KITAB TAUHID # Bab 50 MENETAPKAN AL ASMA’ AL HUSNA HANYA UNTUK ALLAH DAN TIDAK MENYELEWENGKANNYA
Diterbitkan pertama kali pada: 27-Jun-2020 @ 13:06
7 menit membacaSyarah Kitab Tauhid Bab 50 MENETAPKAN AL ASMA’ AL HUSNA HANYA UNTUK ALLAH DAN TIDAK MENYELEWENGKANNYA
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
21 Rajab 1441 H
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang maksud firman Allah
[يلحدون في أسمائه]
yang artinya : “menyelewengkan Asma Nya” ia mengatakan, bahwa maksudnya adalah : “berbuat syirik (dalam Asma Nya), yaitu orang-orang yang menjadikan Asma-asma Allah untuk berhala mereka, seperti nama Al Lata yang berasal dari kata Al Ilah, dan Al Uzza dari kata Al Aziz”.
Dan diriwayatkan dari Al A’masy dalam menafsirkan ayat tersebut ia mengatakan: “Mereka memasukkan ke dalam Asma Nya nama-nama yang bukan dari Asma Nya”.
Siapa yang menyimpang dalam tauhid asma wa sifat maka akan menyimpang juga dalam tauhid Uluhiyah..
Firman Allah Subhanahu wata’ala :
ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها وذروا الذين يلحدون في أسمائه سيجزون ما كانوا يعملون
“Hanya milik Allah lah Al Asma’ Al Husna (Nama-nama yang terindah ), maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma Nya itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyelewengkan Asma Nya. Mereka nanti pasti akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf, 180).
Asmaul Husna disebutkan 4x dalam Al Qur’an..
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَـٰنَ ۖ أَيًّۭا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)
Surat Al-Isra (17) Ayat 110
ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ
Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),
Surat Ta-Ha (20) Ayat 8
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَـٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna.
Surat Al-Hasyr (59) Ayat 24
Kita akan bahas..
ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها
Hanya milik Allah lah nama-nama yang terindah, maka berdoa lah dengan nama-nama tersebut..
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, membuat *Definisi Asmaul Husna*, Jika memenuhi 3 syarat:
1. Bisa berdoa dengan nama-nama tersebut
2. Nama-nama tersebut datang dalam Al Qur’an dan Sunnah
3. Nama-nama tersebut Secara dzatnya menunjukkan keindahan dan pujian.
الأسماء
Alif Lam disini Alif Lam lil ahad makna tersebut, sudah diketahui sebelumnya
Jelas, tersebut dalam dari Al Qur’an dan Sunnah
الحسنى
Muannats dari Al Ahsan (Al Husna) – artinya Yang Terindah
Sehingga semua nama-nama Allah secara sendirinya menunjukkan keindahan..
فادعوه بها
Berdoalah dengannya..
Oleh karena nya tidak boleh memberi nama Al Makir karena maknanya buruk.
*Syarat Asmaul Husna,*
1. *Datang dalam Al Qur’an dan Sunnah. (At Tauqifiyyah)*
ولله الأسماء
الأ
Alim Lam alahdiyah artinya tersebut, yang Menunjukkan Nama-nama tersebut sudah ditentukan
سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى
Bertasbihlah kepada nama Rabb mu Yang Maha Tingi,
Nama Rabb mu sudah ada dan ditentukan.
Doa bilangkan kesedihan..
أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ
Aku memohon kepadaMu dengan seluruh Nama yang menjadi milikMu, yang *Engkau namai diriMu dengannya* (ini menunjukkan bahwa yang kasih nama Allah adalah Allah sendiri) , atau yang Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, pelipur kesedihanku, dan penghilang bagi kesusahanku.HR. Ahmad 1/391
Kelaziman (At Tauqifiyyah) atau pakai dalil..
1. Semua nama yang datang dalam dalil harus kita tetapkan
2. Tidak boleh menolak satu pun dari nama-nama tersebut
3. Tidak boleh memberi nama kepada Allah tanpa dalil.
*Syarat 2:*
الحسنى
Al Husna (Yang terindah), menunjukkan puncak keindahan (pakai Maha), karena setiap nama Allah menunjukkan sifat yang terindah.
Ar Rahim = Maha Rahmat
Kenapa nama Allah adalah terindah? Karena setiap nama Allah mengandung sifat yang terindah.
Al Ghuffron, Maha Pemaaf.
Dari syarat ini, Tidak semua sifat atau perbuatan Allah bisa dijadikan nama.
Ada kaidah..
1.setiap nama pasti mengandung sifat.
2. Tidak semua sifat atau perbuatan bisa dijadikan nama,karena tidak semua memenuhi persyaratan Al Husna (Yang terindah)
Contoh :
فَعَّالٌۭ لِّمَا يُرِيدُ
Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
Sun Allah = perbuatan Allah
{وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ}
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ali Imran: 54)
{اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ}
Allah mengejek mereka. (Al-Baqarah: 15)
{وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا}
Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (An-Nisa: 164)
{يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ}
Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. (Al-Baqarah: 185)
Ini semua fi’il namun tidak bisa dijadikan nama karena tidak menunjukkan keindahan langsung, harus ditambah syarat..
Misal
Al Makir tidak bisa, harus ada syarat supaya jadi nama yang bagus. Harus ditambah misalnya makar kepada pembuat makar.
Allah berbicara, berkehendak juga perlu ada penjelasan tambahan supaya jadi indah maknanya.
