AlkabaairUstadz Armin Akbar, Lc

AL KABAAIR # Khianat pada harta rampasan, Baitul Mal, zakat

This entry is part 11 of 32 in the series AlKabaair

Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 13:19

4 menit membaca

Syarah kitab Al kabaair: Khianat pada harta rampasan, Baitul Mal, zakat
Ustadz Armin Akbar
9 Jumadil Akhir 1440H

Harta adalah fitnah, dan manusia pada hakikatnya cinta harta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakanserta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)

Allah berfirman,

وَما كانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dan tidak mungkin seorang nabi berbuat ghulul (ambil harta bukan hak), barang siapa ghulul niscaya pada Hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatinya itu Qs Ali Imran 161.

Dalam permasalahan ini terdapat hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang larangan petugas zakat menerima hadiah. Abu Humaid As-Sa’idi berkata,

اسْتَعْمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا عَلَى صَدَقَاتِ بَنِي سُلَيْمٍ، يُدْعَى ابْنَ اللُّتْبِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ حَاسَبَهُ، قَالَ: هَذَا مَالُكُمْ وَهَذَا هَدِيَّةٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَهَلَّا جَلَسْتَ فِي بَيْتِ أَبِيكَ وَأُمِّكَ، حَتَّى تَأْتِيَكَ هَدِيَّتُكَ إِنْ كُنْتَ صَادِقًا» ثُمَّ خَطَبَنَا، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: ” أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أَسْتَعْمِلُ الرَّجُلَ مِنْكُمْ عَلَى العَمَلِ مِمَّا وَلَّانِي اللَّهُ، فَيَأْتِي فَيَقُولُ: هَذَا مَالُكُمْ وَهَذَا هَدِيَّةٌ أُهْدِيَتْ لِي، أَفَلاَ جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ حَتَّى تَأْتِيَهُ هَدِيَّتُهُ، وَاللَّهِ لاَ يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْكُمْ شَيْئًا بِغَيْرِ حَقِّهِ إِلَّا لَقِيَ اللَّهَ يَحْمِلُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَلَأَعْرِفَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَقِيَ اللَّهَ يَحْمِلُ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ، أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ، أَوْ شَاةً تَيْعَرُ ” ثُمَّ رَفَعَ يَدَهُ حَتَّى رُئِيَ بَيَاضُ إِبْطِهِ، يَقُولُ: «اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ»

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat seorang pegawai untuk mengambil harta zakat dari dari bani Sulaim yang bernama Ibnu Lutbiyah. Ketika Ibnu Lutbiyah kembali (setelah mengambil harta zakat dari kaum muslimin) dan menghitungnya dia berkata, ”Ini adalah harta milik kalian, sedangkan yang ini dihadiahkan untukku.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mengapa kamu tidak duduk saja di rumah bapak dan ibumu, sehingga hadiah itu diberikan kepadamu, jika kamu benar (bahwa itu hadiah)?”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah. Beliau memuji dan menyanjung Allah Ta’ala.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya aku telah mengangkat seseorang pegawai di antara kalian untuk mengurus suatu tugas (yaitu amil zakat yang sudah digaji dari negara) dari tugas yang Allah perintahkan kepadaku.

Kemudian di datang dan mengatakan, ’Ini adalah untukmu, sedangkan yang itu adalah hadiah untukku.’ Mengapa dia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya sehingga dia mendapatkan hadiah tersebut? Demi Allah, tidaklah salah seorang di antara kalian mengambil sesuatu (harta) tanpa hak kecuali dia akan bertemu Allah dengan memikul (harta tersebut) di hari kiamat.

Maka sungguh aku akan mengetahui salah seorang di antara kalian yang bertemu Allah dalam keadaan memikul seekor unta atau sapi yang bersuara (menguak), atau seekor kambing yang bersuara (mengembik).” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya sehingga terlihat ketiak beliau yang putih seraya berkata, ”Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?”
HR Bukhari.

Uang tip termasuk ghulul karena jalan menuju suap.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هَدَايَا الْعُمَّالِ غُلُولٌ

“Hadiah bagi pegawai (pejabat) adalah ghulul (harta khianat).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke Khaibar dan Allah memberikan kemenangan kepada kami.

Kami tidak memperoleh emas dan perak dari harta ghanimah. Kami hanya memperoleh barang-barang, makanan dan pakaiah. Kemudian kami berangkat menuju lembah.

Saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam didampingi seorang budak milik beliau yang dihadiahkan oleh seorang laki-laki dari suku Judzam bernama Rifa’ah bin Zaid dari Bani Dhubaib. Ketika kami singgah di lembah tersebut budak Rasulullah tersebut membereskan kendaraan beliau. Tiba-tiba ia terkena lemparan anak panah sehingga menyebabkan kematiannya.

Kami berkata: ‘Beruntunglah ia memperoleh mati syahid ya Rasulullah!’ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Sekali-kali tidak, demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-nya, sesungguhnya sepotong kain yang ia curi dari harta ghanimah pada peperangan Khaibar telah membakar dirinya sedangkan ia tidak mendapat bagian dari harta itu.’

Orang-orang pun terkejut mendengarnya. Lalu datanglah seorang laki-laki dengan membawa satu atau dua utas tali sepatu. la berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah mengambilnya pada peperangan Khaibar.’

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Seutas tali sepatu dari api Neraka atau sepasang tali sepatu dari api Neraka’,” (HR Bukhari [4234] dan Muslim [115]).

Pelajaran
1. Tidak boleh ambil barang bukan haknya
2. Tidak boleh bermudah mudahan menilai seorang mati syahid.

Hadits berikutnya.

كَانَ عَلَى ثَقَلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ كِرْكِرَةُ فَمَاتَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ فِي النَّارِ فَذَهَبُوايَنْظُرُونَ إِلَيْهِ فَوَجَدُوا عَبَاءَةً قَدْ غَلَّهَا

“Pernah ada seseorang yang biasa menjaga perbekalan Nabi shallallahu alaihi wasallam , orang tersebut bernama Kirkirah. Kemudian dia pun meninggal dunia, ketika itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Dia berada di Neraka”. Maka para sahabat pergi melihatnya dan mereka mendapatkan sebuah mantel yang diambilnya dari harta rampasan perang sebelum dibagikan [Shahih Bukhari 4/74 no 3074]

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا… » الحديث . رواه مسلم .

‘Sesungguhnya darah dan harta kalian, haram bagi sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini di negeri kalian ini…‘“ (HR. Muslim).

لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةً بِغَيْرِ طُهُوْرٍ وَلاَ صَدَقَةً مِنْ غُلُوْلٍ

“Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci dan Dia tidak menerima sedekah dari hasil ghulul (mencuri harta rampasan perang sebelum dibagi).” (Sahih, HR. Muslim no. 224)

Kedzaliman terbagi 3 macam :
1. Ambil harta orang lain dengan cara yang bathil

2. Mendzalimi seorang hamba dengan cara membunuh, memukul, menyakiti

3. Mendzalimi seorang hamba dengan cara mencela, melaknat, menghina dan mefitnahnya.

$$##-aa-##$$

AlKabaair

ALKABAAIR # 31 (TIDAK BERSUCI SETELAH BUANG HADATS)-32 (PUNGUTAN LIAR)-33(RIYA) AL KABAAIR # REKAYASA PERNIKAHAN
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?