This entry is part 24 of 25 in the series Tafsir Al A'raf

Diterbitkan pertama kali pada: 10-Okt-2021 @ 21:38

6 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL A’RAF#24: AYAT 181-193
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 4 Rabi’ul Awal 1443H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Kita lanjutkan..

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِمَّنْ خَلَقْنَاۤ اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِا لْحَـقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَ

“Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 181)

Tidak semua manusia memenuhi neraka Jahanam.
Dalam ayat ini yang dimaksud adalah umat Nabi Muhammad ﷺ.
Allah sedang memuji umat Nabi Muhammad ﷺ. Ada ulama yang berpendapat lain, ini umum.

Sampai akhir zaman akan ada senantiasa kelompok umat Muhammad ﷺ yang diatas kebenaran.

Sebelum hari kiamat, tinggal orang-orang yang buruk.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 182)

Istidraj, menggiring seseorang dari tingkatan satu ke tingkatan berikutnya. Di ayat ini ke tingkatan bawah. Dan mereka tidak sadar. Istidraj adalah ditambah kenikmatan tapi semakin jauh dari Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah), bahwa hal itu adalah ISTIDRAJ (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” HR Ahmad.

Inilah yang dialami oleh orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاُ مْلِيْ لَهُمْ ۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
“Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 183)

Allah tangguhkan kematian mereka. Bisa tiba-tiba. dalam suatu hadits, Rasulullah ﷺ bersabda

إن اللهَ ليُملي للظالمِ، حتّى إذا أخذه لم يفلتْهُ

“Sesungguhnya Allah akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim. Apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya.”

Allah hukum orang Istidraj di dunia juga.

Bisa jadi Allah biarkan dalam kebinasaan dan Allah hukum di akhirat.

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَـٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌۭ شَدِيدٌ
Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat dzalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. QS Hud ayat 102.

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَـٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍۢ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَـٰرُ
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. QS Ibrahim ayat 42

Ini terjadi bagi orang-orang yang menghina Islam.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوْا مَا بِصَا حِبِهِمْ مِّنْ جِنَّةٍ ۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ

“Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 184)

Ayat ini terkait orang-orang musyrikin Quraisy. Mereka menuduh Rasulullah ﷺ orang gila. Allah gunakan kata shahib, karena mereka sangat mengenal Nabi Muhammad ﷺ, kenal sejak kecil.
Mereka tahu bahwa Muhammad ﷺ tidak pernah bohong, selalu jujur.

Mereka menolak apa yang dibawa Rasulullah ﷺ dengan menjelek-jelekan Nabi Muhammad ﷺ. Memberi keraguan.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوَلَمْ يَنْظُرُوْا فِيْ مَلَـكُوْتِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ ۙ وَّاَنْ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنَ قَدِ اقْتَرَبَ اَجَلُهُمْ ۚ فَبِاَ يِّ حَدِيْثٍ ۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai?” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 185)

Semua yang mereka lihat tentang langit dan bumi dan semua ciptaan Allah menunjukan Allah itu Maha Esa.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَا دِيَ لَهٗ ۗ وَ يَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
“Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 186)

Kalau Allah sudah tetapkan sesat maka tidak ada yang dapat memberi hidayah.

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

“Barangsiapa yang Allah memberinya petunjuk, niscaya tidak ada yang akan menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan, niscaya tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepadanya.”

Allah membuat mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَسْئَـــلُوْنَكَ عَنِ السَّا عَةِ اَيَّا نَ مُرْسٰٮهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْ ۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَاۤ اِلَّا هُوَ ۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْــئَلُوْنَكَ كَاَ نَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّا سِ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu, kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 187)

Ayat ini adalah provokasi yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin Quraisy.
Ayat seperti ini banyak.

اَيَّا نَ مُرْسٰٮهَا

Kapan benar-benar terjadi.

Allah menyuruh Nabi untuk menjawab bahwa terjadi kiamat hanya Allah yang tahu.

