ALKABAIR – HATI DAN LISAN#30
- ALKABAIR-#01 – MUQADIMAH
- ALKABAIR-#02 – Dosa terbesar
- ALKABAIR-3
- Alkabair-4
- Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
- ALKABAIR – HATI DAN LISAN#30
- Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT
- Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
- Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
- Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#30*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 27 Dzulhijjah 1446H/ 22 Juni 2025
Ba’da Maghrib
➡️ *BAB Penjelasan tentang Ucapan : “Orang-orang Telah Binasa.”
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
إذَا قَالَ الرَّجُلُ هَلَكَ النَّاسُ. فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ
“Jika seseorang berkata, ‘Binasalah manusia,’ maka dialah yang paling binasa di antara mereka.” HR Muslim
Ini zaman dimana sudah sangat banyak kemaksiatan. Ini karena ujub pada dirinya karena dia merasa yang selamat.
Dan Rasulullah ﷺ melarang hal ini.
Dan orang baik senantiasa akan ada. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لا تزال طائفةٌ من أمتي على الحق، لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم، حتى يأتي أمر الله وهم على ذلك
“Akan senantiasa ada dari umatku ini orang-orang yang menegakkan kebenaran, tidak akan merugikan mereka orang-orang yang menyelisihi atau yang memusuhi mereka, sampai datangnya keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu.”
Datang dalam riwayat lain dibaca sebagai mansub.
فَهُوَ أَهْلَكَهُمْ
Dia telah vonis manusia binasa padahal tidak demikian..
➡️ *BAB kesombongan – Berbangga*
Merasa diri tinggi, hebat dan merendahkan orang lain.
Ini sifat iblis yang merasa lebih baik dari Nabi Adam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ مَا مَنَعَكَ اَ لَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗ قَا لَ اَنَاۡ خَيْرٌ مِّنْهُ ۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّا رٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
“(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 12)
Hujjah ini dibantah oleh anak keturunan Adam.
1. Api, gerakan ringan kesana kemari menimbulkan kerusakan yang banyak, adapun tanah itu tenang. Hidup lah di atasnya manusia, hewan, tanaman.
2. Kalau pun benar, secara unsur api lebih baik daripada tanah, maka belum tentu unsur yang baik kemudian cabang nya baik. Betapa banyak orang baik yang keturunan nya tidak baik dan sebaliknya.
3. Seandainya pun engkau lebih baik dari pada Adam toh kau telah diperingatkan oleh Tuhanmu untuk tunduk kepada Adam.
Ada yang lebih baik daripada api yaitu cahaya. Malaikat yang dari cahaya saja sujud kepada Adam.
Dari Iyadh bin Himar radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
“Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendahkan diri (tawadhu) agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berbuat aniaya pada yang lain.” (HR. Muslim)
Fakhr – sombong meski benar adanya.
Baghyu – merasa lebih padahal tidak benar adanya.
Kalau orang tidak tawadhu cenderung arogan dan mendzalimi orang lain.
Maka dari itu tawadhu itu meninggi kan derajat kita.
Ciri utama penghuni surga adalah tawadhu.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًۭا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَـٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَـٰمًۭا
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
Surat Al-Furqan (25) Ayat 63
Dalam riwayat Muslim dari Abi Malik Al Asy’ari radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ ». وَقَالَ النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
“Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk dalam perbuatan jahiliah yang susah untuk ditinggalkan:
(1) membangga-banggakan kebesaran leluhur
(2) mencela keturunan (nasab) – atau meragukan nasab seseorang.
(3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan
(4) meratapi mayit (niyahah).”
Lalu, beliau ﷺ bersabda, “Orang yang meratapi mayit, apabila ia wafat sebelum bertobat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal.” HR Muslim.
Maksud dari أُمَّتِى adalah ummatul ibadah – yaitu umatnya Nabi ﷺ atau umat yang memenuhi seruan Nabi ﷺ.
Hati-hati dengan merasa bangga diri. Bangga jadi pejabat, dst.
Dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dalam sunannya sebuah hadits dari Abu Hurairah Radliyallaahu anhu , bahwa Nabi ﷺ bersabda:
لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ يَفْتَخِرُونَ بِآبَائِهِمْ الَّذِينَ مَاتُوا إِنَّمَا هُمْ فَحْمُ جَهَنَّمَ أَوْ لَيَكُونُنَّ أَهْوَنَ عَلَى اللَّهِ مِنْ الْجُعَلِ الَّذِي يُدَهْدِهُ الْخِرَاءَ بِأَنْفِهِ ,إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبِّيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَفَخْرَهَا بِالْآبَاءِ إِنَّمَا هُوَ مُؤْمِنٌ تَقِيٌّ وَفَاجِرٌ شَقِيٌّ النَّاسُ كُلُّهُمْ بَنُو آدَمَ وَآدَمُ خُلِقَ مِنْ تُرَابٍ
“Kelak pasti akan ada sekelompok orang yang berbangga-bangga dengan (leluhur) nenek moyangnya yang telah mati. Mereka terancam menjadi penghuni neraka, karena perbuatan tersebut sangatlah besar disisi Allah, tidak seremeh seperti halnya kalian mengusap kotoran dari hidungnya. Sesungguhnya Allah telah menghilangkan kebiasaan Jahiliyah yang membanggakan dan sombong dengan nenek moyang, akan tetapi, seseorang itu hanyalah seorang yang beriman dan bertakwa atau seorang fajir yang celaka. Setiap kalian adalah anak cucu Adam sedangkan Adam diciptakan dari tanah.” (HR at-Tirmidzi).
