MAKNA DOA DAN DZIKIR – 38
Diterbitkan pertama kali pada: 27-Jan-2024 @ 07:48
4 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 38*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
16. Rajab. 1445H/27.01.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah Allah mudahkan kita duduk di majelis ilmu.
➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*
5️⃣2️⃣ *Membimbing (talqin) orang yang sekarat*
Talqin = dikte =bimbing.
Orang yang kebiasaan hidupnya tidak pernah ibadah, saat di Talqin pun susah untuk mengucap kalimat Laa Ilaha Illa Allah.
Hadits dari Muadz bin Jabal.
لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
Hadits nya – Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda.
“Siapa yang akhir ucapannya: “Laa Ilaaha Illallah” dia akan masuk syurga”. [HR. Abu Dawud]
🔸Ini salah satu tanda Husnul khatimah.
🔹Tanda lain adalah adanya keringat di dahi, karena menahan sakit saat sakaratul maut. Bila sabar dalam menghadapi derita itu maka Allah akan ampuni dosa-dosa nya.
❓Bagaimana cara mentalqin orang yang sedang sakaratul maut.?
Talqin dengan pelan-pelan.
Cukup 1x,kalau terlihat mulut nya ucapkan Laa Ilaha Illa Allah (komat kamit) maka cukup.
Kita bisa lakukan Baca Al Qur’an dzikir dst.
Bila setelah sekian lama belum meninggal, kita lakukan talqin lagi.
🔸Makna hadits diatas – Masuk Surga – bukan berarti memastikan langsung surga. Tapi jelas tidak kekal di dalam neraka.
🔸Tidak semua orang Allah beri taufik untuk mengucapkan Laa Ilaha Illa Allah di akhir hidupnya.
🔸 Disyariatkan untuk Talqin kalimat Laa Ilaha Illa Allah sebelum wafat supaya dia meninggal dalam kondisi baik.
❌ Setelah wafat – tidak ada syariat mentalqin kan. Bahkan ada yang Talqin saat sudah dikuburkan.
Kirim bacaan Al Qur’an pada orang yang sudah meninggal menurut pendapat yang lebih kuat tidak akan sampai.⚰️
Kalau anak yang baca Al Qur’an (kapan saja) maka orang tua nya otomatis dapat pahala.
🖋️Investasi yang terbesar adalah mendidik anak menjadi sholeh.
📍Maka dari itu pelajari kalimat Laa Ilaha Illa Allah dengan benar. Rukun, syarat, cara menerjemahkan dengan benar.
✅ Keutamaan bacaan Laa Ilaha Illa Allah
1️⃣ Orang yang ucapkan tidak kekal di neraka.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ
“Pasti keluar dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dan di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari kebaikan.” (HR. Bukhari)
2️⃣ Adalah cabang tertinggi keimanan.
Cabang iman terendah adalah singkirkan gangguan di jalan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
“Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kata
بِضْعٌ
Artinya lebih dari 70
3️⃣ Kalimat tauhid ini lebih berat daripada bumi dan langit beserta isinya.
🔸Dari Abdullah bin Amr, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
أن نوحاً عليه السلام قال لابنه عند موته : “آمرك بلا إله إلا الله، فإن السموات السبع والأرضين السبع لو وضعت في كفة، ولا إله إلا الله في كفة رجحت بهن لا إله إلا الله ، ولو أن السموات السبع والأرضين السبع كن حلقة مبهمة لقصمتهن لا إله إلا الله
“Bahwa Nuh ‘Alaihis Salam berkata kepada anak laki-lakinya saat anaknya mau meninggal, Aku perintahkan engkau mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallah’, karena sesungguhnya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi jika diletakkan di daun timbangan dan diletakkan ‘Laa Ilaaha Illallah’ di daun timbangan yang lain, maka ‘Laa Ilaaha Illallah’ lebih berat. Dan jikalau tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi adalah rantai yang bersambung-sambung, maka akan dipecahkan oleh ‘Laa Ilaaha Illallah’.” (HR. Ahmad)
🔸Dalam hadits bitoqoh (kartu catatan). Rasulullah ﷺ bersabda,
يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ فَيُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلاًّ كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَلْ تُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا فَيَقُولُ لاَ يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِى الْحَافِظُونَ ثُمَّ يَقُولُ أَلَكَ عُذْرٌ أَلَكَ حَسَنَةٌ فَيُهَابُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ لاَ. فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَاتٍ وَإِنَّهُ لاَ ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلاَّتِ فَيَقُولُ إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ. فَتُوضَعُ السِّجِلاَّتُ فِى كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِى كِفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلاَّتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ
“Ada seseorang yang terpilih dari umatku pada hari kiamat dari kebanyakan orang saat itu, lalu dibentangkan kartu catatan amalnya (selama hidup) yang berjumlah 99 kartu. Setiap kartu jika dibentangkan sejauh mata memandang.
Kemudian Allah menanyakan padanya, “Apakah engkau mengingkari sedikit pun dari catatanmu ini?” Ia menjawab, “Tidak sama sekali wahai Rabb-ku.”
Allah bertanya lagi, “Apakah yang mencatat hal ini berbuat dzalim padamu?”
Lalu ditanyakan pula, “Apakah engkau punya udzur atau ada kebaikan di sisimu?”
Dipanggillah laki-laki tersebut dan ia berkata, “Tidak.” Allah pun berfirman, “Sesungguhnya ada kebaikanmu yang masih kami catat. Dan sungguh tidak akan ada kedzaliman atasmu hari ini.”
Lantas dikeluarkanlah satu bitoqoh (kartu) yang bertuliskan syahadat ‘laa ilaha ilallah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh’.
Lalu ia bertanya, “Apa kartu ini yang bersama dengan catatan-catatanku yang penuh dosa tadi?”
Allah berkata padanya, “Sesungguhnya tidaklah dzalim .”
Lantas diletakkanlah kartu-kartu dosa di salah satu daun timbangan dan kartu (bitoqoh) ‘laa ilaha illallah’ di daun timbangan lainnya.Ternyata daun timbangan penuh dosa tersebut terkalahkan dengan beratnya kartu (bitoqoh) ‘laa ilaha illalah’ tadi. (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Ahmad, shahih).
Orang ini tidak mau berdebat dengan Allah. Kalau berdebat akan menyebabkan kesengsaraan tersendiri.
Begitu juga saat di dunia – bila memang kita yang salah maka jangan ngeles..
5️⃣3️⃣ Do’a saat terkena musibah
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ، وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, allaahumma’ jurnii fii mushiibatii, wa akh-lif lii khoiron minhaa.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya”. [HR. Muslim]
🔸Ummu Salamah pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: (doa di atas), maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut doa sebagaimana yang Rasulullah ﷺ perintahkan kepadaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu, yaitu Rasulullah ﷺ.” (HR. Muslim).
🔸Ummu Salamah juga berucap, “Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku mengatakan, ‘Siapa yang lebih baik dari Abu Salamah?’ Kemudian Allah memberikan petunjuk padaku untuk tetap mengucapkan bacaan tadi.” Ummu Salamah pun berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda pun akhirnya menjadi suamiku.” (HR. Muslim)
Sesuatu yang hilang dari kita karena musibah dan kita ikhlas serta tawakal maka yakin lah bahwa yang lebih baik akan datang sebagai gantinya,dengan membaca doa ini.
Semoga bermanfaat.
#sakit #doa sekarat #sakatatulmaut
#tauhid #talqin #talkin
##$$-aa-$$##


