Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #5 Adab Tidur
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB #1
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB #2 (Minta izin)
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB #3 Adab Makan
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB #4 Adab Berbicara
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #5 Adab Tidur
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #6 Adab Bersin
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #7 Adab Menguap
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #8 Adab Bermajelis
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #9 ADAB DI JALAN
- Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #10 – Adab Berpakaian
Diterbitkan pertama kali pada: 07-Sep-2020 @ 09:59
11 menit membacaSyarah Kitab 10 Adab : #5 Adab Tidur
(Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Hamad Al ‘Ushaimiy)
Ustadz Dr Abdullah Roy, Lc M.A
18 Muharam 1442H
Tidur adalah nikmat besar dan tanda kekuasaan dari Allah.
Faidah istirahat dengan cara tidur:
1. Menjadi pemenang
2. Memacu kreativitas
3. Tingkatkan memori
4. Pertajam fokus atau perhatian
5. Mengurangi peradangan
6. Memiliki berat badan yang sehat
Dan banyak manfaat. Kalau ingin tahu berapa besar nikmat tidur, yaitu dengan melihat orang-orang yang tidak bisa tidur (mereka gelisah, mungkin harus pakai obat penenang dll)
Allah berfirman :
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
Qs Ar Rum ayat 23.
Dijadikan kita ngantuk adalah nikmat dari Allah. Orang yang tidak bisa ngantuk adalah orang yang sudah rusak syaraf ngantuknya.
Allahlah yang lebih tahu akan kebutuhan makhluk-Nya, dan telah mengutus Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam menjelaskan aturan dan caranya.
Syariat Allah itu pasti ada kebaikan baik yang hikmahnya diketahui ataupun tidak.
Kelima : kalau engkau mendatangi tidurmu maka berwudhulah, dan tidurlah di atas bagian kananmu, bacalah ayat kursi sekali, kumpulkan media telapak tanganmu dan bacalah Al Mu’awwidzataini, kemudian tiuplah pada keduanya, dan usaplah dengan kedua telapak tanganmu apa yang engkau mampu dari badanmu, engkau lakukan tiga kali.
Kalau Diringkas Ada 4 poin :
1. Disunnahkan Wudhu
2. Disunnahkan miring ke kanan
3. Baca ayat kursi
4. Membaca Al Ikhlas dan Al Mu’awwidzataini
أذا أتيت مضجعك فتوضا
Kalau engkau ingin mendatangi tempat tidur (madhji’= yang orang Arab pahami adalah tempat tidur malam hari, kalau siang (Qailulah) tidak tetap tempatnya bisa di toko, padang pasir sesuai dengan pekerjaannya), maka berwudhulah (sunnah sebelum tidur dalam keadaan suci).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ؛ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ
“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh haram kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.
Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu, sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
Qs Az Zumar ayat 42.
Kita harus usahakan untuk amalan tidur..
Biasakan diri untuk wudhu, ikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan berbaring miring badan ke kanan. Bila kita meninggal maka kita dalam keadaan fitrah, husnul khatimah…
Disunnahkan miring ke kanan
عن حذيفة رضي الله عنه قال : (كان صلى الله عليه وسلم إذا أخذ مضجعه من الليل وضع يده تحت خدّه)
“Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Apabila Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya’.” (HR. Al-Bukhari)
Dalam hadits yang lain,
وروى أبو داود في سننه مِن حَدِيثِ حَفصَةَ رضي اللهُ عنها: “أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم إِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْقُدَ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى تَحْتَ خَدِّهِ، ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
Dari Hafshah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ingin tidur beliau meletakkan telapak tangan kanannya di bawah pipi beliau kemudian mengucapkan: Ya Allah jagalah aku dari adzabMu di hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu (HR. Abu Dawud)
Manfaat Tidur Miring Sebelah Kanan yang Wajib Diketahui
Para ilmuwan kedokteran modern telah meneliti dan menemukan bahwa tidur miring ke kanan sangat baik bagi kinerja organ tubuh manusia.
Berikut ulasannya.
Menjaga Kesehatan Paru-paru
Ternyata, paru-paru kita sebelah kiri lebih kecil daripada paru-paru sebelah kanan, tidur miring ke kanan membuat jantung condong ke sebelah kanan dan ini tidak jadi masalah karena paru-paru kanan kita lebih besar. Namun apabila posisi tidur kita menghadap ke kiri jantung akan menekan paru-paru sebelah kiri yang berukuran kecil dan ini sangat tidak bagus bagi kesehatan paru-paru.
Melancarkan Buang Air Besar
Tidur dengan posisi menghadap ke samping kanan akan membuat usus besar sigmoid yang letaknya tepat sebelum anus mengalami proses pengisian lebih cepat dan setelah penuh akan merangsang gerak usus besar yang diikuti dengan relaksasi otot anus sehingga memudahkan kita buang air besar.
