This entry is part 2 of 3 in the series Hadits-Albani
7 menit membaca

📖 *SILSILAH HADITS SHAHIH-03*
✒️ Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani yang disusun oleh Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman
Ustadz Badrusalam, Lc
22 Dzulqaidah 1446H/20 Mei 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

➡️ BAB 1: Akhlak, Perbuatan baik dan Hubungan sesama manusia.

🔹Hadits 07

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ قَالَ أَتْقَاهُمْ لِلَّهِ قَالُوا لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ قَالَ فَأَكْرَمُ النَّاسِ يُوسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ ابْنُ نَبِيِّ اللَّهِ ابْنِ نَبِيِّ اللَّهِ ابْنِ خَلِيلِ اللَّهِ قَالُوا لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ قَالَ فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُونِي النَّاسُ مَعَادِنُ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقُهُوا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?”

“Yang paling bertakwa kepada Allah ”, jawab Rasul ﷺ .

Orang tersebut berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Manusia yang paling mulia adalah Yusuf, nabi Allah, anak dari nabi Allah, anak dari nabi Allah, anak dari kekasih-Nya”, jawab beliau.

Orang tersebut berkata lagi, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Apa dari keturunan Arab?”, tanya beliau.

Mereka menjawab, “Iya betul”. Beliau bersabda, “Yang terbaik di antara kalian di masa jahiliyah adalah yang terbaik dalam Islam jika dia itu berilmu / faqih (paham agama).” (HR. Bukhari)

Yusuf bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim.

✅ Faidah.
1. Manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah manusia yang paling bertakwa. Kemuliaan Islam diukur dari takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka kita muliakan manusia sesuai dengan ketakwaannya.

Kemuliaan bukan dari ukuran dunia. Bukan seperti Qarun yang diberi kekayaan.

Orang-orang bertakwa saat itu berkata,

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّـٰبِرُونَ
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”.
Surat Al-Qashash (28) Ayat 80

Jangan pula kita musuhi orang-orang yang punya kedudukan, ini sesuai fiqih dakwah.

2. Hadits ini juga dalil bahwa kemuliaan juga ditentukan dari nasab namun dengan syarat ia adalah orang yang bertakwa.

Para rasul adalah orang-orang yang paling mulia nasabnya.

Nasab yang paling mulia itu kalau bapak, kakek, buyut nya orang-orang sholeh.

3. Orang paling mulia itu yang terbaik di masa Islam, apabila ia faqih agama.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama” (Muttafaqun ‘alaihi).

Belajar agama itu harus dengan tujuan diamalkan.

Dalam hadits – ada tiga orang yang pertama kali diseret ke neraka.. Yaitu ahli ilmu yang ingin disebut ulama, belajar Alquran ingin disebut qari..
Niatnya Tidak bagus.

Tujuan belajar agama untuk diamalkan, untuk membela agama ini.

4. Manusia secara jenis dibedakan kemuliaan dari nasab.

Dalam hadits ini ada kata مَعَادِنِ – menetap – ini terkait nasab.

🔹Hadits 08

عن عبد الله بن مسعود رفعه:اِتّقو ظوا الله وصلو ا أر حمكم

Dari Ibnu Mas’ud : ia menyandarkan perkataan ini kepada Nabi ﷺ. “Bertakwalah kalian kepada Allah dan sambunglah tali silaturahim.” HR Ibnu Asakir.

✅ Faidah.

1. Hadits ini adalah perintah takwa. 3sasseVTakwa – dari kata waqi – perisai – seorang hamba jadikan Dirinya dan neraka tameng, yaitu dengan amalkan perintah dan jauhi larangan.

Di Al Qur’an Allah sebutkan keuntungan orang yang bertakwa.

A. Dimudahkan rezeki, Dimudahkan solusi hidup.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَا لِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”
(QS. At-Talaq 65: Ayat 3)

B. Dimudahkan urusan nya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya“. [Ath-Thalaq/65 : 4].

C. Diberkahi hidupnya, negeri nya menjadi negeri berkah.

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ  [الاعراف: ٩6] 

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [Al-A’raaf/7:96]

D. Allah bela dari kemudharatan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّهُمْ لَنْ يُّغْنُوْا عَنْكَ مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًـا ۗ وَ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَا للّٰهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ

“Sungguh, mereka tidak akan dapat menghindarkan engkau sedikit pun dari (azab) Allah. Dan sungguh, orang-orang yang zalim itu sebagian menjadi pelindung atas sebagian yang lain; sedang Allah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 19)

E. Allah bersama orang-orang yang bertakwa. Wali Allah adalah orang yang Bertakwa.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Surat Yunus (10) Ayat 62

F. Amalan kecil bisa besar pahalanya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan akan melipat gandakan pahala baginya“. [Ath-Thalaq/65 : 5]

Para shahabat itu pahalanya sangat besar.

Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu,

كَانَ بَيْنَ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ وَبَيْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ شَىْءٌ فَسَبَّهُ خَالِدٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَسُبُّوا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِى فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ »

“Dahulu terjadi sesuatu hal antara Kholid bin Walid dan Abdur Rohman bin ‘Auf. Kemudian Khalid bin Walid mencaci Abdur Rahman bin ‘Auf”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda, “Janganlah kalian mencaci salah seorang dari sahabatku karena seandainya seseorang dari kalian berinfaq dengan emas seukuran Gunung Uhud maka (pahalanya) tidak dapat menyamai infaq para sahabatku dengan ukuran 1 mud (takaran untuk dua gengaman tangan normal) ataupun setengahnya”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). Surat Al-Hijr (15) Ayat 45

Cara takwa.
1. Jalankan perintah Allah
2. Jauhi apa yang dilarang Allah.

Surat Al-Baqarah (2) Ayat 21

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

Ibadah yang tidak membuat kita bertakwa berarti ibadahnya tidak diterima.

2. Hadits ini adalah perintah sambung silaturahim. Yaitu kekerabatan.

Kalau tidak ada kekerabatan – disebut berkunjung.

Faidah.
A. Memanjangkan umur
B. Memperluas rezeki.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahminya (dengan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5985 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7571)

Sebagian ulama, keluar dari grup keluarga itu termasuk memutus silaturahmi.

Silaturahmi yang utama adalah menyambung dengan orang yang memutuskan hubungan kita.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus“. [Muttafaqun ‘alaihi].

Diriwayatkan, telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ فَقَالَ لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمْ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ

“Wahai Rasulullah, aku mempunyai kerabat. Aku menyambung hubungan dengan mereka, akan tetapi mereka memutuskanku. Aku berbuat baik kepada mereka, akan tetapi mereka berbuat buruk terhadapku. Aku berlemah lembut kepada mereka, akan tetapi mereka kasar terhadapku,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau benar demikian, maka seakan engkau menyuapi mereka pasir panas, dan Allah akan senantiasa tetap menjadi penolongmu selama engkau berbuat demikan.” [Muttafaq ‘alaihi].

Kenyataan – saudara biasanya itu mudah berantam. Maka nasihat Ustadz – lebih baik berjauhan.

Orang yang mutus silaturahmi itu hukumannya berat, yaitu tidak masuk surga.

Dari Jubair bin Mut’im bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)“. [Mutafaqun ‘alaihi].

🔹Hadits 09

Dari Abu Darda dari Nabi ﷺ :

أثقل سيءٍ في الميزان: الخلق الحسن

Amalan yang paling berat di atas Mizan adalah akhlak yang mulia. HR Abu Dawud, Ahmad, al-Ghithrif, al-khara-ithi.

FAIDAH.
1. Keutamaan akhlak yang baik.
Pahala yang paling berat di timbangan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
“Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur.” HR Ahmad.

Dari Abu Umamah radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

– أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا 
– وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا 
– وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

1. Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. 
2. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. 
3. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.”
(HR. Abu Dawud)

✅ Cara belajar akhlak mulia.

1. Belajar akhlak Rasulullah ﷺ.

2. Berdoa minta kepada Allah.

Doa Memohon Akhlak Mulia

اَللَّهُمَّ اهْدِنِى لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِى لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

Allaahummahdinii li-ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wash-rif ‘annii sayyi-ahaa, laa yash-rifu ‘annii sayyi-ahaa illaa anta.

Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukkannya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku kejelekan akhlak, tidak ada yang dapat memalingkannya kecuali Engkau. HR. Muslim 

✅ Akhlak secara hukum ada dua.
1. Wajib : menjaga amanah. Contoh sepele adalah titip salam.

2. Sunnah : sedekah, membantu orang lain dalam perkara yang sunnah.

✅ Ibnu Utsaimin membagi akhlak sesuai objek.

1. Akhlak kepada Allah, hormati firman Allah, agungkan perintah dan jauhi larangan.

2. Akhlak kepada makhluk Allah. Makhluk itu banyak… Teman, penguasa, saudara, orang tua dst.

Ibnu Mubarak – kalian lebih butuh akhlak yang sedikit dari pada ilmu yang banyak.

Misal nya memberi sesuatu kepada orang lain dengan dilempar dst.

Ibnu Qayyim – adab dan akhlak itu tanda kebaikan suatu kaum dan tanda kebinasaan kaum.

Lihatlah bagaimana akhlak Rasulullah ﷺ termasuk kepada keluarga beliau, kepada istri beliau.

Allah pernah menegur Rasulullah ﷺ karena bermuka masam dan berpaling ketika orang buta datang. Padahal saat itu Rasulullah ﷺ fokus ingin dakwah kepada para pembesar Quraisy.

Semoga bermanfaat.

#sunnah #salaf #persatuan #adab #akhlak #persaudaraan #silaturahmi #silaturahim #taqwa

Digita Template

Hadits-Albani

SILSILAH HADITS SHAHIH-02 SILSILAH HADITS SHAHIH-05
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?