BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#11 Syubhat #7
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#1
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#4
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#11 Syubhat #7
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#6 SYUBHAT-2: Tidak ada kebenaran Absolut
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7: Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
Diterbitkan pertama kali pada: 30-Jan-2022 @ 21:40
5 menit membacaBANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#11 Syubhat #7
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
28 Jumadil Akhir 1443
➡️ SYUBHAT KE 7 : NABI MENYURUH MEMBANTU MERENOVASI GEREJA
Mereka berdalil dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَا تِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَا رِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
“Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang kafir yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
(QS. Al-Mumtahanah 60: Ayat 8)
⛔ AM Ghazali : “Islam mengakui eksistensi agama-agama yang ada dan menerima beberapa prinsip dasar ajarannya. Namun, ini tidak berarti bahwa semua agama adalah sama. Sebab, setiap agama memiliki kekhasan, keunikan, dan karakteristik yang membedakan satu dengan yang lain. Agama yang satu tak membatalkan agama yang lain, karena setiap agama lahir dalam konteks historis dan tantangannya sendiri. Walau begitu, semua agama, terutama yang berada dalam rumpun tradidi abrahamik, mengarah pada tujuan yang sama, yakni kemaslahatan dunia dan kemaslahatan akhirat. Dengan memperhatikan kesamaan tujuan ini, perbedaan eksoterik agama-agama mestinya tidak perlu dirisaukan. Kesamaan tujuan ini pula yang menyebabkan Islam disamping melakukan afirmasi terhadap prinsip-prinsip ajaran agama sebelumnya, sekaligus memberi pengakuan teologis mengenai keselamatan pengikut agama lain. Ada beberapa ayat yang bisa ditunjuk sebagai bukti pengakuan Al-Quran terhadap agama-agama lain, dengan menyebut ayat di atas”.
⛔ AM Ghazali :”Al-Quran membolehkan umat Islam berteman dengan umat agama lain selama umat agama lain itu tidak memusuhi dan mengusir umat Islam dari tempat tinggalnya…Sejarah pun membuktikan, beberapa kali umat Islam meminta perlindungan dan bantuan kepada umat lain. Pertama ketika umat Islam dikejar-kejar orang-orang kafir Quraisy Mekah, Nabi mencari perlindungan kepada Najasyi, raja Abisinia yang Kristen… Kedua Abu Ubaidilah al Mahdi, khalifah pertama Dinasti Fahimiyah pernah meminta nasihat kepada salah seorang Kristen tentang lokasi yang tepat bagi ibukota negara. Berangkat dari fakta-fakta normatif tersebut, kian terang perihal pengakuan Islam atas ajaran agama dan umat agama lain”.
🖍️ Ini adalah dalil yang tidak nyambung, menolong seseorang tidak berarti mengakui kebenaran apa yang diyakini yang ditolong.
Asbab Nuzul ayat ini adalah membantah telak permata AM GHAZALI.
Kisah Asma binti Abu Bakar, ia berkata, “Ibuku menemuiku di zaman Rasulullah ﷺ dan dia saat itu masih musyrik. Maka aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ : Dia (Ibuku) ingin menemuiku, apakah aku boleh untuk menyambung silaturahim dengan ibuku? Beliau menjawab, ‘Iya, sambunglah silaturahim dengan Ibumu”.
Ibnu Uyainah berkata, “Maka Allah menurunkan ayat tersebut”.
Hadits lain dari Abdullah bin zubair menjelaskan hal serupa, yaitu anjuran untuk menyambung silaturahim dengan kapal ibunya walaupun masih musyrik.
Tidak ada kelaziman bahwasanya kita berbuat baik dengan orang kita akui aqidah orang tersebut.
Dalil lain yang orang pluralis gunakan adalah, yang disampaikan oleh Prof Quraish Shihab bahwa Nabi memerintahkan untuk membantu MERENOVASI GEREJA untuk kaum Nasrani di daerah Najran.
Isi perjanjian Nabi (menurut QS) adalah, “Buat para penganut agama Nasrani bila mereka memerlukan sesuatu untuk perbaikan tempat ibadah mereka atau satu kepentingan mereka dan agama mereka. Bila mereka membutuhkan bantuan dari kaum muslimin maka hendaklah mereka dibantu dan bantuan itu bukan merupakan hutang yang dibebankan kepada mereka, tetapi dukungan kepada mereka dan anugerah dari Allah dan Rasul-Nya buat mereka”.
“Tidak boleh seorang Nasrani dipaksa untuk memeluk agama Islam. Mereka hendaknya diberi perlindungan berupa kasih sayang dan dicegah segala yang buruk yang dapat menimpa mereka kapan pun dimana pun. Demikianlah janji Rasulullah ﷺ sampai akhir zaman”.
Juga dinukil oleh Dr. Muhammad Hamidullah. Dari sejarah Nestorian.
