This entry is part 21 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 15:12

6 menit membaca

Sifat sholat Nabi – *Sujud*
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
8 Muharam 1441H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Selanjutnya, Nabi shallallahu alaihi wasallam bertakbir dan turun untuk sujud.

Dan itu juga beliau shallallahu alaihi wasallam perintahkan kepada orang yang shalatnya tidak benar, agar melakukannya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, (yang artinya).

“Tidaklah sempurna shalat seseorang dari manusia…. Hingga ia ucapkan, ‘Sami’ Allahu liman hamidah’ hingga ia berdiri tegak, kemudian mengucapkan,” Allahu Akbar”, kemudian sujud hingga persendiannya Thuma’ninah (tenang). ”

Apabila hendak sujud, beliau shallallahu alaihi wasallam mengucapkan takbir [dan beliau menjauhkan kedua tangan (lengan) beliau dari kedua lambung (badan) beliau], kemudian beliau sujud.

Takbir hukumnya wajib
Sujud hukumnya rukun

Menjauhkan tangan itu bila memungkinkan.

Beliau shallallahu alaihi wasallam kadang-kadang mengangkat tangan beliau apabila hendak sujud. (dari sisi sanad hadits ini bisa diterima, tapi banyak ulama hadits hadits ini menyelisihi dari hadits ulama yang lebih kuat). Karena ada hadits Ibnu Umar yang *menafikan mengangkat tangan* ketika akan sujud.

Syaikh Albani menjelaskan riwayat tersebut kadang-kadang saja. Pendapat yang lebih kuat, tidak perlu angkat tangan.

1. *Turun untuk sujud dengan bertumpu pada kedua tangan.*

Juga hal yang jadi perselisihan para ulama.
Imam Nawawi mengatakan tidak ada riwayat yang lebih kuat.

Perselisihan ini hanya sebatas pada mana yang lebih afdhal. Bukan tentang boleh atau tidak boleh.
Perselisihan terjadi hadits mana yang lebih kuat. Ada ulama yang mendhaifkan keduanya.
Syaikh Abdul Muhsin Al Abad mendhaifkan keduanya dan hanya menguatkan hadits Jangan turun seperti turunnya unta. (tidak ada tambahan). Sehingga turun dengan halus sudah cukup.

Lutut dulu : sanad lebih kuat tapi lebih sedikit
Tangan dulu : sanad lebih lemah (bukan yang syadid).

Disebut dalam sebuah hadits,

كان يضع يديه على الأ رض قبل ركبتيه

Beliau shallallahu alaihi wasallam meletakkan kedua tangan Beliau ke tanah, sebelum meletakkan kedua lutut beliau.

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga memerintahkan cara seperti itu dengan bersabda,
إذا سجد أحدكم فلا يبرك كما يبرك البعير وليضع يديه قبل ركبتيه

“Apabila salah seorang sujud maka janganlah dia menderum seperti menderumnya unta, dan hendaklah dia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Dawud, shahih, riwayat yang paling kuat dalam masalah ini)

Ibnul Qayyim menyatakan hadits tersebut salah kutip, harus nya kalau selisihi unta maka turun dulu lutut dulu. Menurutnya hadits tersebut redaksinya terbalik.

Namun Syaikh Albani berpendapat bahwa lutut unta yang depan, sehingga tetap turun tangan dulu (tidak ada pertentangan antara hadits dan praktek).

Para ahli bahasa juga khilaf dimana lutut unta, kuda dan hewan berkaki empat.
Ustadz lebih menguatkan pendapat lutut unta dan hewan berkaki empat di depan.

Pendapat ini dikuatkan oleh hadits Imam Bukhari, saat menceritakan terperosok nya tangan kuda sampai lutut orang (Suraqah) yang mengejar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan Abu Bakar saat hijrah menuju Madinah. Saat hampir dekat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Suraqah mengatakan tangan kuda ku masuk tanah hingga lututnya.

