This entry is part 5 of 25 in the series Tafsir Al A'raf

Diterbitkan pertama kali pada: 02-Mei-2021 @ 17:24

5 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 20 Ramadhan 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Kita lanjutkan…

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَا لَ ادْخُلُوْا فِيْۤ اُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ فِى النَّا رِ ۗ كُلَّمَا دَخَلَتْ اُمَّةٌ لَّعَنَتْ اُخْتَهَا ۗ حَتّٰۤى اِذَا ادَّا رَكُوْا فِيْهَا جَمِيْعًا ۙ قَا لَتْ اُخْرٰٮهُمْ لِاُ وْلٰٮهُمْ رَبَّنَا هٰۤؤُلَآ ءِ اَضَلُّوْنَا فَاٰ تِهِمْ عَذَا بًا ضِعْفًا مِّنَ النَّا رِ ۗ قَا لَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَّلٰـكِنْ لَّا تَعْلَمُوْنَ

“Allah berfirman, “Masuklah kalian ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kalian.

Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka.”

Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tapi kalian tidak mengetahui.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 38)

Allah gunakan ( قَا لَ ) fiil madhi, menunjukkan pasti terjadi.
Ini dalil bahwa para jin yang bermaksiat masuk neraka.
Dan kebaikannya jin baik akan masuk neraka

Dalam surat Ar Rahman, menggunakan kata berdua,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 13)

dan sebutkan nikmat surga. Berdua ini maksudnya manusia dan jin.

Disebut yang masuk neraka golongan terdahulu, maksudnya adalah:

1. para pembesar kemaksiatan..
2. Orang yang hidup sebelumnya

Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tapi kalian tidak mengetahui.””

Kalau orang yang menyesatkan akan dapat double itu jelas..

Lalu bagaimana dengan yang datang belakangan juga double? Ada dua penjelasan :

1. Meskipun mereka pengikut, ada juga yang ikuti..
2. Dari sisi punya dosa-dosa mengagungkan pembesar tersebut.. (taklid buta, tutup mata dari kebenaran dst).

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَتْ اُوْلٰٮهُمْ لِاُ خْرٰٮهُمْ فَمَا كَا نَ لَـكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوْقُوا الْعَذَا بَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ

“Dan orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka, rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kalian lakukan.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 39)

Yang masuk pertama akan mengejek kepada para pengikut. Sama-sama maksiat, sama-sama musyrik.

فَذُوْقُوا
Silakan cicipi… (ejekan).

Para pengikut itu ada dosa lain, ada nafsu duniawi.

Perdebatan tersebut tidak akan mengurangi siksaan mereka.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَا سْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَا بُ السَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَا طِ ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُجْرِمِيْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 40)

لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَا بُ السَّمَآءِ

➡️ tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, maksudnya:

1. Amal mereka tidak akan diterima
2. Rahmat Allah tidak akan turun kepada mereka
3. Seperti hadits Barra bin azyb… Ruh orang kafir bau busuk dan pintu langit tidak dibuka untunya.
4. Doa tidak diterima, tapi ini kurang kuat, karena ini konsekuensi Rububiyah Allah dan jadi istidraj.

Mereka tidak bakal masuk surga.. Onta tidak akan pernah masuk lubang jarum.. Ini sebagai ejekan.

Jarum saat itu lubang paling kecil. Itu syarat yang tidak mungkin terjadi.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَهُمْ مِّنْ جَهَـنَّمَ مِهَا دٌ وَّمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَا شٍ ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ
“Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 41)

مِهَا دٌ
Tempat tidur yang sudah disiapkan..

غَوَا شٍ
Selimut..

Allah gambarkan bahwa mereka akan diliputi oleh api seluruhnya.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَا نُـكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 42)

Siapa ciri penghuni surga, yaitu beriman dan beramal sholeh.

Ada sisipan.

Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya

Artinya masuk surga itu mudah..

Usaha yang mereka lakukan tidak berat.
Hanya yang sanggup dikerjakan sesuai kemampuan. Dan bukan kemampuan yang maksimal (Allah tidak gunakan kata juhda).

Ini ayat yang beri kita harapan.. Untuk masuk surga tidak harus sampai mati-matian.
Hanya kemampuan dalam kondisi lapang

Penghuni surga dan neraka akan saling melihat.

Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya,

Ini adalah pembatasan dan ejekan bagi orang-orang yang di neraka. Bahwa mereka yang d8 neraka akan kekal.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَ نْهٰرُ ۚ وَقَا لُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰٮنَا لِهٰذَا ۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَاۤ اَنْ هَدٰٮنَا اللّٰهُ ۚ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِا لْحَـقِّ ۗ وَنُوْدُوْۤا اَنْ تِلْكُمُ الْجَـنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami.

Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 43)

Kapan dendam dicabut?

Sebagian ulama, dilakukan di Qantarah, letak antara surga dan neraka tapi bukan shirath.

Di Qantarah ini ada qishash yang tersisa, karena sebelum shirath jiwa ingin qishash lebih besar, dan setelah lewat shirath lebih mudah memaafkan.

Penjelasan lain, sisa kedongkolan akan dihapus sebelum masuk surga supaya di surga akan menjadi lebih saling mencintai.

Masuk surga tidak ada penyakit hati sedikitpun.

Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami.

Orang-orang beriman tidak ujub, langsung sandarkan pujian kepada Allah

Maksudnya..
1. Allah yang tunjukkan kita beramal sholeh.
Seperti kata Rasulullah ﷺ saat menggali parit khandaq.. Bahwa amal sholeh itu atas petunjuk dari Allah.

2. Kami bisa masuk surga atas petunjuk Allah..

Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran

Mereka bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada para rasul.

وَنُوْدُوْۤا
Ada suara lantang seruan.. Sebagai pemuliaan..

1. Surga yang dijanjikan sejak di dunia
2. Surga di depan kalian

تِلْكُمُ الْجَـنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.

Allah gunakan kata warisan bukan pemberian..
Karena warisan adalah kepemilikan yang paling kuat. Beda dengan akad yang lain.

Warisan, penerima tidak perlu usaha, artinya masuk surga dengan mudah.

Ada pendapat, orang sudah ada kapling surga dan neraka. (hadits).

Kapling surga yang ditinggal penghuni neraka akan diambil penghuni surga.

Amal sholeh tidak sebanding dengan surga tapi amal itulah sebab masuk surga tapi amal tersebut bukan bayaran untuk surga yang sebanding.

Orang masuk surga dengan rahmat Allah, dan sebab rahmat Allah adalah amal sholeh kita.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Tafsir Al A'raf

TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37 TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?