Syarah Dzikir Pagi Petang-2
Diterbitkan pertama kali pada: 13-Agu-2022 @ 08:10
6 menit membacaSyarah Dzikir Pagi Petang-2
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
15 Muharam 1444H
Dua nikmat yang banyak dilalaikan oleh manusia adalah sehat dan waktu luang.
➡️ Dzikir 1. AYAT KURSI
harus kita pahami maknanya supaya dzikir ini punya kekuatan.
Ini adalah ayat 255 dari surat Al Baqarah.
Allah berfirman,
اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾
Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah [2]: 255).
Dalam ayat ini Allah, letakkan nama Allah di depan sebelum kalimat Tauhid.
⛔ Tidak boleh dipakai dzikir bila hanya sampai
للَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُ
Atau
ه ه ه ه
Kecuali seluruh ayat kursi ini.
Kata له diawalkan makna nya adalah pembatasan…
🖍️ Keutamaan : Ayat kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al Qur’an.
عَنْ أُبَيٍّ -هُوَ ابْنُ كَعْبٍ-أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَهُ: “أَيُّ آيَةٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَعْظَمُ”؟ قَالَ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. فَرَدَّدَهَا مِرَارًا ثُمَّ قَالَ أُبَيٌّ: آيَةُ الْكُرْسِيِّ. قَالَ: “لِيَهْنك الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ لَهَا لِسَانًا وَشَفَتَيْنِ تُقَدِّسُ الْمَلِكَ عِنْدَ سَاقِ الْعَرْشِ”
Dari Ubay ibnu Ka’b, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bertanya kepadanya, “Ayat Kitabullah manakah yang paling agung?” Ubay menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengulang-ulang pertanyaannya, maka Ubay menjawab, “Ayat Kursi.”
Lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Selamatlah dengan ilmu yang kamu miliki, hai Abul Munzir (Ubay bin Ka’b). Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya ayat Kursi itu mempunyai lisan dan sepasang bibir yang selalu menyucikan Tuhan Yang Mahakuasa di dekat pilar Arasy. HR Ahmad
❓Kenapa paling agung?
Kandungan ayat ini semua terkait Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tentang Tauhid Rububiyah, tauhid Asma wa Sifat dan Tauhid Uluhiyah.
Sedang surat yang paling agung adalah surat Al Fatihah. Karena kandungandi dalamnya adalah tauhid.
🖍️ Keutamaan 2 : dijaga dari gangguan jin.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ: أَنَّهُ كَانَ لَهُ جُرْنٌ فِيهِ تَمْرُّ قَالَ: فَكَانَ أُبَيٌّ يَتَعَاهَدُهُ فَوَجَدَهُ يَنْقُصُ قَالَ: فَحَرَسَهُ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَإِذَا هُوَ بِدَابَّةٍ شَبِيهُ الْغُلَامِ الْمُحْتَلِمِ قَالَ: فَسَلَّمَتْ عَلَيْهِ فَرَدَّ السَّلَامَ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا أَنْتَ، جِنِّيٌّ أَمْ إِنْسِيٌّ؟ قَالَ: جِنِّيٌّ. قُلْتُ: نَاوِلْنِي يَدَكَ. قَالَ: فَنَاوَلَنِي، فَإِذَا يَدُ كَلْبٍ وَشَعْرُ كَلْبٍ. فَقُلْتُ: هَكَذَا خَلْقُ الْجِنُّ؟ قَالَ: لَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنُّ مَا فِيهِمْ أَشَدُّ مِنِّي، قُلْتُ: فَمَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ؟ قَالَ: بَلَغَنِي أَنَّكَ رَجُلٌ تُحِبُّ الصَّدَقَةَ فَأَحْبَبْنَا أَنَّ نُصِيبَ مِنْ طَعَامِكَ. قَالَ: فَقَالَ لَهُ فَمَا الَّذِي يُجِيرُنَا مِنْكُمْ؟ قَالَ: هَذِهِ الْآيَةُ: آيَةُ الْكُرْسِيِّ. ثُمَّ غَدَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “صَدَقَ الْخَبِيثُ”.
Dari Abdullah ibnu Ubay ibnu Ka’b yang menceritakan, ayahnya pernah menceritakan kepadanya bahwa ia memiliki sebuah wadah besar yang berisikan buah kurma. Ayahnya biasa menjaga tong berisikan kurma itu, tetapi ia menjumpai isinya berkurang. Di suatu malam ia menjaganya, tiba-tiba ia melihat seekor hewan yang bentuknya mirip dengan anak lelaki yang baru berusia balig. Lalu aku (Ka’b) bersalam kepadanya dan ia menyalami salamku. Aku bertanya, “Siapakah kamu, jin ataukah manusia?” Ia menjawab, “Jin.” Aku berkata, “Kemarikanlah tanganmu ke tanganku.” Maka ia mengulurkan tangannya ke tanganku, ternyata tangannya seperti kaki anjing, begitu pula bulunya. Lalu aku berkata, “Apakah memang demikian bentuk jin itu?” Ia menjawab, “Kamu sekarang telah mengetahui jin, di kalangan mereka tidak ada yang lebih kuat daripada aku.” Aku bertanya, “Apakah yang mendorongmu berbuat demikian?” Ia menjawab, ‘Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seorang manusia yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu.” Lalu ayahku (Ka’b) berkata kepadanya, “Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan kalian?” Jin itu menjawab, “Ayat ini,” yakni ayat Kursi. Pada keesokan harinya Ka’b berangkat menemui Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu menceritakan hal itu kepadanya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Benarlah (apa yang dikatakan oleh) si jahat itu.
