KELAS UFA# Materi 34-35-36-37-38 : MODEL2 UJUB
- KELAS UFA#Materi 29-30-31-32-33 : BAHAYA UJUB
- KELAS UFA#Materi 25-26-27-28: RIYA TERSELUBUNG – UJUB
- KELAS UFA#Materi 1-2-3-4: MEMPELAJARI AMALAN HATI
- KELAS UFA#Materi 5-6-7-8-9 : Amalan Hati – IKLHAS
- KELAS UFA#Materi 10-11-12-13-14 : FAIDAH IKHLAS
- KELAS UFA# Materi 34-35-36-37-38 : MODEL2 UJUB
- KELAS UFA# Materi 39-40-41-42-43 : Tawakal
- KELAS UFA# Materi 44-45-46-47-48 : KEUTAMAAN TAWAKAL
- KELAS UFA# Materi 49-50-51-52-53 : HAKIKAT TAWAKAL
- Kelas UFA : Materi : 54-55-56 : TAWADHU & Tadabur-1
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Feb-2021 @ 21:24
7 menit membacaKelas UFA, pekan 8
➡️ Materi 34
Model-model ujub
Perbedaan riya dan ujub
Riya hanya berkaitan amalan sholeh
Ujub berkaitan amalan sholeh dan perkara dunia.
1️⃣. Ujub dengan nasab, Al Ghozali dalam Ihya Ulumuddin, dengan mengatakan ujub dengan nasab yang mulia sebagaimana ujubnya Al Hasyimiyah (ahlul bait).
Al Ghozali : sampai-sampai sebagian dari mereka menyangka bisa selamat dengan kemuliaan nasabnya, dan dengan selamatnya leluhur mereka, dia telah diampuni dosa-dosa nya.
Bani Hasyim adalah kabilah nya Rasulullah ﷺ.
Nasab Rasulullah ﷺ : Muharam bin Abdillah bin Abdul Muthalib bin Hasyim.
Sebagian mereka meyakini pasti masuk surga.
Sebagian dari mereka mengatakan nama nya emas meskipun dilemparkan ke kotoran tetap saja emas.
Oleh karenanya Nabi ﷺ mengingatkan putrinya, ”
يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِي مَا شِئْتِ مِنْ مَالِي لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا
“Wahai Fatimah putri Muhammad, mintalah dari harta kepadaku aku akan berikan kepada engkau , tetapi aku tidak dapat menolong engkau sama sekali .”
Nabi ﷺ juga berkata kepada pamannya, tantenya seperti Shafiyah,
“Wahai Shafiyah bibinya Rasulillah, Selamatkanlah dirimu. Aku tidak bisa menolong engkau sama sekali.”
Jadi tidak ada jaminan sama sekali bahwasanya keturunan Bani Hasyim pasti masuk surga.
Allah telah menjelaskan dalam kisah-kisah, kalau ada Nabi-Nya yang maksum, hanya Nabi nya saja, bagian atas dan bawahnya tidak terjamin.
Lihatlah bagaimana Nabi Ibrahim, bapaknya kafir, anak Nabi Nuh kafir, Nabi Yakub yang disebut dengan Israil, punya anak 12,punya cucu-cucu Bani Israil (Yahudi).
Nabi Ibrahim punya anak Ismail dan dari Ismail punya keturunan Quraisy. Tidak semua Quraisy masuk surga, Diantara Quraisy ada Abu Jahal, ada Abu Lahab, Umayyah bin Khallad yang semuanya dijamin masuk neraka.
Dalam Islam yang mulia adalah yang paling bertakwa,
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara kalian.
Nabi ﷺ berkata, “Semua kalian dari Adam dan Adam dari tanah,
لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ وَلاَ عَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ إِلاَّ بِالتَّقْوَى
tidak ada keistimewaan bagi orang ‘Arab di atas orang ‘Ajam (non ‘Arab), dan tidak keutamaan bagi orang ajam di atas orang arab, kecuali dengan takwa.
Maka, seseorang yang memiliki nasab yang baik, seperti nasab bani Hasyim, maka hendaknya dia mengiringkan dengan kesholehan,bila tidak maka akan percuma,
Maka Nabi ﷺ mengatakan, ”
ومن بطع به عمله لم يسرع به نفسه
“… Siapa yang lambat karena amalnya, hal itu tidak akan bermanfaat nasabnya yang tinggi.”
Seorang penyair berkata,” Sesungguhnya Islam telah mengangkat Salman (dari Persia) dan sebaliknya Abu Lahab (yang nasabnya tinggi) masuk neraka.”
