UncategorizedAdab & AkhlakUstadz Dr. Abdullah Roy, Lc. MA

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #6 Adab Bersin

This entry is part 6 of 10 in the series Sepuluh adab

Diterbitkan pertama kali pada: 26-Sep-2020 @ 20:58

5 menit membaca

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #6 Adab Bersin
Ustadz Dr Abdullah Roy, Lc M.A
10 Safar 1442H

Apabila engkau bersin, maka tutuplah wajahmu dengan tanganmu atau dengan pakaianmu, dan pujilah Allah. Maka apabila seseorang mentasymitmu, kemudian dia mengucapkan yarhamukallahu, maka ucapkanlah: Yahdiikumullah wa yushlihu baalakum.

Bersin adalah suara yang keluar dari hidung disertai dengan udara yang keras

1. Menutup Wajah
2. Memuji Allah
3. Yang mendengar pujian berkata yarhamukallahu
4. Mengatakan Yahdiikumullahu Ketika ada yang mentasymit

Penjelasan….

1. Menutup wajah dengan tangan atau pakaian (bisa juga dengan lengan)

Hikmah= supaya apa yang keluar (kotoran) dari hidung tidak menyebar

Diutamakan dengan tangan kiri (kanan pun boleh) karena yang keluar adalah kotoran. Dan bisa salaman dengan tangan kanan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ، كَانَ إِذَا عَطَسَ ، غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ ، وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ ”

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika bersin beliau menutup wajah beliau dengan tangan atau pakaian beliau dan merendahkan suaranya (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, hasan sahih)

بِيَدِهِ
Dengan satu tangan (afdhal tangan kiri).

2. Memuji Allah

Dengan mengatakan Alhamdulillah atau lafadzh2 lain yang syar’i.

Dalam sebuah hadits disebutkan,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قال : ” إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ ، فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ ، وَأَمَّا التَّثَاوُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإِذَا قَالَ هَا ، ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ ” [ رواه البخاري ] .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap, maka apabila salah seorang diantara kalian bersih kemudian memuji Allah (Alhamdulilah) maka wajib bagi setiap muslim yang mendengar untuk mentasymitnya….(HR. Al Bukhari)

Tasymit = mengatakan Yarhamukallah
Hukum wajib bila mendengar orang yang bersin dan ucapkan Alhamdulilah.

Hikmah: nikmat dengan keluarnya sesuatu yang ada di otaknya yang kalau tetap disitu maka akan tertimpa penyakit

Bersin adalah nikmat Allah untuk segi kesehatan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu bila kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit (mengucapkan “yarhamukallah”). Sedangkan menguap itu dari setan, jika seseorang menguap hendaklah dia tahan semampunya. Bila orang yang menguap sampai mengeluarkan suara ‘haaahh’, setan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari)

Kalau di kamar mandi dimakruhkan untuk ucapkan Alhamdulilah (lebih baik diam) tapi tidak ditasymit.

Kalau sedang khutbah maka memuji Allah tapi tidak di tasymit (wajib dengar khutbah).

Bila dalam keadaan sholat.. Boleh ucapkan Alhamdulilah.

Mu’swiyah bin al-Hakam as-Sulami Radhiyallahu anhu mengatakan :

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَطَسَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ ، فَقُلْتُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَرَمَانِي الْقَوْمُ بِأَبْصَارِهِمْ ، قَالَ : فَقُلْتُ : وَاثَكْلَ أُمَّاهُ مَا لَكُمْ تَنْظُرُونَ إليَّ فِي الصَّلاةِ فَضَرَبُوا بِأَيْدِيهِمْ عَلَى أَفْخَاذِهِمْ ، فَلَمَّا رَأَيْتُهُمْ يُصَمِّتُونَنِي لَكِنِّي سَكَتُّ ، فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَانِي فَبِأَبِي هُوَ وَأُمِّي مَا رَأَيْتُ مُعَلِّمًا أَحْسَنَ تَعْلِيمًا مِنْهُ ، مَا سَبَّنِي ، وَلا نَهَرَنِي ، وَلا شَتَمَنِي ، قَالَ : إِنَّ هَذِهِ الصَّلاةَ لا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلامِ النَّاسِ ، إِنَّمَا هُوَ التَّكْبِيرُ وَالتَّسْبِيحُ ، وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ وَالتَّحْمِيْدِ

Saya shalat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ada seseorang yang bersin, maka saya mengatakan ‘Yarhamukallah’.

Orang-orangpun memandang ke saya. Saya mengatakan, ‘Aduh, mengapa kalian memandang ke saya ?’

Merekapun memukulkan tangan mereka ke paha, maka saya paham bahwa mereka ingin saya diam, dan sayapun diam.

