Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematik

KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-5

This entry is part 5 of 12 in the series Kaidah Kehidupan Dalam AlQuran

Diterbitkan pertama kali pada: 20-Nov-2020 @ 10:37

6 menit membaca

📖 KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-5
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 4 Rabi’ul Akhir 1442H

Kaidah 15-18.

➡️ Kaidah ke#15 Kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa.

Allah ﷻ berfirman,

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ إِنَّ ٱلْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; Allah akan kuasakan kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. Qs Al A’raf : 128

Ini nasihat Nabi Musa kepada kaumnya yang tertindas.
Kita harus sabar dan takwa, dan yakin bahwa di ujungnya ada kebahagiaan.

Allah ﷻ menceritakan kisah Qarun,

تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّۭا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًۭا ۚ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Qs Al qashash : 83

Sudah menjadi istilah bahwa harta yang ditemukan harta menjadi harta karun.

Ini kaidah ingatkan kita hendaknya sabar dalam ujian kehidupan, hadapi dengan takwa, yang ujungnya pasti indah.

Kaidah ini, yang jadi patokan adalah keumuman lafazh, bukan kekhususan sebab.

Allah sebutkan banyak contoh dalam Al Qur’an.
Misalnya kisah Nabi Yusuf yang banyak ujian dan beliau hadapi dengan sabar dan takwa.

❗Yang penting proses

Bani Israil disiksa ribuan tahun dan mereka lolos setelah Nabi Musa ajarkan ketakwaan dan kesabaran.

Janji baik itu hanya bagi orang-orang yang bertakwa. Jangan hiraukan dengan cercaan, celaan yang banyak dari manusia.

Bersusah-susah dahulu (dengan ketakwaan), bersenang-senang kemudian.

Kisah Ibnu Taimiyyah mengajak para raja untuk melawan serangan pasukan TarTar yang saat sangat kuat, dan Ibnu Taimiyyah memberi semangat para raja dengan ayat ini, dan Allah berikan hasil yang baik bagi kaum muslimin,berhasil usir Tartar.

Kebanyakan orang gugur dalam ujian, tidak bisa bertakwa dalam ujian.

➡️ Kaidah ke#16 Tidak sama antara yang buruk dan yang baik..

Allah ﷻ berfirman,

قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah (Wahai Muhammad) : “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan”. QS Al Maidah : 100.

لِيَمِيزَ ٱللَّهُ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ ٱلْخَبِيثَ بَعْضَهُۥ عَلَىٰ بَعْضٍۢ فَيَرْكُمَهُۥ جَمِيعًۭا فَيَجْعَلَهُۥ فِى جَهَنَّمَ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. Qs Al Anfal : 37

Ini kaidah yang penting, agar kita tidak terpedaya dengan jumlah yang banyak tapi buruk.
Ayat ini menuntut kita untuk menuntut ilmu sebagai barometer yang baik dan yang buruk.

Diantaranya kita seringkali terpedaya dengan keuntungan yang banyak tapi haram.
Jiwa diciptakan untuk cinta harta.

Allah juga ingatkan dalam banyak ayat,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, Qs Al Baqarah : 168

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, Qs Al Mukminun ayat 51.

Rasulullah ﷺ bersabda,

يا معشر التجار إن الشيطان والإثم يحضران البيع فشوبوا بيعكم بالصدقة

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa hadir dalam jual-beli. Maka iringilah jual-belimu dengan banyak bersedekah” (HR. Tirmidzi 1208, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”)

Padahal ini jual beli halal,yang mungkin sedikit ada bohong, sedikit sembunyikan aib.. Maka iringi jual beli dengan sedekah.

Untung besar tapi ada riba maka juga tidak berkah, Allah berfirman,

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Seorang Dai bila berdakwah harus dengan cara yang syar’i, bukan cari jumlah pengikut yang banyak, sampai halalkan yang haram dan haramkan yang halal, syirik dibilang tauhid, sunnah dibilang bid’ah. Jangan ikuti maunya jamaah yang banyak.

Allah berfirman,

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Al-An’am/6:116]

➡️ Kaidah ke#17 Pekerja profesional adalah yang kuat dan dipercaya

Allah berfirman,

إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُ

Sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”
Qs Al Qashash :26

Ini adalah perkataan putri Nabi Syuaib, berkaitan dengan kisah Nabi Musa, setelah keluar dari Mesir dan menuju Madyan, dalam keadaan lapar, di tempat ambil air.. Dan Musa menolong dua orang perempuan, tanpa diminta.

فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa,

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.”

QS. Al-Qasas : 24

Bagaimana tahu putri Nabi Syuaib bahwa Nabi Musa kuat dan amanah?

1️⃣. Kuat : saat Nabi Musa sendirian buka tutup sumur yang biasanya dibuka oleh 8 – 10 orang

2️⃣. Amanah, karena Nabi Musa saat diajak ke rumah Nabi Syuaib, memilih jalan di depan kedua wanita tersebut, dan Nabi Musa jaga pandangan dan tidak ngobrol. Bila jalan ke kanan maka wanita itu hanya lempar kerikil ke kanan dst.

Makna :

Kuat : kuat fisik, mental, ilmu
Amanah : takwa kepada Allah, tidak curang, tidak Khianat.

Ini adalah dua syarat dalam menjalankan aktifitas.

Allah sebutkan kata kuat dan amanah, dalam Al Qur’an di ayat yang lain..

➡️ Saat Nabi Sulaiman ingin pindahkan singgasana ratu Balqis,

قَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُا۟ أَيُّكُمْ يَأْتِينِى بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِى مُسْلِمِينَ
Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.
Qs An-Naml : 38

Maka Ifrid (yang paling kuat) berkata

{أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ}

Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepada­mu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. (An-Naml: 39)

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah sebelum Nabi Sulaiman bangkit meninggalkan majelisnya. Mujahid mengatakan, dari tempat duduknya. As-Saddi dan lain-lainnya mengatakan bahwa Sulaiman ‘alaihissalam biasa duduk di majelisnya untuk melakukan peradilan dan keputusan hukum di antara orang-orang, juga untuk memberi makan mulai dari permulaan siang hari hingga matahari tergelincir.

{وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ}

sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. (An-Naml: 39)

Dalam ayat lain, dalam urusan menyampaikan amanah, Allah sifati Jibril sebagai yang kuat dan amanah.

➡️ Allah berfirman,

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21)

sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman'(Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Qs At Takwir :19-21.

➡️ Kisah Nabi Yusuf

{وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ (54) قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الأرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ (55) }

Dan raja berkata, “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat kepadaku.” Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata, “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami.” Berkata Yusuf, “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” Qs Yusuf : 54-55.

إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.

Ini adalah kekuatan (ilmu).

Terkumpul pada Nabi Yusuf kekuatan dan amanah,

Namun menurut Ibnu Taimiyyah, susah kumpulkan dua hal ini pada satu orang.
Bila susah dijumpai, maka pilihan jatuh pada yang lebih maslahat. Ini juga perkataan Imam Ahmad bin Hambal.

Dalam perang, diutamakan yang kuat.
Kekuatan untuk kaum muslimin
Kefajirannya untuk dirinya sendiri…

➡️ Kaidah ke#18 Rencana buruk akan kembali kepada perencananya.

{وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَهُمْ نَذِيرٌ لَيَكُونُنَّ أَهْدَى مِنْ إِحْدَى الأمَمِ فَلَمَّا جَاءَهُمْ نَذِيرٌ مَا زَادَهُمْ إِلا نُفُورًا (42) اسْتِكْبَارًا فِي الأرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ وَلا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلا بِأَهْلِهِ فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلا سُنَّةَ الأوَّلِينَ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَحْوِيلا (43) }

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat.

➡️Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.

Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.
Qs Al Fathir : 42-43.

Walaupun awalnya indah…
Walaupun Allah tidak langsung menghukumnya di ujungnya.

Yang susah adalah orang yang tidak merasa kalau dia berbuat buruk,dzalim kepada orang lain.
Kalau hukumannya tidak di dunia maka di akhirat lah hukumannya.
Ingat ada Allah..

⛔ INGAT, jangan membuat makar yang buruk, akan kembali kepada kita sendiri.

Allah sebutkan dalam Al Qur’an,

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ ٱللَّهُ ۖ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلْمَـٰكِرِينَ
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat makar (tipu daya) dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas makar/tipu daya. Qs Al Anfal : 30.

Dan Quraisy akhirnya dikuasai dalam Fathu Makkah.

✳️✔️Semoga bermanfaat :

1. Kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa.
2. Tidak sama antara yang buruk dan yang baik
3. Pekerja profesional adalah yang kuat dan dipercaya.
4. Rencana buruk akan kembali kepada perencananya

##$$-aa-$$##

Kaidah Kehidupan Dalam AlQuran

KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-4 KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-6
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?