TematikUstadz Badru Salam, Lc

AL ISBAH – MANHAJ SALAF DALAM TARBIYAH DAN PERBAIKAN – 4

Diterbitkan pertama kali pada: 31-Okt-2024 @ 11:40

6 menit membaca

*AL ISBAH – MANHAJ SALAF DALAM TARBIYAH DAN PERBAIKAN – 4*
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
27 Rabi’ul Akhir 1446H/31 Oktober 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

➡️ *KAIDAH 9 : Kemenangan kaum muslimin dan bagusnya keadaan mereka diikat dengan dua perkara, yaitu ilmu yang bermanfaat dan amalan sholeh*

Ini adalah syarat bahwa Allah akan menangkan kaum muslimin di atas seluruh agama lain.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِا لْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

“Dialah Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hidayah (ilmu) dan agama yang haq (amal) untuk diunggulkan atas seluruh agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 33)

Rasulullah ﷺ diutus dengan membawa dua hal yaitu ilmu dan amal, dan ini syarat Allah akan memenangkan kaum muslimin.

Ayat lain adalah,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَا نَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَآ فَّةً ۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَـتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَ لِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْۤا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dalam sebuah hadits shahih,

مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيْرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيْرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ  أَمْسَكَتِ الْمَاءَ، فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوْا وَسَقَوْا وَزَرَعُوْا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِيْ دِيْنِ اللهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيْ اللهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِيْ أُرْسِلْتُ بِهِ

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya laksana hujan deras yang membasahi tanah.

Ada tanah subur yang dapat menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak.

Ada tanah kering yang dapat menampung air, lalu Allah   memberikan manfaat kepada manusia dengannya sehingga mereka bisa meminumnya, mengairi tanaman, dan bercocok tanam. Hujan itu juga menimpa jenis (tanah yang) lain yaitu yang tandus, tidak dapat menampung air dan tidak pula menumbuhkan tanaman.

Itulah perumpamaan orang yang mendalami agama Allah, lalu ia mengambil manfaat dari apa yang Allah mengutus aku dengannya, sehingga ia berilmu lalu mengajarkannya. Dan perumpamaan orang yang tidak peduli dengannya dan tidak menerima hidayah Allah   yang aku diutus dengannya.
HR Bukhari dan Muslim.

Di sini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengumpamakan ilmu =hujan, sedangkan hati =tanah.

1. Ada hati yang bisa nampung ilmu yang banyak dan bisa banyak ambil manfaat yang banyak.

2. Ada hati yang bisa terima ilmu banyak tapi kurang ambil manfaat ilmu. Hati nya keras.

3. Yang ketiga, hati yang keras (tanah tandus dan licin), tidak menerima ilmu dan tidak bisa ambil manfaat ilmu.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“
HR Bukhari.

Begitu pentingnya ilmu, dan banyaknya manfaat ulama untuk masyarakat.

✅ Jangan sampai kita salah meng ulama kan seseorang.

Lihatlah ilmu bisa hilang..

Taurat dan injil hilang karena mereka tidak mengamalkannya.

Hadits lain juga menjelaskan bahwa Yahudi dibenci dan Nasrani tersesat karena mereka tidak mengamalkan kitabnya.

dari Addi ibnu Hatim. Addi ibnu Hatim mengatakan, “Pasukan berkuda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tiba, lalu mereka mengambil bibiku dan sejumlah orang dari kaumku. Ketika pasukan membawa mereka ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, mereka berbaris ber-saf di hadapannya, dan berkatalah bibiku. ‘Wahai Rasulullah. pemimpin kami telah jauh. dan aku tak beranak lagi, sedangkan aku adalah seorang wanita yang telah lanjut usia, tiada suatu pelayan pun yang dapat kusajikan. Maka bebaskanlah diriku, semoga Allah membalasmu.’ Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya, ‘Siapakah pemimpinmu?’ Bibiku menjawab, ‘Addi ibnu Hatim.’ Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam menjawab, ‘Dia orang yang membangkang terhadap Allah dan Rasul-Nya,’ lalu beliau membebaskan bibiku. Ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam kembali bersama seorang lelaki di sampingnya lalu lelaki itu berkata (kepada bibiku), ‘Mintalah unta kendaraan kepadanya,’ lalu aku meminta unta kendaraan kepadanya dan ternyata aku diberi.” Addi ibnu Hatim melanjutkan kisahnya, “Setelah itu bibiku datang kepadaku dan berkata, ‘Sesungguhnya aku diperlakukan dengan suatu perlakuan yang tidak pernah dilakukan oleh ayahmu. Sesungguhnya beliau kedatangan seseorang, lalu orang itu memperoleh darinya apa yang dimintanya; dan datang lagi kepadanya orang lain, maka orang itu pun memperoleh darinya apa yang dimintanya’.” Addi ibnu Hatim melanjutkan kisahnya, “Maka aku datang kepada beliau Shalallahu’alaihi Wasallam Ternyata di sisi beliau terdapat seorang wanita dan banyak anak, lalu disebutkan bahwa mereka adalah kaum kerabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam Maka aku kini mengetahui bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bukanlah seorang raja seperti kaisar, bukan pula seperti Kisra. Kemudian beliau Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda kepadaku, ‘Hai Addi. apakah yang mendorongmu hingga kamu membangkang tidak mau mengucapkan, Tidak ada Tuhan selain Allah’? Apakah ada Tuhan selain Allah? Apakah yang mendorongmu membangkang tidak mau mengucapkan, ‘Allahu Akbar’? Apakah ada sesuatu yang lebih besar daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala’?” Addi ibnu Hatim melanjutkan kisahnya.”Maka aku masuk Islam. dan kulihat wajah beliau tampak berseri-seri, lalu beliau bersabda,