Dalam hadits, ketika Jibril bertanya tentang hari kiamat.
“Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?” Nabi ﷺ menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”

Hari kiamat hari yang berat. Maknanya nya sangat berat, berat bagi makhluk.

Hari kiamat juga dinamakan Sa’ah yang artinya tiba-tiba.
Kebanyakan Manusia tidak tahu bahwa Yang mengetahui hari kiamat hanyalah Allah.

Sebagian orang menyangka ada yang tahu kapan terjadinya kiamat.

Mereka ingkari Hanya Allah Yang Tahu hari kiamat, dengan menganggap Rasulullah ﷺ tahu.

Maka bila ada orang yang berusaha menjelaskan hari kiamat maka ini batil. Contohnya seorang ulama yang menjelaskan umur umat Muhammad 1500 tahun. (Imam Suyuti Rahimahullah).

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَـفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَا سْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ  ۛ  وَمَا مَسَّنِيَ السُّۤوْءُ  ۛ  اِنْ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya/keburukan. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 188)

Jangankan hari kiamat, Nabi Muhammad ﷺ juga tidak tahu hal yang ghaib. Contoh sederhana adalah hilang nya kalung Aisyah.
Haditsul Ifki. Nabi ﷺ tidak mengetahui dimana kalung tersebut.

Ketika terjadi gerhana Rasulullah ﷺ ketakutan dikiranya akan terjadi kiamat.

Maka nya ada syair yang memuji bahwa Ilmu Nabi ﷺ mencakup Lauhul Mahfudz.. Ini adalah salah.

Nabi ﷺ tidak tahu kalau Khalid bin Walid akan beriman.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّـفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ اِلَيْهَا ۚ فَلَمَّا تَغَشّٰٮهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيْفًا فَمَرَّتْ بِهٖ ۚ فَلَمَّاۤ اَثْقَلَتْ دَّعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ اٰتَيْتَـنَا صَا لِحًا لَّـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
“Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu jiwa (Adam) dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 189)

Hawa diciptakan dari zat Adam. Dalam hadits disebutkan dari rusuk Nabi Adam.

Rasulullah ﷺ bersabda, Berilah nasihat yang baik pada perempuan karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok tersebut, maka dia akan patah. Namun jika kamu biarkan, maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para perempuan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah ciptakan Hawa, agar Adam tenteram bersama Hawa.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا

Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri.

📌 Kebahagian hakiki adalah bahagia dengan pasangannya.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمَا صَا لِحًـا جَعَلَا لَهٗ شُرَكَآءَ فِيْمَاۤ اٰتٰٮهُمَا ۚ فَتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
“Maka, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 190)

Ada riwayat yang shahih terkait kisah Hawa yang hamil dan Iblis menyuruh mereka memberi nama anak Abdul Haris (Nama Iblis sebelum durhaka).
Adam dan Hawa menolak, dan anak mereka meninggal.
Begitu juga kejadian berulang saat hamil kedua.

Saat hamil ketiga dan lahir mereka beri nama Abdul Haris dan selamat.

Inilah yang dimaksud Allah dengan menjadikan sekutu Allah.

Namun Hasan Al Bashri tidak sependapat dan maksud ayat ini umum. Keturunan Adam dan Hawa. Dan yang lakukan kesyirikan adalah turunan Adam dan Hawa.

Dan ini lebih kuat, yang dipilih Ibnu Katsir.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَيُشْرِكُوْنَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًـــا وَّهُمْ يُخْلَقُوْنَ 

“Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 191)

Allah gunakan dhamir jamak bukan hanya berdua (Adam dan Hawa).

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ لَهُمْ نَـصْرًا وَّلَاۤ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
“Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 192)

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَتَّبِعُوْكُمْ ۗ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ اَدَعَوْتُمُوْهُمْ اَمْ اَنْـتُمْ صٰمِتُوْنَ
“Dan jika kamu (wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 193)

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Tafsir Al A'raf

TAFSIR QS AL A’RAF#23: AYAT 174-180 TAFSIR QS AL A’RAF#25: AYAT 194-206
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?