MUHASABAH TENTANG PERJALANAN HIDUP KITA
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Sep-2022 @ 06:08
3 menit membaca*MUHASABAH TENTANG PERJALANAN HIDUP KITA*
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
7 Shafar 1444H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Majelis ilmu dengan niat yang ikhlas supaya ilmu ini terjaga. Untuk menghilangkan kejahilan kita dan orang-orang di sekitar kita.
Muhasabah, intinya adalah merenungi keadaan diri sehingga tahu apa kekurangan dan kelebihannya.
Dengan Muhasabah ini kita bisa memperbaiki kekurangan kita.. Kita tahu aib kita, kita tahu apa yang belum kita lakukan.
Muhasabah diperintahkan dalam syariat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)
Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, (riwayat ini diperselisihkan namun maknanya benar).
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا
“Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.”
Berhias yang dimaksud adalah dengan amal sholeh.
➡️ Pertanyaan yang perlu diulang-ulang untuk Muhasabah diri adalah : *untuk apa aku diciptakan?*
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
Pertanyaan ini akan memotivasi diri untuk lebih banyak beribadah.
Muhasabah ini sangat penting terutama sebelum tidur malam.
➡️ Pertanyaan selanjutnya adalah :
*apakah kita akan selamanya di dunia ini?*
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, (Al-Qashash: 77)
Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).
Allah berfirman..
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).
Kemuliaan, harta, kedudukan tidak bisa menghindari kematian.
Umur umat ini hanya 60-70 tahun, hanya sedikit yang melewatinya.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda:
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah: 4236, Syaikh Al Albani mengatakan: hasan shahih).
Allah Ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Takwa.. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”
🔻*Sebagai orang mukmin jangan sampai anggap waktu itu murah..*🖍️
Gunakan waktu untuk segera beramal. Waktu berlalu sangat cepat..
Tidak terasa kematian semakin dekat..
Jangan sampai waktu berlalu tanpa amalan kebaikan, tanpa ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita ini ibarat di dalam gerbong waktu…
Yang akan menuju negeri akhirat.
Ada orang yang Allah mudahkan untuk bekerja
Ada yang Allah mudahkan untuk membantu orang-orang untuk menuntut ilmu.
➡️ pertanyaan.: *Apa yang sudah kita berikan untuk agama Allah ini?*
Ini untuk kemuliaan kita.
Tanya juga… *Sudahkah kita punya umur kedua?* ❓❓
Yaitu tambahan pahala saat kita sudah meninggal dunia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Lembaga pendidikan punya potensi besar untuk pengumpulan umur kedua ini.
🖍️ Kita tidak bisa langsung menjadi orang baik tetapi bertahap, *tetapi harus dimulai*.
Allah berfirman,
وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah’” (An Nisa: 28)
Kita harus tahu bahwa kita butuh pertolongan Allah..
Bismillah..
Ba dalam kata tasmiyah ini adalah untuk meminta pertolongan kepada Allah..
➡️ *Bandingkan nikmat Allah dan dosa kita.*
Nikmat Allah sangatlah banyak.
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).
Syukuri nikmat Allah..
✖️ Bahkan kita sering menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat.❗❗
Ingatlah untuk sering istighfar.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.
“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.” HR Tirmidzi
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23).
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