Beliau menegaskan bahwa
✔️ perjanjian tersebut tidak ada sanadnya sama sekali.
Lagi pula isi perjanjian tersebut bertentangan dengan yang disebutkan oleh para ulama. Diantaranya oleh Ibnu Abbas.
🖍️NABI ﷺ pernah mengajak orang-orang Nasrani mubahalah dan mereka mereka takut dan minta damai dengan Rasulullah ﷺ dan malah membayar jizyah.
Dan tidak ada riwayat Rasulullah ﷺ membantu gereja.
Juga surat Rasulullah ﷺ kepada para raja2 malah isinya mengajak mereka masuk Islam. Dan ancaman menanggung dosa rakyatnya bila menolak masuk Islam (Heraklius, Muqauqis, Kisra).
Kemudian, bila perjanjian itu benar tentu sudah dipraktekkan oleh para sahabat.
Dari Ubaidah radhiyallahu anhu, “Perkataan terakhir yang Nabi ﷺ adalah,” Usirlah Yahudi Hijaz dan Najran dari Jazirah Arab! Ketahuilah bahwa seburuk-buruk manusia adalah yang menjadikan kuburan Nabi nya sebagai masjid”.
Akhirnya Umar yang melaksanakan perintah Nabi Muhammad ﷺ.
➡️2️⃣ Ayat 2 : dalil mereka yang membolehkan mengucapkan selamat natal
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku akan dibangkitkan hidup kembali.””
(QS. Maryam 19: Ayat 33)
Menurut mereka ini dalil boleh ucapkan selamat natal.
⛔Dr Ali Jumah (bukan pluralis tapi terpengaruh), mengatakan sesungguhnya yang ingkari kegembiraan saat kelahiran Nabi Isa adalah ahli bid’ah dan menyelisihi Al Qur’an dan Sunnah.
⛔AM Ghazali :”Menurut Al-Quran, umat non muslim pun akan diselamatkan Allah sejauh mereka menjalankan ajaran agamanya secara sungguh-sungguh dan melakukan amal sholeh… Sekalipun masih diperselisihkan para ulama, masalah furu’iyyat berikut kiranya turut memperkuat adanya pengakuan ihwal keselamatan umat non Muslim yang konsisten menjalankan ajaran agamanya tersebut”.
⛔AM Ghazali :”Telah disebutkan didalam Al Quran bahwasanya Isa alMasih berkata,…’Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan kembali’. Mengomentari ayat ini Al Qurthubi mengatakan, ucapan salam (selamat) itu datang dari Allah, sebagaimana juga dilakukan buat Nabi Yahya. Ini berarti Allah pun mengucapkan selamat atas kelahiran Isa. Apalagi, umat Islam sebagai hambanya”.
⛔ZM :”Tidak semestinya bila ada lembaga keagamaan mengeluarkan sebuah fatwa yang mengharamkan ucapan selamat Natal. Karena Tuhan sendiri mengucapkan natal sebagai do’a dan penghargaan atas pengabdiannya bagi pelayanan umat. Ajaran yang dibawa oleh Isa AlMasih pada hakikatnya merupakan ajaran mulia yang secara substantif juga ditemukan dalam tradisi Islam. Memang terdapat perbedaan antara ajaran yang dibawa Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Tetapi harus diakui pula, terdapat persamaan yang bisa dirajut di antara umat Kristen dan umat Islam. Salah satu cara yang paling mudah adalah memberikan apresiasi kepada umat agama lain. Bagi umat Islam adalah hal yang dianjurkan untuk mengucapkan selamat Natal dan hari raya Paskah”.
🔻 BANTAHAN
وَا لسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا
“Keselamatan atas ku pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku akan dibangkitkan.””
Keselamatan pada ayat ini adalah tahniah,secara bahasa Indonesia. Seperti ucapan selamat naik pangkat, selamat atas kelahiran anak dst.
❗✔️Padahal secara bahasa arab ini adalah doa keselamatan…….
Mereka mengatakan kegembiraan atas lahirnya Nabi Isa
Padahal Kalau dilanjutkan selamat atas kematian… Dst
Ini adalah tafsiran yang dipaksakan.
❗❗ Padahal hukum fikih, Ijma ulama hukum ucapkan selamat natal hukumnya Haram
Ijma ulama sebelum nya, berarti khilaf setelah nya tidak diterima.
Ucapan selamat adalah setuju dan ikut gembira atas kesyirikan yang dia lakukan.
Sahabat juga tidak ada yang mengucapkan selamat natal.
Nabi Isa adalah hamba Allah, diberi kitab dan dijadikan sebagai Nabi.
Kalau tuhan tidak mungkin dilahirkan.
Dan tidak pantas bahwa Allah punya anak.
Perayaan Natal sejatinya mencaci maki Allah.
Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, Gunung runtuh, karena ucapan Allah punya anak.
Renungkankah…
##$$-aa-$$##

