This entry is part 23 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 20:50

4 menit membaca

SIFAT SHOLAT NABI – bacaan *Tasyahhud*
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
13 Rajab 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Tentang menggerakkan jari..

Ziyadul Tsiqah = ada riwayat tambahan yang menyelisihi perawi yang lain yang lebih banyak dan lebih Tsiqah, bila dimasukkan ke dalam kategori ini maka bisa diamalkan.

Bila dimasukkan ke dalam Syad, maka tidak bisa diamalkan..

*Wajibnya Tasyahud Awal dan disyariatkannya berdoa di dalamnya.*

كان ﷺ يقر أفي كلّ ركعتين : التّحيّة

Dahulu Rasulullah ﷺ disetiap rakaat nya membaca tahiyyat.

Dan ucapan pertama yang Rasulullah ﷺ baca adalah..

التّحيّا ت للّه

Segala penghormatan adalah bagi Allah.

وكان اذا نسيها في الرّ كعتين الأ وْ ليبن ،ييجد للسهو

Dan apabila beliau lupa melaksanakannya pada 2 rakaat pertama, beliau melakukan sujud sahwi.

Sebagian ulama menyatakan wajib nya tahiyyat awal..

Sebagian yang lain sujud sahwi sebagai sunnah saja.

Ulama Syafi’iyah membagi sunnah menjadi 2:

Sunnah haiah = sunnah yang berdiri sendiri, lengkap satu gerakan, misalnya Qunut Subuh
Misalnya Tasyahud awal

Sunnah ab’adh = hanya bagian dari 1 sisi atau gerakan, misalkan meletakkan tangan diatas dada.

Contoh lain : memberi isyarat saat Tasyahud.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani lebih menguatkan pendapat yang menyatakan Tasyahud ini wajib.

Rasulullah ﷺ memerintahkan agar melakukan tahiyyat (Tasyahud).

Jika kalian duduk (untuk Tasyahud), pada setiap 2 rakaat, maka bacalah, at tahiyyat dan seterusnya, lalu hendaklah salah seorang di antara kalian memilih doa yang ia sukai lalu berdoa kepada Allah.

Dalam lafazh lain,

قولوافي كلّ جلسة : التحيا ت

Bacalah pada setiap duduk (Tasyahud), at-tahiyyatu…

Beliau juga memerintahkan hal itu kepada orang yang tidak benar shalatnya.

Mayoritas ulama menyatakan pada Tasyahud awal itu cepat (sebentar), sehingga tidak disyariatkannya berdoa. Seperti pendapat Ibnul Qayyim dalam Zaadul Maad.

Ada menyatakan wajib membaca shalawat dan ada yang menyatakan tidak disyariatkannya shalawat pada Tasyahud awal.

Syaikh Al-Albani menguatkan pendapat yang mensyariatkan shalawat (keumuman hadits – apabila kalian duduk di setiap 2 rakaat……), Namun ini bisa dibawa pada keumuman shalat 2 rakaat.

Jumhur ulama menjelaskan ada hadits khusus, maka hal ini bisa untuk mengkhususkan pendapat yang menyatakan shalawat pada Tasyahud awal wajib.

Dan Rasulullah ﷺ memang lebih cepat pada Tasyahud awal.. (pendapat yang tidak perlu shalawat lebih kuat)

Bila lupa Tasyahud awal maka diganti sujud sahwi sebelum salam.

وكان ﷺ يعلمهمالتشهد كما بعلمهم السورةمن القر آن

Rasulullah ﷺ mengajarkan para shahabat tasyahhud, sebagaimana
Rasulullah ﷺ mengajarkan mereka surat dari Al Qur’an.

Termasuk kesungguhan kita dalam belajar tasyahhud adalah belajar memahami artinya.

Supaya shalat kita lebih khusyu.

Dan yang disunahkan adalah menyamarkan bacaan, maksudnya bukan dalam hati dan tetap menggerakkan bibir. Kalau dibaca dalam hati maka tidak sah shalatnya..

*Macam-macam redaksi tasyahhud*

Termasuk khilaf tanawwuk..

Perbedaan yang merupakan variasi dalam amalan.

1. *RIWAYAT IBNU MAS’UD*

Ibnu Mas’ud mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku bacaan tasyahud sebagaimana beliau mengajariku surat Al-Quran. (saat tangan Ibnu Mas’ud diapit kedua tangan Rasulullah ﷺ, maksudnya salaman).

Termasuk cara Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada sahabat adalah dengan salaman, supaya lebih memerhatikan.

Bacaannya:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatu lillaah, wash-sholawaatu wath-thoyyibaat. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Segala penghormatan hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, begitu juga shalawat (doa2 pengagungan) dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 1/13 dan Imam Muslim 1/301.

Semua orang yang shalat mendoakan orang yang shaleh, maka tugas kita adalah menjadi orang yang shaleh, agar didoakan oleh semua orang yang shaleh.

2. *RIWAYAT IBNU ABBAS*

Ibnu Abbas mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku bacaan tasyahud sebagaimana beliau mengajariku surat Al-Quran.

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

At-tahiyyaatul mubaarokaatush-sholawaatuth-thoyyibaatu lillaah. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar-rosuulullaah.

Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

HR. Muslim no. 403.

Ada khilaf, apakah kita harus mengganti salam kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam atau tidak

عَلَيْكَ

Diganti dengan

علي نب

Karena ada khilaf dari para shahabat maka kita tidak perlu mengganti..

3. *RIWAYAT UMAR BIN KHATHTHAB*

Khalifah Umar bin Khatab pernah berkhutbah mengajarkan tasyahud, Artinya saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sudah wafat, dan tidak ada pergantian lafazh.

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، اَلزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، اَلطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatu lillaah, az-zaakiyaatu lillaah, ath-thoyyibaatush-sholawaatu lillaah. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaah. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abdullaahi wa rosuuluh.

Segala penghormatan hanya milik Allah, amal-amal shalih yang menumbuhkan pahala untuk pelakunya di akhirat adalah untuk Allah, begitu juga kebaikan dan shalawat hanya milik Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

HR. Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf, dan dishahihkan Al-Albani.

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ ,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

*SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK*

(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

Sifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI # DUDUK TASYAHUD Sifat sholat Nabi : TASYAHHUD
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?