This entry is part 5 of 5 in the series Hadits-Albani
6 menit membaca

📖 *SILSILAH HADITS SHAHIH-09*
✒️ Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani yang disusun oleh Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman.
Ustadz Badrusalam, Lc
22 Safar 1448H/ 6 Agustus 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

➡️ BAB 1: Akhlak, Perbuatan baik dan Hubungan sesama manusia.

➡️ Hadits 37

٣٧- عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو مَرْفُوعًا: ((أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ))

Dari Abdullah bin Amru, secara *marfu’*: “Sedekah yang paling utama adalah mendamaikan dua pihak yang saling berselisih.” [no. 2639]
(HR. Abd bin Humaid, al-Bazzar, ath-Thabrani, Al-Bukhari)

Keutamaan mendamaikan dua orang yang bertengkar.

Dalam hadits, dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ، فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

Artinya: “Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih utama daripada derajat puasa, salat, dan sedekah? Para sahabat menjawab: ‘Tentu.’ Beliau bersabda: ‘Mendamaikan hubungan di antara manusia, karena rusaknya hubungan di antara manusia adalah sesuatu yang membinasakan (menghancurkan amal kebaikan).'”

Puasa, sedekah, shalat di sini adalah yang sunnah.

Pertengkaran yang dimaksud adalah pertengkaran karena dunia.

Hadits tidak boleh berdusta kecuali 3 perkara, diantara nya mendamaikan dua orang yang bertengkar.

Allah berfirman – perdamaian itu kebaikan.

Kalau bertengkar karena agama maka boleh. Misal meninggalkan orang-orang yang punya aqidah yang menyimpang.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan buruknya permusuhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Artinya: “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka diampuni setiap hamba yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali seseorang yang antara dirinya dan saudaranya terdapat permusuhan. Lalu dikatakan: Tangguhkanlah (ampunan) untuk kedua orang ini sampai mereka berdamai.” HR Muslim.

➡️ Hadits 38

٣٨- عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَتِ الْعَرَبُ تَخْدُمُ بَعْضُهَا بَعْضًا فِي الْأَسْفَارِ، وَكَانَ مَعَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَجُلٌ يَخْدُمُهُمَا، فَنَامَا، فَاسْتَيْقَظَا، وَلَمْ يُهَيِّئْ لَهُمَا طَعَامًا، فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: إِنَّ هَذَا لَيُوَائِمُ نَوْمَ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [وَفِي رِوَايَةٍ: لَيُوَائِمُ نَوْمَ بَيْتِكُمْ] فَأَيْقَظَاهُ فَقَالَا: ائْتِ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْ لَهُ: إِنَّ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ يُقْرِئَانِكَ السَّلَامَ، وَهُمَا يَسْتَأْدِمَانِكَ. فَقَالَ: (( أَقْرِئْهُمَا السَّلَامَ، وَأَخْبِرْهُمَا أَنَّهُمَا قَدِ ائْتُدِمَا! )) فَفَزِعَا، فَجَاءَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللهِ! بَعَثْنَا إِلَيْكَ نَسْتَأْدِمُكَ، فَقُلْتَ: قَدِ ائْتُدِمَا. فَبِأَيِّ شَيْءٍ ائْتُدِمْنَا؟ قَالَ: ((بِلَحْمِ أَخِيكُمَا، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى لَحْمَهُ بَيْنَ أَنْيَابِكُمَا.))

قَالَا: فَاسْتَغْفِرْ لَنَا، قَالَ: (( هُوَ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمَا. ))

Dari Anas bin Malik, ia bercerita: “Dahulu, orang Arab melayani antara yang satu dengan yang lainnya di dalam safar (perjalanan jauh). Pada suatu safar, ada seorang laki-laki tinggal bersama Abu Bakar dan Umar untuk melayani mereka. Keduanya pun tertidur. Kemudian, ketika keduanya bangun, ternyata laki-laki itu belum membuatkan makanan untuk mereka.

