ALKABAAIR # 41 – MEMBENARKAN DUKUN DAN AHLI NUJUM
- Syarah Kitab Al Kabaair #Bab 50 Mengganggu Kaum Muslimin dan Mencaci-maki Mereka
- Syarah Kitab Al Kabaair #49- MEMBERONTAK DAN MENGKAFIRKAN ORANG LAIN DIKARENAKAN MELAKUKAN DOSA BESAR
- ALKABAAIR # 48 (SEMENA-MENA)
- ALKABAAIR#45 (ADU DOMBA) 46 (MERATAP DAN MENAMPAR MUKA SENDIRI)
- ALKABAAIR # 39 – TUKANG MELAKNAT
- ALKABAAIR # 41 – MEMBENARKAN DUKUN DAN AHLI NUJUM
- ALKABAAIR # 36 (MENGUNGKIT KEBAIKAN) – 37 (TIDAK BERIMAN KEPADA TAKDIR)-38 (MENGUPING PEMBICARAAN)
- ALKABAAIR #34 (KHIANAT) – 35 (SEMBUNYIKAN ILMU)
- ALKABAAIR#29 (Yang Menhalalkan dan dihalalkan untuknya)-30 (Makan Bangkai, minum Darah, daging Babi)-31(Tidak Bersuci)
- ALKABAAIR # 31 (TIDAK BERSUCI SETELAH BUANG HADATS)-32 (PUNGUTAN LIAR)-33(RIYA)
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 18:59
5 menit membacaSyarah Kitab Al Kabaair bab 41- *Membenarkan Dukun dan Tukang Ramal*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
21 Muharam 1441H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ}
Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian. (Ibrahim: 7)
Sesungguhnya jika kalian mensyukuri nikmat-Ku yang telah Kuberikan kepada kalian, pasti Aku akan menambahkannya bagi kalian.
{وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ}
dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku). (Ibrahim: 7)
Maksudnya, jika kalian mengingkari nikmat-nikmat itu dan kalian menyembunyikannya serta tidak mensyukurinya.
{إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ}
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Ibrahim: 7)
Anas bin Malik ,
اصْبِرُوا ، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ
Sabarlah, karena tidaklah datang suatu zaman melainkan keadaan setelahnya lebih jelek dari sebelumnya sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian. (HR. Bukhari no. 7068).
Hasan Al Bashri mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”
Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dan beramal shaleh.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى (31) الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى (32)
Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada *orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.* Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu. ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. Qs An Najm 31-32.
Makna kata..
اللَّمَمَ
Dosa yang baru terpetik
Dosa pandangan tidak halal yang tidak sengaja
Dosa yang tidak termasuk dosa besar
Atau dosa besar semasa jahiliyah
Dosa-dosa kecil.
{إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلا كَرِيمًا}
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (An-Nisa: 31)
Belajar dosa-dosa besar untuk menghindari dosa-dosa besar supaya kita diampuni dan dimasukkan ke surga.
41. *Percaya pada dukun dan ahli perbintangan*
Dukun dipandang sebagian orang sebagai orang yang mempunyai kelebihan.
Ahli perbintangan = peramal.
Allah berfirman,
{وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (36) }
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.
Karena dukun dan peramal sesungguhnya mereka tidak tahu.
Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:
{اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ}
jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. (Al-Hujurat: 12)
Allah membantah orang-orang yang mengaku mengetahui hal yang ghaib.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ}
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya. (Al-Jin: 26-27)
(dan juga para malaikat)
Syaitan menghiasi dukun dan tukang ramal, dengan pembawaan mereka yang seperti orang shaleh (wirid2, pakaian dll). Dan kadang tebakan nya benar.
Dukun jaman dulu lebih handal, karena jaman fatrah, tidak ada nabi saat itu..
Jin itu bertumpuk-tumpuk untuk mencuri berita,
{إِلا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ}
tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. (Ash-Shaffat: 10)
Dan setelah diutus Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka pencurian berita sangat berkurang, karena Allah sampaikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Allah jadikan bintang.. Sebagai pelempar bagi syetan.
{وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ}
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang. (Al-Mulk: 5)
Yaitu bintang-bintang yang menghiasi langit, baik yang beredar maupun yang tetap.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ}
dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan. (Al-Mulk: 5).
Tidak semua yang ghaib diberi tahu oleh Allah kepada malaikat. Seperti janin, yang hanya mulai malaikat catat saat ditiup ruh, ditentukan rezeki, takdir, senang dan susah nya..
*Ancaman dosa besar*
Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya.
Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, ”Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?”
Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ »
“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang.
Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.”
HR Bukhari dan Muslim.
Ketika disandingkan antara kafir dan mukmin disini berarti bahwa orang yang mengatakan hujan karena bintang atau selain Allah, dia telah rusak iman dan bisa keluar dari Islam.
Fungsi bintang..
1. Penghias langit (qs Al Mulk)
2. Pelempar syetan (qs Al Mulk)
3. Menjadi petunjuk arah dan pergantian musim.
{وَعَلامَاتٍ}
dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). (An-Nahl: 16)
Yakni petunjuk-petunjuk berupa gunung-gunung yang besar, bukit-bukit yang kecil, serta lain-lainnya yang dapat dijadikan oleh para musafir sebagai tanda-tanda mereka dalam perjalanannya—baik di darat maupun di laut— bila mereka sesat jalan.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ}
Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. (An-Nahl: 16)
*Bahaya percaya dukun dan tukang ramalan termasuk membaca majalah ramalan bintang*
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُوْمِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ.
“Barangsiapa mempelajari satu cabang dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mengambil satu bagian dari ilmu sihir, semakin bertambah (ilmu yang dia pelajari ), semakin ber-tambah pula (dosanya).”
HR Abu Dawud dengan sanad yang shahih.
##$$-aa-$$##

