Diterbitkan pertama kali pada: 12-Des-2021 @ 05:45

5 menit membaca

*Tafsir Qs Al Baqarah ayat 214*
Ustadz Muhammad Shoim, Lc
8 Jumadil Awal 1443H
MASJID Al Ikhlas Dukuh Bima

Bersyukur itu tidak cukup dengan ucapan Alhamdulilah, namun dengan beramal..

Allah ﷻ berfirman,

ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًۭا ۚ وَقَلِيلٌۭ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ

Beramallah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
Surat Saba (34) Ayat 13

Dan hanya sedikit yang bersyukur…

Beramal itu juga ujian..

Dalam hadits disebutkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ قَالُوا وَكَيْفَ قَالَ كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بِأَحَدِهِمَا وَانْطَلَقَ رَجُلٌ إِلَى عُرْضِ مَالِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (HR. An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Musibah yang mendekatkan kita kepada Allah adalah nikmat.. Lebih baik daripada nikmat yang mendekatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.?

Lanjut dengan tafsir Qs Al Baqarah..

Kunci untuk meraih kesuksesan adalah dengan melewati ujian.
Sukses yang hakiki adalah masuk surga..

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

…Barangsiapa yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga maka sungguh ia telah beruntung… (Q.S Ali Imran:186)

Semua orang mengaku mencintai Allah, mencintai Rasulullah..
Tapi dengan ujian baru ketahuan..

Diantara manusia, ada yang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu hanya di tepian saja…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍ ۚ فَاِ نْ اَصَا بَهٗ خَيْرٌ ٱِطْمَاَ نَّ بِهٖ ۚ وَاِ نْ اَصَا بَتْهُ فِتْنَةُ ٱِنْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖ ۚ خَسِرَ الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةَ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَا نُ الْمُبِيْنُ

“Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi (chasing saja) , maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 11)

Ibadah itu bukan wasilah tapi tujuan utama kita diciptakan.

Bila ibadah jadi wasilah maka kita rugi.
Sholat ke masjid bila banyak masalah…

Kehidupan dunia itu sarat dengan ujian dan cobaan..

Kata Imam Ahmad, istirahat itu surga.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

Orang beriman itu hatinya ingin selalu beramal..

{وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ}

dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. (Al-Hadid: 16)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ}

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga. (Al-Baqarah: 214)

Surga itu dagangan Allah, dan mahal..

Yakni sebelum kalian mendapat cobaan, ujian, dan kesengsaraan seperti apa yang pernah dialami oleh orang-orang sebelum kalian dari kalangan umat terdahulu? Karena itulah dalam ayat selanjutnya disebutkan:

{وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ}

padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. (Al-Baqarah: 214)

{مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ}

sebagaimana orang-orang yang terdahulu sebelum kalian. (Al-Baqarah: 214)

{وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ}

mereka diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” (Al-Baqarah: 214)

Artinya, bilakah mereka mendapat kemenangan atas musuh-musuh mereka dan mereka berdoa di saat keadaan sempit dan susah agar pertolongan dan kemenangan disegerakan.

{أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ}

Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (Al-Baqarah: 214)

Misalnya orang yang bekerja di institusi ribawi, ada yang bersikap :
1. Santai saja, walaupun tahu dosa
2. Ntar dulu sambil cari
3. Tahu haram langsung RESIGN, tawakal kuat

Yang ke 3 inilah yang cepat dapat pertolongan dari Allah ﷻ.

Kenapa pertolongan Allah datang ketika ujian semakin memuncak? Karena dalam keadaan itu orang tidak lagi bersandar kepada usahanya, tapi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.. *Semakin kuat tawakal, maka pertolongan Allah datang*.

Pepatah Arab : Apabila jalan semakin sempit, maka jalan keluar semakin dekat.

Ayat yang mulia itu ada beberapa tafsir :

1. Hijrah nya kaum muslim dari Mekah
2. Perang khandaq (Ahzab) , Rasulullah ﷺ ikut memecah batu dengan kampak. Kaum Muslim dalam keadaan ketakutan, dikepung..

Ayat ini sama dengan ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

{الم* أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ* وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ}

Alif Lam Mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-‘Ankabut: 1-3)

Ujian itu yang paling berat adalah para Rasul, para nabi dan setelahnya…

Dari Sahabat Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”  HR Tirmidzi.

Ujian itu sesuai dengan kemampuan

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَها

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.  (Al-Baqarah: 286)

Tapi jangan meminta ujian (musibah), seperti dalam hadits berikut..

عَنْ أَنَس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَ رَجُلًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ؟) قَالَ: (نَعَمْ. كُنْتُ أَقُولُ {اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الْآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا} فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (سُبْحَانَ اللَّهِ لَا تُطِيقُهُ أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ أَفَلَا قُلْتَ: {اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ} قَالَ: (فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang sakit dan sangat kurus bagaikan anak burung. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya: “Apakah kamu pernah berdoa dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Laki laki itu menjawab: “Ya, aku pernah berdoa: “Ya Allah, jika Engkau akan menyiksaku di akhirat, maka segerakanlah siksaan itu untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berdoa: “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka” Lalu beliau mendoakan orang itu dan Allahpun memberikan kesembuhan kepadanya.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Orang beriman harus lapang dada menerima ujian dari Allah..
Ujian itu adalah masalah hati..

Firman Allah..

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan (qs al Baqarah 155.)

Dalam hal amal sholeh, kita lihat yang lebih tinggi..

Sedangkan urusan musibah, kita lihat ujian yang lebih buruk.

Dari Khabbab bin Al-Aratti, dia berkata, “Kami mengadu kepada Rasulullah ﷺ . Ketika itu beliau sedang berbantalkan sorbannya di bawah lindungan Ka’bah. Kemudian kami bertanya, ‘Apakah engkau tidak memintakan pertolongan untuk kami? Apakah engkau tidak mendoakan untuk kebaikan kami?’

Beliau bersabda, ‘Orang-orang yang sebelum kamu itu ada yang ditanam hidup-hidup, ada yang digergaji dari atas kepalanya sehingga tubuhnya terbelah dua, dan ada pula yang disisir dengan sisir besi yang mengenai daging dan tulangnya, tetapi yang demikian itu tidak menggoyahkan mereka dari agamanya.

Demi Allah, Allah pasti akan mengembangkan agama Islam hingga merata dari Shan’a sampai ke Hadhramaut, dan masing-masing dari mereka tidak takut melainkan hanya kepada Allah atau takut serigala menyerang kambingnya. Akan tetapi kamu sekalian sangat tergesa-gesa.’” (HR. Bukhari)

Jangan tergesa-gesa.

Jika kita sabar maka pertolongan Allah semakin bagus..

Semoga bermanfaat…

$$##-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?