Diterbitkan pertama kali pada: 10-Okt-2021 @ 13:18

7 menit membaca

HATI YANG BERSIH
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
4 Rabi’ul Awal 1443H

HATI YANG BERSIH

Ini perkara yang sangat penting, yaitu membersihkan hati.. Padahal hati adalah pusat segalanya.
Pusat kebahagiaan
Pusat penilaian Allah

▶️Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).

▶️ Dalam hadits lain.. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim).

Ini peringatan kepada kita semua yang terutama yang suka memperhatikan paras yang berlebihan tapi ternyata hatinya sakit..

Semua hati kita bermasalah (kotor), namun tingkatan nya berbeda-beda.

Hati yang bersih atau Qalbun Salim atau salamatun shadr (dada yang bersih).

📌 HATI YANG BERSIH

Alquran dan hadits memotivasi kita mempunyai hati yang bersih.

Dalam Al Qur’an

➡️1. Firman Allah..

{يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ}

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. (Asy-Syu’ara’: 88)

{إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ}

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (Asy-Syu’ara’: 89)

Inilah yang bermanfaat, hati yang selamat.

HATI akan jadi pusat penilaian di akhirat kelak.

➡️ 2. Firman Allah

وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإبْرَاهِيمَ (83) إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (84)

Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh) (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat

Sama-sama memperjuangkan tauhid.

Ibrahim dimusuhi satu negeri, namun Ibrahim tidak mendoakan keburukan untuk mereka.

Ibrahim punya sifat halimun, mudah memaafkan..

Bahkan Ibrahim paling keras hanya mendoakan mereka untuk mendapatkan hidayah.

Yang terpenting adalah bersih dari kesyirikan,punya tawakal yang tinggi.

➡️ 3. Firman Allah ,ciri penghuni surga.

 وَنزعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ
Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka, QS Al A’raf ayat 43

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٍۢ مُّتَقَـٰبِلِينَ

Dan Kami cabut dari dada mereka penyakit hati (dengki), jadilah mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
QS Al-Hijr (15) Ayat 47

Ulama Ibnu Athiyah mengatakan orang yang hatinya sakit akan tersiksa.

➡️ 4. Firman Allah

Saat Allah memuji orang-orang Muhajirin (Ikhlas TERUSIR dari negeri nya) Dan Anshar.

{لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (8) وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالإيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (9) وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ

Doa mereka..

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (10) }

(Juga) bagi para fuqara Muhajirin yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhaj irin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.

Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa,

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan /anganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman;

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Kaum Anshar tidak cemburu.
Doa yang tulus,agar hati kita tidak dengki kepada orang yang beriman.

➡️ Doa Nabi Musa

{قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي}

Musa berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.” (Thaha: 25-26)

Minta dilapangkan dada (hati bersih)

Diantara kelapangan dada adalah hati yang bersih.

➡️ Firman Allah

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? QS Al-Insyirah (94) Ayat 1

📌⏩ DARI HADITS

➡️ 1. Dalam Shahih muslim

Rasulullah ﷺ bersabda,

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ

Akan ada sekelompok orang yang masuk surga, hati mereka seperti hatinya burung.

Ada beberapa tafsir, yaitu
Burung bertawakal
Burung takut kepada Allah
Bersih hati dari dengki, hasad dll.

➡️ 2. Manusia terbaik
Ketika shahabat bertanya, siapa manusia terbaik.?

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Hati yang mahmum (disapu, bersih), yaitu hati yang bertakwa, bersih tidak ada dengki dan hasad.”

Di dunia ini banyak yang membuat hari kotor dan perlu disapu.

➡️ 3. Kisah Sahabat yang dijamin masuk surga karena hatinya bersih.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik dia berkata, “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.’ Kemudian seorang laki-laki dari Anshar lewat di hadapan mereka sementara bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.

Esok harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni Surga.’ Kemudian muncul lelaki kemarin dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya.

Besok harinya lagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga!!’ Tidak berapa lama kemudian orang itu masuk sebagaimana kondisi sebelumnya; bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal .

Setelah itu Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. Sementara Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut, lalu ia berkata kepada lelaki tersebut, ‘Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, maka aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.’

Dia menjawab, ‘Silahkan!’

Anas berkata bahwa Amr bin Ash setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah lelaki tersebut tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

Abdullah juga mengatakan, ‘Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik.’

Setelah menginap tiga malam, saat hampir saja Abdullah menganggap remeh amalnya, ia berkata, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga.’ Selesai beliau bersabda, ternyata yang muncul tiga kali berturut-turut adalah engkau.

Terang saja saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?’

Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, ‘Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’

Abdullah bin Amr berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.”

Ini amalan yang tidak mudah.. Jangan terpedaya dengan dhahirnya.

➡️ HR Ahmad (ada khilaf namun sebagian besar ulama menghasankan).

Nabi ﷺ, “Janganlah salah seorang dari kalian menyampaikan kepada ku tentang sesuatu pun tentang orang lain karena aku suka ketemu dengan kalian dengan hati yang bersih”.

Makna hadits ini benar.

📌 KEUTAMAAN HATI YANG BERSIH

✔️1. Sebab masuk surga.

Ibnu Rajab Al Hambali berkata, ‘ Amalan yang termulia adalah bersihnya hati”.

✔️2. Hidup bahagia di dunia
Karena orang yang hatinya kotor tersiksa.
Kalau berbuat kesuburan maka itu juga kehinaan.

✔️3. Hati yang bersih adalah sebab meraih kejayaan, contohnya adalah para nabi.
Nabi Yusuf alaihissalam tidak membalas perlakuan dzalim saudara nya yang dengki / hasad.

Jangan balas hasad dengan hasad.
Jangan balas mulut kotor dengan mulut kotor.

✔️4. Orang yang hatinya bersih dicintai oleh manusia dan perkataannya masuk ke hati…
Berusaha hati bersih kepada siapa saja. (istri, suami anak, teman kantor, pemerintah,musuh, dll).
Bersikaplah kepada mereka sesuai dengan koridor syariat.

Orang yang hatinya bersih masuk surga duluan di dunia dan surga akhirat.

📌 SEBAB-SEBAB BERSIHNYA HATI

♦️1. BERDOA kepada Allah.

وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu

Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.

وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ قَلْبِي

“Ya Allah, cabutlah kotoran hatiku”

♦️2. Hindari perkara-perkara yang bukan urusan kita.

Jangan kepo.

Rasulullah ﷺ bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya”

♦️3. Hindari dengar cerita keburukan orang lain.

Hindari majelis ghibah, majelis namimah.

♦️4. Beriman kepada takdir terutama ketika kita di dzalimi.

Mungkin itu karena kesalahan kita..

قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Qoddarollaahu wa maa syaa-a fa’ala.
Allah telah mentaqdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.

♦️5. Latih diri untuk mudah memaafkan, ini juga terkait takdir.
Mudah memaafkan membuat hati lapang.

♦️6. Memberi udzur kepada orang lain yang bersalah kepada kita.

Umar bin Khaththab berkata, “Jangan engkau mudah menghukumi perkataan saudara mu, sebelum kau mencari tafsir yang baik.”

📌Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim)

Seseorang harus berjuang untuk kebersihan hati untuk kebahagiaan dunia dan akhirat…

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?