Oleh karena nya tidak perlu membanggakan nasab kita, kita harus membuktikan dengan amal sholeh kita m
➡️ Materi 35 Ujub terhadap keindahan tubuh dan parasnya
2️⃣ Ujub model kedua, Al Ghozali berkata, Yaitu Ujub dengan badannya, indah tubuhnya, penampilannya, sehat dan kuat tubuhnya serta badan dan bentuk tubuhnya, serta indahnya paras serta bagus suaranya.
Seperti dalam hadits, “Ada seorang berjalan memakai dua pakaian yang indah kemudian ia ujub karena pakaian tersebut kemudian Allah benamkan dia dalam bumi.”
Penampilan dan paras yang cantik/tampan bisa membuat ujub, Allah bisa cabut setiap saat.
Seorang yang berkulit hitam bisa menjadi mulia, seperti Bilal bin Rabah tetapi Rasulullah ﷺ mendengar bunyi sandalnya di surga.
Demikian Ibnu Abbas pernah berkata kepada muridnya,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Inilah wanita berkulit hitam penghuni surga. ”
Dari penampilan dia mungkin kalah dengan yang kulit putih, dia masuk surga karena dia wanita yang sabar.
Demikian juga dalam hadits, ada seorang wanita berkulit hitam suka bersihkan kotoran di masjid, ketika dia meninggal, Rasulullah ﷺ tanya,” Mana si Fulanah, kok tidak kelihatan?” kata para sahabat, dia sudah meninggal.
Lalu Nabi Shallallahu’alaihiwasallam berkata,: “Kenapa kalian tidak memberitahu aku?. Para shahabat mungkin gak enak mau kasih tahu Nabi ﷺ, mungkin sudah malam. Kemudian Beliau berkata,: “Tunjukkan kepadaku kuburannya! ‘. Maka Beliau Shallallahu’alaihiwasallam mendatangi kuburan orang itu kemudian shalat untuknya.”
Sebagian orang yang punya duit kadang gaya dengan barang yang mahal dan merasa tinggi/hebat, dan menjadikan ujub yang mengantarkan kepada sombong.
Yang Allah nilai bukan barang brandednya tetapi syukur nya kepada Allah, Takwa nya kepada Allah.
Tidak semua orang bisa bertakwa dengan barang-barang yang mahal.
Yang Allah nilai adalah hatinya bukan penampilannya.
➡️ Materi 36
3️⃣ UJUB dengan kekuatan.
Seperti dihikayatkan pada kaum ‘Ad. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ (١٥)
Adapun kaum ‘Aad, maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” dan Apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) kami. (QS Fusshilat : 15)
Kaum ‘Ad ujub dengan kekuatannya dan menjadi sombong.
Nabi Hud menasihati kaumnya,
وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً
Ingatlah wahai kaum Ad atas nikmat yang Allah berikan kepada kalian, Allah jadikan kalian menempati bumi setelah kaum Nabi Nuh, dan Allah berikan kalian kelebihan dengan tubuh yang kuat.
Ini contoh orang yang ujub dengan kekuatan, kadang orang yang nge GYM memperlihatkan otot dengan baju yang ketat, supaya kelihatan kuat.
Seharusnya ngeGYM untuk sehat. Bisa saja Allah cabut sewaktu-waktu.
Segala yang Allah berikan kepada kita adalah amanah, kalau Allah berikan tubuh yang kuat ya untuk beribadah kepada Allah, untuk bantu Islam dan kaum muslimin.
4️⃣ Ujub dengan akal, kecerdasan.
Al-Ghozali rahimahullah berkata : “Ujub dengan akal, kecerdasan, kecerdikan, dan kepandaian terhadap perkara-perkara yang pelik dari kemaslahatan agama dan dunia. Buah dari ujub ini adalah keras kepala dengan pendapatnya dan meninggalkan musyawarah, dan membodoh-bodohkan orang-orang yang menyelisihinya dan menyelisihi pendapatnya. Juga menyebabkan kurangnya ia mendengarkan para ulama, berpaling dari mereka karena merasa sudah cukup dengan pendapat, akal sendiri, dan merendahkan mereka.
Ujub dengan merasa pintar, tahu ilmu sedikit tapi nyalahin para ulama, berani berfatwa tanpa lihat fatwa para ulama lain dsb.
Kadang ada orang yang bertanya kepada Ustadz, dan dia duduk dekat Ustadz maka dia yang menjawab, baru tahu ilmu sedikit tapi sudah sok tahu.
Obatnya adalah hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas akal/kecerdasan yang telah Allah anugerahkan kepadanya, dan hendaknya ia merenungkan bahwasanya bisa saja dengan penyakit yang sangat ringan menyerang otaknya maka bagaimana akhirnya iapun menjadi orang yang terganggu dan gila sehingga jadi bahan tertawaan, maka hendaknya ia tidak merasa aman bahwa akalnya bisa dihilangkan oleh Allah jika ia ujub dengan akalnya lantas tidak menjalankan konsekuensi rasa syukur atas anugerah akalnya tersebut.