Lantas, salah seorang dari keduanya berkata kepada temannya: ‘Sungguh tidurnya sama seperti tidur Nabi kalian ﷺ [di dalam riwayat lain disebutkan: sama seperti tidur di rumah].’

Maka keduanya membangunkan laki-laki itu dan berkata kepadanya: ‘Pergilah ke kemah Rasulullah ﷺ, lalu sampaikanlah kepada beliau bahwa Abu Bakar dan Umar mengucapkan salam kepada engkau, dan bahwa keduanya meminta bumbu untuk memakan roti.’ Laki-laki itu pun pergi dan menyampaikan pesan tersebut kepada Rasulullah ﷺ.

Maka Rasulullah ﷺ berkata: ‘Sampaikan salamku kepada keduanya, lalu katakanlah kepada mereka berdua bahwa mereka berdua sudah makan roti dengan bumbunya.’ Setelah laki-laki tersebut kembali dan menyampaikan jawaban Rasulullah ﷺ, keduanya pun terkejut.

Lalu, keduanya datang menemui Nabi ﷺ dan berkata: ‘Wahai Rasulullah! Kami mengutus seseorang menghadap engkau guna meminta bumbu roti, namun engkau berkata: ‘Mereka berdua sudah makan roti dengan bumbunya.’ Sebenarnya, dengan bumbu apa yang telah kami makan?’

Beliau ﷺ menegaskan: ‘Dengan daging saudara kalian. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku melihat dagingnya berada di antara gigi-gigi taring kalian.’ Kemudian keduanya berkata: ‘Kalau begitu, mintakanlah ampunan untuk kami.’ Rasulullah ﷺ berkata: ‘Laki-laki itu yang mesti memintakan ampun untuk kalian berdua.'”

[no. 2608] — (HR. Al-Khara-ithi dan adh-Dhiya al-Maqdisi)

Ghibah itu bagaikan makan daging saudaranya.

Aisyah pernah ngomongin Syafiyah.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

قُلْتُ لِلنَّبِيِّ ﷺ: حَسْبُكَ مِنْ صَفِيَّةَ كَذَا وَكَذَا، تَعْنِي قَصِيرَةً، فَقَالَ: لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ

Artinya: “Aku berkata kepada Nabi ﷺ tentang Shafiyyah: ‘Cukuplah bagimu tentang Shafiyyah begini dan begitu,’ maksudnya aku menyebut dia pendek. Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Sungguh engkau telah mengucapkan suatu perkataan yang seandainya dicampurkan dengan air laut, niscaya akan mencemarinya.'” HR Abu Dawud.

Bahkan ulama menjelaskan kerlingan mata pun termasuk ghibah.

Ghibah salah satu hukuman nya adalah adzab kubur..

Firman Allah,

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Hujurat: 12)

❗ Ghibah boleh dalam 6 perkara.

1. Melaporkan kedzaliman orang.
2. Meminta bantuan untuk merubah kemungkaran.
3. Meminta fatwa
4. Tahdzir orang yang sesat /menyimpang.
5. Ghibah orang-orang yang terang-terangan berbuat maksiat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ

Artinya: “Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa.” HR Bukhari dan Muslim

6. Supaya diketahui/pembeda. Misal sopir saya cirinya pendek, gendut. Ini untuk keperluan maslahat yang lebih besar.

Dalil nya hadits ketika seseorang meminta izin untuk menemui Nabi ﷺ, lalu Nabi ﷺ mengatakan tentang orang itu:

ائْذَنُوا لَهُ، بِئْسَ أَخُو الْعَشِيرَةِ
Artinya: “Izinkanlah dia masuk. Dia adalah seburuk-buruk kerabat (teman bergaul).”

Juga hadits seorang wanita yang dilamar dua laki-laki dan disebut kekurangan masing-masing.

