This entry is part 49 of 57 in the series Hisnul Muslim

Diterbitkan pertama kali pada: 09-Nov-2024 @ 07:08

5 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 58*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
7 Jumadil Awal 1446H/9 Nopember 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.

➡️ *107. Keutamaan membaca shalawat*

🔸Hadits 2

لاَ تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيداً وَصَلُّوا عَلَيَّ؛ فَإِنَّ صَلاَتَكُم تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ.

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: Laa taj’aluu qabrii ‘iidan wa shalluu ‘alayya, fa inna shalaatakum tablughunii haitsu kuntum “Janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai hari raya, dan bacalah shalawat padaku, sesungguhnya bacaan shalawatmu akan sampai kepadaku, di mana saja kamu berada.” [HR. Abu Dawud 2/218, Ahmad 2/367, dan Al-Albani menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud 2/383]

Kuburan pada umumnya sepi yang tidak ada rangkaian ibadah di dalamnya.

🔹 Ada beberapa Faidah.
1. Haram hukumnya untuk Safar untuk ziarah kubur termasuk kuburan Nabi ﷺ.
Niat yang benar adalah berkunjung ke Masjid Nabi yaitu Masjid Nabawi.

2. Hadits ini sebagai bantahan orang yang meyakini bahwa orang yang shalawat kepada Nabi ﷺ di kuburan atau sisi kuburan Nabi lebih afdhal dari pada shalawat di tempat lain,misalnya Indonesia.

Kadang ada yang titip salam dan shalawat kepada Nabi ﷺ pada orang-orang yang umrah saat di Madinah. Hal ini tidak ada riwayat pun dari para ulama dan salafus sholeh. Ini juga tidak perlu, karena orang yang jauh pun salam dan shalawat nya akan sampai kepada Nabi ﷺ.

3. Yang disyariatkan Safar, niatnya adalah mengunjungi Masjid Nabi ﷺ. Boleh ziarah Makam Nabi saat sudah berada di Madinah/Masjid Nabawi.

Ada hadits larangan Safar dalam rangka ibadah kecuali tiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

4. Rasulullah ﷺ sangat perhatian terhadap aqidah umat Islam untuk tidak menjadikan Masjid di sisi kuburan orang-orang sholeh. Yang Nabi ﷺ wasiatkan saat beliau ﷺ menjelang wafat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda ketika beliau sakit yang Rasul tidak bangkit dari sakitnya tersebut:

 لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka mengambil kubur para Nabi mereka sebagai  masjid.”

Aisyah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha berkata:

وَلَوْلا ذَلِكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا، غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا

“Kalau bukan karena hal itu niscaya kubur beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan ditampakkan. Hanya saja dikhawatirkan akan dijadikan sebagai masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits lain, dari ‘Aisyah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha, ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sakit sebagian istri-istri beliau berbicara tentang sebuah gereja yang ada di Negeri Habasyah. Gereja itu bernama Maria. Ummu Salamah dan Ummu Habibah pernah mendatangi Negeri Habasyah. Kemudian mereka menyebutkan tentang keindahan gereja tersebut, tentang gambar-gambarnya yang ada di gereja tersebut. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengangkat kepalanya lalu berkata:

أُولَئِكَ إذَا مَاتَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا , ثُمَّ صَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّورَة ، أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ

“Mereka itu apabila ada yang meninggal di tengah-tengah mereka orang shalih kemudian mereka membangun membangun kuburan di masjidnya. Kemudian mereka membuat gambar-gambar, mereka adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal ini bisa jadi sarana orang-orang (terutama orang awam) melakukan kesyirikan.

Saat ini kadang kuburan lebih ramai daripada Masjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا المَكْتُوبَةَ

Wahai umat manusia, shalatlah kalian di rumah kalian. Karena sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat yang dilakukan di rumahnya, kecuali shalat wajib. (HR. Bukhari dan Muslim).

🔸Hadits 3.

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ.

Rasulullah ﷺ bersabda: Albakhiilu man dzukkirtu ‘indahu falam yushalli ‘alayya “Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebut, dia tidak membaca shalawat kepadaku.” [HR. At-Tirmidzi 5/551, begitu juga imam hadis yang lain, lihat Shahihul Jami’ 3/25 dan Shahih At-Tirmidzi 3/177]

Pelit di sini maksudnya adalah orang yang menghalangi dirinya dari mendapatkan pahala yang banyak (tatkala bershalawat).

🔹FAIDAH

1. Ada motivasi dari Rasulullah ﷺ untuk ber shalawat saat nama beliau ﷺ disebutkan.

2. Orang yang apabila disebutkan nama Nabi ﷺ tidak bershalawat hatinya sedang mati, karena dia menutup diri dari kebesaran Nabi ﷺ.

