MAKNA DOA DAN DZIKIR – 51
Diterbitkan pertama kali pada: 24-Agu-2024 @ 07:23
5 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 51*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
18 Shafar 1446H/24.048.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.
➡️ *84. Bacaan dalam majelis*
Majelis yang dimaksud tidak dalam majelis ilmu karena dalam majelis ilmu di sarankan untuk mendengarkan.
Dari Ibnu Umar katanya: adalah pernah dihitung bacaan Rasulullah ﷺ dalam satu majelis 100x sebelum beliau berdiri, yaitu:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ
Rabbighfir lii wa tubb ‘alayya innaka antat Tawwaabul Ghafuur.
“Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Pengampun.” [HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah]
Kalimat doa tersebut bukan karena Rasulullah ﷺ jatuh pada doa dan maksiat, tetapi Rasulullah ﷺ ingin mengajarkan doa untuk umatnya dan karena tawadhu nya Rasulullah ﷺ.
➡️ *85. Do’a pelebur dosa majelis*
Majelis yang didalamnya bercampur antara yang baik dan ada yang hal-hal yang tidak bermanfaat.
Karena itu sebagai kafarat akan hal-hal yang tidak bermanfaat kita baca doa ini.
سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhaanaka Allaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.
“Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” [HR. Ashhaabus Sunan dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153]
Dari Aisyah, dia berkata: “Setiap Rasulullah ﷺ duduk di suatu tempat, setiap membaca Al-Qur’an dan setiap melakukan shalat, beliau mengakhirinya dengan beberapa kalimat.”
Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah! Aku melihat engkau setiap duduk di suatu majelis, membaca Al-Qur’an atau melakukan shalat, engkau selalu mengakhiri dengan beberapa kalimat itu.”
Beliau ﷺ bersabda: “Ya, barang siapa yang berkata baik, akan disetempel pada kebaikan itu, barang siapa yang berkata jelek, maka kalimat tersebut merupakan penghapusnya. (Kalimat itu adalah: Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik).” [HR. An-Nasa’i dalam kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah, hal. 308. Imam Ahmad 6/77. Dr. Faruq Hamadah menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Tahqiq ‘Amalul Yaum wal Lailah, karya An-Nasa’i hal. 273]
Lafazh setiap baca Al Qur’an terjadi khilaf dikalangan ulama. Yang mahsyur doa ini adalah sebagai penutup majelis.
🔸Hadits dari Abu Hurairah..
وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : (( مَنْ جَلَسَ في مَجْلِسٍ ، فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ في مَجْلِسِهِ ذَلِكَ )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن صحيح )) .
.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda guraunya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhiranya), maka hendaklah ia mengucapkan sebelum bangun dari majelisnya itu,
‘SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK’
(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu); kecuali diampuni baginya dosa-dosa selama di majelisnya itu.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). [HR. Tirmidzi, no. 3433. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih].
🔸Hadits lain.
.
وعن أَبي بَرْزَة – رضي الله عنه – ، قَالَ : كَانَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقولُ بأَخَرَةٍ إِذَا أرَادَ أنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ : (( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ )) فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رسولَ الله ، إنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى ؟ قَالَ : (( ذَلِكَ كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ في المَجْلِسِ )) رواه أَبُو داود ، ورواه الحاكم أَبُو عبد الله في ” المستدرك ” من رواية عائشة رضي الله عنها وقال : (( صحيح الإسناد )) .
.
Dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan ketika di akhir (pertemuan) ketika beliau akan bangun dari majelis, ‘SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK’ (Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu). Lantas ada seseorang yang berkata, ‘Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah kafarat bagi dosa yang terjadi selama di dalam majelis.’ (HR. Abu Daud, Al-Hakim Abu ‘Abdillah dalam Al-Mustadrak dari riwayat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan ia mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih). [HR. Abu Daud, no. 4859; Ahmad, 4:425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan].
Faidah
1️⃣ Sebelum buka forum/rapat
1. Puji Allah
2. Sholawat kepada Nabi
3. Puji/doakan Nabi Muhammad ﷺ
Baru buka..
4. Ditutup dengan doa kafaratul Majelis.
2️⃣ Seorang muslim merasa dipantau oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hati-hati dengan lisan kita.
✅ Muadz bin Jabal menceritakan..
Nabi ﷺ bersabda, “Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” Kemudian beliau ﷺ bersabda, “Maukah engkau aku jelaskan mengenai hal yang menjaga itu semua?” Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau ﷺidahnya kemudian bersabda, “Jagalah ini (lidah).” Aku berkata, “Wahai Nabiyullâh, apakah kita akan disiksa karena apa yang kita katakan?”
Beliau ﷺ“Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla menyayangi ibumu, wahai Mu’adz! bukanlah manusia terjungkir di neraka di atas wajah mereka -atau beliau bersabda: di atas hidung mereka- melainkan dengan sebab lisan mereka.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. Beliau mengatakan, “Hadits ini hasan shahih.”]
❗Anjuran, dibaca sebelum berdiri dari majelis.
➡️ *86. Do’a kepada orang yang berkata: Ghafarallaahu laka – semoga Allah mengampuni kamu*
Jika seseorang mendoakan kita : Ghafarallahu laka.
(Semoga Allah memberikan ampunan kepadamu):
وَلَكَ.
Wa laka.
“Begitu juga kamu.” [HR. Ahmad 5/82, An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah halaman 218, no. 421]
➡️ *87. Do’a untuk orang yang berbuat kebaikan padamu*
جَزَاكَ اللَّهُ خَيْراً
Jazakallaahu khairan.
“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”. [HR. At-Tirmidzi 2035, lihat Shahihul Jami’ 6244, Shahih At-Tirmidzi 2/200]
Dzikir ini dari Usamah bin Zaid.
Dzikir ini adalah doa, bukan ucapan terima kasih.
Ucapan Jazaakallahu Khairan itu lebih baik daripada pujian (hadits).
✅ FAIDAH
1. hadits ini adalah anjuran untuk berterima kasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita. Jangan kufur atas kebaikan orang lain.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidaklah bersyukur kepada Allah, orang yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia.” (HR. Abu Dawud, Ahmad)
Ini lebih baik daripada hanya ucapan syukron.
2. Muslim dianjurkan untuk membalas keburukan dengan kebaikan atau balas dengan keburukan yang setimpal.
/55 ayat 60.
هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله تعالى عنهما: عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: “مَنِ اسْتَعاَذَكُمْ بِاللَّهِ فَأَعِيْذُوْهُ، وَمَنْ سَأَلَكُمْ بِاللَّهِ فَأَعْطُوْهُ، وَمَنْ أَتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوْفاً فَكَافِئُوْهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوْا فاَدْعُوْا لَهُ.” أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ.
Dari shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata: Dari Rasulullah ﷺ , Beliau bersabda:
“Barangsiapa yang memohon pertolongan kepada kalian dengan bertawasul (dengan menyebut nama Allah) maka tolonglah dia. Dan barangsiapa yang meminta kepada kalian dengan menyebut nama Allāh maka penuhilah permintaannya. Dan barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah (kebaikan tersebut). Jika kalian tidak mendapati (apa yang bisa kalian buat balas kebaikan tersebut) maka do’akanlah dia (orang yang berbuat baik tersebut).” HR Baihaqi.
Semoga bermanfaat.
#kebaikan #istighar #majelis #kafaratulmajelis #salaf #sunnah
##$$-aa-##$$


