TematikUstadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 17 ORANG YANG BERBAKTI TERHADAP IBU BAPAKNYA

This entry is part 14 of 28 in the series 40Karakter

Diterbitkan pertama kali pada: 10-Agu-2024 @ 07:42

6 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 17 ORANG YANG BERBAKTI TERHADAP IBU BAPAKNYA*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
4 Safar 1446H/10 Agustus 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Ustadz memulai dengan beberapa doa diantaranya dengan doa mohon ilmu yang bermanfaat.. 🔸

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَارْزُقْنِيْ عِلْماً تَنْفَعُنِيْ بِهِ

Allaahumman-fa’nii bimaa ‘allamtanii, wa ‘allimnii maa yanfa’unii, war-zuqnii ‘ilman tanfa’unii bih.

Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan rezekikanlah aku ilmu yang dengannya Engkau memberi manfaat kepadaku.

Diantara banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat masih berada atas tuntutan agama Allah sesuai bimbingan Rasulullah ﷺ.
Banyak di luar sana yang tidak mendapat nikmat ini, banyak tergelincir karena syubhat maupun syahwat dunia, banyak yang futur.

🔸Ketika kita baca surat Al Fatihah, kalau sampai ayat ini.

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ }

Tunjukilah kami jalan yang lurus

tanamkan pada Qalbu bahwa kita sedang minta nikmat terbesar kepada Allah. Tanamkan pada Qalbu, kita minta disempurnakan cara beribadah kita kepada Allah.

❗Selipkan keseriusan doa istiqomah,

Nabi ﷺ paling sering berdoa:

يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku diatas agamaMu.”

Sering-seringlah berdoa minta dicintai Allah. Diantaranya..

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Allaahumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba ‘amalin yuqorribu ilaa hubbika.

Ya Allah, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu. HR. Tirmidzi

✅ Kita lanjutkan membahas kitab karakteristik orang-orang yang dicintai Allah, yaitu orang yang berbakti kepada orang tua.

Durhaka kepada orang tua adalah dosa besar yang paling besar.

Berbakti kepada orang tua saat usia senja adalah amalan yang sulit. Doakan anak-anak kita supaya Allah beri taufik supaya mudah berbakti.

Allah Subhanahu Ta’ala berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Namun kita tidak boleh taat pada kemaksiatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ

“Apabila kedua orangtuamu memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan apa-apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan ma’ruf, dan ikutilah jalannya orang yang kembali kepadaKu…” (QS. Luqman[31]: 15)

Saat orang tua yang sudah usia senja dalam keadaan sakit dan mengeluh, jangan nasihati untuk sabar dengan kalimat yang diksi nya buruk.
Misal – sabar ya ayah, ibu… Itu menyakitkan..

Ganti dengan. Bapak, kita juga merasakan……. Kita mendoakan…

➡️ Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata.

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّالْوَالِدَيْنِ، قَالَ: قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

“Aku bertanya kepada Nabi ﷺ , ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi ﷺ , ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’

Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’
HR Bukhari dan Muslim

Adalah sangat tidak pantas bila suami istri bertengkar hanya karena ingin berbakti kepada orang tua.

🔸Istri dan suami adalah supporter terbaik untuk berbakti kepada orang tua.

Bakti kepada orang tua tidak putus walaupun orang tua sudah meninggal dunia.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ  bersabda,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara:
[1] sedekah jariyah,
[2] ilmu yang diambil manfaatnya,
[3] anak shalih yang mendo’akan orang tuanya.” HR Muslim

Carilah amalan-amalan yang pahala terus mengalir. Perbanyak sedekah.
Semangatlah mencari ilmu yang bermanfaat dan kita ajarkan kepada keluarga dan lingkungan kita.
Dan didiklah anak menjadi sholeh.

Doakan orang tua yang sudah wafat, doa ampunan dosa, lapang kubur, minta surga dst.
Sambung silaturahim orang-orang yang ada hubungan kekerabatan dengan orang tua, misal paman, bibi, pakde dst.

dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar bahwa seorang laki-laki dari kampung menemui Abdullah di jalan Kota Makkah. Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepadanya, mengikut-naikkan ke atas keledai yang ia tumpangi, lalu memberikan sorban yang ada di kepalanya. Ibnu Dinar berkata, “Kami katakan kepadanya, Semoga Allah memperbaikimu. Mereka itu adalah orang Arab yang suka hal-hal sederhana. Abdullah bin Umar berkata, “Sesungguhnya ayah orang ini mencintai Umar bin Al-Khaththab. Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya bukti yang paling utama adalah seseorang yang menyambung silaturahmi kepada orang yang dicintai ayahnya.” HR Muslim.