Dalam hadits lain, orang yang sengaja tidak shalawat saat disebutkan nama Nabi ﷺ maka dia terancam masuk neraka.

🔸Hadits 4

إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلاَمَ.

Rasulullah ﷺ bersabda: Inna lillaahi malaa’ikatan sayyaahiina fil ardhi yuballighunii min ummatiis salaam “Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang senantiasa berkeliling di bumi yang akan menyampaikan salam kepadaku dari umatku”. [HR. An-Nasa’i, Al-Hakim 2/421. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih An- Nasa’i, 1/274]

Hadits ini juga bantahan titip salam kepada Nabi ﷺ pada orang-orang yang mengunjungi Masjid Nabawi.

🔹Faidah

1. Hadits ini menunjukkan mulia nya Nabi Muhammad ﷺ.

2. Nabi ﷺ ketika disampaikan salam kepada beliau tidak langsung mendengarkan (karena sudah wafat). Malaikat yang bawa akan kumpulkan salam tersebut dan nanti akan disampaikan. Lihat hadits berikut nya.

3. Malaikat adalah makhluk yang agung dan Allah jadikan wakil untuk sampaikan salam orang-orang kepada Nabi ﷺ.

🔸Hadits 5

مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِيَ حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ.

Rasulullah ﷺ bersabda: Maa min ahadin yusallimu ‘alayya illaa raddallaahu ‘alayya ruuhii hattaa arwudda ‘alaihis salaam “Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku sehingga aku membalas salam-(nya).”  [Abu Daud no. 2041, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Daud 1/383]

➡️ *108. Menyebarkan salam*

🔸Hadits 1

قَالَ: لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا، وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ، أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Kamu tidak akan masuk Surga hingga kamu beriman, kamu tidak akan beriman secara sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah kamu kutunjukkan sesuatu, apabila kamu lakukan akan saling mencintai? Biasakan mengucapkan salam di antara kamu.” [HR. Muslim 1/74, begitu juga imam yang lain]

FAIDAH

1. Syarat orang masuk surga adalah harus beriman. Harus ada rasa cinta sesama muslim dan ucap salam.

2. Ucapan salam adalah ucapan penghormatan sesama muslim. Hendaknya yang pertama diucapkan.
Ulama dahulu cuekin orang yang ajak bicara namun belum ucapkan salam.

3. Menebarkan salam sesama muslim adalah sebab terbesar datangnya kasih sayang sesama kaum muslim.

Salam lebih lengkap lebih utama.

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِىُّ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : «عَشْرٌ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ: « عِشْرُونَ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ « ثَلاَثُونَ » صحيح رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

Dari ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata: as-Salamu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rasulullah ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan”.

Kemudian datang orang lain kepada Beliau ﷺ lalu berkata: as-Salamu‘alaikum warahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”.

Kemudian datang lagi orang lain kepada Beliau ﷺ lalu berkata: as-Salamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaikan” HR Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi.

Bahkan Ibnu Umar radhiyallahu anhuma pernah sengaja ke pasar hanya untuk ucapkan salam.

Yang lebih mulia adalah orang yang duluan ucapkan salam.

4. Penjelasan agung ucapan salam adalah Allah kaitkan ucapan salam dengan kondisi iman seseorang.

5. Ucapan salam ini menjadi sebab Allah selamatkan di dunia bahkan di akhirat.

Dahulu para sahabat walaupun sudah bertemu dan hanya dipisahkan oleh pohon saat mereka jalan, mereka ucapkan salam lagi.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا لقِيَ أحدُكم أخاه [ فلْيُسلِّمْ عليه فإن حالت بينهما شجرةٌ أو جدارٌ أو حجرٌ ولقِيَهُ فلْيُسلِّمْ عليه

“Jika seseorang dari kalian bertemu dengan saudaranya (sesama Muslim) maka ucapkanlah salam. Jika kemudian keduanya terhalang oleh pohon atau tembok atau batu, kemudian bertemu lagi, maka ucapkanlah salam lagi” (HR. Abu Dawud).

❗Adab siapa duluan ucapkan salam?

Siapa yang duluan
Orang berkendaraan kepada orang yang berjalan
Orang jalan kepada orang yang duduk
Orang sedikit kepada orang yang banyak
Junior kepada senior.

Semoga bermanfaat.

#salaf #sunnah #takwa #safar #kenikmatan #shalawat #makam #nabi

##$$-aa-##$$

Hisnul Muslim

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 57 MAKNA DOA DAN DZIKIR – 59
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?