SHIRAH # HAMZAN BIN ABDUL MUTHALIB (2) & ABBAS BIN ABDUL MUTHALIB
- SHIRAH # HAMZAH BIN ABDUL MUTHALIB (1)
- SHIRAH # HAMZAN BIN ABDUL MUTHALIB (2) & ABBAS BIN ABDUL MUTHALIB
- SHIRAH # BILAL BIN RABAH
- SHIRAH # SA’AD BIN ABI WAQQASH (1)
- SHIRAH # SA’AD BIN ABI WAQQASH(2) – Perang Qadisiyyah
- SHIRAH # ABDULLAH IBNU UMMI MAKTUM
- SHIRAH # SA’ID BIN ZAID
- SHIRAH # ABU UBAIDAH BIN AL JARRAH
- SHIRAH # MUSH’AB BIN UMAIR
- SHIRAH # THALHAH BIN UBAIDILLAH
Diterbitkan pertama kali pada: 01-Jul-2020 @ 21:42
6 menit membacaShirah Sahabat : Hamzah Abdul Muthalib (2) dan Abbas bin Abdul Muthalib
Ustadz Muhammad Anwar
2 Jumadil Ula 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Hamzah adalah paman dan juga saudara sepersusuan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, yang menyusu pada Tsuwaibah – hamba sahaya dari Abu Lahab.
Kisah masuk Islamnya Hamzah karena ponakan beliau dihina habis-habisan oleh Abu Lahab, dengan ucapan yang terkenal “Kenapa engkau hina Muhammad padahal aku berada di atas agamanya” (tanpa disadari, dan diyakinkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di keesokan harinya).
Dalam perang Badar al-Kubra, Hamzah adalah pejuang terdepan dalam mubârazah (perang tanding atau duel).
Lanjut perang Uhud.
Pada perang Uhud Hamzah berhasil menewaskan orang-orang besar Quraisy (8 dari 12 pembawa bendera).
Kekalahan kaum muslimin dalam perang Uhud ini karena para pemanah yang berjaga di bukit pemanah tidak patuh pada perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam supaya tidak meninggalkan tempat dalam keadaan apapun (menang atau kalah).
Secara total Hamzah berhasil menewaskan 30 musuh sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberi gelar Singa Allah.
Tha’imah bin Ali tewas di perang badar dan ponakan nya (Jabir bin Muth’im) ingin balas dendam dan menjanjikan Wahsy (hamba sahaya dari Habasyah) bila berhasil menewaskan Hamzah.
Hamzah, bila perang memakai 2 pedang sehingga dengannya gerakan Hamzah akan mudah membuka celah baju perangnya. Dan momen saat celah tubuh Hamzah tersingkap, Wahsy berhasil memanfaatkan dan menancapkan senjatanya ke tubuh Hamzah.
Biasanya tokoh besar muslim meninggal karena cara licik, demikian juga yang terjadi pada wafatnya Umar bin Khaththab (dibunuh saat menjadi imam shalat subuh).
Senjata Wahsy tertancap pada tubuh Hamzah dan Wahsy meneruskan dengan memotong-potong tubuh Hamzah (ambil jantung, potong hidung dll).
Hamzah wafat dalam keadaan syahid.
Akhirnya Wahsy pun masuk Islam.
Pada Fathul Makkah (8H, 5 tahun setelah perang Uhud).
Pasukan muslim berhasil masuk Makkah dan Wahsy melarikan diri ke Thaif.
Dan berkeinginan melarikan diri ke Syam.
Dan ada seorang yang memberi info kepada Wahsy bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam akan ampuni orang yang sudah atau akan masuk Islam.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memanggil Wahsy dan Wahsy menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan diminta untuk cerita detail cara Wahsy menewaskan Hamzah. Dan Wahsy ceritakan tanpa kurangi seluruh cerita.
Islam nya Wahsy diterima dan taubat nya juga diterima oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meminta Wahsy untuk tidak dekat dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bila melihat wajah Wahsy akan teringat Hamzah dan akan membuat hati Beliau shallallahu alaihi wasallam sangat sedih bila melihat Wahsy.
Shafiyah binti Abdul Muthalib pun tidak kuat melihat jasad Hamzah radhiyallahu anhu.
Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sempat terucap bahwa bila Allah memenangkan perang terhadap kaum musyrikin, Beliau akan potong-potong 30 jasad mereka. Begitu juga para shahabat.
Namun Allah mengingatkan mereka untuk membalas dengan balasan yang sama (Qishash).
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ ۖ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Qs An Nahl 126)
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beserta para sahabat memilih untuk bersabar.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk mengkafani jenazah Hamzah dengan kain yang seadanya dan bagian kaki ditutup dengan rumput idzkir.
