KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 16 ORANG YANG LEMAH LEMBUT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #6 ORANG-ORANG YANG SABAR
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #02 : ORANG YANG BERTAUBAT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH-04
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 16 ORANG YANG LEMAH LEMBUT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #5 ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI TUNTUNAN NABI ﷺ
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #10 HAMBA YANG SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS
Diterbitkan pertama kali pada: 01-Jun-2024 @ 06:17
5 menit membaca*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 16 ORANG YANG LEMAH LEMBUT*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
24 Dzulqaidah 1445H/1 Juni 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Ustadz memulai dengan beberapa doa diantaranya dengan doa mohon ilmu yang bermanfaat..
اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَارْزُقْنِيْ عِلْماً تَنْفَعُنِيْ بِهِ
Allaahumman-fa’nii bimaa ‘allamtanii, wa ‘allimnii maa yanfa’unii, war-zuqnii ‘ilman tanfa’unii bih.
Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan rezekikanlah aku ilmu yang dengannya Engkau memberi manfaat kepadaku.
🔸Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim dengan lafaz.
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَالاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada selainnya”
❌Lembut bukan berarti lemah gemulai, lembut tapi tegas.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَللّٰهُ لَطِيْفٌ بِۢعِبَا دِهٖ
“Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya.”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 19)
🔹Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ
“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?” Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulallah!” Beliau menjawab: “(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin (tawadhu) , Layyin (lembut) , Qarib (dekat) , Sahl (mudah) .” (H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).
Hayyin, yaitu orang yang tawadhu, tidak sombong, tidak merasa angkuh, tidak ujub.
Layyin, lembut. Yaitu lembut dan tidak kasar.
Qarib, dekat dengan manusia. Artinya manusia merasa senang untuk mendekatinya. Karena jika ada orang yang takut ketika ingin mendekatinya. Jika ada orang yang manusia takut untuk mendekatinya karena keburukannya, maka orang ini termasuk orang yang paling keras sisksanya pada hari kiamat.
Sahl, mudah. Mudah didalam menagih hutang, mudah dalam membeli, mudah didalam menjual. Dia selalu berusaha memberikan kemudahan kepada manusia.
Masing-masing dari kita pasti berinteraksi.
✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai contoh maka Allah jadikan Rasulullah ﷺ lembut.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ
“Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 78)
Qalbu para sahabat pun lembut.
❌ Allah larang untuk bersikap kaku, keras, kasar.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159)
Rasul ﷺ banyak memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari.
❗Lembut tidak berarti tidak ber amar ma’ruf nahi munkar.
Contoh yang masyhur adalah kisah berikut..
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia berkata:
Ketika kami berada di dalam masjid bersama Rasulullah, tiba-tiba datang seorang badui. Lalu, ia (badui itu) kencing di dalam masjid.
Para sahabat berseru: “Tahan! Tahan!” Kemudian Rasulullah ﷺ berkata: “Janganlah kalian ganggu. Biarkanlah dia,” maka para sahabat membiarkannya sampai ia selesai kencing.
Selanjutnya, Rasulullah ﷺ memanggilnya seraya berkata:
إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لاَ تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلاَ الْقَذَرِ إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ الهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلاَةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak pantas dikenai sesuatu dari air kencing dan kotoran. Ia (dibangun) untuk dzikrullah, sholat dan membaca al Qur`an . . .
Apa reaksi Badui menyaksikan kelembutan Nabi ﷺ terhadap dirinya, berbeda dengan para sahabat yang tampak begitu geram, dia kagum dan berdo’a: “Ya Allah rahmatilah aku dan Muhamad dan jangan rahmati seorang pun selain kami berdua”.
Kemudian Nabi ﷺ mengingatkan orang ini dengan kelembutan. “Kenapa engkau menyempitkan sesuatu yang luas? Bukankah rahmat Allah itu luas?”.
HR Bukhari dan Muslim.
❗✅ Kalau ada orang tua yang bicara kepada anak dengan kata-kata – Nak ayah mau bicara tapi jangan marah ya – ini adalah indikasi adanya kedurhakaan anak.
Kelembutan ada pada sesuatu akan jadikan sesuatu itu indah.
Dan tanpa kelembutan sesuatu itu akan menjadi jelek.
✅ Lihatlah kisah kelembutan dalam amar ma’ruf nahi munkar.
Abu Umamah Radhiyallahu anhu bercerita, “Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi ﷺ seraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”.
Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, merekaberkata, “Diam kamu, diam!”.