🔸diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Beliau mengkisahkan, “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ  bersabda,

‘Ada tiga orang dari umat sebelum kalian bepergian dalam sebuah perjalanan. Di tengah perjalanan, mereka bermalam di sebuah gua. Mereka pun masuk ke dalam gua tersebut. Tiba-tiba batu besar jatuh dari gunung sampai menutupi mulut gua. Lalu mereka berkata, ‘Tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari batu besar ini, kecuali berdoa kepada Allah dengan perantara amal-amal saleh kalian.”

‘Lalu seorang dari mereka memanjatkan doa, ‘Ya Allah, dulu aku punya dua orang tua yang sudah lanjut usia. Aku tidak pernah memberi susu kepada siapa pun sebelum kepada mereka berdua. Pada suatu hari, aku pergi untuk suatu keperluan. Saat aku pulang, ternyata keduanya telah tertidur. Aku bergegas memerahkan susu, namun kudapati beliau berdua masih tertidur. Aku bertekad tidak akan memberikan minum susu itu kepada keluarga atau budakku sebelum kedua orang-tuaku meminumnya. Maka, aku menunggu mereka bangun, sambil tanganku memegang gelas yang terisi susu hingga fajar subuh tiba. Keduanya lalu terbangun kemudian meminum susu tersebut.

Ya Allah, jikalau perbuatan itu benar-benar aku kerjakan ikhlas karena mengharap wajah-Mu, maka hilangkanlah kesulitan berupa batu besar yang ada di hadapan kami ini.’ Batu besar itu tiba-tiba terbuka sedikit, namun celahnya belum cukup dilalui mereka untuk keluar dari gua.

‘Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan kisah, ‘Yang lain kemudian ikut berdoa, ‘Ya Allah, aku punya sepupu perempuan. Dahulu ia adalah orang yang paling aku cintai. Aku sangat berharap ia menjadi kekasihku. Namun, ia menolak cintaku. Setelah berlalu beberapa tahun, ia mendatangiku karena sedang butuh uang. Aku pun memberi 120 dinar dengan syarat ia mau tidur satu ranjang denganku (berzina). Ternyata ia mau. Sampai ketika aku ingin menyetubuhinya, wanita itu berucap, ‘Tidak halal bagimu membuka cincin kecuali dengan cara yang halal (maksudnya dengan akad nikah).” Kata-kata itu tiba-tiba membuatku sadar. Sehingga aku urungkan hasrat buruk itu dan aku pergi meninggalkannya. Padahal wanita itu orang yang paling aku cintai. Aku tinggalkan dia bersama kepingan emas yang sudah aku berikan kepadanya.

Ya Allah, jikalau perbuatan itu benar-benar aku kerjakan ikhlas karena mengharap wajah-Mu, maka hilangkanlah kesulitan berupa batu besar yang ada di hadapan kami ini.’ Batu besar itu tiba-tiba kembali bergeser membuka, namun celahnya belum cukup dilalui mereka untuk keluar dari gua.

‘Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan, ‘Orang ketiga juga berdo’a, ‘Ya Allah, dulu aku punya beberapa pegawai. Gaji aku berikan kepada mereka. Namun, ada satu pegawai saya yang berhenti bekerja kepada saya. Dia pergi meninggalkan jatah gajinya. Gaji itupun aku kembangkan hingga menghasilkan banyak harta. Setelah beberapa waktu, pegawai itu datang menemuiku. Ia menagih padaku, ‘Wahai hamba Allah, saya ingin mengambil gajiku yang belum saya ambil dahulu.’ Maka aku menjawab, ‘Semua yang kamu lihat ini, berupa unta, sapi, kambing, dan budak adalah gajimu yang belum kamu ambil.’ Maka ia menjawab, ‘Wahai hamba Allah! Jangan bercanda denganku!’ Aku menjawab, ‘Saya tidak bercanda denganmu.’ Kemudian semua harta diserahkan pada si pegawai tanpa sisa sedikitpun.

Ya Allah, jikalau perbuatan itu benar-benar aku kerjakan ikhlas karena mengharap wajah-Mu, maka hilangkanlah kesulitan berupa batu besar yang ada di hadapan kami ini.’ Gua yang sebelumnya tertutup pun terbuka. Akhirnya mereka semua dapat keluar.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat.

#salaf #bakti # orangtua #sunnah # pemuda #gua

##$$-aa-$$##

Digita Template

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 16 ORANG YANG LEMAH LEMBUT KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 18 ORANG-ORANG YANG SALING MENCINTAI KARENA ALLAH
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?