Diterbitkan pertama kali pada: 22-Sep-2024 @ 06:14

5 menit membaca

*MENYINGKAP KEUTAMAAN SHALAWAT*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
17 Rabi’ul Awal 1446H/21 September 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Allah perintahkan kita untuk Sholawat.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
Surat Al-Ahzab (33) Ayat 56

Secara bahasa : sholat = Doa dan pemberkatan (bertambah kebaikan terus menerus
Sholawat itu bentuk jamak nya.
Makna kedua adalah ibadah.

Dalam Al Qur’an

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Surat At-Taubah (9) Ayat 103

Kata صَلِّ artinya adalah doa.

Ayat ini juga menjelaskan wajibnya memungut zakat.

Dalam ayat lain,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُصَلِّ عَلٰۤى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّا تَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖ ۗ 

“Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 84)

Kata تُصَلِّ juga bermakna doa.

Dalam hadits, sholat = doa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ فَإِنْ كَـانَ صَائِـمًا فَلْيُصَلِّ وَ إِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ.

“Apabila seorang di antara kalian diundang (makan), maka penuhilah, apabila dia sedang berpuasa (sunnah) hendaklah dia mendo’akan pihak pengundang dan apabila ia tidak berpuasa hendaknya ia makan makanan (yang ada pada jamuan tersebut).” HR Muslim.

Kata فَلْيُصَلِّ = doa dan keberkahan.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.

1️⃣ Sholawat Allah kepada Nabi ﷺ :

🔸Pendapat1 maknanya Allah merahmati.

❗Ibnul Qayyim mengatakan tafsir ini lemah.
1.1. Allah Subhanahu memisahkan kalimat sholat dan rahmat. Qs Al Baqarah 155—157.

Firman Allah :

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157) }

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Yang mengatakan Innalilillahi… Seharusnya yang terkena musibah.

🔹Kata صَلَوَاتٌ dan وَرَحْمَةُ وَرَحْمَةٌ terpisah. Menunjukkan sholat berbeda maknanya beda dengan rahmat.

1.2. Sesungguhnya sholat Allah itu khusus untuk para Rasul, nabi dan hamba yang beriman, sedangkan rahmat itu lebih umum.

1.3 kalau seandainya maknanya rahmat maka kalimat rahmat itu sudah cukup untuk menunaikan perintah.

🔸Pendapat 2, Imam Bukhari mengatakan Sholawat Allah atas Nabi ﷺ adalah pujian Allah atas Nabi ﷺ di sisi para malaikat.

Pujian Allah atas nabi pada ayat lain.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍۢ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Surat Al-Qalam (68) Ayat 4

Ibnul Qayyim, Sholawat ini tidak boleh dimaknai rahmat tetapi sanjungan Allah atas Nabi Muhammad ﷺ.

2️⃣ Sholawat malaikat atas Nabi ﷺ.
Makna : doa malaikat kepada Allah untuk Nabi ﷺ.

3️⃣ Sholawat orang-orang beriman atas Nabi ﷺ.
Makna 1 = ampunan.

Sholawat kita atas Nabi.

Allahuma shalli alaa Muhammad wa ala ali Muhammad.

Ibnul Qayyim menjelaskan ;
1. Sanjungan kepada Nabi ﷺ
Isyarat dengan menyebutkan kemuliaan dan keutamaannya dan menginginkan Kecintaan agar datang dari Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Makna ini akan muncul dalam hati dan lebih bermakna bila kita memahami shirah Nabi Muhammad ﷺ.

2. Bahwa sholat kita kepada Allah adalah permohonan agar Allah Memuji nya, meninggikan derajat dan Allah dekatkan Nabi ﷺ kepada nya.

Untuk kita harus lebih sering Sholawat atas Nabi ﷺ.

Allah berfirman:

…ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٥٦﴾

“…Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab[33]: 56)

❓ Kapan waktu Sholawat.

1. Di akhir tasyahud. Sholawat Ibrahimiyah.
Ulama sepakat. Hukum wajib.

Di Mahdzab Syafi’i malah disebut rukun.

Tidak boleh pakai sayidina, karena hadits nya juga tanda sayidina.

Ada yang membolehkan dengan alasan adab, ini tidak dikuatkan oleh para ulama. Bisa jadi dengan alasan yang sama akan nambah kata pada ayat Al Qur’an pada Adzan dst. ❌

2. Pada tasyahud awal,untuk shalat 4 rakaat (pada mahdzab Syafi’i).
Ibnul Qayyim – seperti nash dalam Al Umm.
Hukum nya dianjurkan = sunnah.

Fuqoha anjurkan untuk Sholawat yang pendek (bukan Ibrahimiyah).

Pendapat lama Imam Syafi’i – tidak ada sholawat pada tasyahud awal. (Al Muzani).
Ini seperti pendapat 3 Imam Madzhab lainnya.

Hadits buraidah – Sholawat itu pembersih saat sholat.

3. Qunut saat sholat witir.

Asalnya doa Qunut witir, ulama Syafi’iyah membawa ke Qunut subuh.

Di akhir ada Sholawat atas Nabi.

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّم

Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan, seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan kepada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan kasih sayang-Mu dari segala keburukan apa-apa yang telah Engkau putuskan (tetapkan), karena sesungguhnya Engkau-lah yang memberikan ketentuan dan tidak ada yang bisa memberikan ketentuan (keputusan) atas diri-Mu. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau berikan kekuasaan, dan tidaklah akan mulia orang yang telah Engkau musuhi, Maha Berkah lah Engkau dan Maha Luhur lah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan (sholawat) atas diri junjungan kami. Nabi Muhammad, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya.”

4.Saat sholat jenazah.

5. Sholawat ketika berkhotbah.

Syafi’i Dan Ahmad = wajib sebagai syarat sah khutbah.
Hanifiyah dan Malikiyah = tetap sah tanpa Sholawat.

Dalil yang digunakan untuk wajib.

{وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ}

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. (Alam Nasyrah: 4)

Untuk pendapat yang tidak wajib maka akan lebih baik selalu ada Sholawat.

6. Setelah jawab adzan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
.
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian BER-SHOLAWAT-LAH untukku. Karena siapa yang ber-sholawat kepadaku sekali, maka Allah akan ber-sholawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim).

7. Ketika berdoa.

Pertama – sebelum berdoa setelah baca Alhamdulilah.

Kedua – awal doa, tengah, dan akhir doa.

Ketiga – awal dan akhir, doa nya di tengah.

➡️ Buah Sholawat

1. Sedang menjalankan perintah Allah
2. Mendapat ampunan Allah sebanyak 10x
3. Ditinggikan derajat 10x
4. Doa diijabah Allah
5. Sebab dapat syafaat Nabi ﷺ. Minta tetap kepada Allah.
6. Sebab diampuni dosa.
7. Sebab Allah menunaikan apa yang jadi keinginan hamba.
8. Sebab hamba dekat dengan Nabi ﷺ.
9. Sebab ditunaikan semua hajat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat.

#Sholawat #nabi #rasul #salaf #sunnah

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?