BAYAN SABILI SALAF #10
🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #10*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 22 Rabi’ul Akhir 1448H/ 4 Oktober 2026 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ *KEUTAMAAN BERSABAR DALAM BERPEGANG TEGUH SUNNAH NABI ﷺ*
Semakin jauh jauh zaman dari zaman kenabian ➡️ semakin rusak zaman ➡️ semakin berat berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ.
Hal itu karena keterasingannya. Bila banjak keburukan/kerusakan, maka sedikit yang melakukan kebaikan akan terasa berat.
Puasa di bulan ramadhan lebih ringan daripada puasa di bulan lain, karena banyak yang melakukan puasa.
Demikian juga sholat malam 11 rakaat di bulan Ramadhan lebih ringan dari pada sholat malam di selain bulan Ramadhan.
Sunnah Nabi ﷺ secara keseluruhan seperti itu.. Semakin banyak yang menjalankan semakin ringan.
Semakin berat suatu amalan maka semakin besar pahalanya.
🔹 Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَا صْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِا لْغَدٰوةِ وَا لْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَا تَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَا نَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang selalu berdoa kepada Rabb nya pada pagi dan sore hari dengan mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala ; dan janganlah engkau paling kan kedua matamu dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari berdzikir kepada Kami, serta menuruti keinginannya dan urusan kehidupan sudah melewati batas (sia-sia, terbengkalai).”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)
Mereka lah orang-orang yang berpegang teguh pada ajaran Islam, yaitu sunnah Nabi ﷺ. Dan Allah melarang untuk meninggalkan hal itu pada urusan dunia.
Allah melarang untuk ikuti orang-orang yang lalai sehingga kehidupan menjadi terbengkalai.
Bersabar dengan keterbatasan yang datang setelah keadaan lapang itu berat.
…وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ…
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan berikan padanya jalan keluar dari kesulitan hidupnya. Dan Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq[65]: 2-3)
Allah juga berfirman,
…وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah jadikan urusannya mudah.” (QS. At-Talaq[65]: 4)
🔹 Hasan Al Bashri : Demi Allah Yang Tidak Ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia, sunnah kalian berada diantara dua keadaan yaitu berlebihan dan terlalu meremehkan. Maka bersabarlah di atasnya semoga Allah memberikan rahmat-Nya.
Orang yang berada di pertengahan akan dimusuhi oleh ekstrem kanan dan ekstrem kiri.
Ahlu Sunnah Wal Jamaah sering dimusuhi kelompok lain karena mengikuti dalil bukan fanatik pada kelompok tertentu.
Salah satu ciri Ahlu Sunnah wal jamaah adalah Amar ma’ruf ketika amar ma’ruf ditinggalkan dan Nahi munkar ketika banyak orang yang meninggalkannya.
Hasan Al Bashri : karena sesungguhnya Ahlu Sunnah orang yang paling sedikit di masa lalu dan paling sedikit di masa sekarang. Ahlu sunnah itu tidak ikut-ikutan orang yang dalam kemewahan dunia (berlebihan).
Hidup mewah – berlebih-lebihan itu tidak baik dan lebih dekat kepada kefasikan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَاۤ اَرَدْنَاۤ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 16)
Hasan Al Bashri : mereka tidak ikut-ikutan ahli bid’ah dalam kebid’ahan mereka.
Semakin kuat seseorang berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ maka semakin benci pada kebid’ahan.
Hasan Al Bashri : mereka sabar di atas sunnah Nabi ﷺ sampai mereka menjumpai Rabb mereka. Maka Insya Allah kalian harusnya seperti itu.
🔹 Al Auzai – Tabiut Tabi’in. (sezaman dengan Iman Syafi’i, Imam Malik, Imam Ahmad . :Sabarkan dirimu di atas sunnah ﷺ walaupun banyak ujian. Dan berhentilah engkau seperti berhentinya generasi salaf (para shahabat dan para Tabi’in) dan Katakanlah apa yang mereka katakan dan tahan dirimu dari hal-hal yang mereka tahan darinya dan berjalan lah di atas generasi salaf yang sholeh. Karena akan cukup untuk mu sesuatu yang cukup untuk mereka.
Masalah agama itu ikuti contoh dari Nabi ﷺ, para shahabat dan generasi salaf. Karena agama itu harus dijaga kemurniannya.
Beda dengan urusan dunia yang semakin inovasi semakin baik.
🔸 Masalah terkait.
1. Bersabar di atas sunnah Nabi ﷺ
2. Ahlusunnah secara Sunnatullah akan menjadi musuh bersama, dihalangi dari orang-orang yang menyimpang. 1 dari 73 golongan umat Islam adalah Ahlusunnah.
3. Bahwa memperingatkan manusia ahli bid’ah itu jalan yang ditetapkan Allah karena Al Qur’an menetapkan sesuatu yang haqq dan memerintahkan dan Al Qur’an menetapkan keburukan dan Al Qur’an memerintahkan untuk meninggalkannya serta menjauhi orang-orang yang melakukan keburukan.
Contoh keburukan : ikuti hawa nafsu, kebid’ahan dst
4. Celaan untuk orang yang ingin mencari dunia dengan agama.
وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ
dan janganlah engkau paling kan kedua matamu dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia;
5. Celaan untuk tindakan ikuti syahwat dan syubhat. Dua pintu yang digunakan syetan untuk goda manusia.
6. Orang yang ikuti hawa nafsunya tidak pantas untuk ditaati dan keadaannya tidak pantas untuk diikuti.
Semoga bermanfaat.
#sunnah #salaf #manhaj #aqidah #bid’ah #nabi
##$$-aa-$$##

