This entry is part 18 of 32 in the series AlKabaair

Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 16:49

2 menit membaca

Al Kabaair (32 – 33)
Ustadz Armin Akbar
5 Jumadil Akhir 1441 H

PUNGUTAN LIAR

pungutan yang diluar dari syariat Allah.
Seperti misalnya: preman, pajak..

Allah berfirman :

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya jalan (tegak nya hukum Allah ) itu ditegakkan atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia, dan menyebarkan kerusakan di muka bumi tanpa hak. Mereka itulah yang berhak mendapat azab yang pedih.” – (QS.42:42)

Kisah wanita zina dan minta disucikan dosanya dengan dirajam.. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintah wanita tersebut untuk menunggu kelahiran, kemudian diundur lagi lagi selesai menyusui.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang taubatnya wanita tersebut..

لقد تابت توبتة، لو تابها صاحب مكس لغفر له، أو لقبلت منه

Sungguh ia telah bertaubat, andaikan seorang pemungut pajak bertaubat seperti taubatnya wanita pezina itu, tentu dosanya diampuni. HR Muslim 1695.

Pungutan liar itu mirip begal..

4 harta pungutan yang dibolehkan..

1. Zakat mal
2. Juziyah (ahlul kitab yang tinggal di Negeri muslim)
3. Pajak bumi (ahlul kitab yang gara tanah)
4. Al Usr (1/10) untuk kafir harbi yang punya usaha, sedang kafir Dzimni cukup 5%.

Seorang muslim harus wara, meninggalkan yang membahayakan kita.

Dampak harta haram:

1. Masuk neraka (daging tumbuh dari makanan haram lebih pantas di neraka)

2. Doa tidak dikabulkan.. (musafir yang doa nya tidak dikabulkan)

3. Riya, merupakan sifat munafik

Riya adalah Menampakkan amalan yang bukan miliknya..

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ « أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِى مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ». قَالَ قُلْنَا بَلَى. فَقَالَ « الشِّرْكُ الْخَفِىُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّى فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami dan kami sedang mengingatkan akan (bahaya) Al Masih Ad Dajjal. Lantas beliau bersabda, “Maukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih samar bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al Masih Ad Dajjal?” “Iya”, para sahabat berujar demikian kata Abu Sa’id Al Khudri. Beliau pun bersabda, “Syirik khofi (syirik yang samar) di mana seseorang shalat lalu ia perbagus shalatnya agar dilihat orang lain.” (HR. Ibnu Majah no. 4204. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Nabi shallallahu alaihi wasallam lebih kuatir pada fitnah riya dari pada fitnah Dajjal :

1. Dajjal keluar akhir zaman
2. Orang beriman akan selamat dari fitnah Dajjal

Ketika seorang beribadah dan Riya

1. Awal sampai akhir Ikhlas – diterima

2. Ditengah ibadah – muncul riya –

2.1 bila kita berusaha untuk hilangkan maka amalan kita selamat

2.2 bila kita makin menikmati riya
2.2.1 gugur amalannya
2.2.2 tetap diterima karena berat awal amalan dan beratnya jaga amalan

3. Muncul akhir amalan

3.1 Ibnul Qayyim berpendapat gugur pahalanya, karena ada amalan yang bisa gugur (seperti amalan ungkit pemberian, sama dengan riya di akhir ini)

3.2 amalan tetap diterima, riya yang belakangan ini adalah dosa baru… Karena riya itu sangat susah.

Bentuk 2 riya
1. Riya pada badan, menampakkan badan lesu, menampakkan capek ibadah
2. Pakaian lusuh ingin dianggap zuhud
3. Merasa dekat dengan orang-orang sholeh

Cara hindari riya, belajar pada para ahli ilmu/ulama..

1. Sembunyikan amalan
2. Merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Mengingat hukuman riya yaitu orang yang pertama kali dihukum di neraka..

##$$-aa-$$##

AlKabaair

AL KABAAIR #BAB 30 (BANGKAI,DARAH,BABI) -31 (TIDAK BERSUCI SETELAH BUANG HAJAT) Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #51 dan #52
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?