Adab & AkhlakUstadz Dr. Abdullah Roy, Lc. MA

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #7 Adab Menguap

This entry is part 7 of 10 in the series Sepuluh adab

Diterbitkan pertama kali pada: 10-Okt-2020 @ 21:02

4 menit membaca

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #7 Adab Menguap
Ustadz Dr Abdullah Roy, Lc M.A
24 Shafar 1442H

Alhamdulilah kita diberi nikmat diatas keislaman, yang merupakan nikmat besar dunia dan akhirat.

Adab Menguap

Tolaklah (tahan) sesuai dengan kemampuan, dan tahanlah dengan tanganmu di atas mulut dan jangan mengatakan: ahh..ahh

Jadi ada adab:

1. Menolak sesuai dengan kempuan
2. Menutup dengan tangan
3. Tidak mengatakan: ahh..ahh

Menguap adalah keluarnya udara dari mulut tanpa ditiup.

1. Menolak sesuai dengan kemampuan (tidak membuka mulut).

Tidak membuka mulut biasanya disertai keluarnya air mata.

Dalam sebuah hadits disebutkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إَنَّ اللهَ يُحِبُّ العُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللهَ تَعَالَى كَانَ حَقّاً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإذَا تَثَاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإنَّ أحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka, apabila salah seorang di antara kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap orang muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan, ‘YARHAMUKALLAH (artinya: semoga Allah merahmatimu)’.”

Adapun menguap, maka itu adalah dari setan. Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin. Karena, jika salah seorang di antara kalian menguap maka setan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6223]

Menguap disandarkan syetan karena syetan ridho dan senang ketika lihat manusia menguap.

Dan syetan adalah musuh yang nyata bagi kita.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. [Fâthir/35:6]

Kita harus bener-bener jadikan syetan sebagai musuh. Jangan buat mereka senang.

Imam Nawawi, mengatakan menguap disandarkan syetan karena ajak kepada syetan. Menjadi malas. Sebab nya adalah kebanyakan makan.

Malas ini sifat tercela , yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berlindung dari sifat malas.

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْهَرَمِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut dan pikun.
HR. Muslim no. 2706.

Muslim harus semangat.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعك وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ وَلَا تَعْجِز

“Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. HR Muslim.

Kita harus berusaha tahan. Bila sampai terbuka dan keluar kata ha, maka syetan tertawa.

Menguap dalam sholat

Dalam sebuah hadits disebutkan,

عن أبي هريرة – رضي الله عنه -: قال النبي – صلى الله عليه وسلم -: «التثاؤب في الصلاة من الشيطان فإذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع»

“Dari Abu Hurairah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Menguap dalam shalat adalah dari syetan , apabila salah seorang diantara kalian menguap maka hendaklah dia tahan sesuai dengan kemampuan” (HR. At Tirmidzi, shahih)

Bukan berarti menguap diluar dari syetan bukan dari syetan. Ini hanya kekhususan.

Syetan senang melihat orang menguap saat sholat, karena menunjukkan dia sedang malas.

Dan sungguh sebagian ulama, memakruhkan menguap dalam sholat.

Ibrahim An Naaqoi “Sungguh aku berusaha menolak menguap dengan cara tanahnuh (ehhehrmhh)”
Mungkin tidak semua orang sama hasilnya.

2. Menutup dengan tangan supaya tertutup mulutnya

Kalau tidak mampu menutup mulut maka ditutup dengan tangan, sebaiknya dengan telapak tangan kiri (diutamakan dengan punggung) karena ini termasuk sesuatu yang kotor. Dan boleh menggunakan tangan kanan.

Disebutkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

عن أبي سعيد – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: «إذا تثاءب أحدكم فليمسك بيده على فيه، فإن الشيطان يدخل»

Dari Abu Said beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila salah seorang diantara kalian menguap hendaknya dia tahan dengan tangannya di atas mulutnya, karena syetan masuk “ (HR. Muslim)

Bila tidak mampu maka ditutup lubang mulut dengan tangan (baik telapak tangan bagian dalam atau punggung tangan).

Sebagian ulama mengutamakan kalau menutupi lubang mulut dengan tangan kiri, karena termasuk menahan dari sesuatu yang kotor.

Sebagian ulama mengutamakan menutup dengan punggung tangan, supaya bagian dalam tangan tetap terjaga (kebersihan).

Menutup mulut harus sampai tertutup lubang mulut.

Ibnul Aalan – menahan sesuai kemampuan = menutup mulutnya (dua bibir disatukan). Kalau tidak mampu baru letakkan tangan di atas mulut.

Al Munawi – Meletakkan tangan maksudnya adalah punggung tangan sebelah kiri.
Seandainya dengan tangan kanan maka sudah sesuai hadits nya.

Ulama lain menjelaskan, menahan dengan punggung telapak tangan, maksudnya menahan yang dari dalam keluar dan masuk nya yang dari luar (syetan).

Ada yang menjelaskan,
+ tangan kiri bila ada bau mulut
+ tangan kanan bila mulut tidak bau..

3. Tidak mengatakan: haa…haa (atau yang semisalnya)

Termasuk tidak boleh berbicara dan hendaknya menjaga lisannya.

Hikmah: SyetAllah mencintai bersin dan membenci menguapan senang melihat yang demikian karena menunjukkan kemalasan

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: «إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله، فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع؛ فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان»

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap, maka apabila salah seorang diantara kalian bersin kemudian memuji Allah maka wajib atas setiap muslim yang mendengar untuk mentasymitnya, Adapun menguap maka itu dari syetan, maka hendaklah menolaknya sesuai dengan kemampuan, kalau dia mengatakan: ha, maka syetan akan mentertawakannya. (Muttafaqun ‘alaihi)

Syetan gembira bila melihat syetan malas.

Dalam Sunan At Tirmidzi lafazhnya AH AH (bukan ha ha).

Tidak disyariatkan isti’adzah, istighfar..

Meskipun itu dari syetan. Kita cukupkan dengan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Jadi saat menguap juga ada larangan berbicara.

Akibat tidak mengikuti sunnah dalam menguap:

1. Rugi karena tidak mendapatkan pahala
2. Mengurangi kewibawaan
3. Bisa memudharati mulut
4. Menjadikan syetan tertawa dan bahagia
5. Mungkin bisa menjadi sebab kesurupan

TANYA JAWAB

1. Tips hindari menguap yang terlalu sering – jawab. Menguap biasanya disebabkan terlalu banyak makan, jadi kurangi makan karena sebenarnya beberapa suap sudah cukup, bila harus lebih maka 1/3 untuk makanqn, 1/3 untuk minuman dan 1/3 untuk nafas.

Juga untuk mencegah menguap saat sholat dengan berusaha khusyu dan berusaha memahami makna bacaan sholat.

.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$$##

Sepuluh adab

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #6 Adab Bersin Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #8 Adab Bermajelis
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?