SUNAN ABU DAWUD # Memasukan tangan ke dalam bejana sebelum mencuci tangan – SIFAT wudhu Nabi
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 17:28
3 menit membaca SUNAN ABU DAWUD
Ustadz Musamulyadi Luqman Lc
2 Robi’uts-Tsaani 1441H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
sebelumnya Hukum membaca Bismillah dalam Wudlu….
BAB. Memasukan tangan ke dalam bejana sebelum mencuci tangan.
Hadits No. 103
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنْ اللَّيْلِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ
“Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya di malam hari, maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana hingga membasuhnya tiga kali terlebih dahulu, karena sesungguhnya dia tidak tahu di mana posisi tangannya semalam.”
Hadits No. 104
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا وَلَمْ يَذْكُرْ أَبَا رَزِينٍ
“Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] dari [Al A’masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi ﷺ, yakni dengan hadits ini, dia mengatakannya dua atau tiga kali dan tidak menyebutkan Abu Razin.
Hadits No. 105
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يُدْخِلْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ أَوْ أَيْنَ كَانَتْ تَطُوفُ يَدُهُ
“Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah dia memasukkan tangannya ke dalam bejana hingga membasuhnya tiga kali terlebih dahulu, karena sesungguhnya salah seorang dari kalian tidak tahu di mana posisi tangannya semalam, atau di mana tangannya berkeliling.”
FAIDAH HADITS 103-105:
• َبَاتَتْ
maksudnya tidur di malam hari saja tidak dalam tidur siang atau qoilulloh….
• Illah maksudnya adalah ragu tanganya waktu tidur kemana…
• Segala sesuatu yg meragukan tangan kita sdh menyentuh najis atau tidak maka harus dicuci dulu dalam bejana…
• Ibnu Hajar : “ Siapa saja yg tahu dimana tanganya berada pada waktu tidur malam ( tanganya dibungkus kain) maka tdk ada larangan buat dia masukkan kedlm air…
• Imam Malik… :” Perintah Nabi ini adalah Ta’abbud (sifatnya Ibadah maka lakukan saja) tdk ada alasan karena keraguan atau karena yakin di bungkus tanganya….
• Para Ulama mengambil zawahid tentang hadist ini
Imam Nawawi “ air kalau sedikit kemudian kemasukan Najis maka airnya menjadi Najis, biarpun gak berubah warna bau dan rasanya. “ ini adalah mazdhab Syafi’iyah
• Di bedakan najis masuk kedalam air maka air menjadi najis
Tapi air yg dituang diatas Najis maka airnya yang mengucur menjadi suci…
• Bagaimana nyucinya tangan ketika mau dimasukkan ke bejana yaitu dengan cara diguyur…
• Hukum nya kalau ada orang melanggar perintah Nabi diatas…. :
• Tidak haram karena ada khiilah, karena ada keraguan ( tdk tahu tanganya dimana) maka hukumnya makruh
• Haram, asal dari larangan adalah Haram…
بَابُ صِفَةِ وُضُوءِ النَّبِيِّ ﷺ
Bab Sifat Wudlu Nabi ﷺ
Abu Dawud mendatangkan hadist² yang sangat Banyak dalam sifat wudlu Nabi ﷺ sehingga masalah wudlu sangat detail….
Hadits pertama ,Hadits ke-106
١٠٦ – (صحيح) حَدَّثَنَا الۡحَسَنُ بۡنُ عَلِيٍّ الۡحُلۡوَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عَطَاءِ بۡنِ يَزِيدَ اللَّيۡثِيِّ، عَنۡ حُمۡرَانَ بۡنِ أَبَانَ مَوۡلَى عُثۡمَانَ بۡنِ عَفَّانَ، قَالَ: رَأَيۡتُ عُثۡمَانَ بۡنَ عَفَّانَ تَوَضَّأَ: فَأَفۡرَغَ عَلَى يَدَيۡهِ ثَلَاثًا فَغَسَلَهُمَا، ثُمَّ تَمَضۡمَضَ وَاسۡتَنۡثَرَ، وَغَسَلَ وَجۡهَهُ ثَلَاثًا، وَغَسَلَ يَدَهُ الۡيُمۡنَى إِلَى الۡمِرۡفَقِ ثَلَاثًا، ثُمَّ الۡيُسۡرَى مِثۡلَ ذَلِكَ، ثُمَّ مَسَحَ رَأۡسَهُ، ثُمَّ غَسَلَ قَدَمَهُ الۡيُمۡنَى ثَلَاثًا، ثُمَّ الۡيُسۡرَى مِثۡلَ ذَلِكَ، ثُمَّ قَالَ: رَأَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ تَوَضَّأَ مِثۡلَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ قَالَ: (مَنۡ تَوَضَّأَ مِثۡلَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ صَلَّى رَكۡعَتَيۡنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفۡسَهُ، غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ).
106. Al-Hasan bin ‘Ali Al-Hulwani telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, beliau berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari ‘Atha` bin Yazid Al-Laitsi, dari Humran bin Aban maula ‘Utsman bin ‘Affan, beliau berkata: Aku melihat ‘Utsman bin ‘Affan berwudhu`.
Beliau menuangkan air ke atas kedua telapak tangannya tiga kali dan mencucinya. Kemudian beliau berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya, dan mencuci wajahnya tiga kali. Beliau mencuci tangan kanannya sampai siku tiga kali, kemudian tangan kiri semisal itu pula. Kemudian beliau mengusap kepala. Kemudian beliau mencuci telapak kaki kanan tiga kali, kemudian kaki kiri semisal itu pula.
Kemudian berkata: Aku telah melihat Rosululloh ﷺ berwudhu` semisal wudhu`ku ini, kemudian beliau bersabda, “Siapa yang berwudhu` seperti wudhu`ku ini, lalu shalat dua raka’at yang tidak terbetik dalam benaknya kecuali perkara shalatnya, maka Allah akan ampuni dosanya yang telah lalu.”
• Nabi selalu muru’ah selalu memakai peci ketika keluar rumah….
• Karena dengan pakai peci kita akan malu untuk berbuat maksiat….
• Sholat itu harus khusyu tidak memikirkan bisnis dan perkara dunia biar di ampuni dosanya…
Nabi bersabda….
إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان، وما استكرهوا عليه حديث حسن، رواه ابن ماجه والبيهقي وغيرهما.
”Sesungguhnya Allah memaafkan perbuatan umatku karena kekeliruan mereka, lupa atau sesuatu yang dipaksakan kepadanya.”
(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah, Baihaqi dan selain mereka berdua)
• Dari Faidah hadits ini juga para Ulama menetapkan syarat dan rukun Wudlu walaupun masih banyak khilaf didalamnya…..
والـلــه تعالى أعلم بالصواب
Semoga Bermanfaat
##$$-aa-$$##