Rasulullah ﷺ berkata, “Mendekatlah”. Pemuda tadi mendekati beliau dan duduk.
Rasulullah ﷺ bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”.
“Tidak demi Allah, wahai Rasul” sahut pemuda tersebut.
“Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika putri mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika bibi (dari jalur bapakmu) dizinai?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika bibi (dari jalur ibumu) dizinai?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”.
Lalu Rasulullah ﷺ meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata,
“Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya”.
Setelah kejadian tersebut, pemuda itu TIDAK PERNAH lagi tertarik untuk berbuat zina”. [HR. Ahmad, shahih]
Rasulullah ﷺ ajarin kita membuka dialog untuk membuka cara berfikir.
✅ Contoh ketegasan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata,
صَلَّى مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ الأَنْصَارِىُّ لأَصْحَابِهِ الْعِشَاءَ فَطَوَّلَ عَلَيْهِمْ فَانْصَرَفَ رَجُلٌ مِنَّا فَصَلَّى فَأُخْبِرَ مُعَاذٌ عَنْهُ فَقَالَ إِنَّهُ مُنَافِقٌ. فَلَمَّا بَلَغَ ذَلِكَ الرَّجُلَ دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْبَرَهُ مَا قَالَ مُعَاذٌ فَقَالَ لَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتُرِيدُ أَنْ تَكُونَ فَتَّانًا يَا مُعَاذُ إِذَا أَمَمْتَ النَّاسَ فَاقْرَأْ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا. وَسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى. وَاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ. وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى »
“Mu’adz bin Jabal Al-Anshari pernah memimpin shalat Isya. Ia pun memperpanjang bacaannya. Lantas ada seseorang di antara kami yang sengaja keluar dari jama’ah. Ia pun shalat sendirian. Mu’adz pun dikabarkan tentang keadaan orang tersebut. Mu’adz pun menyebutnya sebagai seorang munafik. Orang itu pun mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan pada beliau apa yang dikatakan oleh Mu’adz padanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menasehati Mu’adz, “Apakah engkau ingin membuat orang lari dari agama, wahai Mu’adz? Jika engkau mengimami orang-orang, bacalah surat Asy-Syams, Adh-Dhuha, Al-A’laa, Al-‘Alaq, atau Al-Lail.” (HR. Muslim)
✅ Juga kisah Usamah. Rasulullah shallallahu alaihi menegur Usamah yang tetap membunuh tawanan perang yang sudah bersyahadat..
✅ Nabi ﷺ pernah ditarik tangannya oleh seorang shahabiyah untuk jalan di lorong dan Rasul ﷺ melayani dengan kelembutan.
✅ Contoh lagi pada hadits Anas bin Mālik radhiyallāhu Ta’ala ‘anhu,
Tatkala Beliau sedang berjalan, tiba-tiba ada orang Arab Badui menarik selendang Beliau dengan keras sehingga ada bekas merah di leher Beliau. Setelah memberhentikan Nabi ﷺ dia berkata:
يا مُحَمَّدُ مُرْ لِي مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي عِنْدَكَ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ فَضَحِكَ ثُمَّ أَمَرَ لَهُ بِعَطَاءٍ
_”Wahai Muhammad, berikan kepadaku dari harta yang diberikan Allah padamu.”_
_Maka beliau menoleh kepadanya diiringi senyum serta menyuruh salah seorang sahabat untuk memberikan sesuatu kepadanya._
⛰️ Jadilah orang yang mengedepankan lemah lembut… Apalagi bila sudah sering duduk di majelis ilmu. Makin banyak ilmu harusnya lebih mudah untuk lemah lembut..
⛰️ Nabi shallallahu alaihi wasallam mendoakan pemimpin yang suka kasih sayang dan lemah lembut, dan kita semua adalah pemimpin.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
اللَّهُمَّ، مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه، وَمَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَرَفَقَ بهِمْ، فَارْفُقْ بهِ
“Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan dari umatku, lalu ia membuat susah umatku, maka susahkanlah dia. Dan siapa saja yang mengurusi urusan dari umatku, lalu ia sayang pada umatku, maka sayangilah ia.” (HR. Muslim)
⛰️Dalam hadits disebutkan apabila Allah kehendaki kebaikan pada keluarga, maka Allah akan masukkan kelembutan pada keluarga tersebut.
Semoga bermanfaat.
#salaf #lembut #sayang #tegas #amar #ma’ruf #nahimunkar #keluarga
##$$-aa-$$##

