ALKABAIR – HATI DAN LISAN#42
- ALKABAIR-#01 – MUQADIMAH
- ALKABAIR-#02 – Dosa terbesar
- ALKABAIR-3
- Alkabair-4
- Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
- ALKABAIR – HATI DAN LISAN#42
- Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT
- Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
- Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
- Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#42*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 3 Jumadil Akhir 1447H/ 23 Nopember 2025
Ba’da Maghrib
➡️ *BAB Ikut berpartisipasi dalam keributan saat timbul fitnah*
Ikut meramaikan saat terjadi fitnah.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ فَلَيْسَ مِنَّا وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barang siapa acungkan pedang untuk menyerang kami (sesama kaum muslimin) , maka dia bukan dari golongan kami. Dan barang siapa menipu kami (melakukan kecurangan) , maka dia bukan golongan kami.” HR Muslim
Atsar – ketika akan meninggal, wasiat unta untuk jihad fii sabilillah. Saat itu anaknya akan gunakan untuk gabung pasukan Ibnu Zubair. Maka Ibnu Umar melarang, Karena unta akan digunakan untuk menyerang kaum muslimin saat terjadi fitnah.
Demikian terjadi saat demo pada khalifah Utsman bin Affan.. Yang akhirnya beliau terbunuh dengan pedang.
Segala sesuatu yang bisa menumpahkan darah sesama muslim harus dihindarkan. ✅
Dan dalam riwayat Bukhari dari Muhammad bin Abdurrahman Abil Aswad, dia berkata :
قُطِعَ عَلَى أَهْلِ الْمَدِينَةِ بَعْثٌ فَاكْتُتِبْتُ فِيهِ فَلَقِيتُ عِكْرِمَةَ فَأَخْبَرْتُهُ فَنَهَانِي أَشَدَّ النَّهْيِ ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ أُنَاسًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ كَانُوا مَعَ الْمُشْرِكِينَ يُكَثِّرُونَ سَوَادَ الْمُشْرِكِينَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَأْتِي السَّهْمُ فَيُرْمَى فَيُصِيبُ أَحَدَهُمْ فَيَقْتُلُهُ أَوْ يَضْرِبُهُ فَيَقْتُلُهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمْ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ }
‘Ada sekelompok tentara dibentuk (di Madinah) untuk menyerang penduduk Syam (muslimin) dan namaku diikutsertakan dalam daftar itu. Selanjutnya aku bertemu ‘Ikrimah dan kuutarakan nasibku, lantas dia melarangku secara serius kemudian mengatakan, Ibnu Abbas mengabariku bahwa beberapa orang muslimin ikut serta pasukan musyrik sekedar untuk menambah jumlah pasukan demi melawan Rasulullah ﷺ, lantas sebagain mereka terkena anak panah sehingga meninggal, dan sebagian mereka terkena luka senjata sehingga tewas, maka Allah menurunkan ayat sebagai jawaban nasib mereka; Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Allah dalam keadaan menganiaya diri mereka sendiri, ” dan seterusnya sampai akhir ayat QS. Annisa 97.
Tidak ada udzur bagi kaum muslimin yang ikut rombongan Quraisy dan terbunuh yang serang Muslimin.
Hindari Semua potensi terjadi fitnah. ❗
Dan sabda beliau ﷺ :
ولكن من رضى وتا بع
Akan tetapi (dosa dan hukuman itu pada) orang yang ridha dan mengikuti. HR Muslim.
Ini hadits akan adanya penguasa yang dzalim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan ada para pemimpin (penguasa) setelahku yang tidak mengambil petunjukku dan tidak mengikuti sunnahku. Di antara mereka ada orang-orang yang berhati setan dalam tubuh manusia.”
Aku (Hudzaifah) bertanya, “Apa yang harus aku lakukan wahai Rasulullah bila aku mendapati hal itu?”
Beliau ﷺ bersabda:
“Engkau dengar dan taatilah pemimpin itu. Jika ia memerintahkanku (hal yang munkar), maka bencilah perbuatannya; jika engkau membencinya, maka engkau selamat.” HR Muslim.
Maka dilarang mengaminkan penguasa yang melakukan kemungkaran. ❗
Hadits – barangsiapa yang sabar terhadap penguasa yang dzalim, akan bertemu dengan Rasulullah ﷺ di telaga Haudh.