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga bersabda,

إِنَّ الْيَدَيْنِ تَسْجُدَانِ كَمَا يَسْجُدُ الْوَجْهُ، فَإِذَا

وَضَعَ أَحَدُكُمْ وَجْهَهُ فَلْيَضَعْ يَدَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ

فَلْيَرْفَعْهُمَا

“Sesungguhnya kedua tangan itu sujud sebagaimana halnya wajah bersujud. Apabila salah seorang dari kalian meletakkan wajahnya, hendaknya ia meletakkan kedua tangannya. Apabila ia mengangkat wajahnya, endaknya dia mengangkat kedua tangannya pula .” (HR. Abu Dawud, shahih)

Tangan sujudnya dengan diletakkan pada tanah
Wajah sujudnya dengan diletakkan pada tanah.
Ini menunjukan bahwa setiap benda sujud sesuai dengan keadaannya.

Dan Beliau shallallahu alaihi wasallam bertumpu pada kedua telapak tangan Beliau (dan membentangkan keduanya), merapatkan jari-jari, dan menghadapkannya ke arah Kiblat.

Beliau terkadang meletakkan telapak tangan Beliau sejajar dengan kedua sisi bahu beliau., dan terkadang (meletakkannya) sejajar dengan kedua daun telinga beliau. (lebih jarang).

Beliau shallallahu alaihi wasallam memantapkan (menempelkan) hidung dan dahi beliau di lantai.

Beliau bersabda kepada orang yang tidak benar shalatnya,

إِذَا سَجَدْتَ فَمَكِّنْ لِسُجُوْدِكَ

“Apabila engkau sujud, mantapkan sujudmu (dengan benar-benar menempelkan anggota sujud kebumi).” (HR. Abu Dawud, Hasan shahih )

Dalam sebuah riwayat lain ,

إِذَا أَنْتَ سَجَدْتَ فَأَمْكَنْتَ وَجْهَكَ وَيَدَيْكَ

حَتَّى يَطْمَئِنَّ كُلُّ عَظْمٍ مِنْكَ إِلَى مَوْضِعِهِ

“Apabila engkau sujud, mapankan wajah dan kedua tanganmu (di tempat sujud) hingga seluruh tulangmu tenang ditempatnya masing-masing.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ يُصِيْبُ أَنْفَهُ مِنَ الْأَرْضِ مَا

يُصِيْبُ الْجَبِيْنُ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak menempelkan hidungnya ke lantai (tanah) sebagaimana dia menyentuhkan dahinya.” (HR al-Baihaqi, dan al-Hakim, shahih)

Kening dan hidung dianggap satu dalam sujud.

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga memantapkan kedua lutut dan ujung-ujung jari kedua kaki beliau.

Serta menghadapkan punggung kaki beliau dan ujung-ujung jari keduanya ke arah Kiblat.
Beliau juga merapatkan kedua tumit beliau.

Tumit rapat ini juga ada perselisihan pendapat.
Jumhur ulama, kaki tidak rapat, posisi ikuti posisi paha. (ada riwayat lutut renggang).

Sedangkan Syaikh Albani berpendapat dengan hadits yang shahih sehingga pendapat yang kaki rapat lebih kuat,karena ada dalil khusus.

Dan menegakkan telapak kaki beliau.
Beliau memerintahkan (menurut Syaikh Al-Albani adalah wajib hukumnya) agar melakukan hal itu dan beliau menekuk jari-jari kaki beliau.

Inilah tujuh anggota badan yang dengannya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersujud, yaitu
Dua telapak tangan, dua lutut, dua telapak kaki, dan *kening dan hidung*.

Dua anggota badan terakhir disebutkan Nabi shallallahu alaihi wasallam jadikan bagaikan satu anggota tubuh dalam sujud,

Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ—وَفِي رِوَايَةٍ: أُمِرْنَا أَنْ

نَسْجُدَ—عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ—

وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ—، وَالْيَدَيْنِ— وَفِي لَفْظٍ:

الْكَفَّيْنِ—، وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ…
وَ لَا نَكْفِتَ الثِّيَا بَ و الشَّعَرَ

“Aku diperintah (dalam satu riwayat, “Kami diperintah”) untuk sujud dengan tujuh anggota tulang (anggota badan) : di atas kening —dan beliau mengisyaratkan tangannya ke hidung beliau —, dua tangan (dalam satu lafadz, “dua telapak tangan”), dua lutut, dan ujung-ujung jari kedua kaki kaki, dan agar tidak mengumpulkan pakaian dan rambut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengumpulkan pakaian seperti kumpulkan pakaian diantara kaki saat akan sujud.
Kumpulkan rambut = kuncir.

