This entry is part 43 of 57 in the series Hisnul Muslim

Diterbitkan pertama kali pada: 01-Sep-2024 @ 07:30

4 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 52*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
24 Shafar 1446H/01.09.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.

➡️ *88. Cara menyelamatkan diri dari Dajjal*

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ وَاْلاِسْتِعَاذَةُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَتِهِ عَقِبَ التَّشَهُّدِ اْلأَخِيْرِ مِنْ كُلِّ صَلاَةٍ

“Barang siapa yang hafal sepuluh ayat dari permulaan surah Al-Kahfi, maka terpelihara dari (gangguan) dajjal”. 
[HR. Muslim 1/555. Dan dalam riwayat lain, ” dari ahir surah Al kahfi”, Muslim 1/556. Dan dalam riwayat lain, “Dari akhir surah Al-Kahfi”]

Dajjal adalah makhluk Allah yang akan muncul di akhir zaman, ujian yang berat bagi manusia. Dajjal diberi kemampuan untuk mematikan dan menghidupkan.

‼️Jangan merasa pede ketika muncul dajjal.

Usahakan untuk menghafal 10 awal surat Al Kahfi dan 10 akhir surat Al Kahfi.

♦️Begitu juga minta perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal setelah tasyahud akhir dari setiap shalat”.

🔸Do’a setelah tasyahud akhir sebelum salam

 🔹Satu

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allahumma inii a’uwdzubika min ‘adzaabi qabri, wa min ‘adzaabil jahannam wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min tsarri fitnatil masyihid dajjal

 

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” [HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafazh hadits ini dalam riwayat Muslim]

 🔹Dua

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Allahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabal qabri, wa’uudzubika min fitnatil 
masiihid dajjaal, wa’uudzubika min fitnatil mahyaa wal mamaat. Allahumma inni a’uudzubika minal ma’tsami wal maghram

 

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Almasih Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan kerugian.” [HR. Al-Bukhari 1/202 dan Muslim 1/412]

✅ Beberapa Faidah
1. Keistimewaan awal dan 10 akhir surat Al Kahfi adalah terhindar dari fitnah dajjal.

2. Saking besarnya fitnah dajjal ini, Nabi ﷺ juga mendawamkan doa terhindar dari 4 hal setiap akhir sholat. Fitnah yang sangat besar.

Kenapa dajjal tidak ditemukan dalam Al Qur’an, padahal fitnah besar?❓❓

Disebut hanya isyarat dalam QS Al Anam ayat 158.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ اَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِيْ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَا نُهَا لَمْ تَكُنْ اٰمَنَتْ مِنْ قَبْلُ اَوْ كَسَبَتْ فِيْۤ اِيْمَا نِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوْۤا اِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ

“Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Kami pun menunggu.””
(QS. Al-An’am 6: Ayat 158)

Juga ayat-ayat yang menyebut turunnya Nabi Isa karena Nabi Isa turun salah satunya adalah untuk membunuh dajjal.

Alasan ketiga adalah penghinaan untuk dajjal.

❓Kenapa Firaun dalam Al Qur’an? Karena urusan firaun sudah selesai dan kita ambil ibrah nya.

➡️ *89. Do’a kepada orang berkata: Aku mencintaimu karena Allah  KARENA ALLAH*

 
Apabila seorang berkata:

إني أحبك في الله

“Inni uhibbuka fillah” “Aku mencintai anda karena Allah”

Jawabnya: Ahabbakallah Alladzii ahbabtanii lahu

أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ

 
“Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.” [HR. Abu Dawud 4/333. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Sunan Abi Dawud 3/965]

♦️Hadits ini dari Anas bin Malik, beliau berkata: 

أن رجلا كان عند النبي صلى الله عليه وسلم فمر به رجل فقال : يا رسول الله إني لأحب هذا, فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: أعلمته? قال: لا, قال: أعلمه, قال: فلحقه فقال: إني أحبك في الله, فقال: أحبك الذي أحببتني له

Bahwasanya ada seorang sahabat yang sedang berada di sisi Nabi ﷺ , kemudian seseorang lewat di hadapan mereka. Lantas sahabat ini berkata: ” Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar mencintai orang ini “. 