🖍️ Keutamaan 3 : tidak didekati oleh syetan. (dibaca sebelum tidur)
Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang menceritakan hadis berikut: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menugasi diriku untuk menjaga (hasil) zakat Ramadan. Datanglah kepadaku seseorang yang langsung mengambil sebagian dari makanan, maka aku menangkapnya dan kukatakan (kepadanya), “Sungguh aku akan melaporkan kamu kepada Rasulullah.” Ia menjawab, “Lepaskanlah aku, sesungguhnya aku orang yang miskin dan banyak anak serta aku dalam keadaan sangat perlu (makanan).”
Aku melepaskannya, dan pada pagi harinya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda (kepadaku), “Hai Abu Hurairah, apakah yang telah dilakukan oleh tawananmu tadi malam?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadu tentang kemiskinan yang sangat dan banyak anak, hingga aku kasihan kepadanya, maka kulepaskan dia.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya dia telah berdusta kepadamu dan dia pasti akan kembali lagi.”
Aku mengetahui bahwa dia pasti akan kembali karena sabda Rasul Shalallahu’alaihi Wasallam yang mengatakan bahwa dia akan kembali. Untuk itu aku mengintainya, ternyata dia datang lagi, lalu mengambil sebagian dari makanan itu. Maka kutangkap dia, dan aku berkata kepadanya, “Sungguh aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam” Ia berkata, “Lepaskanlah aku, karena sesungguhnya aku orang yang miskin dan banyak tanggungan anak-anak, aku kapok tidak akan kembali lagi.” Aku merasa kasihan kepadanya dan kulepaskan dia.
Pada pagi harinya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Hai Abu Hurairah, apakah yang telah dilakukan oleh tawananmu tadi malam?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan keadaannya yang miskin dan banyak anak, aku merasa kasihan kepadanya, akhirnya terpaksa kulepaskan dia.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya dia telah berdusta kepadamu dan dia pasti akan kembali lagi.” Kuintai untuk yang ketiga kalinya, ternyata dia datang lagi, lalu mengambil sebagian dari makanan. Maka aku tangkap dia, dan kukatakan kepadanya, “Sungguh aku akan menghadapkan dirimu kepada Rasulullah. Kali ini untuk yang ketiga kalinya kamu katakan bahwa dirimu tidak akan kembali, tetapi ternyata kamu kembali lagi.” Ia menjawab, “Lepaskanlah aku, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yang akan membuatmu mendapat manfaat dari Allah karenanya.” Aku bertanya, “Kalimat-kalimat apakah itu?” Ia menjawab, “Apabila kamu hendak pergi ke peraduanmu, maka bacalah ayat Kursi, yaitu ‘Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)’, hingga kamu selesaikan ayat ini.
Sesungguhnya engkau akan terus-menerus mendapat pemeliharaan dari Allah dan tiada setan yang berani mendekatimu hingga pagi harinya.” Maka aku lepaskan dia.
Pada pagi harinya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Apakah yang telah dilakukan oleh tawananmu tadi malam?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, dia menduga bahwa dirinya mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang menyebabkan aku mendapat manfaat dari Allah karenanya, maka dia kulepaskan.” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya, “Apakah kalimat-kalimat itu?” Aku menjawab, “Dia mengatakan kepadaku, ‘Apabila engkau hendak pergi ke peraduanmu, bacalah ayat Kursi dari awal hingga akhir ayat, yaitu: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).’ Dia mengatakan kepadaku, ‘Engkau akan terus-menerus mendapat pemeliharaan dari Allah dan tidak ada setan yang berani mendekatimu hingga pagi harinya’.” Sedangkan para sahabat adalah orang-orang yang paling suka kepada kebaikan.
Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya dia percaya kepadamu, tetapi dia sendiri banyak berdusta. Hai Abu Hurairah, tahukah kamu siapakah orang yang kamu ajak bicara selama tiga malam itu?” Aku menjawab, “Tidak.” Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Dia adalah setan.”
Syetan tidak bisa menyakiti orang-orang yang dibentengi dengan ayat kursi.
Saat tidur, syetan akan ganggu manusia dengan ikat dengan 3 ikatan..
🖍️ Keutamaan 4 : syetan akan lari
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda: Surat Al-Baqarah di dalamnya terdapat sebuah ayat, yaitu penghulu semua ayat Al-Qur’an. Tidak sekali-kali ia dibaca di dalam sebuah rumah yang ada setannya, melainkan setan itu pasti keluar darinya, yaitu ayat Kursi.
🖍️ Keutamaan 5. Terdapat nama Allah yang paling agung.. Al Hayyu Al Qayyim
Jika ingin doa segera diijabah, berdoa lah dengan nama Allah ini.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda sehubungan dengan kedua ayat berikut, yaitu firman-Nya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). (Al-Baqarah: 255) Dan firman-Nya: Alif lam Mim. Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). (Ali Imran: 1-2) Beliau Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya di dalam kedua ayat tersebut terdapat asma Allah yang paling agung.
🖍️Keutamaan 6. Bila dibaca setelah selesai sholat menjadi kunci masuk surga.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda: Barang siapa yang membaca ayat Kursi sehabis setiap salat fardu, maka tiada penghalang baginya untuk memasuki surga kecuali hanya mati.
➡️ Ayat Kursi.. ✅
اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecil DIA (Allah).
{الْحَيُّ الْقَيُّومُ}
Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).
{لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ}
tidak mengantuk dan tidak tidur.
Lafaz la ta-khuzuhu artinya tidak pernah terkena; sinatun, artinya mengantuk, yaitu pendahuluan dari tidur. Wala naum, dan tidak pula tidur, lafaz ini disebutkan karena pengertiannya lebih kuat daripada yang pertama.
Allah Maha Sempurna, tidak ada kekurangan.
Semoga bermanfaat..
##$$-aa$$##