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil saya. Sungguh, –ayah ibu saya adalah tebusan beliau- saya tidak pernah melihat guru yang lebih baik dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengajar. Beliau tidak mengumpat, tidak memaki atau tidak membentak.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Dalam shalat ini tidak boleh ada perbincangan manusia (misalnya Yarhamukallah). Shalat adalah takbîr, tasbîh, membaca al-Qur`ân dan tahmîd’.” [HR. Muslim, no. 537]

Jadi boleh ucapkan Alhamdulilah saat bersin dalam sholat.

Lafazh2 Memuji Allah

1- الْحَمْدُ لِلَّهِ .
2- الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ .
3- الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Hadits-hadits nya adalah sebagai berikut :

Lafazh 1, hadits nya adalah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : الْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ ، فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ : يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ” [ قال الإمام البخاري في “الأدب المفرد” (ص 249) : “هذا الحديث أثبت ما يُروى في هذا الباب ] .

Lafazh 2, hadits nya adalah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ، وَلْيَقُلْ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ ، وَيَقُولُ هُوَ : يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ” [ رواه أبو داود، صححه الألباني في صحيح أبي داود ] .

Lafazh 3, hadits nya adalah..

عَنْ سَالِمِ بْنِ عُبَيْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، وَلْيَقُلْ لَهُ مَنْ يَرُدُّ عَلَيْهِ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ ، وَلْيَقُلْ : يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ ” [ رواه أبو داود والترمذي وضعفه الألباني في ضعيف أبي داود ، وصححه في “صحيح الأدب المفرد ” (715) موقوفاً على عبد الله بن مسعود رضي الله عنه ] .

Afdhalnya diucapkan secara lirih.

3. Mengucap Yarhamukallahu bagi orang mendengar orang bersin dan mengucapkan alhamdulillah

DinamakanbTasymit..
Hikmah = orang bersin adalah sehat bagi dia dan ini rahmat dari Allah.

Yarhamukallah = semoga Allah memberikan rahmat kepada mu.

Hukum ucapkan yarhamukallahu : Fardhu ain (pendapat yang lebih kuat), dan pendapat lain adalah fardhu kifayah.

Waktu: Ketika yang bersih memuji Allah

عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ : عَطَسَ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا ، وَلَمْ يُشَمِّتِ الآخَرَ ، فَقَالَ الرَّجُلُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! شَمَّتَّ هَذَا وَلَمْ تُشَمِّتْنِي ، قَالَ : ” إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ ، وَلَمْ تَحْمَدِ اللَّهَ ” [ رواه البخاري ] .

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Ada dua orang bersin di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mentasymit salah satunya, dan tidak mentasymit yang lain.

Maka laki-laki itu berkata: Wahai Rasulullah engkau mentasymit dia dan tidak mentaymitku (mereka ingin doa dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam) , Nabi berkata: Sesungguhnya ini memuji Allah (baca Alhamdulilah) sedangkan engkau tidak memuji Allah. (HR. Al Bukhari)

Ada beberapa masalah…

Apakah kita mengingatkan yang tidak memuji Allah (baca Alhamdulilah)?

Pendapat ulama :

1. Imam An Nawawi= mengingatkan.

2. Ibnul Arabi dan Ibnul Qayyim= tidak perlu mengingatkan, dengan dalil hadits di atas.

Inilah pendapat yang paling kuat.

Kalau bersin sampai tiga kali maka tidak harus ditasymit

Dalam sebuah hadits disebutkan :

عن أبي هريرة قال : سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول : «إذا عطس أحدكم فليشمته جليسه، وإن زاد على ثلاث فهو مزكوم، ولا تشمت بعد ثلاث مرات» (أخرجه أبو داود فى سننه مختصراً ، وابن السني فى عمل اليوم والليلة) .

“Dari Abu Hurairah beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila salah seorang diantara kalian bersin maka hendaknya yang hadir mentasymit, kalau lebih dari tiga kali maka dia flu (sakit) , dan jangan dia mentasymit setelah tiga kali” (HR. Abu Dawud, dan Ibnu As Sunni di ‘Amal Al Yaumi wa Al Lailah)

Kalau orang kafir yang memuji Allah (Alhamdulilah), jangan katakan Yarhamukallah, tapi kita berkata: Yahdiikumullahu wa yushlihu baalakum

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قَالَ : كَانَتِ الْيَهُودُ تَعَاطَسُ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم رَجَاءَ أَنْ يَقُولَ لَهَا : يَرْحَمُكُمُ اللَّهُ ، فَكَانَ يَقُولُ : ” يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ”