Hadits yang dimaksud adalah kisah Fatimah binti Qais radhiyallahu ‘anha yang dilamar oleh dua orang, yaitu Muawiyah ibn Abi Sufyan dan Abu Jahm.

Fatimah binti Qais berkata bahwa setelah masa iddahnya selesai, ia dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm. Ia pun bertanya kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda:

أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ

Artinya: “Adapun Abu Jahm, dia tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya (yakni banyak memukul/keras terhadap wanita). Sedangkan Muawiyah adalah orang miskin, tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.”

➡️ Hadits 39

٣٩- عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ مَرْفُوعًا: (( أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحَاسِنُهُمْ أَخْلَاقًا، الْمُوَطَّؤُونَ أَكْنَافًا، الَّذِينَ يَأْلِفُونَ وَيُؤْلَفُونَ، وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ. ))

Dari Abu Sa’id al-Khudri, secara marfu’: “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang berada di sekelilingnya, yaitu mereka yang menyayangi dan disayangi. Tidaklah baik orang yang tidak menyayangi dan tidak disayangi.” [no. 751]
(HR. Ath-Thabrani dan Abu Nu’aim)

🔹 Faidah
1. Akhlak mempengaruhi keimanan. Makin bagus akhlak makin bagus iman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

Artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan (amal seorang mukmin) daripada akhlak yang baik.” HR Abu Dawud dan Tirmidzi

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjamin surga orang yang akhlak baik.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا، وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Artinya: “Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar; aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun hanya bercanda; dan aku menjamin sebuah rumah di tempat tertinggi di surga bagi orang yang memperbaiki akhlaknya.” HR Abu Dawud.

Allah saja menegur Nabi ﷺ karena pernah bermuka masam. Qs Abasa.

Dalam hadits Rasulullah ﷺ menekankan untuk tersenyum, dengan muka yang baik.

Orang yang paling berhak mendapatkan akhlak baik kita adalah orang tua kita.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
(QS. Al-Isra’: 23)

Kemudian guru kita.
Berikut nya adalah tetangga kita. Wasiat Jibril.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapatkan bagian warisan.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang seorang wanita yang terkenal banyak salat, puasa, dan sedekah, tetapi ia menyakiti tetangganya dengan lisannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

هِيَ فِي النَّارِ

“Dia berada di neraka.”

Kemudian ditanyakan tentang wanita lain yang ibadahnya biasa saja, tetapi tidak menyakiti tetangganya, beliau bersabda:

هِيَ فِي الْجَنَّةِ
“Dia berada di surga.”
HR Ahmad.

➡️ Hadits 40

٤٠- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ. ))

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan: “Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ‘Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan, orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istri-istrinya.'” [no. 284]
(HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Abu Nu’aim, al-Hakim)

🔹 Faidah
1. Orang yang paling berhak setelah orang tua, guru adalah istri kita.
2. Dengan istri – jangan diktator, jangan anggap istri sempurna, pasti ada kekurangan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah (istrinya). Jika dia tidak menyukai salah satu akhlaknya, maka hendaknya dia melihat sisi lain yang dia sukai darinya.”
HR. Muslim

➡️ Hadits 41

٤١- عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ، عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ. ))

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang diharamkan masuk ke Neraka, atau tentang orang yang Neraka diharamkan atasnya? Yaitu, orang yang berlaku ramah dan murah hati terhadap setiap orang.” [no. 938]
(HR. Ibnu Hibban, at-Tirmidzi, al-Khara-ithi, Ahmad, ath-Thabrani)

🔹 Faidah
1. Qarib – dekat dengan manusia (ramah)
2. Hayyin – tawadhu
3. Sahlan – mudah bermuamalah. Mudah dalam menagih hutang.

Semoga bermanfaat,

#hadits #shahih #adab #akhlak #ghibah #tawadhu #sahlan

##$$-aa-$$##

Hadits-Albani

SILSILAH HADITS SHAHIH-08
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?