TematikUstadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 18 ORANG-ORANG YANG SALING MENCINTAI KARENA ALLAH

This entry is part 15 of 29 in the series 40Karakter

Diterbitkan pertama kali pada: 15-Sep-2024 @ 08:34

5 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 18 ORANG-ORANG YANG SALING MENCINTAI KARENA ALLAH*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
10 Rabi’ul Awal 1446H/ 14 September 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Sebagian orang mulai melalaikan kewajiban menuntut ilmu agama.
Sebagian orang diberi nikmat kesehatan namun tidak memanfaatkan untuk belajar agama.

Alhamdulilah kita diberi nikmat besar dari Allah untuk bisa duduk di majelis ilmu.

🔹Saat ini sudah mulai hujan,

1️⃣ perlu diyakini bahwa hujan itu rahmat Allah.

Dalam sebuah hadits.. Rasulullah ﷺ bersabda,

Ketika orang-orang enggan membayar zakat, air hujan akan ditahan dari langit. Andaikata bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya hujan tidak akan pernah turun.” HR Ibnu Majah.

2️⃣ Kemudian kita berdoa supaya hujan yang turun menjadi hujan yang bermanfaat.

3️⃣ Jika hujan sangat deras dan potensi akibat negatif maka mohon perlindungan kepada Allah dan minta hujan dialihkan ke sekitar tempat kita.

4️⃣ Ketika hujan, gunakan waktu untuk berdoa. Karena waktu turun hujan adalah waktu mustajab doa.

➡️ Cinta karena Allah – adalah benar-benar karena ketaatan kepada Allah.
Mulai dengan pasangan hidup.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ (67) يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ (68) الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ (69) ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ (70) يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأنْفُسُ وَتَلَذُّ الأعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (71) وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (72) لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ (73) }

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan istri-istrimu digembirakan.” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala; dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. 
Qs Az—zukhruf 67—70.

Pasang surut cinta karena Allah itu pasang surut, sesuai dengan nilai ketakwaan kepada Allah, surut karena kemaksiatan kepada Allah.

🔸Rasulullah ﷺ  bersabda:

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya (saudara Islam) di daerah/kampung yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya.

Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR Muslim).

Apabila seseorang cinta kepada saudaranya karena Allah maka ungkapkan.

Do’a kepada orang berkata: Aku mencintaimu karena Allah  KARENA ALLAH

Apabila seorang berkata: “Inni uhibbuka fillah” “Aku mencintai anda karena Allah”

Jawabnya: Ahabbakallah Alladzii ahbabtanii lahu

أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ

“Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.” [HR. Abu Dawud]

Dalam hadits lain,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حتَّى تُؤْمِنُوا، ولا تُؤْمِنُوا حتَّى تَحابُّوا، أوَلا أدُلُّكُمْ علَى شيءٍ إذا فَعَلْتُمُوهُ تَحابَبْتُمْ؟ أفْشُوا السَّلامَ بيْنَكُمْ

“Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Salam adalah awal untuk bisa mencintai karena Allah. Salam kepada semua orang termasuk kepada orang yang tidak kita kenal.

Dalam hadits lain – Rasulullah ﷺ bersabda : tidaklah salah seorang dari kalian itu beriman dengan sempurna sehingga dia mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya.
HR Bukhari dan Muslim.

Lihatlah contoh bagaimana saling cinta karena Allah pada Abdurrahman bin Auf dengan saudaranya dari Anshar.

Saat Rasulullah ﷺ menjadikan kaum Muhajirin dan Anshar bersaudara maka Beliau menjadikan Abdurrahman bin Auf sebagai saudara Sa’d bin Rabi’ Al Anshary.

Sa’d berkata kepada saudara barunya Abdurrahman bin Auf: “Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang paling banyak hartanya. Aku memiliki 2 kebun, dan aku punya dua istri. Pilihlah kebun mana yang kau sukai sehingga aku memberikannya padamu. Dan pilihlah istriku yang mana yang kau sukai agar aku mentalaknya untukmu!”