Niyayah itu angkat suara..
Berbangga akan nasab bisa timbul pertikaian.
Di sisi Allah takaran nya adalah takwa bukan keturunan siapa,bukan fisik.
Bilal bin Rabah yang bekas budak, hitam punya kedudukan mulia.
Seorang wanita hitam yang Terkena ayan, yang semula minta didoakan sembuh oleh Rasulullah ﷺ, pilih didoakan tidak nampak aurat asal takwa nya diterima oleh Allah Ta’ala.
Jadi bukan nasab tinggi.
Dalam hadits – manusia itu keturunan Adam dan Adam diciptakan dari tanah.
Apa yang bisa dibanggakan?
Maka salah satu hikmah, kalau ada orang yang suka memuji, maka dilempar tanah.
➡️ *BAB Mencerca Nasab*
Mencela nasab ada dua, yaitu
1. Meragukan nasab nya benar
2. Merendahkan nasab
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اثنان هما بالناس كفر: الطعن في الالنسب، والنياحة على الميت
“Dua perkara yang menyebabkan manusia menjadi kufur: Mencela nasab (garis keturunan) dan (niyahah) meratapi mayit.” (HR Muslim)
Ini maksud nya kufur kecil tetapi dosa besar.
Kufur ada dua, sebagaimana fasik, munafik, syirik. Yang besar semuanya mengeluarkan dari Islam, Walaupun kecil tetapi dosa besar.
Maka dalam hadits, disebutkan banyak wanita masuk neraka karena kufur kepada suami, artinya kufur kecil tetapi dosa besar,ancamannya masuk neraka.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
إن الميت يعذب في قبره بما نيح عليه
“Sesungguhnya seorang mayit akan diadzab di dalam kuburnya karena ratapan yang ditujukkan kepadanya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
➡️ *BAB Yang mengaku sebuah nasab yang bukan miliknya.*
Mengaku padahal bukan. Ini juga dosa besar.
Dari Sa’ad, Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam:
مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيْهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيْهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ.
“Barangsiapa yang mengakui ayah kepada selain ayahnya, sedangkan dia tahu bahwa dia bukan ayahnya, maka Surga diharamkan atasnya.” HR Bukhari dan Muslim.
Siapa yang amalnya lambat tidak bisa dipercepat dengan nasabnya.
Lihat lah para sahabat yang bapaknya masuk neraka, seperti Ikrimah bin Abu Jahal, Khalid bin Walid (al Mughirah), dst.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu anhu, Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam:
لاَ تَرْغَبُوْا عَنْ آبَائِكُمْ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ أَبِيْهِ فَهُوَ كُفْرٌ.
“Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian, maka siapa saja yang membenci ayahnya, maka itu adalah sebuah kekufuran.” HR Bukhari dan Muslim.
Maksudnya kufur kecil tapi dosa besar.
dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam:
مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيْهِ أَوِ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيْهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ لاَ يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفاً وَلاَ عَدْلاً
“Barangsiapa yang mengaku ayah kepada selain ayahnya atau memusatkan kepada yang bukan walinya, maka laknat Allah, juga para Malaikat dan semua manusia menimpa mereka, dan pada hari Kiamat, Allah tidak akan menerima dari mereka, baik yang fardhu maupun yang sunnah.” HR Bukhari dan Muslim.
Dikatakan bahwa makna صَرْفاً sharfan adalah taubat atau tipu daya dan makna عَدْلاً ‘adlan adalah tebusan.
Budak yang dimerdekakan oleh kabilah tertentu tidak boleh mengaku atau berafiliasi pada kabilah yang lain.
Tidak boleh diperjualbelikan atau dihadiahkan. Ini mirip nasab..
Raden (Jawa), Tubagus (sunda), teuku (Aceh), adalah contoh nasab yang dipandang tinggi.
➡️ *BAB Barangsiapa yang berlepas diri dari Nasabnya.*
Dari Amru bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
كفرمن تبرّأ من نسبه وإندقّ، أوادّعى نسبالا يعرف
Kufur orang yang berlepas diri dari nasab keluarganya walaupun samar atau menisbatkan kepada sebuah nasab keluarga yang tidak diketahui. HR Ibnu Majah.
Kufur kecil maksudnya. Tidak boleh buat nasab sendiri.
Dan dalam riwayat Ath Thabrani (secara) maknanya dari hadits Abu Bakar radhiyallahu anhu.
Dan dalam riwayat Abu Dawud dan Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Wanita yang mana saja yang menisbatkan pada suatu kaum orang yang bukan dari mereka, maka wanita itu tidak akan mendapat sedikitpun dari (agama dan rahmat) Allah. Dan Allah tidak akan memasukan wanita itu ke dalam surga Nya. Orang tua (bapak) mana saja yang mengingkari anaknya, padahal dia tahu bahwa itu anaknya, maka Allah akan menghalanginya dan menjauhkan dia dari rahmat – Nya pada hari kiamat. Allah akan menghinakannya di depan makhluk baik yang awal dan yang akhir.
Misal – anak bukan anak suami dinisbatkan sebagai anak suami.
Hati-hati angkat anak dan dinasabkan pada suami.
Ancaman juga bagi seorang bapak yang tidak mau mengakui anaknya.
Semoga bermanfaat.
#alkabaair #sunnah #dosa #fasik #kufur #kecil #anakangkat #nasab #azab
##$$-aa-$$##

