Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhidAqidah

KASYFU SYUBHAAT #-5 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)

This entry is part 5 of 17 in the series Kasyfu_syubhat

Diterbitkan pertama kali pada: 19-Jun-2022 @ 19:29

4 menit membaca

*KASYFU SYUBHAAT* #-5 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
🎙️Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC, M.A
21 Dzulqaidah 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Tauhid Uluhiah inilah makna dari ucapan Laa Ilaha Illa Allah.

Makna Laa Ilaha Illa Allah adalah tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.

Inilah makna yang juga dipahami oleh kaum musyrikin Quraisy, bukan bermakna Allah Yang Maha Pencipta, Maha Pengatur Alam Semesta….

Mengucapkan Laa Ilaha Illa Allah tidak akan bermanfaat bila tidak dimaknai dan diyakini kebenarannya.

Hal ini dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari.

⏏️ *Syarat Laa Ilaha Illa Allah*

🔸1. Memaknai maknanya

فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَىٰكُمْ

Artinya: Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.
Qs Muhammad ayat 19

Allah berfirman,

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,
Qs Az zukhruf ayat 87

Hadits. Siapa yang meninggal dan mengucapkan serta mengerti makna Laa Ilaha Illa Allah maka akan masuk surga.
HR Muslim

من قال لا إله إلا اللهُ دخل الجنَّةَ

“barangsiapa yang mengatakan Laa ilaaha illallah pasti masuk surga”

maksudnya yaitu yang mengatakan “Laa ilaaha illallah” dengan memenuhi syarat-syaratnya.

🔸Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:

من قال « لا إله إلا الله » فأدَّى حقها وفرضها دخل الجنة

“barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah, lalu menunaikan hak dan kewajibannya (konsekuensinya), pasti akan masuk surga“.

Orang paling berbahagia di hari kiamat, adalah orang mengucapkan Laa Ilaha Illa Allah dengan ikhlas

🔸Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إٍلَهَ اٍلاَّ اللهُ مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّة

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dengan ikhlas dari hatinya, maka  ia (dijamin) masuk surga.” (HR. Ibnu Hibban)

Orang yang fasih ucapkan Laa Ilaha Illa Allah tapi ke dukun juga lancar berarti dia tidak memaknai dengan benar.

🔸Banyaknya orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan karena :
Tidak paham makna Ilah
Tidak paham masalah ibadah

➡️ *MAKNA LAA ILAHA ILLA ALLAH*

fokus pada makna Al Ilah.

🖍️1. Ahlu sunnah, membawa makna Al Ilah kepada makna ibadah yaitu Al Ilah = Al Ma’bud, yaitu yang disembah.

🖍️2. Ahlul Kalam, Al Ilah dibawa kepada makna Rububiyah. Syaikh Riztani.. Dan ulama2. Asya’irah.

A. Al Qadhir = yang mampu mencipta

B. Wajibul wujud = wujud harus ada. Ini mengikuti perkataan falasifah (orang-orang Yunani), yang kembali kepada kausa prima.

C. YANG tidak butuh kepada yang lain dan yang lain butuh kepada nya.

D. Al Ma’bud = yang disembah.

Makna dalam ABC diatas dinukil dalam buku antara lain Al Iji.

✅*Tiga makna ini melazimkan syirik itu hanya terbatas pada Rububiyah.* 🖍️

Misalnya kesalahan itu .. Silakan minta kepada Syaikh Abdul Qadhir Al Jilani tapi tidak meyakini Sebagai pencipta alam semesta dll maka tidak apa-apa..

Perkataan Ahmad Zainy Dahlan..
Yang membela orang yang meminta kepada Nabi selama tidak meyakini Nabi mempunyai Rububiyah dan Nabi Berhak diibadahi.

⛔Beliau berkata. Siapa yang tidak meyakini hanya Allah yang Maha Pencipta? Konsekuensi nya adalah tidak Ada orang yang syirik. ✖️

✖️Bahkan ada yang mengatakan meminta kepada wali-wali adalah tauhid. ⛔

Demikian juga ulama Syiah juga menyatakan hal semacam ini. Misal..

Ya Ali
Ya Husein

Sembuhkan sakit ku
Bayarkan hutang ku dst..

Ahlussunnah Wal jamaah membagi kesyirikan dalam Rububiyah dan Uluhiah.

➡️ *MAKNA LAA ILAHA ILLA ALLAH dari Ahlussunnah Wal jamaah*

membawa makna Al Ilah kepada makna ibadah yaitu Al Ilah = Al Ma’bud, yaitu yang disembah.

🖍️1. Bahasa, para ulama ahli bahasa seperti

Al Jauhari. 393H
Al Azhari 370H
Ibnu Faris 395H

Wazan Fi’al
Makna Maf’ul

Sehingga Al Ilah, makna Al Ma’luh = al Ma’bud.

🖍️2. Tafsir para salaf, yaitu para sahabat dan Tabiin

Ibnu Abbas mengatakan, “Kata الله (Allah) artinya yang memiliki sifat berhak diibadahi atas seluruh makhluk-Nya.”

Juga Qotadah

🖍️3. Perkataan para ahli tafsir

Ibnu Jarir Ath Thabari.. (Syaikh nya para ahli tafsir).

Az zamakhsyari.. (Mutazilah)

Tafsir Al Maturidi..

🖍️4. Dari sisi dalil

Penggunaan lafazh Al Ilah dalam nas-nas Al Qur’an

Allah berfirman,
وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَٰهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَٰهٌ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ

Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui QS Zukhruf ayat 84.

إِلَٰهٌ

Al Ma’bud..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَاۤ اِلٰهُكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰـهَ اِلَّا هُوَ ۗ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا

“Sungguh, Tuhanmu (yang berhak disembah) hanyalah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.””
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 98)

➡️ *IBADAH*

SECARA bahasa artinya dihinakan,
– jalan ditundukkan
– Abdun

✅ *Secara syari*

ketaatan disertai ketundukan
Perbuatan di puncak kerendahan

Ibadah itu contoh nya doa, sembelih, nazar, roja, sholat..

Banyak orang yang terjerumus kepada kesalahan dengan meminta hajat (misalnya kepada Syaikh Badawi, Syaikh Abdul Qadir Al Jilani)

Sementara kita dilarang berdoa kepada Malaikat yang sudah diberi kekuasaan misalnya Malaikat Maut, malaikat Mikail…

Orang-orang Syiah sering meminta kepada Ali, padahal saat Ali masih hidup, Ali tidak tahu kalau Abdullah bin Muljam berencana membunuh dirinya.

##$$-aa-$$##

Kasyfu_syubhat

KASYFU SYUBHAAT #-4 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu) KASYFU SYUBHAAT #-6 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?