BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#10 Syubhat #6
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#1
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#4
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#10 Syubhat #6
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#6 SYUBHAT-2: Tidak ada kebenaran Absolut
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7: Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
Diterbitkan pertama kali pada: 23-Jan-2022 @ 21:31
4 menit membacaBANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#10 Syubhat #6
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
21 Jumadil Akhir 1443
Da’i pluralis menyebarkan semua agama sama..
➡️ Syubhat 6 : SEMUA AGAMA BENAR
Dalil mereka..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107)
Mereka memahami dengan ayat ini semua agama benar.
Jalaluddin Rahmat berkata, “Kan ada ayat Al Qur’an yang berbunyi wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil alamin. Kami tidak mengutus engkau Muhammad kecuali untuk menebar kasih ke seluruh alam. Namun, sebelum sebelum sampai pada tahapan rahmatan lil alamin, kayaknya kita, kaum muslimin ini, mesti melewati dua tahapan sebelumnya. Tahapan pertama adalah lil mutamadzhibin (rahmat bagi penganut madzhab). Artinya, yang kita anggap mendapat rahmat dan akan masuk surga hanya madzhab tertentu saja seperti Ahlussunnah. Sementara yang lain dianggap tidak akan masuk surga. Lebih tinggi dari tahapan itu adalah rahmatan lil muslimin (ini juga salah) . Di sini, surga dianggap khusus bagi orang atau pengikut Islam. Tapi bagi saya, yang diinginkan Al Qur’an dari kita dan Nabi kita sangat sederhana : wama arsalnaaka illa rahmatan lil alamin.
⛔Sisi pendalilan JR : semua kebagian rahmat, artinya semua masuk surga.
Tahapan 1 : rahmat tidak terbatas kepada Ahlussunnah (artinya Syiah juga masuk surga)
Tahapan 2 : bukan yang beragama Islam saja yang masuk surga.
Tafsir seperti ini menyelisihi tafsir para ahli tafsir.
Menurut para ahli tafsir (Thabaei, Ibnu Katsir, Ar Razy, dst). Ada dua pendapat.
1️⃣ Rahmat ini hanya berlaku bagi orang yang taat,yaitu umat Islam.
2️⃣ Rahmat ini berlalu juga bagi orang kafir.
Maksudnya adalah orang-orang kafir tidak diadzab di dunia sebagaimana orang-orang kafir sebelumnya. (mayoritas ulama)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَا نَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَ مْطِرْ عَلَيْنَا حِجَا رَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
“Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.””
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 32)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)
🔸Ini di tafsirkan oleh para ulama adalah bentuk rahmat yang mereka dapat di dunia.
Ini pendapat Ath-Thabari..
🔸 Orang-orang kafir ahli dzimmah (tinggal di negeri Islam) dilindungi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala diantara sifatnya Ar Rahman Ar Rahim.
❗Diantara bantahan bahwa Rahmat Allah lebih luas daripada rahmat Nabi Muhammad ﷺ dan tidak melazimkan Fir’aun, Namrud masuk surga.
🔸 Dengan sikap tegas Nabi ﷺ, banyak orang kafir masuk Islam.
Banyak orang kafir yang tertawan dan lama-lama masuk Islam.
➡️ SYUBHAT 2 : Rasulullah ﷺ diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.
Yang bagi mau Imani Nabi yang akan dapat rahmat.
Diantara dalil mereka. Oleh ZM.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِ نَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
“Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”
(QS. An-Naml 27: Ayat 30)
Ini surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis.
ZM : “Basmalah dalam surat An-Naml ayat 30, ‘Sesungguhnya kitab dari Sulaiman. Dan sesungguhnya (Kitab) dengan Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Artinya, Nabi-Nabi dan umat-umat terdahulu telah menjadikan Basmalah sebagai landasan moral dan etis untuk membangun masyarakat yang harmonis dan toleran.”
BANTAHAN.
❗ Dia telah memotong ayat.
1️⃣ Ayat ada kelanjutan
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَ لَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ
“janganlah sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
(QS. An-Naml 27: Ayat 31)
Ini adalah ancaman menurut para ahli tafsir dan dipahami oleh Ratu Bilqis anak buahnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لُوْا نَحْنُ اُولُوْا قُوَّةٍ وَّاُولُوْا بَأْسٍ شَدِيْدٍ ۙ وَّا لْاَ مْرُ اِلَيْكِ فَا نْظُرِيْ مَا ذَا تَأْمُرِيْنَ
“Mereka menjawab, “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.””
(QS. An-Naml 27: Ayat 33)
➡️ SYUBHAT 3 :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تُجَا دِلُوْۤا اَهْلَ الْكِتٰبِ اِلَّا بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۖ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ
“Dan janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka. ”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 46)
Sisi pendalilan menurut pluralis.
1. Tidak boleh menyebut ahlukitab dengan kafir /sesat
2. Tidak boleh mengklaim kebenaran hanya terbatas kepada kaum muslimin.
Anis Masduki :” Perbedaan akidah diantara umat manusia adalah bagian dari skenario dan kehendak Allah m Dialah yang akan menghukuminya kelak di hari kiamat. Klaim kebenaran dan tindak penyesatan dengan demikian melampaui wewenang yang sesungguhnya hanya dimiliki Allah. Kita bisa melihat Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 62… Termasuk Al Ankabut ayat 6.
3. Ulil Abshar : Ayat tersebut adalah perintah untuk diskusi untuk kerjasama.
⛔ BANTAHAN
1️⃣ Ijma ulama ahli tafsir ayat ini bukan untuk pembenaran ahlu kitab.
2️⃣ Allah menyebut mereka ahlul kitab sebagai status identitas mereka bukan status keimanan mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَا رِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.”
(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 6)
3️⃣ Tafsir ayat ini ada tiga pendapat.
1. Jangan berdebat dengan orang-orang kafir dzimmi
2. Jangan berdebat dengan orang-orang kafir yang telah beriman
3. Ayat ini telah dimansukh
Artinya seluruh ahli tafsir menyatakan Bahwa tidak ada kebenaran pada ahli kitab.
4️⃣ Maksud ayat ini berdebat untuk menunjukkan kebenaran. Sebagaimana Nabi atau sahabat dengan ahlul kitab.
5️⃣ Berdebat dengan cara yang baik tidak melazimkan yang diajak berdebat diatas kebenaran.
Contoh.. Allah perintahkan Nabi Musa untuk diskusi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
“maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.””
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 44)
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