Jenazah Hamzah dikubur berdua dengan jenazah lain, (Yang lebih banyak hafal Al Qur’an didahulukan) di Uhud.
Dan orang-orang yang wafat di medan perang di jalan Allah mendapatkan kemuliaan syahid..
Abbas bin Abdul Muthalib
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memiliki 9 paman (anak Abdul Muthalib ada 10).
Ada 4 paman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang masih hidup saat beliau diangkat sebagai Rasul..
2 paman yang masuk Islam (Hamzah dan Abbas)
2 paman yang meninggal sebagai kafir (Abu Thalib dan Abu Lahab)
Abu Thalib dikenal membela dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam namun sia-sia karena meninggal dalam keadaan musyrik.
Dan Abu Lahab diabadikan dalam Al Qur’an..
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Celaka kedua tangan Abu Lahab karena menghalangi dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Abbas bergaul dengan banyak tokoh Quraisy dan baru masuk Islam tahun 8 Hijriah (20 tahun setelah Nabi Muhammad diangkat jadi Rasul). Ada riwayat lain tahun 2 H.
Abbas diam-diam juga mendanai dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Ibu Abbas adalah Nutailah, beda Ibu dengan Hamzah.
Kunyahnya = Abu Fahdl..
Anaknya sangat banyak, yang paling menonjol adalah Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas),Ubaidillah,Fahdl,Qut’sam, Ma’bad..
Fisik Abbas : putih, ganteng.
Lahir = 3 tahun sebelum tahun gajah.
Abbas saat kecil sangat aktif dan sering menghilang, dan ini membuat Ibunya nadzar bila Abbas ketemu maka beliau akan menyelimuti Ka’bah, dan benar beliau tunaikan nadzar saat Abbas ketemu.. Itulah awal kenapa Ka’bah diberi Kiswah.
Abbas bercinta-cita ingin jadi orang yang Memakmurkan Ka’bah (DKM), dan memang Abbas benar ditunjuk sebagai penanggung jawab untuk memberi makan jamaah haji yang datang. Hak Tsiqoyah.
Hak tersebut awalnya dikelola Abdul Muthalib dengan meminjam uang kepada Abbas namun Abdul Muthalib tidak mampu membayar hutang nya dan hak tersebut diserahkan kepada Abbas (yang kemudian diteruskan oleh Abdullah bin Abbas).
Dan sampai saat ini pengelolaan air zamzam (sampai masjid Nabawi) dikelola oleh keluarga Abbas.
Ketika Abbas menjadi tawanan perang (Badr) di pihak Quraisy (sebelum masuk Islam) ujub dengan perannya sebagai pemegang Masjidil Haram dan pemberi minum jamaah haji, dengan mengecilkan nilai jihadnya kaum muslimin.
۞ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Qs At Taubah ayat 19
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang sahabat membunuh Abbas, karena punya jasa atas dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Dan ada sahabat yang menyaksikan Abbas saat perang Badr, Abbas tidak angkat senjata.
Sebelum peristiwa Perang Badar terjadi, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengetahui bahwa Abbas dan keluarganya telah dipaksa untuk ikut berperang. Mereka dipaksa oleh kaum musyrikin untuk berperang melawan tentara muslim.
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpesan, “Barangsiapa di antara kalian yang menjumpai mereka, orang-orang dari bani Hasyim, janganlah dibunuh. Barangsiapa yang menjumpai Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Shallallahu alaihi wasallam , janganlah dibunuh karena ia keluar berperang karena terpaksa.” Perkataan Rasulullah telah diketahui oleh para tentara muslim.
Secara umum, mereka menurut perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Namun ada orang yang menentang perintah itu, yaitu Abu Hudzaifah bin Utbah. Abu Hudzaifah mengatakan bahwa bila dirinya bertemu Abbas, ia akan tetap mengarahkan senjatanya kepada Abbas. Menurutnya, selama ini mereka telah memerangi bapak mereka, anak mereka, dan saudara-saudara mereka untuk menegakkan agama Allah. Untuk itu, Abu Hudzaifah juga akan memerangi Abbas.
Perkataan Abu Hudzaifah sampai di telinga Rasulullah. Rasulullah sangat kecewa dengan pernyataan Abu Hudzaifah tersebut. Sementara itu, Abu Hudzaifah sangat menyesal dan bertobat karena telah berucap demikian.
Tebusan perang per orang adalah 600g (300 juta rupiah)
Abbas berhasil membayar tebusan untuk dirinya dan keponakannya. Aqil bin Abu Thalib, setelah beberapa lama, Abbas mendapatkan reziki melebihi jumlah tebusan yang dibayarkan.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Qs Al Anfal ayat 70.
Ayat ini adalah bukti bahwa Abbas masuk Islam.
Insya Allah bersambung….
Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ
SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK
(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