Harus ingat, Allah bahwa Allah bisa cabut kecerdasan akalnya sewaktu-waktu. Kecerdasan akal harusnya disyukuri,untuk sumbangsih kepada Islam.
➡️ Materi 37
5️⃣:Ujub terhadap dengan yang banyak
Al-Ghozali rahimahullah berkata :
“Ujub dengan jumlah yang banyak, baik banyaknya anak, atau banyaknya pembantu, keluarga, kerabat, banyaknya penolong maupun banyaknya pengikut.
Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang kafir :
نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالا وَأَوْلادًا
“Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kalian)” (QS Saba’ : 35)
Sebagaimana juga yang dikatakan oleh kaum mukminin tatkala perang Hunain, dikatakan oleh seorang pasukan berkata, “Kita tidak akan kalah karena jumlah kita banyak”
Ini kebiasaan orang kafir bangga dengan banyak anak, banyak harta. Hati-hati dengan banyak pengikut.
Punya banyak pengikut seharusnya bersyukur, kalau kita bisa memberi ilmu kepada mereka maka pahala kita akan semakin banyak.
Jaman sekarang orang yang banyak pengikutnya ketika ada masalah hanya sedikit yang menolong.
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ
Jika ditiupkan sangkakala
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,
وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ
Lari dari ibunya, dari ayahnya
وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ
dari istri dan anak-anaknya.
Percuma, mereka tidak bisa menolongnya
Seharusnya orang bahwa jumlah yang banyak tidak menunjukkan apa-apa.
Oleh karenanya Nabi ﷺ mengatakan,
، والنبي و معه الرجل والرجلان والنبي ليس معه أحد
“dan seorang Nabi bersamanya seorang dan dua orang, dan ada Nabi yang tidak ada pengikutnya sama sekali …..”
6️⃣ Diantara model ujub : ujub dengan harta.
Al-Gozali rahimahullah berkata :
“Ujub dengan harta sebagaimana firman Allah tentang si pemiliki dua kebun yang berkata :
أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالا وَأَعَزُّ نَفَرًا (٣٤)
“Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat dari pada pengikutmu”
Kita harus akui menghormati seseorang dengan banyak harta.
Harta yang banyak membuat orang ujub dibantu dengan kondisi masyarakat.
Maka seorang jika diberi harta oleh Allah harus ingat bahwa harta tersebut ada pertanggungjawabannya.
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ
kemudian kalian pasti akan ditanya oleh Allah atas nikmat yang Allah berikan kepada kalian,diantaranya harta.
Dan Nabi ﷺ telah berkata,
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ … عَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَ فِيْمَا أَنْفَقَهُ
“Tidak bergeser 2 kaki seorang hamba pada hari Kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara …diantara nya tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan kemana dia habiskan.”
Maka seseorang yang banyak harta jangan ujub sebagaimana Qarun.
Sebagian orang berkata, Baru Jadi Orang Kaya, bisa jadi Ujub.. Ingatlah yang Allah nilai bukan harta tetapi hati kita.
➡️ Materi 38
7️⃣ Ujub dengan berafiliasi kepada para penguasa yang dzolim dan anak buah mereka.
Al-Ghozali rahimahullah berkata :
Ujub dengan afiliasi kepada para penguasa yang dzolim dan anak buah mereka bukan dengan afiliasi kepada agama dan ilmu. Ini merupakan puncak kebodohan.
Kalau pun kita dekat penguasa yang adil pun, tidak boleh ujub.
Bila kita dekat dengan penguasa tugas kita ada menasihati.
Nabi ﷺ berkata tentang kepemimpinan, ”
فإِنَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْىٌ وَنَدَامَةٌ
Bahwasanya kekuasaan tersebut kalau tidak bisa dijalankan dengan baik maka pada hari kiamat hanyalah akan menjadi kehinaan dan penyesalan.
Seorang yang jadi pejabat atau dekat dengan pejabat sejatinya lebih menjadi tugas yang berat dari pada untuk dibanggakan.
Dia digaji masyarakat, maka bila tidak jalankan tugas dengan baik maka terlalu banyak ancaman hadits-hadits Nabi ﷺ untuk orang seperti ini.
Benar bahwa bila dia bisa jalankan dengan baik maka dia akan mendapat pahala yang banyak.
Mereka menjabat hanya sebentar di dunia namun akan mempertanggungjawabkan dalam waktu yang sangat panjang mulai dari alam barzah, padang mahsyar dan seterusnya.
Maka orang yang punya jabatan bukan untuk ujub tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

