KIAT ISTIQOMAH MENUNTUT ILMU HINGGA MATI
Diterbitkan pertama kali pada: 05-Nov-2023 @ 07:34
6 menit membaca*KIAT ISTIQOMAH MENUNTUT ILMU HINGGA MATI*
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawy
21 Rabi’ul Akhir 1445H / 05.11.2023
Doa ilmu bermanfaat,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.
Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ، كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ
“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian (pada hari kiamat), sebagaimana kalian melihat bulan ini (purnama). Kalian tidak berdesak-desakan ketika melihat-Nya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sungguh kenikmatan bila setelah sholat subuh berjamaah dilanjutkan dengan duduk menuntut ilmu.
Dari Abu Musa, Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
➡️ Ilmu ada dua.
1️⃣. Ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi ﷺ. Tandanya ada 3.
1. Ilmu yang menumbuhkan rasa takut kepada Allah ﷻ
(إنما يخشى الله من عباده العلماء)
“Sesungguhnya Yang Takut Kepada Allah
Diantara Hamba-Hambanya Adalah Mereka Para Ulama.”
2. Ilmu itu menimbulkan semangat amal sholeh.
Sufyan ats Tsaury berkata : Ilmu itu dicari agar kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Ilmu tersebut menjadikan kita semakin ingat pada akhirat.
Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,
ﻓَﺄَﻯُّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻛْﻴَﺲُ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﻟِﻠْﻤَﻮْﺕِ ﺫِﻛْﺮًﺍ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﻟِﻤَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻩُ ﺍﺳْﺘِﻌْﺪَﺍﺩًﺍ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺍﻷَﻛْﻴَﺎﺱُ
“‘Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk untuk alam berikutnya. Itulah mereka yang paling cerdas’” (HR. Ibnu Majah).
2️⃣ Ilmu yang tidak bermanfaat.
1. Ilmu yang diharamkan oleh syariat, seperti ilmu sihir, ilmu filsafat.
2. Ilmu yang tidak diamalkan. Nabi ﷺ berlindung dari hal ini.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.”
(HR. Muslim)
✅ Kunci menuntut ilmu.
1. Semangat
2. Berdoa
3. Sabar/istiqomah
firman Allah,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).
🔸Imam Ahmad berkata – bersama tinta sampai liang kubur. Maksudnya belajar ilmu agama sampai kita mati.
🔸Ibnu Mubarak berkata – menuntut ilmu sampai mati bisa jadi ada satu kalimat yang akan membawa ku ke surga yang bisa selamatkan aku dari neraka.
Menuntut ilmu termasuk jihad.
Ibnul Qayyim menjelaskan jihad ada dua yaitu dengan pedang dan menuntut ilmu.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
“Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.” (QS. At-Tahrim: 9).
Ibnul Qayyim menjelaskan, “Jihad melawan orang munafik dengan hujjah dan Al-Qur’an.”
Syubhat saat ini sangat kencang, hanya taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
❓*Cara istiqomah menuntut ilmu.*
Salah satu tanda Allah kehendaki kebaikan adalah kemudahan kita menuntut ilmu.
Wajib bagi kita rawat hidayah/nikmat menuntut ilmu. Dosa-dosa akan menghilangkan nikmat tersebut.
1️⃣ Mengingat-ingat keutamaan menuntut ilmu.
Dengan tahu keutamaan maka kita akan semangat.
Ulama – barangsiapa mengetahui keutamaan amalan maka akan terasa berat.
Ibnul Qayyim menyebutkan keutamaan ilmu itu lebih dari 200.
Misalnya menuntut ilmu itu adalah tanda Allah kehendaki kebaikan.
Imam Syafi’i berkata – siapa yang tidak menuntut ilmu maka tidak ada kebaikan.
2️⃣ Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
1. Melakukan perjalanan
2. Melakukan sebab-sebab dapat ilmu misalnya murojaah, menghafal.
Doa yang Nabi shallallahu alaihi wasallam ajarkan. Lihat urutannya.. Dengan ilmu yang benar kita akan tahu halal haram dan bagaimana amal diterima.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Manfaat menuntut ilmu adalah mendapatkan doa dari penduduk langit dan bumi.
Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ »
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia” HR Tirmidzi.
Menuntut ilmu adalah amalan yang tidak terputus.
3️⃣ Meluruskan niat
Karena niat adalah pondasi.
Imam Malik berkata – segala sesuatu yang diniatkan karena Allah Ta’ala akan langgeng.
Luruskan niat itu tidak mudah.
Sufyan ats Tsaury – tidak ada yang lebih berat bagi saya kecuali menata niat.
❓Apa yang perlu kita niatkan..
Niatkan bahwa menuntut ilmu adalah
1. ibadah, menjalankan perintah Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا عْلَمْ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَا سْتَغْفِرْ لِذَنْبِۢكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنٰتِ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰٮكُمْ
“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 19)
2. Menghilangkan kebodohan
Ilmu itu dipelajari.
3. Menghilangkan kebodohan orang lain sebagai bentuk kasih sayang.
4. Niatkan untuk menyebarkan agama Allah, membela syariat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْۤ اَدْعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ ۗ عَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَاۡ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ ۗ وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.””
(QS. Yusuf 12: Ayat 108)
Bedakwah itu harus dengan ilmu. Bila dakwah yang tanpa ilmu akan lebih banyak kerusakan.
4️⃣ Mengikuti metode belajar yang benar.
✅ Dua sebab banyak orang gagal menuntut ilmu.
1. Niat yang rusak
2. Salah dalam metode belajar.
✅ Metode yang benar.
1. Duduk degan Ustadz (dapat keutamaan majelis ilmu, lebih faham dan minim kesalapahaman, belajar dari akhlaknya)
Dahulu, majelis Imam Ahmad, yang belajar hadits 500, dan 4500 belajar akhlak.
2. Bertahap.
Makanan orang dewasa itu racun bagi anak kecil.
5️⃣ Sabar dalam menuntut ilmu.
Nabi Musa ketika belajar.
قَا لَ سَتَجِدُنِيْۤ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ صَا بِرًا وَّلَاۤ اَعْصِيْ لَكَ اَمْرًا
“Dia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.””
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 69)
Imam Ahmad sendiri belajar haid selama 9 tahun.
Kata sabar dalam Al-Qur’an disebutkan 90 kali.
✅ Sabar ada tiga.
1. Melaksanakan ketaatan
2. Menjauhi kemaksiatan
3. Menghadapi musibah.
6️⃣ Berteman dengan orang-orang yang semangat mencari ilmu agama.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman. HR Abu Dawud.
7️⃣ Berdoa.
Allah lah memberi taufik kepada kita.
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibaadatik.
Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.
8️⃣ Baca kisah para ulama.
Ada ulama yang berjalan berbulan-bulan hanya untuk satu hadits.
9️⃣ Meninggalkan dosa.
Dosa membuat malas, berat dalam beramal.
Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,
شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي
“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.”
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura: 30).
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ}
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (Alam Nasyrah: 1)
Yakni Kami telah melapangkan dadamu. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa Kami telah menjadikannya bercahaya dan luas lagi lapang.
Semoga Allah melapangkan dada kita dan memberi hidayah taufik kepada kita semua.
##$$-aa-$$##
#salaf #istiqomah #ilmu #surga

