Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematik

KELAS UFA#Materi 25-26-27-28: RIYA TERSELUBUNG – UJUB

This entry is part 3 of 37 in the series kelasUF

Diterbitkan pertama kali pada: 19-Feb-2021 @ 21:23

5 menit membaca

Kelas UFA – PEKAN 6

➡️ MATERI 25

Riya terselubung
Pintu-pintu Riya yang samar, syetan punya rumus yang jitu.. Untuk menjerumuskan manusia.

Riya terselubung adalah nampaknya secara dhahir bukan riya tapi di balik itu ada riya yang samar.

Contoh.

Contoh 1. Menceritakan keburukan orang lain, padahal dibalik itu dia ingin orang lain menganggap dia tidak seperti itu.

Ibnu Taimiyyah menjelaskan hal ini ada dua dosa yaitu riya dan ghibah.

Walaupun tidak semua yang ghibah untuk riya.

Contoh 2. Seorang menceritakan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada dia, dan ini sebenarnya tidak mengapa.

{وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ}

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka sampaikanlah. (Adh-Dhuha: 11)

Kadang-kadang syetan masuk dan kita terpedaya, kita sebutkan nikmat-nikmat tersebut bukan untuk bersyukur tapi agar orang lain memuji kita sebagai orang yang sholeh dlk.

Contoh 3, Seorang memuji gurunya dengan pujian setinggi langit, dengan niat mendompleng gurunya, (dia ingin memuji dirinya sendiri)

➡️ MATERI 26

Contoh 4, seorang menunjukkan dirinya low profile (tawadhu), namun sejatinya dia sedang pencitraan.. (rendahkan diri untuk meninggikan mutu).

Nabi ﷺ mengatakan,
مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ

Barangsiapa yang tawadhu karena Allah..

Bukan karena pencitraan.

Contoh 5. Dai atau panitia.. Walaupun sebenarnya bagus karena sunnah tersebar tapi dibalik itu ingin memuji dirinya..

Karena saya Ustadz nya maka ramai….
Atau karena Saya lah panitia maka ramai…

Contoh yang, disebutkan Munawi dalam Faidhul Qadir. Tentang seorang yang menceritakan ketika ada yang menyelisihi dia maka celaka..
Padahal kita tidak tahu pasti kenapa dia celaka (bisa jadi sebab lain).

Bahkan Munawi menyebutkan betapa banyak orang yang ingin membunuh (memaki) Nabi pada akhirnya dapat hidayah.

الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3)

Allah bercerita dalam surat Ar Rum, dalam peperangan antara Persia dan Romawi. Awalnya Romawi kalah kemudian menang, lalu apakah Romawi adalah wali-wali Allah? Tentu tidak… Mungkin kedzaliman Persia lebih dari pada kedzaliman Romawi (Satunya Penyembah api dan satunya Penyembah Nabi) sama-sama musyrik.

Kalau ada orang yang menyelisihi kita kemudian meninggal harusnya kita sedih dan mengatakan, Semoga Allah mengampuni dia, karena dia tidak mengerti.

Contoh 6, Poligami, bukan untuk syiar tapi hanya pamer..

Seharusnya kita waspada akan bisikan iblis dan syetan.

Ini adalah untuk diri kita sendiri bukan untuk menghukumi/menuduh orang lain. Nabi saja tidak membicarakan niat orang-orang munafik seperti dikatakan, Hukumlah seseorang sesuai dengan dhahir nya dan serahkan niatnya kepada Allah.

➡️ MATERI 27

Penyakit hati : UJUB

1. Ujub dan riya sama-sama lawan dari dari ikhlas, berarti dia tidak ikhlas,
2. Sama-sama menggugurkan pahala
3. Sama-sama merupakan syirik kecil
4. Sama-sama menyebabkan masuk neraka Jahanam.

Kita harus lari dari riya dan ujub, sebagian orang selamat dari riya tapi terjatuh pada ujub. Sebagian orang selamat dari ujub tetapi terjatuh dalam riya.

Makna ujub,
➡️Secara bahasa, kembali ke kamus2 bahasa Arab, makanya mirip dengan al kibr, artinya kesombongan.., sesuatu yang memungkinkan tarafu’ (ketinggian), merasa tinggi dalam dirinya.

➡️Secara istilah, seperti dikatakan oleh Al Jurjaany, Ujub adalah seorang yang merasa berhak untuk mendapatkan suatu kedudukan, padahal dia tidak berhak mendapatkan kedudukan tersebut.