Beda dengan Ar Rahim..
Kaidah 3: Al Khabar tentang Allah, tidak harus pakai dalil yang penting makna nya tidak buruk, namun tidak bisa dijadikan nama Allah.
Misal, Al Madzkur, yq disebut.
Al Maklum, Asy Syai (sesuatu). Al Maujud.
Hanya kabar.. Bukan nama.. Tidak memenuhi syarat Al Husna
*Syarat 3* = berdoa dengan nama-nama tersebut.
فادعوه بها
Ada 2 makna,
1. Namakanlah Allah dengan nama-nama tersebut /Serulah Allah dengan nama-nama tersebut.
2. Berdoa lah dengan nama-nama tersebut, bukan dengan nama yang lain.
*Doa ada 2 model.*
1. Doaul masalah = memohon kepada Allah dengan nama-nama tersebut.
Berdoa dengan nama yang pas kita inginkan..
Minta rezeki dengan Yaa Razzaq
Minta rahmat dengan Yaa Rahman, Yaa Rahim
Minta ampun dengan Yaa Ghoffur
Minta tutup aib dengan Yaa Sittir.
2. Beribadahlah kepada Allah dengan nama-nama tersebut.
Dengan cara
1. meyakini kandungan nama-nama tersebut. Hati kita terikat dengan nama tersebut misal Ar Razzaq (saat cari rezeki), bukan terikat Sebab-sebab.
Tidak putus asa, yakin Allah punya Ar Rahim.
Allah lebih sayang kepada kita dari pada ibu kita.
2. Melihat dampak (atsar) nama-nama tersebut.
{فَانْظُرْ إِلَى آثَارِ رَحْمَةِ اللَّهِ}
Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah. (Ar-Rum: 50)
{كَيْفَ يُحْيِي الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا}
bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. (Ar-Rum: 50)
Lihat dampak nya.. Bumi yang dulunya mati dengan adanya hujan maka hidup kembali.
Al Qawi… Bila kita lihat dampak kekuatan Allah.. Mausia yang sekuat apapun akan menjadi tidak apa-apa bagi Allah.
Dari sini nampak keterkaitan Tauhid Asma Wasifat dengan Tauhid Uluhiyah.
Jahmiyah, Allah tidak mencintai dan tidak bisa dicintai.
Beda dengan Ahlussunnah…
Allah, bisa kita dekat dengan amalan wajib dan Sunnah.
Dalam sebuah hadits,
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ، وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أحْبَبْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya.”
Beda Jahmiyah, Allah tidak bisa dicintai..
Juga Asya’irah yang mentakwil ayat sifat Allah.
Menyayangi ditakwil dg berbuat kebaikan..
Berapa jumlah Asmaul Husna?
Ada Khilaf..
1. Jumlah tertentu
1.1 ada yang mengatakan 99,1000,1001, 300 dll..
Dalil nya,
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا ، مِائَةً إِلا وَاحِدَةً ، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menguasainya, maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari, no.2736, Muslim, no.2677 dan Ahmad, no.7493).
Maksudnya ini nama Special, bukan berarti tidak ada nama yang lain.
2. Tidak diketahui jumlahnya
Ini pendapat yang benar.
– kita berdoa dengan semua nama
Seperti doa minta dihilangkan kesedihan..
Perincian nama Allah,
1. Ada Allah turunkan Dalam Al Qur’an
2. Ajar kan kepada NABI-Nya
3. Yang Engkau sembunyikan dalam ilmu Ghaib. (yang ini tidak tahu, sehingga tidak terbatas)
Doa Qunut witir..
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahanMu, dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu, dan aku berlindung kepadaMu dari siksaMu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepadaMu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diriMu sendiri.
HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427 dan Turmudzi 3566, dinilai shahih oleh Al-Albani.
Ya Allah aku tidak mampu memuji-Mu dengan sempurna..
Artinya Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak tahu seluruh nama Allah.
Juga saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di Padang Mahsyar, Nabi sujud kepada Allah dan Nabi shallallahu alaihi wasallam memuji Allah.. Dengan pujian2 yang sekarang Nabi tidak tahu…
Para ulama khilaf tentang penentuan nama Allah yang 99 itu, kenapa? Karena jika dikumpulkan nama-nama Allah dari Al Qur’an dan As-Sunnah saja ternyata lebih dari 99.
Biarkan mereka yang menyimpang dalam nama-nama Allah. (ancaman).
1. Al Ilhad Asy Syrki – Yang menimbulkan kesyirikan seperti orang-orang musyrikin yang menamakan berhala mereka
Al aziz = Al Uzza
2. Ilhad Nukron, ingkari nama Allah..
{وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ}
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Pemurah, ” mereka menjawab, “Siapakah Yang Maha Pemurah?” (Al-Furqan: 60)
3. Ilhad Ta’til
A. Jahmiyah=semua nama Allah tidak ada kecuali Al Khaliq dan Al Khadir. Nama lain ditolak.
B. Mu’tazilah,
Nama-nama Allah tidak ada maknanya
C. Asyairah, mentakwil makna sebagian nama.
Contoh Ar Rahim = ditakwil Al Iradah,
D. Menamakan Allah dengan nama-nama yang tidak benar.
Falasifah, memberi nama Allah = Yang pertama
Nasrani =bapak.
Manunggaling kawula gusti, semua ini adalah Allah…
Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ
*SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK*
(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)
##$$-aa-$$##

