID BIN ZAID SHIRAH # MUSH’AB BIN UMAIR
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?