Maka Nabi ﷺ pun berkata kepadanya: ” Apakah engkau telah memberitahukan rasa cintamu kepadanya? “Ia berkata:” Belum . “Beliau berkata:” Jika demikian, pergilah dan beritahu kepadanya “. Maka ia langsung menemui orang itu dan berkata ” Inni uhibbuka fillah ” (sesungguhnya aku mencintaimu kerana Allah), lalu orang tersebut menjawab: ” Ahabbakalladzi ahbabtani lahu ” (Semoga Allah mencintaimu, Dzat yang telah menjadikan engkau mencintai aku kerana-Nya). HR Ahmad.

Dalam riwayat yang lain, dianjurkan untuk datang ke rumahnya untuk ucapkan kalimat ini.

🔹Untuk perempuan – dhamir KA diganti dengan KI.

🔹Kecintaan karena Allah adalah pondasi penting ketika kita diatas aqidah yang benar. Ada kaidah Al Wala’ (cinta sesama muslim) wal bara (lepas diri dari kafir)

🔹Orang yang saling mencintai karena Allah, akan dapat naungan Allah pada hari kiamat.

🔹Kecintaan karena Allah memiliki rasa manisnya iman.

➡️ *90. Do’a kepada orang yang menawarkan hartanya (atau kebaikan yang lain) untuk kita*

 

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ

Baarakallaahu laka fii ahlika wa maalika.

“Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Baari 4/88]

Demikian juga kepada orang yang menawarkan jasa baik untuk kita.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

قَدِمَ عبدُ الرَّحْمَنِ بنُ عَوْفٍ فَآخَى النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ بيْنَهُ وبيْنَ سَعْدِ بنِ الرَّبِيعِ الأنْصَارِيِّ وعِنْدَ الأنْصَارِيِّ امْرَأَتَانِ، فَعَرَضَ عليه أنْ يُنَاصِفَهُ أهْلَهُ ومَالَهُ، فَقالَ: بَارَكَ اللَّهُ لكَ في أهْلِكَ ومَالِكَ، دُلُّونِي علَى السُّوقِ، فأتَى السُّوقَ فَرَبِحَ شيئًا مِن أقِطٍ، وشيئًا مِن سَمْنٍ، فَرَآهُ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ بَعْدَ أيَّامٍ وعليه وضَرٌ مِن صُفْرَةٍ، فَقالَ: مَهْيَمْ يا عَبْدَ الرَّحْمَنِ، فَقالَ: تَزَوَّجْتُ أنْصَارِيَّةً، قالَ: فَما سُقْتَ إلَيْهَا؟ قالَ: وزْنَ نَوَاةٍ مِن ذَهَبٍ، قالَ: أوْلِمْ ولو بشَاةٍ

“”Ketika ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu sampai di Madinah, Nabi ﷺ  mempersaudarakan beliau dengan Sa’ad bin ar-Rabi’ al-Anshari radhiyallahu ‘anhu. Dan ketika itu, umumnya kaum Anshar memiliki dua istri.

Kemudian Sa’ad bin ar-Rabi’ menawarkan salah satu istrinya dan setengah dari hartanya. ‘Abdurrahman bin ‘Auf berkata: “*Semoga Allah memberkahi keluargamu dan hartamu*. Cukup tunjukkan kepadaku dimana pasar!”

Kemudian ‘Abdurrahman datang ke pasar, dan ia pun sukses berjualan aqith (sejenis makanan dari olahan susu) dan minyak samin.

Beberapa hari kemudian Rasulullah ﷺ  melihat pada pakaian ‘Abdurrahman bin ‘Auf ada bekas minyak wangi. Nabi bertanya: “Ada apa ini ‘Abdurrahman?” ‘Abdurrahman menjawab: “Saya baru menikahi seorang wanita Anshar.”
Nabi bertanya: “Apa maharnya?” ‘Abdurrahman menjawab: “Emas seberat biji kurma.” Nabi bersabda: “
Kalau begitu adakanlah walimah walaupun dengan menyembelih seekor kambing!”” (HR. Bukhari)

✅ FAIDAH

1. Disunnahkan untuk ucapkan doa ini pada orang yang tawarkan bantuan
2. Kondisi para sahabat yang korbankan harta mereka untuk menolong agama Allah.

Semoga bermanfaat.

#salaf #sunnah #dajjal #isa #cinta #alkahfi #harta #kebaikan #auf #Abdurrahman #catatankajian.net

##$$-aa-##$$

Hisnul Muslim

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 51 MAKNA DOA DAN DZIKIR – 54
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?