MAKNA DOA DAN DZIKIR – 37
Diterbitkan pertama kali pada: 20-Jan-2024 @ 06:08
6 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 37*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
09. Rajab. 1445H/20.01.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah Allah mudahkan kita duduk di majelis ilmu.
➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*
5️⃣0️⃣ *KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG YANG SAKIT*
قَالَ: إِذاَ عاَدَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلىَّ عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.
Beliau (Rasulullah) ﷺ bersabda: “Jika seseorang berkunjung kepada saudaranya yang muslim (yang sedang menderita sakit), maka seakan-akan dia berjalan-jalan di syurga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila dia berkunjung di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akan-nya agar mendapat rahmat hingga sore hari. Apabila dia berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga pagi hari”.
[HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/244 dan Shahih At-Tirmidzi 1/286. Ahmad Syakir menyatakan, bahwa hadits tersebut adalah shahih]
5️⃣1️⃣ Do’a orang sakit yang tidak bisa sembuh
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى
Allaahummaghfir lii warhamnii wa alhiqnii bir Rafiiqil A’laa.
“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan teman yang tinggi derajatnya (para nabi, Shidiq, syuhada, orang shaleh)”. [HR. Bukhari dan Muslim ]
Ini dibaca oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat beliau sakit menjelang wafat.
Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anhaa. Karena menjelang wafatnya beliau ﷺ berada di rumah Aisyah, beliau ﷺ ingin wafat di rumah Aisyah radhiyallahu anhaa.
Kalau untuk orang lain tinggal diganti dhamirnya, misalnya.
Allaahummaghfir lahu warhamhu wa alhiqhu bir Rafiiqil A’laa.
Rasulullah ﷺ sering menggabung dua.
📍Allaahummaghfir lahu warhamhu
1. Allaahumma ghafir – ini adalah minta perlindungan dari efek buruk dosa kita.
2. Warham – doa minta kepedulian dan kasih sayang Allah.
♦️Rafiiqil A’laa, adalah yang Allah sebutkan dalam firman-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَا لرَّسُوْلَ فَاُ ولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَا لصِّدِّيْقِيْنَ وَا لشُّهَدَآءِ وَا لصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰٓئِكَ رَفِيْقًا
“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang terbaik.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 69)
➡️ Kapan doa ini dibaca?
Saat kondisi yang bisa mengantarkan pada kematian.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membaca doa ini setelah Allah memberi pilihan kepada Nabi ﷺ.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ خَيَّرَ عَبْدًا بَيْنَ الدُّنْيَا وَبَيْنَ مَا عِنْدَهُ فَاخْتَارَ ذَلِكَ الْعَبْدُ مَا عِنْدَ اللَّهِ
Sesungguhnya Allah telah memberikan pilihan kepada seorang hamba-Nya untuk memilih dunia atau memilih apa yang ada di sisi Allah, lalu hamba tersebut memilih apa yang ada pada Allah.
❌ Doa ini bukan berarti boleh berharap kematian.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا
“Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
وَلاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ: إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ
“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya. Dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya), semoga bisa menjadikannya bertaubat.” (HR. Bukhari)
✅ Yang boleh seperti ini..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمُ المَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا لِلْمَوْتِ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي
“Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku. Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan berharap kematian karena ujian dunia,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فِي الدُّنْيَا
“Janganlah salah seorang di antara kalian berharap mati karena musibah duniawi yang menimpanya.” (HR. Nasai , shahih)
📍Kalau takut ujian menimpa agama, maka boleh meminta kematian karena ingin diwafatkan dalam keadaan dalam agama yang bagus.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ المَسَاكِينِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي، وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةً فِي قَوْمٍ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُونٍ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memintamu berbuat kebaikan, meninggalkan kemungkaran, mencintai orang-orang miskin, ampunilah aku dan rahmatilah aku, dan bila Engkau menghendaki fitnah pada hamba-hamba-Mu, wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah.” (HR. Tirmidzi)
🔸Maryam pernah berdoa yang sama,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ جَآءَهَا الْمَخَا ضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِ ۚ قَا لَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا
“Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.””