«إن الْمَغْضُوبُ عَلَيْهِمُ الْيَهُودُ وَإِنَّ الضَّالِّينَ النَّصَارَى»

‘Sesungguhnya orang-orang yang dimurkai itu adalah orang-orang Yahudi, dan sesungguhnya orang-orang yang sesat itu adalah orang-orang Nasrani’.”
HR Tirmidzi.

Ibnu Mas‘ud ra, “Tidaklah suatu zaman akan datang kepada kalian, kecuali kondisinya lebih buruk daripada zaman sebelumnya. Bukan seorang amir yang bijak dan adil yang aku maksud, atau penghasilan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya, tetapi para ulama serta ahli fikih yang berada di kalangan kalian semuanya pada mangkat, sedangkan kalian semua tidak menemukan pengganti mereka. Akhirnya banyak sekali yang mengeluarkan fatwa dengan akal mereka.”

Lebih buruk di sini adalah kualitas ilmu ulamanya.

➡️ *KAIDAH 10: Ahlussunnah meyakini bahwa Al jamaah adalah salah satu pokok agama kaum muslimin.*

✅ Tafsir Al Jamaah.
Secara bahasa = perkumpulan.
Secara istilah, ada beberapa makna.

1. Dari Rasulullah ﷺ – Al Jamaah adalah Yang Aku dan Para Shahabat ku diatas nya.

2. Pemimpin muslim. Lihatlah hadits Hudzaifah Ibnu Yaman akan datangnya keburukan.

3. Kebenaran, sesuai tafsir Ibnu Mas’ud.
Walaupun itu hanya satu orang.

الجماعة ما واقف الحق و لو كنت وحدك

“Al-Jama’ah adalah sesuatu yang kamu berada di atas kebenaran walaupun kamu seorang diri.”

4. Jamaah ulama dan ahli ijtihad yang bersepakat dalam satu perkara.

Ijma para ulama itu hujjah yang tidak boleh ditolak.

Ibnu Mas’ud juga berkata tali Allah adalah Al Jamaah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

“Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal bagi kalian. Dia meridhai kalian untuk menyembah-Nya, dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, serta berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan tidak berpecah belah.

Dia pun membenci tiga hal bagi kalian, menceritakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya (desas-desus) , banyak bertanya, dan membuang-buang harta.” (HR. Muslim)

Banyak bertanya maksudnya adalah pertanyaan yang kurang manfaat.

Imam Syafi’i – al Jamaah – bersatu pada hukum haram halal dan taat pada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

عَنَ بْنِ عَبَّاٍس َرضِيَ اللهُ عَنْهُمَا  عَنِ النَّبِيِّ  صلى الله عليه وسلم قََالَ: مَنْ َكرِهَ مِنْ َأمِيْرِهِ شَيْئًا فَلَيْصْبِرْ فَإِنَّه ُمَنْ خَرَجَ ِمنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا َماتَ مَيْتَةً جاَهِلِيَّةً. متفق عليه

Dari Ibnu Abbas semoga Allah meredhai mereka berdua dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melihat dari penguasa sesuatu yang benci maka hendaklah dia bersabar, sebab barangsiapa yang keluar (dengan tidak mentaati) penguasa satu jengkal maka dia mati dengan kematian jahiliyah”. Muttafaqun Alaihi.

Di sini Al Jamaah adalah penguasa muslim.

Bila pemimpin dzalim, maka Sabar dan berusaha nasihati pemimpin dengan cara yang benar bukan provokasi.

Kenapa pemimpin dzalim, karena rakyatnya juga dzalim.

Pemimpin itu hasil dari rakyat dan balasan Allah untuk rakyatnya.

♦️TANYA JAWAB.

1. Arisan – dengan tuan rumah HARUS sediakan konsumsi.

Jawab – kalau harus berarti riba.
Solusi – urunan konsumsi.

Semoga bermanfaat.

#tauhid #aqidah #jamaah #salaf #sunnah #syirik #bid’ah #penguasa #

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?