➡️ *BAB PENYEBUTAN durhaka*.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Luqman 31: Ayat 14)
Allah agungkan untuk berbakti kepada orang tua. Allah gandengkan bersyukur kepada orang tua dan bersyukur kepada Allah.
Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu:
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Maukah kalian aku beritahu dosa yang paling besar?”
Para sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda:
“Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua.”
(Beliau ketika itu sedang bersandar, lalu beliau duduk tegak dan berkata:)
“Ingatlah, juga perkataan dusta dan kesaksian palsu.” HR Bukhari dan Muslim.
Sering Allah gandeng kedua hal ini.
Salah satunya,
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Surat Al-Isra (17) Ayat 23
Sikap kita kepada orang tua akan Allah nilai di hari akhirat kelak. ❗
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu :
أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَيٌّ قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلَاهُمَا قَالَ فَتَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا
“Seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah ﷺ lalu dia berkata, Aku baiat (berjanji setia) dengan Anda akan ikut hijrah dan jihad, karena aku mengingini pahala dari Allah.”
Nabi ﷺ bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Jawab orang itu, “Bahkan keduanya masih hidup.” Nabi ﷺ bertanya lagi, “Apakah kamu mengharapkan pahala dari Allah?”
Jawabnya, “Ya!” Sabda Nabi ﷺ, “Pulanglah kamu kepada kedua orang tuamu, lalu berbaktilah pada keduanya dengan sebaik-baiknya.” HR Bukhari dan Muslim.
Ternyata berbakti kepada orang tua lebih utama dari pada jihad fii sabilillah. Padahal jihad itu susah.
Berbakti kepada orang tua itu mewakili banyak ibadah, dan hapus banyak dosa. ❗
Dari Muawiyah nin Jahimah radhiallahu anhu ;
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ الْغَزْوَ وَجِئْتُكَ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ الْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ عِنْدَ رِجْلِهَا
dari Mu’awiyah bin Jahimah dia telah datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, wahai Rasulullah! saya ingin jihad dan saya datang kepada Anda untuk meminta saran! (Rasulullah ﷺ) bersabda, “Apakah kamu masih memiliki seorang ibu?” Dia berkata, Ya. Lalu beliau bersabda, “Rawatlah dia, sebab surga itu berada di telapak kakinya” HR Ahmad dan Nasai
Orang yang minta pendapat maka wajib bagi kita beri saran yang terbaik. Karena ini amanah dan akan kita pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Surga di bawah kaki ibu – ini isyarat agar kita merendah kepada orang tua.
Senantiasa berbakti kepada orang tua.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا خْفِضْ لَهُمَا جَنَا حَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.””
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 24)
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- ia berkata :
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ قَالَ: ثُمَّ أَبُوك
”Telah datang seorang laki-laki kepada rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- kemudian berkata : ”wahai rasullullah siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik ?”
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab :”Ibumu”.
Laki-laki itu
bertanya lagi :”kemudian siapa ?”
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab :”Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi :”kemudian siapa ?”
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab :”Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi :”kemudian siapa ?” Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab :”kemudian bapakmu” (Muttafaqun ‘alaihi)
🔸Ada dua pendapat. Kenapa Ibu disebut 3x.
1. Karena ibu punya hak dibaiki 3x (Mengandung, hamil-melahirkan , menyusui). Ayah tidak ikut 3 perkara ini. (jumhur ulama).
2. Malikiyah – bakti Ibu dan ayah sama saja. Adapun Rasulullah ﷺ sebut 3x karena bakti kepada ibu sering dilupakan.
Potensi untuk durhaka kepada Ibu lebih besar dari pada durhaka kepada ayah.
Maka Allah sebutkan Ibu – mengandung, menyusui dst. Tidak disebutkan amalan ayah (beri uang dst).
Jangan salah paham kalau orang tua berselisih kita harus bela ibu, tapi bela yang benar.
Dalam riwayat Al Bukhari dari Abdullah bin Umar secara marfu :
الْكَبَائِرُ: الْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ
“Dosa-dosa besar itu ialah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan sumpah palsu.”
Meskipun orang tua yang salah, kita harus tetap lembut.
Semoga bermanfaat.
#alkabaair #sunnah #salaf #dosabesar #syirik #fitnah #demo #ridha #diam
##$$-aa-$$##

