TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 255
Diterbitkan pertama kali pada: 02-Des-2023 @ 05:38
6 menit membaca*TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 255*
Ustadz Muhammad Shoim Lc
18 Jumadil Awal 1445H / 02.12.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
“Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)
Adalah ayat yang paling utama seperti yang dikatakan oleh Ubay bin Kaab dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yang hendaknya dibaca saat dzikir setelah sholat Fardhu, hendak tidur, usir syetan, ruqyah dst.
Ada 10 kalimat di dalamnya dan mengandung sifat mulia Allah Subhanahu wa Ta’ala.
hadis dari Asma bintu Yazid, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فِي هَذه الْآيَتَيْنِ {اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} وَ {الم اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} إِنَّ فِيهِمَا اسْمَ اللهِ الْأَعْظَمَ
Sesungguhnya pada dua ayat ini, [اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ] dan ayat [الم اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ] terdapat Ismullah al-A’dzam. (HR. Ahmad).
hadis dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan,
اسْمُ اللَّهِ الأَعْظَمُ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ فِى سُوَرٍ ثَلاَثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطَهَ
Ismullah al-A’dzam, apabila orang berdoa dengan menyebut namanya itu maka doanya akan dikabulkan, ada di tiga surat: al-Baqarah, Ali imran, dan Thaha. (HR. Ibnu Majah).
di surat al-Baqarah ada di awal ayat kursi,
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Kemudian di surat Ali Imran ada di ayat kedua,
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Dan di surat Thaha ada di ayat 111:
وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ
Ada khilaf tentang ismullahi A’dham. Ada yang tidak boleh membedakan karena semua nama Allah adalah agung, ada yang berpendapat terkait pahala ketika membaca ayat tersebut. Ada berpendapat paling agung karena ada kalimat yaa Hayyu ya Qayyum.
1️⃣ Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ}
Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. (Al-Baqarah: 255)
Siapa Allah? Adalah satu-satunya *Yang berhak* diibadahi.
2️⃣
{الْحَيُّ الْقَيُّومُ}
Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). (Al-Baqarah: 255)
Yakni Dia adalah Zat Yang Hidup kekal, tidak mati selama-lamanya, lagi terus-menerus mengurus selain-Nya.
Sifat Allah Maha Hidup adalah azali.
Al Hayyu adalah sifat Dzatiyyah.
Al Qayyum-dari kata qiyam – yang artinya tegak atau berdiri. Yaitu berdiri sendiri dan tidak membutuhkan makhluk-Nya. Bisa bermakna seluruh makhluk membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
sedangkan Dia Mahakaya dari semua makhluk. Dengan kata lain, segala sesuatu tidak akan berujud tanpa perintah dari-Nya. Perihalnya sama dengan makna yang ada dalam firman-Nya:
أَنْ تَقُومَ السَّماءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. (Ar-Rum: 25)
Semua ada karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
🔸Dengan demikian seharusnya kita tidak perlu kuatir dalam hidup nya.
3️⃣
{لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ}
Allah tidak mengantuk dan tidak tidur. (Al-Baqarah: 255)
Inilah yang membedakan Allah dari makhluk.
Artinya, Allah tidak pernah terkena kekurangan, tidak lupa, tidak pula lalai terhadap makhluk-Nya. Bahkan Dia mengurus semua jiwa berikut amal perbuatannya, lagi menyaksikan segala sesuatu. Tiada sesuatu pun yang gaib (tidak diketahui) oleh-Nya, tiada suatu perkara yang samar pun yang tidak diketahui-Nya. Di antara kesempurnaan sifat Qayyum-Nya ialah Allah tidak pernah mengantuk dan tidak pernah pula tidur.
Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan dari Abu Musa:
قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، فَقَالَ «إِنَّ اللَّهَ لَا يَنَامُ، وَلَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ، يُخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ، يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْلِ، وَعَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ عَمَلِ النَّهَارِ، حِجَابُهُ النُّورُ أَوِ النَّارُ، لَوْ كَشَفَهُ لَأَحْرَقَتْ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ مَا انْتَهَى إِلَيْهِ بَصَرُهُ مِنْ خَلْقِهِ»
Rasulullah ﷺ berdiri di antara kami, lalu mengucapkan empat kalimat berikut, yaitu:
“Sesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak layak bagi-Nya tidur. Dia merendahkan dan mengangkat timbangan (amal perbuatan); dilaporkan kepada-Nya semua amal perbuatan siang hari sebelum amal perbuatan malam hari; dan amal perbuatan malam hari sebelum amal perbuatan siang hari. Hijab (penghalang)-Nya adalah nur atau api. Seandainya Dia membuka hijab-Nya, niscaya Kesucian Zat-Nya akan membakar semua makhluk sejauh pandangan-Nya.”
4️⃣ Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ}
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. (Al-Baqarah: 255)
Ayat ini memberitakan bahwa semuanya adalah hamba-hamba-Nya, berada dalam kekuasaan-Nya dan di bawah pengaturan dan pemerintahan-Nya. Perihalnya sama dengan makna yang ada dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:
{إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا * وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا}
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (Maryam: 93-95)
Lihatlah pada semut, makhluk kecil bisa melakukan ikhtiar (misalnya dalam mencari makan), karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
5️⃣ Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ}
Tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan seizin-Nya. (Al-Baqarah: 255)
Syafaat dari Asy Syaf’u yang artinya genap.
