Diterbitkan pertama kali pada: 12-Agu-2023 @ 06:17

3 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 21*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
23 Muharam 1445H/12.08.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*

🔵 Dzikir setelah sholat istikharah.
Sholat sunnah.

Istikharah artinya meminta untuk dipilihkan.
Pertama tentu kepada Allah, baru musyawarah dengan orang-orang pengalaman. Jadi yang lebih tepat adalah musyawarah dulu baru sholat istikharah.

Istikharah ini tidak hanya untuk sesuatu yang besar saja, boleh untuk sesuatu yang sepele.

Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata, “Dulu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan semua perkara (mubah), sebagaimana mengajari surah Al-Quran.

Beliau ﷺ bersabda, ‘Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat selain dari sholat wajib, kemudian bacalah: (doa istikharah).’”

Istikhoroh untuk perkara mubah (boleh).

Sholat istikhoroh merupakan amalan yang umum dikerjakan oleh shahabat radhiyallahu anhum.

✅ *Doa istikharah*

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ *هَـٰذَا اْلأَمْرَ* خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاقْدُرْهُ لِيْ، وَيَسِّرْهُ لِيْ، ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ *هَـٰذَا اْلأَمْرَ* شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ، وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Allaahumma innii asta-khiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, wa as-aluka min fadh-likal ‘azhiim, fa-innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro *(sebutkan perkaranya)* khoirun lii fii diinii, wa ma’aasyii, wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi, wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro *(sebutkan perkaranya)* syarrun lii fii diinii, wa ma’aasyii, wa ‘aaqibati amrii, fash-rif-hu ‘annii, wash-rifnii ‘anhu, waqdur liyal khoiro haitsu kaana, tsumma ardhinii bih.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu, dan aku mohon anugerah-Mu Yang Maha Agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak mampu, Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal yang ghaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkan ia untukku, kemudian berkahilah ia untukku.

Tapi jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka jauhkan ia dariku, dan jauhkan aku darinya. Takdirkanlah yang terbaik untukku di mana pun itu, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.
HR. Al-Bukhari 7/162.

Boleh dibaca saat sholat, sebelum salam.

Setelah meminta kepada Allah maka kita juga minta kepada Allah supaya kita ridha atas pilihan Allah.

Tidak menyesal orang yang beristikharah kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta’ala berfirman, “… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran [3]: 159).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ 

” dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159)

🔘 *Faidah-Faidah*

1️⃣. Syarat Orang yang diajak musyawarah adalah:

1. orang yang dikenal memiliki pengalaman dan ketajaman berfikir.
2. Sifatnya tenang dan tidak tergesa-gesa dalam memutuskan suatu urusan.
3. Dan orang yang memiliki agama yang baik (sholeh).

2️⃣ Keistimewaan orang yang bermusyawarah dalam suatu perkara.
1. Musyawarah adalah bagian dari ibadah.
2. Musyawarah untuk obati jiwa kita.
3. Musyawarah akan menerangkan ide-ide kita. Dan jadikan otak kita bekerja.

3️⃣ Bentuk kasih sayang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada umatnya adalah mengajarkan sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

4️⃣ Seorang mukmin harus melepaskan kekuatan dan kemampuan.

5️⃣ Menetapkan baik dan buruk itu takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6️⃣ Doa isrikharah mengandung perkara-perkara yang besar. Seperti pengakuan sifat sempurna Allah.

7️⃣ Isrikharah adalah bagian tawakal kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang kita kerjakan adalah sebab.

8️⃣ Doa isrikharah adalah sebagai Pemutus dari setiap jalan yang bisa antarkan orang kepada kesyirikan.

9️⃣ Tidak mengapa untuk mengulang-ulang sholat isrikharah dan doanya.

🔵 *Dzikir sebelum tidur*

Dzikir ini sangat penting karena saat tidur adalah kondisi yang sangat lemah.
Orang yang tertidur adalah orang tidur dalam kondisi lalai. Bila demikian maka dikuatirkan bila meninggal juga dalam kondisi yang lalai.

✅1️⃣ Doa Tidur 1 (Al-Mu’awwidzaat)

Yaitu baca 3 Qul.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarkan cara mengamalkan bacaan dzikir ini yaitu –
Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup (sedikit ada air liur) dan dibacakan surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. Kemudian dengan dua telapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya.

Dimulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh yang terjangkau 3x.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan amalan ini. Bahkan saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sakit parah. (dari Aisyah radhiyallahu anhaa).

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?