ALKABAIR – HATI DAN LISAN#28
- ALKABAIR-#01 – MUQADIMAH
- ALKABAIR-#02 – Dosa terbesar
- ALKABAIR-3
- Alkabair-4
- Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
- ALKABAIR – HATI DAN LISAN#28
- Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT
- Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
- Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
- Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#28*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 6 Dzulhijjah 1446H/ 1 juni 2025
Ba’da Maghrib
➡️ *BAB MENYEBARKAN RAHASIA* lanjutan
Dari Jabir radhiallahu anhu, Rasulullah ﷺ mengatakan:
إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلُ الْحَدِيثَ ثُمَّ الْتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ
“Apabila seseorang berkata kepada orang lain dengan satu pembicaraan, kemudian dia menoleh, ingatlah itu adalah amanah (jangan sampai engkau berkhianat)”. (HR. Tirmidzi), hasan.
Maksudnya sebelum bicara dengan kita, dia menoleh ke kanan kiri untuk check sekitarnya.. Jika tidak ada orang maka disampaikan.
Amanah itu luas, bisa barang, uang, pekerjaan, orang tua, anak, suami, istri.
Dan bab ini amanah mencakup rahasia.
Dalam hadits, Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِلاَّ قَالَ:لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ ، وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ. أخرجه أحمد
”Tidaklah Nabiyullah (Muhamamad) shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di hadapan kami kecuali beliau bersabda:” Tidak ada keimanan (yang sempurna) bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi seseorang yang tidak memenuhi janji.” HR Ahmad.
Maka seseorang harus waspada agar tidak umbar amanah.
Pembicaraan pribadi itu juga amanah, jangan asal screen shot dan share. Kecuali hal yang umum.
Dalam riwayat Ahmad, dari Abu Darda secara marfu :
من سمع من رجل حديثًا لا يحبّ أن يذكر عنه فهو أمنةٌ، و إن لم يستكتمه
Barangsiapa yang mendengar satu pembicaraan dari seorang yang dia tidak suka disebut darinya, maka itu adalah amanah meskipun dia tidak minta untuk dirahasiakan. HR Ahmad.
Jangan disebarkan meskipun dia tidak minta. Karena itu amanah.
➡️ *BAB MELAKNAT SEORANG MUSLIM*
Tidak boleh melaknat seorang muslim.
Dari Tsabit bin Adh-Dhakhak radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,
وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ
“Melaknat seorang mukmin itu sama seperti membunuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini dalil bahwa melaknat seorang muslim itu dosa besar.
Laknat = jauh rahmat dari Allah.
Semua doa supaya orang itu jauh atau terhindar dari rahmat Allah adalah laknat.
Orang-orang sholeh kalau marah malah mendoakan. Misalnya Allahu yahdik.
Siar Islam – ucapan salam.. Ini sangat bagus, lawan dari melaknat.
Membunuh = keluarkan dari kehidupan
Laknat = keluarkan dari rahmat Allah.
Dalam riwayat Al Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu secara marfu’,
أنّهم ضربوا رجلاً قد شرب الخمر، فلمّا انْصر ف قال بعض القوم :أخزاك الله، قال النّبيُّ صلى الله عليه وسلم: لا تقولوا هكذا، لا تُعِينُوا عليه الشيطان
Bahwa mereka memukul seorang yang minum khamr. Ketika berpaling, sebagian orang berkata : “Semoga Allah menghinakanmu.” Maka Nabi ﷺ bersabda: Janganlah kalian mengatakan hal ini, janganlah kalian menolong syaitan atas dirinya”. (HR. Bukhari).
Semoga Allah menghinakanmu – ini juga lafazh laknat.
Kita dilarang melaknat secara khusus tapi boleh secara umum. Misal saat orang minum khamr dan kita katakan – Kau Terlaknat (karena ada kebaikan yang menghalangi)
Misal – orang yang minum khamr dilaknat, orang yang bawa anggur terlaknat dst.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لُعِنَتِ الْخَمْرُ عَلَى عَشْرَةِ أَوْجُهٍ بِعَيْنِهَا وَعَاصِرِهَا وَمُعْتَصِرِهَا، وَبَائِعِهَا وَمُبْتَاعِهَا، وَحَامِلِهَا وَالْمَحْمُولَةِ إِلَيْهِ، وَآكِلِ ثَمَنِهَا، وَشَارِبِهَا وَسَاقِيهَا.
‘Khamr dilaknat pada sepuluh hal;
(1) pada zatnya,
(2) pemerasnya,
(3) orang yang memerasnya untuk diminum sendiri,
(4) penjualnya,
(5) pembelinya,
(6) pembawanya,
(7) orang yang meminta orang lain untuk membawanya,
(8) orang yang memakan hasil penjualannya,
(9) peminumnya, dan
(10) orang yang menuangkannya.’”
HR Ibnu Majah.
Takfir umum boleh, tapi muayyan gak boleh.
Dosa laknat boleh.
1. Wanita cukur alis
2. Wanita bertato
3. Kikir gigi
4. Sambung gigi dst
🔹Rasulullah ﷺ memberi Faidah – doakan keburukan ini membantu syetan yang ingin teman masuk neraka yang banyak.
