BERBAKTI MULIA KEPADA ORANG TUA
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Mei-2024 @ 10:45
6 menit membacaBERBAKTI MULIA KEPADA ORANG TUA
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
3 Dzulqaidah 1445H /11 Mei 2024
Masjid Izzatul Islam Grand Wisata
Akhlak mulia adalah jantung risalah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Jaman jahiliyah, yang sering dipahami adalah semua buruk, tetapi ada kebaikan di dalamnya, misalnya ada keberanian, ada memuliakan tamu.
Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.” HR Ahmad.
Akhlak mulia bukan hanya pelengkap tuntunan agama ini.
✅ Akhlak dibagi dua
1. Kepada Allah
2. Sesama manusia dan makhluk lain.
A. Kepada diri sendiri
B. Kepada orang lain
Ibnu Abbas – menafsirkan ayat ini,
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍۢ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Maksudnya adalah Sungguh berada di atas agama yang agung.
🔸Orang beriman itu hati akan bergetar bila dibacakan ayat-ayat Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)
➡ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا ۗ اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
“Dan Rabbmu telah memutuskan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 23)
🔸Keputusan Allah itu adalah ketetapan absolut tertinggi, yaitu tidak boleh menyekutukan Allah.
Dan Allah gandengkan dengan perintah berbakti kepada orang tua.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ تَعَا لَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَ لَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْئًـــا وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا
“Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, wajib berbuat baik kepada ibu bapak.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 151)
Lawan dari tauhid adalah syirik dan kita harus belajar agar kita tidak terjatuh di dalam nya.
Dan Allah wajibkan untuk berbakti kepada orang tua dan haramkan durhaka.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)
🔹Ayat selanjutnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
” bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”
(QS. Luqman 31: Ayat 14)
➡ Nabi ﷺ sering jawab dengan jawaban berbeda saat ditanya Amalan yang paling dicintai Allah. Itu adalah jawaban yang tepat kepada penanya sesuai kondisi penanya.
Dalam sebuah hadits,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ».
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.” Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orang tua“, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kita tidak boleh justifikasi hukum orang. ..
Jaga sholat, utamakan sholat..
Jangan sampai meremehkan sholat, malas sholat.. Kuatir terjatuh pada ciri orang munafik.
Surat An-Nisa (4) Ayat 142
إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًۭا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
Bakti kepada orang tua tidak putus setelah orang tua meninggal. Tetapi terus berlanjut sampai kita sendiri mati.
Kiat doakan, kita minta ampunan dosa orang tua.
Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,
بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».
“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah ﷺ . Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi ﷺ , “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Dawud)
➡ Dari hadits Ibnu Mas’ud ini, urutan amalan adalah,
1. Sholat tepat waktu
2. Berbakti kepada orang tua
3. Jihad fii sabilillah (resiko nya besar, bahkan nyawa, tapi lebih rendah dari bakti kepada orang tua).
Saat ini banyak orang yang durhaka kepada orang tua nya.
Dalam Hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menjelaskan salah satu ciri datang kiamat adalah budak melahirkan orang tuanya.
Makna nya adalah anak durhaka. ✅
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi ﷺ untuk berjihad, maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya.
أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ.
“Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.”
Beliau pun bersabda
فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ.
“Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki menghampiri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berucap, ‘Aku berbai’at kepadamu untuk berhijrah dan berjihad dengan mengharapkan pahala dari Allah.’ Beliau bertanya, ‘Apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih, bahkan kedua-duanya.’ Maka beliau bersabda.
فَتَبْتَغِي اْلأَجْرَ مِنَ اللهِ؟ قَالَ: نَعَمْ.
“Berarti engkau menginginkan pahala dari Allah?” Dia menjawab, ‘Ya.’ “
Beliau bersabda:
فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا.
“Kembalilah kepada kedua orang tuamu, lalu pergaulilah mereka dengan baik” [HR. Muslim].
🔸Jihad itu ada tuntunannya.
Nabi shallallahu alaihi wasallam memberi contoh berdoa, supaya dicintai Allah, salah satu jalan dapat cinta Allah adalah dengan berbakti kepada orang tua.
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِى يُبَلِّغُنِى حُبَّكَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى، وَأَهْلِى، وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ
Allaahumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wal ‘amalal-ladzii yuballi-ghunii hubbaka. Allaahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii, wa ahlii, wa minal maa’il baarid.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang mengantarkanku menggapai cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu lebih aku cintai daripada cintaku kepada diriku sendiri, keluargaku, dan air dingin.
HR. Tirmidzi dari jalan Abu Darda.
Berbakti kepada orang tua itu bukanlah amalan receh.
❗Istri adalah supporter terbaik suami untuk berbakti kepada orang tua nya.
Suami adalah suporter terbaik istri untuk berbakti kepada orang tuanya.
✅ Amal itu bertingkat-tingkat, tidak sama.
Dalam hadits dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
“Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Malu adalah aktifitas Qalbu. Bagian dari iman.
Rasulullah ﷺ bersabda,
رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (HR Tirmidzi).
Ini adalah kaidah dengan catatan ridha dan benci nya orang tua harus sesuai dengan aturan agama.
❗Tidak boleh mendoakan orang yang sudah meninggal dalam keadaan kafir.❌
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
“Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, itu adalah penghuni neraka Jahannam. ” [At-Taubah/9 : 113]
❌ Dan tidak boleh taat kepada orang tua yang memerintahkan sesuatu yang maksiat.
Allah Ta’ala berfirman :
وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.“ (Luqman : 15)❗
ℹ Berbakti pada orang tua yang sudah meninggal.
1. Mendoakan
2. Jalankan wasiat
3. Sambung silaturahim siapa saja yang ada jalur dengan orang tua.
4. Sedekah, wakaf atas nama orang tua dst.
Semoga bermanfaat.
#bakti #berbakti #jihad #sholat
##$$-aa-$$##