📍Syarat syafaat ada dua.
🔸1. Yang memberi syafaat dapat izin dari Allah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang akan memberi syafaat kepada semua manusia di akhirat kelak saat di padang Mahsyar – syafaatul Utsman. Inilah kedudukan maqoman mahmuda.
«آتِي تَحْتَ الْعَرْشِ فَأَخِرُّ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَنِي. ثُمَّ يُقَالُ: ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ تُسْمَعْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ- قَالَ- فَيَحِدُّ لِي حَدًّا فَأُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ» .
Aku datang ke bawah Arasy, lalu aku menyungkur bersujud, dan Allah membiarkan diriku dalam keadaan demikian menurut apa yang dikehendaki-Nya. Kemudian Dia berfirman, “Angkatlah kepalamu dan katakanlah (apa yang engkau kehendaki), niscaya kamu didengar; dan mintalah syafaat, niscaya kamu diberi izin untuk memberi syafaat.” Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melanjutkan kisahnya, “Kemudian Allah memberikan suatu batasan kepadaku, lalu aku masukkan mereka ke dalam surga.”
HR Bukhari dan Muslim.
🔸2. Allah meridhoi orang yang diberi syafaat.
Yaitu orang yang bertauhid, dan jauhi syirik.
فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafaat. Surat Al-Muddatsir (74) Ayat 48.
Makna ayat ini (bagian ayat kursi) sama dengan ayat lain, yaitu firman-Nya:
وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّماواتِ لَا تُغْنِي شَفاعَتُهُمْ شَيْئاً إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشاءُ وَيَرْضى
Dan berapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-(Nya). (An-Najm: 26)
Sama pula dengan firman-Nya:
وَلا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضى
dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah. (Al-Anbiya: 28)
Maka hendaklah kita memurnikan tauhid dan jauhi kesyirikan.
Maka dari itu mintalah syafaat kepada Allah bukan kepada selain Allah (misal malaikat, manusia, Nabi dst).
6️⃣ Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ}
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. (Al-Baqarah: 255)
Ayat ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa pengetahuan Allah meliputi semua yang ada, baik masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang.
{وَمَا نَتَنزلُ إِلا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا}
Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita, dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa. (Maryam: 64)
7️⃣
{وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ}
Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. (Al-Baqarah: 255)
Ada dua makna..
🔸Yakni tidak ada seorang pun yang mengetahui sesuatu dari ilmu Allah kecuali sebatas apa yang Allah beri tahukan kepadanya dan apa yang diperlihatkan kepadanya. Jadi ilmu yang Allah berikan kepada makhluk itu sangat sedikit
🔸makna ayat ini dapat ditafsirkan bahwa makna yang dimaksud ialah mereka tidak dapat mengetahui sesuatu pun mengenai pengetahuan tentang Zat dan sifat-sifat-Nya melainkan hanya sebatas apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya.
Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya:
وَلا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْماً
sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya. (Thaha: 110)
Kuncinya kata بِهِ
8️⃣
{وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ}
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. (Al-Baqarah: 255)
Ada kata kursi.. Sehingga nama nya ayat kursi. Kursi ini bukan Arsy.
dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah ditanya mengenai makna firman-Nya: Kursi Allah meliputi langit dan bumi. (Al-Baqarah: 255) Maka beliau Shalallahu’alaihi Wasallam menjawab:
«كُرْسِيُّهُ مَوْضِعُ قَدَمَيْهِ وَالْعَرْشُ لَا يُقَدِّرُ قَدْرَهُ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ»
Kursi Allah ialah tempat kedua telapak kaki (kekuasaan-Nya), sedangkan Arasy tiada yang dapat menaksir luasnya kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri.
Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, “Seandainya langit dan bumi yang masing-masingnya terdiri atas tujuh lapis dihamparkan, kemudian satu sama lainnya disambungkan, maka semuanya itu bukan apa-apa bila dibandingkan dengan luasnya Kursi, melainkan hanya seperti suatu halqah (sekerumunan manusia) yang berada di tengah-tengah padang pasir.”
9️⃣ Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا}
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. (Al-Baqarah: 255)
Maksudnya, tidak memberatkan-Nya dan tidak mengganggu-Nya sama sekali memelihara langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya, bahkan hal tersebut mudah dan sangat ringan bagi-Nya. Dialah yang mengatur semua jiwa beserta semua apa yang diperbuatnya, Dialah yang mengawasi segala sesuatu.
🔟 Firman-Nya:
{وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ}
Dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (Al-Baqarah: 255)
Sama maknanya dengan firman-Nya:
الْكَبِيرُ الْمُتَعالِ
Yang Mahabesar lagi Mahatinggi. (Ar-Ra’d: 9)
📍Maha Tinggi
1. Tinggi secara Dzat
2. Tinggi dari sifat-sifatNya.
Yang juga dijelaskan dalam firman Allah.
وَلِلَّهِ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ
dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi;
Surat An-Nahl (16) Ayat 60
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