“Dari Abu Musa Al Asy’ari beliau berkata: Dahulu pernah orang-orang Yahudi bersih di dekat Nabi berharap supaya Nabi berkata: Yarhamukallahu, maka Nabi berkata: Yahdiikumullahu wa yushlihu baalakum (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan Al Albani)

4. *Mengucap “Yahdiikumullahu wa yushlihu baalakum”

Ibnu Umar berkata

يرحمنا الله وإياكم ويغفر لنا ولكم

“Semoga Allah menyayangi kami dan kalian, dan mengampuni dosa kami dan kalian” (HR. Malik dalam Al Muwaththa’)

Lafazh-Lafazh yang dibaca setelah Tasymit yang lain,

1- يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ .

Semoga Allah memberikan pada kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian

2- يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ

Semoga Allah mengampuni kita dan kalian.

3- عافانا الله وإياكم من النار ، يرحمكم الله .

Semoga Allah melindungi kami dan juga kalian dari neraka dan semoga Allah merahmati kalian.

4- يَرْحَمُنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ ، وَيَغْفِرُ لَنَا وَلَكُمْ .
Semoga Allah menyayangi kami dan kalian dan semoga Allah mengampuni kami dan kalian.

Hadits-hadits yang dijadikan dalil adalah.

عن أبي جمرة قال : سمعت ابن عباس يقول إذا شُمِّت : عافانا الله وإياكم من النار ، يرحمكم الله (رواه البخاري في الأدب، وصححه الألباني)

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رضي الله عنهما كَانَ إِذَا عَطَسَ فَقِيلَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ ، قَالَ : يَرْحَمُنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ ، وَيَغْفِرُ لَنَا وَلَكُمْ (رواه مالك في الموطأ)

قال النووي في “شرح مسلم : قَالَ الْقَاضِي : وَاخْتَلَفَ الْعُلَمَاء فِي كَيْفِيَّة الْحَمْد وَالرَّدّ , وَاخْتَلَفَتْ فِيهِ الآثَار , فَقِيلَ : يَقُول : الْحَمْد لِلَّهِ . وَقِيلَ : الْحَمْد لِلَّهِ رَبّ الْعَالَمِينَ . وَقِيلَ : الْحَمْد لِلَّهِ عَلَى كُلّ حَال . وَقَالَ اِبْن جَرِير : هُوَ مُخَيَّر بَيْن هَذَا كُلّه , وَهَذَا هُوَ الصَّحِيح ، وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ مَأْمُور بِالْحَمْدِ لِلَّهِ .

قَالَ : وَاخْتَلَفُوا فِي رَدّ الْعَاطِس عَلَى الْمُشَمِّت , فَقِيلَ : يَقُول : يَهْدِيكُمْ اللَّه وَيُصْلِح بَالكُمْ , وَقِيلَ : يَقُول : يَغْفِر اللَّه لَنَا وَلَكُمْ , وَقَالَ مَالِك وَالشَّافِعِيّ : يُخَيَّر بَيْن هَذَيْنِ , وَهَذَا هُوَ الصَّوَاب , وَقَدْ صَحَّتْ الأَحَادِيث بِهِمَا ” انتهى باختصار .

Tanya Jawab.

1. Bila bersin berurutan, tanda jeda… Maka ucap Alhamdulilah setelah bersin berurutan.

Untuk Yarhamukallah – atau Yarhamukillah, tergantung yang bersin laki atau perempuan.

Untuk jawaban kita pakai sesuai Lafazh dengan dhamir jamak..

يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ .

Semoga Allah memberikan pada kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian.

Karena dhamir كم ini boleh untuk orang tunggal.

2. Bila orang ucap Alhamdulilah setelah bersin tapi tidak tahu apakah muslim atau kafir.

Jawaban, kita tinggal di daerah mayoritas Islam maka kita ucapkan Yarhamukallah.

3. Naik kendaraan umum ada yang bersin dan ucap Alhamdulilah, tapi jarak kita jauh bagaimana?

Lebih kita jawab dengan ucapan keras supaya yang yang bersin dan ucap Alhamdulilah mendengar doa kita, dan juga mengenalkan sunnah kepada orang sekitarnya.

4. Bersin lebih 3x kita ucapkan Syafakallah?

Jawaban, Ini tidak ada dalil tapi silakan mengucapkan doa tersebut.

5. Jazaakallahu khayran, bolehkah disingkat Jazaakallahu Khayr? Jawaban, yang lebih tepat adalah tidak disingkat Khayr, karena khayran adalah mafulun bih kedua (mansub).

##$$-aa-$$##

Sepuluh adab

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #5 Adab Tidur Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #7 Adab Menguap
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?