This entry is part 6 of 6 in the series Talbis-iblis

Diterbitkan pertama kali pada: 19-Feb-2024 @ 08:53

6 menit membaca

*TALBIS IBLIS-8*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
9 Sya’ban 1445H / 18. FEB. 2024

Talbis iblis karya Al Imam Ibnul Jauzi.

✅➡️ Talbis iblis terhadap kaum sufiah.
Telah dibahas sebelumnya tentang asal kata sufiah, ada 5 pendapat.

1️⃣ Nisbah kepada seseorang atau sekelompok yang bernama صوفة (suffah), namanya adalah الغوص بن مر (Al ghouf bin Murr). Yang di jaman jahiliyah orang-orang ini benar-benar mengkhidmatkan dirinya kepada Al Masjidil Al Haram.

2️⃣ Nisbah kepada penghuni suffah (اهل الصغه) seharusnya menjadi ال صوفي (kritikan Dari Ibnul Jauzi). Sehingga tidak tepat. (secara bahasa).

3️⃣ Nisbah kepada ال صوفانة yaitu tumbuhan, karena mereka suka mencabut tumbuhan tersebut di padang pasir. Seharusnya menjadi ال صوفاني (Secara bahasa).

4️⃣ Nisbah kepada صوفة القفا yaitu rambut yang tumbuh di belakang leher, seakan-akan seorang sufi menggiring kepada Allah dan memalingkan dari makhluk. Secara bahasa ok.

5️⃣ Nisbah kepada الصوف (bulu domba) karena pakaian mereka awalnya dari wol, yang kalau berkeringat mengeluarkan bau yang tidak enak.

➡️ Sejarah muncul sufiah

1️⃣ Intinya pada asalnya kaum sufiah ini adalah kaum yang zuhud. Asal usul tasawuf menurut para sufiah adalah latihan jiwa untuk menolak perangai dari akhlak yang buruk dan melatih untuk akhlak yang mulia sehingga mendapat pujian di dunia dan pahala di akhirat. Seperti zuhud, Al hilm (sabar), bijak, Ikhlas, jujur. Demikian asalnya mereka.

2️⃣ Lalu iblis menggoda mereka dalam banyak perkara – > semakin bertambah zaman semakin parah, hingga puncaknya pada orang-orang belakangan.

♦️Model talbis iblis.

🔸1. Tujuannya secara umum meninggalkan dunia namun berlebihan.
Akhirnya mereka menolak hal-hal yang bermanfaat buat mereka (makanan, pakaian). Akhirnya mereka samakan harta dengan kalajengking, padahal harta diciptakan untuk kemaslahatan.
(nikah, haji, bangun Masjid). Bahkan mereka ada yang tidak mau berbaring.

Diantara mereka karena kurangnya ilmu, ada yang amalkan hadits-hadits palsu untuk memotivasi perbuatan mereka. Padahal hadits palsu tidak boleh disebarkan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (HR. Bukhari Muslim)

Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَيْ أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

“Siapa yang menyampaikan hadits dariku dengan suatu hadits yang masih diduga bahwa itu adalah dusta, maka ia termasuk salah satu dari dua pendusta.” (HR. Muslim)

🔸2. Setelah itu datang beberapa orang yang dianggap cerdik dan pandai dengan konsep tentang lapar, fakir, bisikan-bisikan hati yang negatif dan bisikan-bisikan hati yang positif. Bahkan mereka menulis buku seperti Al Harits al Muhasibi (yang juga terjebak dalam masalah sifat Allah).

🔸3. Lalu datang kaum lain yang mulai mengatur atau merapikan mahdzab sufiah. Lantas mereka ingin menjelaskan namanya bahwa tasawuf itu memiliki sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh yang lainnya. Seperti pakaian yang bertambal jahit, musik, kerinduan, menari (joget) dan bertepuk tangan.

Nabi ﷺ juga dulu sempat pakaian nya tambalan bukan sengaja tetapi karena tidak ada.

Dalam sebuah hadits shahih, dari Aisyah, sesungguhnya dia membuatkan untuk Nabi ﷺ kain burdah dari wol, lalau beliau mengenakannya maka tatkala beliau berkeringat beliau mencium bau wol, kemudian beliau menanggalkannya, karena beliau menyukai bau wangi.

Nabi ﷺ dahulu pakai suf karena kebutuhan.

Nabi ﷺ juga menambal baju.

Dan dalam kitab As-Shahih (Bukhari atau Muslim), dari Aisyah sesungguhnya dia mengeluarkan kain yang bertambal dan izar dan kain sarung yang kasar, seraya berkata :

قُبِضَ روح رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم في هذين

‘Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wafat dalam dua baju tersebut.”

Umar bin Khaththab pun juga memakai pakaian yang bertambal dan ini karena kebutuhan.

Para sahabat meninggalkan pakaian tersebut bila mereka ada mampu mengadakan pakaiam yang lebih baik.

Sufi ada sama’ (mendengar nasyid-nasyid). Kadang pakai alat musik. Para ulama berbicara keras terkait hal ini diantaranya al Qurthubi.

🔸4. Tasawuf semakin berkembang parah sementara para tokoh mereka terus berinovasi menciptakan kondisi-kondisi hati (istilah sufiah)
Dan semakin parah mereka makin jauh dari ulama. Bahkan mereka cenderung merasa lebih hebat dari ulama,meremehkan ilmu agama. Hingga mereka menyebut keilmuan mereka sebagai ilmu batin dan ilmu syariat sebagai ilmu dhahir.

