ALKABAIR – HATI DAN LISAN#35
- ALKABAIR-#01 – MUQADIMAH
- ALKABAIR-#02 – Dosa terbesar
- ALKABAIR-3
- Alkabair-4
- Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
- ALKABAIR – HATI DAN LISAN#35
- Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT
- Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
- Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
- Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#35*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 23 Shafar 1447H/ 17 Agustus 2025
Ba’da Maghrib
➡️ *BAB Menyebarkan perbuatan keji diantara Orang-orang mukmin.*
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَا حِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 19)
Ini adalah kisah tuduhan keji terhadap Aisyah radhiyallahu anhaa.
Peristiwa ini dikenal dengan Haditsul Ifk (حادثة الإفك), yaitu fitnah besar yang menimpa Ummul Mukminin ‘Aisyah ketika pulang dari perang Bani al-Musthaliq.
Sahabat yang ikut difitnah adalah Shafwan bin al-Mu‘aththal As Sulami sementara Allah sendiri yang membebaskan Aisyah dari tuduhan keji itu melalui wahyu.
Firman Allah
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ
Menyukai tersebar berita keji saja sudah dosa, begitu juga membiarkan. Apalagi ikut menyebarkan.
Kata الْفَا حِشَةُ adalah hal-hal yang buruk.
Diantara الْفَا حِشَةُ adalah pelit seperti pada ayat ini.
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir/pelit). Sedangkan Allah menjanjikan kalian ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)
فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
Jadi kalau ada berita keji tentang orang mukmin atau sholeh, maka jangan disebarkan.
Atau seorang mukmin yang tertuduh dan tidak melakukan perbuatan keji tersebut. Jangan ikut sebarkan berita tersebut.
Ini adalah adab untuk menutupi aib orang lain, dan adab mencari aib diri sendiri.
Dampak tersebar berita keji :
1. Bisa gambarkan masyarakat sudah rusak.
2. Orang yang tidak pernah zina jadi ada niat zina, anggap biasa.
Maka Allah ancam berat orang-orang yang suka kaum muslimin rusak (sebarkan, beri fasilitas dst). Hendaklah kita ingkari perbuatan ini.
➡️ *BAB SOGOKAN*
Saat ini sogok ini sangat luar biasa.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاٰ مِنُوْا بِمَاۤ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْاۤ اَوَّلَ كَا فِرٍ بِۢهٖ ۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰ يٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۖ وَّاِيَّايَ فَا تَّقُوْنِ
“Dan berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur’an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah dan bertakwalah hanya kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 41)
Syaikh memasukkan sogokan seperti menjual ayat Allah dengan harga sedikit.
Sogok itu kebiasaan orang yahudi.
Jadi sifat yahudi, itu menjual murah ayat-ayat Allah dan suka menyogok untuk dapat keuntungan.
Dalam sebuah hadits,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ
“Rasulullah ﷺ melaknat orang yang memberi suap dan orang yang menerima suap.” HR Tirmidzi.
Ini termasuk dosa besar karena terlaknat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dalam riwayat Ahmad dari Tsauban radhiyallahu anhu secara marfu :
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ
“Rasulullah ﷺ melaknat orang yang memberi suap, yang menerima suap, dan perantaranya (broker) .”
🔹Yang terlaknat adalah :
1. Bayar sogok
2. Terima sogok
3. Broker
🔹Riswah yang terlarang.
1. Mengalahkan kebenaran (UU, pengadilan)
2. Mendukung kebatilan – misal legal homoseksual
3. Jatuhkan hak orang lain.
🔹Dampak buruk sogokan adalah
1. merusak tatanan masyarakat,
2. banyak kedzaliman tersebar
3. Orang-orang miskin tedzalimi
4. Muncul pejabat yang tidak layak
5. Urusan menjadi lebih sulit
🔹Sogok diperbolehkan
1. Menolak kedzaliman kepada dirinya
2. Untuk kembalikan hak yang direbut
Kalau seperti ini yang berdosa adalah yang menerima sogokan.
🔹Hukum mendapat kerjaan dengan menyogok. Dia berdosa.