Abdurrahman lalu berkata kepada saudara barunya yang berasal dari suku Anshar: “Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu. Tetapi, tunjukkan kepadaku di mana pasar!”

Sa’d lalu menunjukkan Abdurahman, dan ia mulai berdagang sehingga mendapatkan keuntungan dan ia tabung keuntungan tersebut.

Tidak lama berselang, ia sudah dapat mengumpulkan uang sebagai mahar pengantin dan ia pun menikah. Maka datanglah Rasulullah ﷺ dengan membawa minyak wangi dan Beliau berkata: “Mahyam (kalimat berasal dari bangsa Yaman yang mengekspresikan rasa takjub.), ya Abdurrahman!”

Ia menjawab: “Aku menikah.” Rasul bertanya: “Mahar apa yang kau berikan kepada istrimu?” Ia menjawab: “Emas seberat atom.” Rasul ﷺ bersabda: “Buatlah walimah meski hanya dengan seekor domba. Semoga Allah memberkahi hartamu!”

Syaikh – kedekatan dan kerukunan fisik dapat saling cinta.
Seperti nasihat Rasulullah ﷺ untuk saling memberi hadiah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَهَادُوا تَحَابُّوا

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“.
HR Bukhari

Apabila tidak mampu untuk memberi balasan hadiah maka doakan kebaikan yang banyak, sampai orang yang beri hadiah merasa dibalas (dengan doa).

Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kalau diundang makan dengan menu hanya sisa kaki kambing maka beliau ﷺ akan datang.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahiihnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لَوْ دُعِيْتُ إِلَى كُرَاعٍ لأَجَبْتُ، وَلَوْ أُهْدِىَ إِلَيَّ كُرَاعٍ لَقَبِلْتُ.

“Seandainya aku diundang untuk menikmati kaki kambing, niscaya aku penuhi, dan seandainya aku diberi hadiah kaki kambing, niscaya aku menerimanya.” HR Bukhari

Begitu juga nasihat Rasulullah ﷺ kepada Abu Dzar untuk berbagai makanan kepada tetangganya.

“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu” (HR. Muslim).

Saat ada saudara yang sakit, usahakan untuk kunjungi, bukan hanya kirim stiker.

Nabi ﷺ bersabda, Sesungguhnya diantara hamba Allah ada beberapa orang yang mereka bukan nabi, bukan orang mati syahid – namun mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah.

Dalam sebuah riwayat disebutkan,

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللهِ لَأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنَ اللهِ تَعَالَى قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوْا بِرُوْحِ اللهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ وَلَا أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا فَوَاللهِ إِنَّ وُجُوْهَهُمْ لَنُوْرٌ وَإِنَّهُمْ عَلَى نُوْرٍ لَا يَخَافُوْنَ إِذَا خَافَ النَّاسُ وَلَا يَحْزَنُوْنَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ وَقَرَأَ هٰذِهِ الْآيَةَ ( أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ اللهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Umar bin Khatthab pernah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat beberapa manusia yang bukan para Nabi dan bukan orang-orang yang mati syahid. Para Nabi dan orang-orang yang mati syahid merasa iri kepada mereka pada hari Kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah Ta’ala.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan menceritakan kepada kami siapakah mereka?”

Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai dengan ruh dari Allah tanpa ada hubungan kekerabatan di antara mereka, dan tanpa adanya harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka adalah cahaya, dan sesungguhnya mereka berada di atas cahaya, tidak merasa takut ketika orang-orang merasa takut, dan tidak bersedih ketika orang-orang merasa bersedih.”

Dan beliau membaca ayat ini: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus: 62).” (HR. Abu Dawud)

Semoga bermanfaat.

#salaf #cinta #Allah #surga #sunnah
#naungan #petunjukrasulullah

##$$-aa-$$##

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 17 ORANG YANG BERBAKTI TERHADAP IBU BAPAKNYA KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 19 HAMBA-HAMBA YANG MENCINTAI PARA SAHABAT RASULULLAH ﷺ
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?