🔸5. Kemudian ajaran ini berkembang, ada yang al hululiyah. dan sebagian berpendapat al ittihad.

♦️Madzhab bersatunya Allah dengan makhluk.

🔹1. Al ittihad – persatuan, menyatu.
Dua dzat yang bersatu. Secara bahasa, seperti kopi dan susu yang diaduk,jadi kopi susu (susah misahin kopi dan susu nya)

🔹2. Al hululiyah – menempati.
Contoh – air ditumpahkan pada gelas.

🔹3. Wahdatul wujud – kesatuan dzat.
Seperti laut, terlihat satu tapi ombak nya macam-macam. Menurut mereka Allah dan makhluk adalah satu kesatuan.

Ibnul Jauzi selanjutnya mengatakan lalu rusaklah aqidah dan terjadi bidah mereka dalam berbagai model.. ⬇️

Kemudian muncul tarekat – tarekat yang banyak.

Saat ini kalau bicara sufiah, tarekat seakan-akan mereka punya aqidah tersendiri.

Akhirnya para sufi punya sunah tersendiri seperti misalnya khalwat – masuk dalam goa, atau kamar matikan lampu gak makan, gak minum. (ini godaan iblis).

Sampai ada seseorang abu nashr As sarraj yang menulis buku mendukung sufiah – buku Luma’ As sufiah.

‼️Ibnul Jauzi mentahdzir/memperingatkan kitab-kitab yang mendukung sufiah yang menyimpang.

❗1. Abu Abdurrahman As Sulami, bikin hadits palsu yang dukung sufiah
❗2. Abu Nashr As sarraj – Luma’ As sufiah yang isinya aqidah yang rusak dan perkataan yang hina.
❗3. Abu Thalib Al Makki yang menulis buku Qut Al Qulub. Isinya hadits-hadits palsu. Sholat-sholat yang tidak ada tuntunan dan keyakinan yang sesat. Dia mengaku sering dibuka tabir – al Kasf. (Allah menampakkan diri untuk nya).
Salah satu caranya – mengaku ambil ilmu langsung dari Nabi ﷺ.
Atau lewat mimpi.
Atau lewat Khidir. (ada yang yakini Khidir masih hidup – kalau hidup saat ini umurnya 3200 an). Dan tidak disebutkan ciri fisik Khidir.
Ada mengaku ketemu malaikat
Ada yang mengaku Mi’raj.

Maka benerlah perkataan Iman Syafi’i yang berkata, “Kalau seandainya seseorang menjadi sufi di pagi hari maka belum tiba waktu dzuhur kecuali aku mendapatinya seorang yang pandir”.

❗4. Abdul Karim bin Huwazin Al Qusyairi dengan kitab Ar Risalah Al Qusyairiyah. Disebut keajaiban istilah sufiah.

❗5. Muhammad bin Thahir Al Maqdisi dengan kitab Shafwat at tasawuf. Orang ini menyebutkan hal-hal yang orang waras malu untuk menyebutkannya.

Abu Al Fadhil (guru Ibnul Jauzi) berkata – dia (Muhammad bin Thahir) adalah pegiat permisifisme. Boleh melihat wanita cantik, laki-laki yang tampan.

❗6. Ibnul Jauzi mengkritik ringan Abu Nuaim Al Ashbani yang menyebutkan para sahabat Radhiallahu’anhum termasuk sufiah padahal sufiah saat ini berbeda jauh.

❗Abu Hamid Al GHAZALI (ahli ushul) dengan kitab yang kontroversial – Ihya Ulum Ad Din. Di dalamnya hadits-hadits palsu yang mungkin dia tidak tahu. Ada ilmu tentang mukasyafah (melihat hal ghaib) yang keluar dari batasan-batasan fikih. Didalamnya ada takwil saat Ibrahim bicara tentang matahari dan bulan. Dia menakwil bukan benda angkasa yang nyata tapi maksudnya hijab Allah. Kata Ibnul Jauzi – Tafsir seperti ini seperti aliran Bathiniyah.

Dalam kitab al Mushfih bi al ahwal-dia berkata – kaum sufi itu dalam kondisi terjaga bisa melihat malaikat dan ruh para nabi,mendengar suara mereka dan ambil Faidah dari mereka. Kemudian kondisi ini naik dari melihat bentuk kepada tangga-tangga yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Sehingga Abu Hamid Al GHAZALI dituduh punya pemahaman wahdatul wujud.

Terjadi kontroversi pada kitab ini, sikap tengah nya kitab ini hanya boleh dibaca oleh para ulama.

Ibnul Jauzi sendiri akhirnya menulis kitab ringkasannya (Minhajul Qashidin) – supaya kitab Ihya Ulumudin bermanfaat setelah dihilangkan hadits-hadits palsu dan keyakinan yang batil.

Ibnul Jauzi memberi udzur kepada semua penulis bahwa ilmu hadits mereka sedikit, pengetahuan tentang atsar juga sedikit dan mereka semangat pada istilah sufi. Dan kalau baca Shirah shahabat sangat kencang.

Ibnul Jauzi menutup – Dulu para sufiah jaman awal menjauh dari penguasa, dan saat ini teman-teman para sufiah adalah penguasa.

Semoga bermanfaat.

#talbisibblis #talbis #iblis #zuhud
#bid’ah #wahdatulwujud
#Ittihad #hululiyah

##$$-aa-$$##

Talbis-iblis

Talbis Iblis #7
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?