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga bersabda,

إِذَا سَجَدَ الْعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ آرَابٍ: وَجْهُهُ،

وَكَفَّاهُ، وَرُكْبَتَاهُ، وَقَدَمَاهُ

“Apabila seorang hamba sujud, sujud pula bersamanya tujuh anggotanya: *wajah*, dua telapak tangannya, dua lututnya, dan dua telapak kakinya.” (HR. Muslim no. 1100)

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada seorang laki-laki yang shalat dengan memintal rambutnya di belakang, (rambut panjang jangan dikuncir). *Hukum iki khusus bagi laki-laki.* akan sulit bagi wanita untuk mempraktekkan kunci rambut. *Untuk larangan kumpulkan pakaian berlaku bagi laki-laki dan perempuan.* (kemungkinan bila dibiarkan maka rambut wanita malah kelihatan)

Rambut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu antara pundak dan telinga bawah, itu masuk dalam bab adab bukan sunnah.

انما مثل هذا مثل الذي يصلي وهو مكتوف
Sesungguhnya perumpamaan orang seperti ini adalah ibarat orang yang shalat dalam kondisi tangannya terikat ke belakang pundaknya.

Makna hadits ini, apabila rambutnya terurai maka ketika sujud ia akan jatuh ke tanah, sehingga ikut memberi pahala sujudnya.

Rambut yang dikuncir seperti ada belenggu bagi laki-laki.

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga bersabda,

ذلك كفل الشيطان
Ujung rambut yang dijulurkan ke belakang itu adalah yang diduduki syetan.
(kunciran rambut)

Beliau shallallahu alaihi wasallam tidak membentangkan kedua lengan beliau (tempel tanah) tapi angkat kedua nya dari lantai dan jauh dari lambung, sehingga putih ketiak beliau kelihatan dari belakang. Ini menunjukkan pakaian beliau adalah rida (pakaian yang diletakkan di bagian atas).
(bila anak kambing lewat cukup).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam benar-benar merenggangkan kedua lengan beliau, sehingga sampai membuat sebagian sahabat berkata, “Sungguh, kami sangat iba kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, karena terlalu melebarkan kedua lengan beliau dari lambung ketika sujud.”

Beliau juga bersabda,

إِذَا سَجَدْتَ فَضَعْ كَفَّيْكَ وَارْفَعْ مِرْفَقَيْكَ

“Jika engkau sujud, letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angkatlah kedua sikumu.” (HR. Muslim no. 494).

Dan juga,

اعْتَدِلُوا فِى السُّجُودِ ، وَلاَ يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الْكَلْبِ

“seimbanglah kalian dalam sujud dan janganlah salah seorang dari kalian membentangkan kedua lengannya seperti cara anjing membentangkan lengannya, dalam redaksi lain, sebagaimana anjing membentangkan lengannya.”

Dalam lafaz dan hadits lain
… ولا يفتر ش أحد كم ذراعيه افتااشالكلب
Janganlah salah seorang di antara kalian menghamparkan kedua lengannya seperti anjing menghamparkan lengannya ke tanah.

Beliau juga bersabda,

Janganlah engkau membentangkan kedua lenganmu kayaknya binatang buas membentangkan kedua lengannya. Bertumpulah pada kedua telapak tanganmu dan renggangkan. Apabila kamu melakukan hal itu, niscaya setiap anggota badanmu turut sujud bersama mu.

Ini menunjukkan sujudnya sesuatu sesuai dengan keadaan masing-masing.

Sujud dengan letakkan tangan dahulu lebih mudah dan lebih halus.

Saat berdiri, maka angkat lutut dulu baru tangan. Lebih mudah bagi yang tua maupun muda.

##$$-aa–+$$##

Sifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI # SUJUD SIFAT SHOLAT NABI # DUDUK TASYAHUD
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?