Meningkatkan Penyerapan Gizi
Pada saat kita tidur, pergerakan usus akan meningkat. Posisi tidur miring ke sebelah kanan membuat perjalanan makanan pada saat proses pencernaan akan lebih lama karena posisi usus halus sampai usus besar berada dibawah. Nutrisi makanan akan terserap secara maksimal pada saat kita tidur.
Mengistirahatkan Kaki Kiri
Saat beraktifitas sehari-hari kebanyakan orang menggunakan kaki kanan, dan kaki kiri bertugas sebagai penyeimbang dan tumpuan beban sehingga saat lelah kaki kiri akan merasakan pegal-pegal. Dengan posisi tidur menghadap ke kanan maka vena kaki sebelah kiri akan lebih mudah dikosongkan sehingga rasa kelelahan dan pegal-pegal segera pulih kembali.
Ibnulqayyim: orang yang tidur hadap kanan, maka akan cepat tidur dan mudah bangun.
Miring kanan adalah di awal, yang penting, karena setelah tidur kita sudah diluar kemampuan kita.
Ada selanjutnya adalah baca ayat Kursi.
Dinamakan ayat kursi karena di ayat ini disebutkan kata kursi. Dan Hendaknya kita memahami maknanya.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar
Qs Al Baqarah ayat 255.
Hal ini sesuai dengan hadits berikut ini :
Kisah Abu Hurairah dengan syaithan saat jaga barang zakat, di dalamnya syaithan berkata: Kalau engkau mau ke tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi, maka akan senantiasa bersamamu malaikat yang dikirim Allah untuk menjagamu, dan syaithan tidak akan mendekatimu sampai pagi. Maka Nabi bersabda: Dia kali ini jujur kepadamu dan dia adalah pendusta (HR. Al Bukhari)
Ayat kursi mengandung nama-nama Allah, Kekuasaan Allah, syafaat..
4. Membaca Al Ikhlash dan Al Mu’awwidzatain
Dikumpulkan kedua telapak tangan seperti saat berdoa, berdempetan. Baca surat Al Ikhlas dan
Al Mu’awwidzatain – 2 surat yang melindungi yaitu Al Falaq dan An Naas).
Kemudian Ditiup dengan sedikit ludah
Sampai anggota badan yang terjangkau, dengan tangannya tanpa takalluf
3 kali (mengumpulkan kedua tangan, qiraah, dan mengusap) – sesuai kemampuan.
Bisa dalam keadaan duduk atau berbaring
Dalilnya adalah hadits dari Aisyah radhiyallahu anha..
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa: Dahulu Nabi apabila mendatangi tempat tidur beliau setiap malam, mengumpulkan kedua telapak tangan beliau kemudian meniup keduanya. Beliau membaca pada keduanya: …kemudian mengusap dengan keduanya apa yang beliau mampu dari jasad beliau, memulai dengan kepala dan wajah beliau, kemudian anggota badan lain, beliau lakukan tiga kali (HR. Bukhari)
Kepala = ubun2 sampai tengkuk.
Adab-adab lain ketika tidur
1. Niat tidur untuk ibadah – segar badan untuk amalkan ibadah (termasuk cari nafkah).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan
2. Niat untuk shalat malam dan shalat subuh.
Shalat malam bisa 30 menits sebelum subuh.. Walaupun sudah niat tapi ketiduran maka tetap dapat pahala.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Setan mengikat di tengkuk kepala kalian saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu masih panjang, tidurlah yang nyenyak!’
Apabila dia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas. Apabila dia berwudhu, satu ikatan lagi akan lepas. Dan apabila dia shalat, satu ikatan lepas lagi. Sehingga di pagi hari dia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang lapang. Namun jika dia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan dia menjadi malas.” (HR. Bukhari 1142 & Muslim 1855).
Orang yang biasa shalat malam maka pagi akan lebih fresh.
3. Sebelum tidur Muhasabah diri.
Apakah hari ini sudah banyak amal sholeh atau banyak lakukan dosa. Perbanyak istighfar sebelum tidur.
4. Membersihkan hati – berusaha sebelum tidur hati bersih tidak ada dendam, dengki, suudzon kepada saudara kita.
Ada kisah Sahabat yang punya keutamaan yang besar – setelah diteliti ternyata sahabat tersebut tidak ada dendam, dengki, suudzon kepada orang lain.
5. Tidur dengan cepat karena malam Allah jadikan untuk istirahat.
Orang yang begadang di malam hari akan berpengaruh kurang baik pada paru-paru kita.
Nabi shallallahu alaihi wasallam selalu tidur cepetan kecuali ada hajat misalnya urusan umat, murojaah, menuntut ilmu atau ada tamu.
Setelah Isya sunnah nya tidur, tidak banyak bicara.
Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)
Tidak begadang kecuali untuk ilmu, tamu, keluarga dll. Supaya cepat bangun dan semangat di esok hari.
6. Mematikan lampu, menutup bejana dan menutup pintu.
Dalam hadits disebutkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Hendaklah kalian memadamkam lampu-lampu di malam hari apabila hendak tidur..“
Muttafaqun Alaihi dari Jabir.
Lampu yang dimaksud adalah yang dikamar, hikmahnya setelah diteliti adalah badan lebih sehat bila dalam keadaan gelap.
Juga jaman dahulu kuatir terjadi kebakaran.
7. Dan juga dan pintu-pintu rumah kita. Untuk jaga malam.
8. Menutup bejana2, yang mungkin berisi makanan atau minuman.
Islam ajarkan kebersihan..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika masuk awal malam –atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup” (HR. Al-Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012)
Dan dalam riwayat Ahmad
“tutuplah bejana-bejana dan tempat minum kalian. Serta matikanlah lampu-lampu ketika hendak tidur. Karena fuwaisiqoh (binatang kecil, seperti cicak, tokek, dll) terkadang menyenggol sumbu dan bisa membakar rumah. Dan tahanlah anak-anak kalian (di rumah) ketika sore hari karena jin bertebaran ketika itu dan terkadang menculiknya”
Bisa membakar isi rumah termasuk anggota keluarga.
Juga dalam riwayat Ahmad :
أَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ بِاللَّيْلِ وَأَطْفِئُوا السُّرُجَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهِ بِعُودٍ
“tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya”
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’/penyakit turun di pada malam itu. Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim)
9. Berwudhu ketika junub.
Lebih lagi adalah mandi.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهْوَ جُنُبٌ ، غَسَلَ فَرْجَهُ ، وَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa jika dalam keadaan junub dan hendak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari ).
‘Aisyah pernah ditanya oleh ‘Abdullah bin Abu Qois mengenai keadaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,
كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِى الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَمْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ. قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى جَعَلَ فِى الأَمْرِ سَعَةً.
“Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?”
Aisyah menjawab, “Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.”
‘Abdullah bin Abu Qois berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang/luas.” (HR. Muslim).
10. Membersihkan tempat tidur
Hikmah: ada hewan yang bertempat di kasur kita.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
11. Tidur dengan tidak tengkurap – makruh.
Sebagaimana hadits:
إِنَّهَا ضَجْعَةٌ يَبْغَضُهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ.
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla.”
dalam riwayat yang lain,
إنما هي ضجعة أهل النار
“berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka”
Tengkurap dari sisi kesehatan juga banyak mudhorot.
12. Membaca dzikir dan surat
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
Bismika allahumma amuutu wa ahyaa.
“Dengan namaMu, ya Allah! Aku mati dan hidup.
Atau
سُبْحَانَ اللهِ (33×)
الْحَمْدُ لِلَّهِ (33×)
اللهُ أَكْبَرُ (34×)
“Maha suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (34 x).”
HR Bukhari.
Membaca 2 ayat terakhir Qs Al Baqarah.
Siapa yang membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah memberi kecukupan baginya (hadits).
13. Tidak tidur sendirian di rumah
حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ الْحَدَّادُ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الْوَحْدَةِ أَنْ يَبِيتَ الرَّجُلُ وَحْدَهُ، أَوْ يُسَافِرَ وَحْدَهُ
Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ubaidah Al-Haddaad, dari ‘Aashim bin Muhammad, dari ayahnya, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang sendirian, yaitu : seseorang tidur (malam) seorang diri atau safar (bepergian) seorang diri [Diriwayatkan oleh Ahmad, 2/91].
14.Tidak tidur sebelum Isya
Sebagaimana disebutkan pada hadits diatas.
15. Memisahkan tempat tidur anak
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
“Perintahlah anak-anakmu untuk mendirikan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah bila enggan mendirikan shalat ketika telah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)
Setidaknya beda ranjang.
16. tidur di tempat yang aman
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa bermalam di atas atap rumah sementara di situ tidak ada pagar maka tidak ada jaminan,” (Hasan lighairihi, HR Bukhari)
17. Tidak makan dan minum di tempat tidur
Karena ini bukan tempatnya, bisa kotor dan hewan.
18. Membaca dzikir ketika bangun
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.
Awal bangun pagi segera ingat Allah.
19. Dzikir ketika bangun tengah malam
Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca:
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
kemudian dia mengucapkan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Allaahummaghfir lii.
Ya Allah, ampunilah dosaku.
Atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya.”
Bila bangun karena kaget, maka baca doa.
20. Beradap ketika mimpi
Mimpi yang baik kita memuji Allah dan ceritakan kepada orang yang mencintai kita.
Bila mimpi buruk maka itu dari syetan dan tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Karena tidak ada manfaat.
##$$-aa-$$##