Al-Hafiz Abu Na’im melalui hadis Ja’far ibnu Barqan yang dalam riwayatnya ditambahkan bahwa lelaki itu setelah menerima surat terus-menerus mengoreksi dirinya hingga ia menangis, lalu menghentikan perbuatannya dan bersikap baik dalam tobatnya itu. Ketika beritanya sampai kepada Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu, maka Umar Radhiyallahu Anhu berkata, “Cara inilah yang harus kalian lakukan bila kalian melihat ada seseorang dari teman kalian yang terjerumus ke dalam kekeliruan. Maka luruskanlah dia, teguhkanlah hatinya, dan mohonkanlah kepada Allah semoga Dia menerima tobatnya, dan janganlah kalian menjadi penolong setan terhadapnya.”
Jangan mendoakan keburukan orang yang dzalim ke kita. Kalau terpaksa doa misal – Ya Allah berilah dia hukuman yang setimpal…
➡️ *BAB Penekanannya dalam Masalah Muslimin yang telah meninggal.*
Demikian juga larangan melaknat orang yang sudah meninggal.
Dalam sebuah hadits,
نْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَسُبُّوا الأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا
Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kalian mencaci mayat-mayat, sesungguhnya mereka telah sampai kepada hasil dari amalan yang mereka lakukan di dunia.” HR Bukhari.
Balasan – bisa nikmat atau siksa kubur.
Tulisan salah harus dibantah sebagai bentuk nasihat kepada kaum muslimin.
➡️ *BAB Penyebutan Ucapan “Wahai Musuh Allah”, atau “Wahai Orang Fasik”, atau “Wahai Orang Kafir”, dan semisalnya.
Ini sudah termasuk vonis.
Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالفُسُوقِ، وَلاَ يَرْمِيهِ بِالكُفْرِ، إِلَّا ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ، إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ
“Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan tuduhan fasik dan jangan pula menuduhnya dengan tuduhan kafir, karena tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri jika orang lain tersebut tidak sebagaimana yang dia tuduhkan.” (HR. Bukhari)
Ini bahayanya kelompok bidah yang mudah mengkafirkan.
Dosa mengkafirkan diantaranya dilakukan oleh khawarij dan hukumannya adalah neraka.. Anjing-anjing neraka.
Kelompok demikian – kafirkan kelompok lain – supaya tetap militan.
Kritik atau nasihat boleh saja tapi jangan beri gelar – si kafir, si murtad dst.
Dari sahabat Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,
لَا تَلَاعَنُوا بِلَعْنَةِ اللَّهِ، وَلَا بِغَضَبِ اللَّهِ، وَلَا بِالنَّارِ
“Janganlah saling melaknat dengan laknat Allah, jangan pula dengan kemurkaan Allah, jangan pula dengan neraka.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Ini contoh lafazh laknat Allah. Jangan balas orang yang melaknat. Akan jatuh pada larangan melaknat ini.
Dari sahabat Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ دَعَا رَجُلًا بِالْكُفْرِ، أَوْ قَالَ: عَدُوُّ اللهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلَّا حَارَ عَلَيْهِ
“Apabila seorang laki-laki mengkafirkan saudaranya, maka sungguh salah seorang dari keduanya telah kembali dengan membawa kekufuran tersebut.” (HR. Muslim)
➡️ *BAB Penjelasan tentang Laknat Seseorang terhadap kedua orang tuanya.*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ. (رَوَاهُ الْبُخَارِي)
Abdullah bin ‘Amru radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya termasuk dari dosa besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri,” Beliau ditanya; “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang mencela (melaknat) ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela/melaknat ayahnya dan ibunya.” (HR al-Bukhari).
Jangan sampai kita terjatuh dalam saling mencaci maki,tolong menolong kepada kemaksiatan.
Lebih parah dari ini adalah mencaci maki Allah, memaki Rasulullah ﷺ. Ini langsung kufur, indikasi iman sudah tidak ada.
➡️ *BAB Larangan dari Seruan Jahiliyah*
Ketika seorang Muhajirin berkata : “Wahai orang Muhajirin, tolonglah!” dan seorang Anshar berkata, “Wahai orang Anshar, tolonglah!”
Rasulullah ﷺ berkata :
أبد هو ااجاهليّة و أنا بين أظهر كم؟ وغصب لذ لك غضبًا شد يدًا
Apakah (kalian menyeru/slogan) dengan seruan jahiliyah padahal aku masih ada diantara kalian? Beliau pun sangat marah karena hal itu. HR Bukhari dan Muslim.
Semua perkara jahiliyah dibenci. Rasulullah ﷺ dalam haji wada bersabda ;
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya semua perkara jahiliah berada di bawah telapak kakiku ini. Semua urusan darah (utang nyawa, pembunuhan) ala jahiliah, gugur dan tidak ada nilainya (tidak ada tebusannya).
Di tengah-tengah kaum muslimin masih banyak taasub / fanatis jahiliyah (kesukuan, kelompok, klub bola, politik dst).
Semua seruan yang menimbulkan pertikaian ini seruan jahiliyah walaupun lafazh nya syari.
Semoga bermanfaat.
#alkabaair #sunnah #dosa #dusta #hadits #palsu #jahiliyah #laknat
##$$-aa-$$##