Kondisi pertama – tidak mampu jalankan pekerjaan : wajib bertaubat dan wajib berhenti.
Dalam sebuah hadits,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ : إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya (hari kiamat).”
HR. Bukhari.
Kondisi kedua : punya keahlian, maka wajib bertaubat.
Bagaimana dengan gaji?
Pendapat 1 – tetap harus berhenti
Pendapat 2 – gaji halal setelah bertaubat.
Contoh sogokan adalah serangan fajar.
Diantara kasus sogokan yang sedang ramai – quota haji. Haji percepatan.
Mendzalimi orang-orang miskin yang harusnya dapat haji. Kedzaliman kedua adalah memperpadat jama’ah.
➡️ *BAB HADIAH KEPADA PENGUASA ADALAH GHULUL (diambil tanpa hak).*
Ghulul adalah pengkhianatan. Asalnya jihad, dan dapat ghanimah. Dikumpulkan baru dibagikan oleh panglima. Tidak halal jika dibagi sebelum dikumpulkan.
Dulu ghanimah, tidak halal untuk dibagikan. Dan halal bagi syariat Islam.
Hadits riwayat Muslim.
عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ، قَالَ اسْتَعْمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَجُلًا مِنْ بَنِي أَسْدٍ يُقَالُ لَهُ ابْنُ اللُّتْبِيَّةِ عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ: هَذَا لَكُمْ، وَهَذَا أُهْدِيَ لِي، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى الْمِنْبَرِ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: ” أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أَسْتَعْمِلُ الرَّجُلَ مِنْكُمْ عَلَى الْعَمَلِ مِمَّا وَلَّانِي اللَّهُ، فَيَأْتِي فَيَقُولُ: هَذَا لَكُمْ، وَهَذَا هَدِيَّةٌ أُهْدِيَتْ لِي، أَفَلَا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ، فَيَنْظُرَ يُهْدَى لَهُ أَمْ لَا؟ وَاللَّهِ، لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهَا شَيْئًا بِغَيْرِ حَقِّهِ، إِلَّا لَقِيَ اللَّهَ يَحْمِلُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَلَأَعْرِفَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَقِيَ اللَّهَ يَحْمِلُ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ، أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ، أَوْ شَاةً تَيْعِرُ “، ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ، حَتَّى رُئِيَ بَيَاضُ إِبْطَيْهِ، فَقَالَ: ” اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ “، بِصَلْتِهِ ثَلاَثًا.
Dari Abu Humaid As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah ﷺ mengangkat seorang lelaki dari Bani Asad yang bernama Ibnu al-Lutbiyyah sebagai petugas zakat. Ketika ia kembali, ia berkata, ‘Ini (zakat) untuk kalian, dan ini dihadiahkan kepadaku.’
Maka Rasulullah ﷺ naik ke mimbar, memuji dan menyanjung Allah, lalu bersabda:
‘Amma ba’du, sesungguhnya aku mengangkat seseorang dari kalian untuk suatu tugas yang Allah tugaskan kepadaku. Lalu ia datang dan berkata, “Ini untuk kalian, dan ini hadiah untukku.” Tidakkah ia duduk saja di rumah ayah atau ibunya, lalu lihat apakah ada yang akan memberinya hadiah atau tidak?!
Demi Allah, siapa pun yang mengambil sesuatu dari harta (zakat) tanpa hak, maka ia akan bertemu Allah di Hari Kiamat sambil memikul barang itu di pundaknya.
Maka sungguh aku akan mengenali seseorang dari kalian datang menemui Allah sambil memikul unta yang melenguh, atau sapi yang melenguh, atau kambing yang mengembik di atas pundaknya!’
Lalu beliau mengangkat kedua tangannya sampai terlihat putih ketiaknya, seraya bersabda:
‘Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan? Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?'” (diulang tiga kali).”
Di hari kemerdekaan ini harusnya kita tanamkan rasa cinta negeri. Jauhi korupsi, sogok dst.
Semoga bermanfaat.
#alkabaair #sunnah #dosa #dusta #hadits #palsu #saksi
##$$-aa-$$##