➡️Al Ghozali berkata, ujub adalah menganggap hebat nikmat yang ada pada dirinya dan merasa tenang dengan nikmat tersebut sementara dia lupa untuk menyandarkannya kepada Allah yang telah memberi karunia tersebut.

➡️Ibnu Taimiyyah, ujub adalah engkau merasa bahwa keberhasilanmu adalah sebab dirimu,yaitu bukan semata-mata hanya Allah yang membuat engkau berhasil tetapi juga kelebihan dirimu juga membantumu untuk membuat engkau berhasil.

Kemudian Ibnu Taimiyyah melanjutkan, riya yaitu mensekutukan Allah dengan selain Allah yaitu berharap pahala dari Allah sekaligus mengharap pujian dari manusia.
➡️Adapun ujub, mensekutukan Allah dengan diri kita, seakan-akan keberhasilan yang kita peroleh adalah karena diri kita, seakan-akan meletakkan posisi kita dengan kerja sama dengan Allah yang membuat kita berhasil. Di sinilah nilai ujub syirik kecil karena menyandingkan diri sendiri (kelebihan) dengan Allah, padahal keberhasilan kita adalah murni dari Allah….

Berusaha adalah sebab namun akibat yang menentukan adalah Allah.

Betapa banyak orang yang lebih cerdas dari kita namun hidupnya tidak senikmat kita.

Ujub juga terkait masalah agama, keberhasilan agama juga karena Allah..

Contoh ucapan ujub, Kalau bukan karena saya….

Ibnu Taimiyyah mengatakan orang yang riya tidak mewujudkan firman Allah,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ

Hanya kepada Engkaulah kami beribadah..
Tidak butuh pujian dari orang lain.

Adapun ujub, dia tidak mewujudkan

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Yaitu kita harus menyadari bahwa keberhasilan dunia dan agama, semuanya murni karena pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika kita merasa punya andil dalam keberhasilan tersebut maka sesungguhnya kita tidak mewujudkan firman Allah.

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

➡️ MATERI 28

Setelah paham makna ujub secara istilah, kita bisa paham perkataan Al Jurjany tentang ujub, yaitu seorang telah mencapai suatu kedudukan padahal dia tidak berhak untuk mendapatkannya.
Karena semuanya dari Allah.

Sama seperti perkataan Al Ghozali, merasa karunia yang dia miliki luar biasa dan dia lupa menyandarkannya kepada Allah.

❗Perbedaan mendasar antara riya dan ujub.

1️⃣ Riya, kesyirikan berkaitan dengan mensekutukan Allah dengan orang lain (harap pahala dari Allah sekaligus pujian manusia)
Adapun ujub, kesyirikan nya berkaitan dengan diri kita sendiri. Yaitu menyandingkan diri kita bersama Allah dalam menentukan keberhasilan kita.

2️⃣ Riya hanya berkaitan dengan masalah agama (amalan sholeh) , tidak ada masalah dunia
Ujub, berkaitan dengan masalah dunia (cerdas dll) maupun agama.

3️⃣ Riya berkaitan dengan syirik Al Uluhiyah, adapun Ujub berkaitan dengan tauhid Ar Rububiyah, yaitu dalam masalah Al Isti’anah,yaitu meyakini bukan hanya Allah yang menolong kita tapi nyatakan kita bersama Allah menentukan keberhasilan kita.

❓Apakah ujub sama dengan sombong?
Ujub adalah sarana yang mengantarkan kepada kesombongan.

Ibnu Qudamah mengatakan, “ketahuilah bahwasanya ujub itu mengantarkan kepada kesombongan, karena ujub adalah salah satu sebab kesombongan, ujub melahirkan kesombongan. Tidak semua orang ujub sombong. Ketika mulai merendahkan orang lain itulah sombong.

Oleh karenanya ketika Nabi ﷺ ditanya apa itu kibr, maka Nabi ﷺ menjawab, ”

غَمْطُ النَّاسِ

“merendahkan orang lain.”

Sombong dipastikan dia ujub.

Abu Wahab Al Marwasy berkata,” Aku bertanya kepada Ibnul Mubarok – apa itu kesombongan? Maka Ibnul Mubarok berkata, engkau merendahkan orang lain.
Kemudian aku bertanya tentang Ujub, maka dia menjawab, Ujub adalah engkau melihat sesuatu pada dirimu yang tidak dimiliki oleh orang lain”.

Ujub dan sombong, keduanya sangat berbahaya..

kelasUF

KELAS UFA#Materi 29-30-31-32-33 : BAHAYA UJUB KELAS UFA#Materi 1-2-3-4: MEMPELAJARI AMALAN HATI
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?