(QS. Maryam 19: Ayat 23)
➡️ Doa berikutnya.
Doa ini dibaca Nabi ﷺ menjelang sakaratul maut.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ
Laa ilaaha illallaah, inna lilmauti lasakaraat.
Rasulullah ﷺ saat akhir hayatnya memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu mengusapkan ke wajahnya seraya berkata: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya setiap kematian ada sekaratnya “. [HR. Bukhari]
Sekarat – bakal dirasakan oleh semua orang yang akan meninggal dunia.
Orang-orang sholeh rasa sekarat nya dikalahkan oleh rasa senang nya karena diperlihatkan tempat tinggal nya di surga.
Boleh membacakan Al Qur’an untuk orang yang sekarat. Dengan niat ruqyah, bisa jadi kurangi sakit bahkan sembuhkan sakitnya. Terlebih lagi bila si sakit paham makna ayat-ayat yang dibaca.
Kalau sudah meninggal dunia tidak ditemukan syariat membaca Al-Qur’an untuk si mayit.
✅ Faidah
1. Hadits akan tinggi / besar rasa sakit yang Rasulullah ﷺ rasakan. Ini menunjukkan betapa tinggi derajat Rasulullah ﷺ.
🔸Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dia berkata: ‘Aku pernah menjenguk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit, sepertinya beliau sedang merasakan rasa sakit yang parah.’ Maka aku berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا؟ قَالَ: «أَجَلْ، إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلاَنِ مِنْكُمْ» قُلْتُ: ذَلِكَ أَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ؟ قَالَ: «أَجَلْ، ذَلِكَ كَذَلِك
“Sepertinya anda sedang merasakan rasa sakit yang amat berat”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘iya benar, aku sakit sebagimana rasa sakit dua orang kalian (dua kali lipat)’, aku berkata, ‘oleh karena itukah anda mendapatkan pahala dua kali lipat.’ Beliau menjawab, ‘Benar, karena hal itu’. “ HR Bukhari dan Muslim.
2. Keutamaan Aisyah radhiyallahu anhaa.
Air liur Aisyah bersatu dengan air liur Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam siwak.
Abdurrahman bin Abu Bakr Radhiyallahu anhuma memasuki kamar Aisyah Radhiyallahu anhuma . Saat itu ia melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan sakit keras sehingga Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mampu lagi untuk berucap. Abdurrahman bin Abu Bakr Radhiyallahua anhuma masuk sambil membawa siwak dan sedang menggunakannya. Rasulullah ﷺ melihat apa yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Abu Bakr Radhiyallahua anhuma sembari bersandar pada Aisyah Radhiyallahu anhuma. Ketika melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus memandangi dan memperhatikan Abdurrahman bin Abu Bakr Radhiyallahua anhuma, Aisyah Radhiyallahu anhuma memahami bahwa Rasulullah ﷺ ingin bersiwak. Untuk memastika dugaan ini, Aisyah Radhiyallahu anhuma bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
آخُذُهُ لَكَ
Apakah engkau ingin aku ambilkan engkau siwak itu?
Rasûlullâh memberikan isyarat dengan anggukan kepala. Aisyah Radhiyallahu anhuma mengambilkan siwak itu dan menyerahkannya kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak dengannya, sementara dihadapan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada sebuah wadah air yang terbuat dari kulit.
➡️ DOA Lainnya
لَا إِلَهَ إلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لهُ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَاَّ بِاللَّهِ
Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wahdah, laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, laa ilaaha illallaahu lahul mulku wa lahul hamdu, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wala quwwata illaa billaah.
“Tiada Tuhan yang berhak selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”. [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Doa ini langsung Allah jawab. Dalam hadits yang sangat panjang.
Laa Ilaha Illa Ana,Akbar…….
Semoga bermanfaat.
#sakit #doa sekarat #sakatatulmaut
#tauhid
##$$-aa-$$##


