Syarah Dzikir Pagi Petang-13
Diterbitkan pertama kali pada: 03-Des-2022 @ 06:21
7 menit membaca*Syarah Dzikir Pagi Petang-13*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
9 Jumadil Awal 1444H/3 Des 2022
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
✅ 1 Membaca Ayat Kursi
✅ 2. Membaca paket surat. Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.
✅ 3. Mensucikan dan Memuji Allah, dibaca 100x
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
“Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya” (Dibaca 100x)
✅ 4. Dzikir Mengandung Keagungan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.
HR. Muslim.
✅ 5. Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya Allah, Engkau adalah Rabbgku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
HR. Al Bukhari , at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan lain-lain.
✅ 6. Dibaca 3x
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.
HR Abu Dawud, HR Ahmad
✅ 7. Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut (kekuatiran). Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh hewan atau yang lain, tenggelam atau ditelan bumi dan lain-lain).
✅ 8. Dibaca 3x
رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku (yang diutus oleh Allah).
✅ 9. Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.
Doa ini biasa dibaca Rasulullah shallallahu alaihi wasallam setelah sholat subuh.
Dari Ummu Salamah radliallahu ‘anha, beliau mengatakan: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam shalat subuh, beliau membaca: (dzikir di atas). (HR. Ahmad , Ibnu Majah).
Dalam riwayat yang lain..
Wa’ amalan sholihan..
Perhatian Rasulullah ﷺ pada doa ini sangat besar sehingga dibaca tiap pagi selesai sholat subuh.
Waktu subuh merupakan permulaan hari bagi seorang muslim.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali pagi hari beliau dengan memohon kepada Tuhannya tiga perkara yang penting, yaitu : ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.
Mengapa tiga perkara ini? Karena tigal hal ini merupakan kunci kebutuhan hidup manusia.
🔹Ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat adalah semua ilmu yang menjadi panduan seseorang untuk melaksanakan amal wajib atau anjuran, baik terkait dengan aqidah, ibadah, maupun muamalah.
Ilmu adalah nur atau cahaya. Dengan ilmu kita akan tahu rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.
Allah berfirman
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.
Inilah pentingnya ilmu yang akan memicu keimanan.
Dalam ayat lain.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا عْلَمْ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَا سْتَغْفِرْ لِذَنْبِۢكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنٰتِ
“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 19)
Ilmu dulu beramal, yaitu istighfar.
Imam Bukhari punya bab khusus Ilmu dulu sebelum berkata dan berbuat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ نُـنَبِّئُكُمْ بِا لْاَ خْسَرِيْنَ اَعْمَا لًا
“Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?””
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 103)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَ لَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا
“(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 104)
Yang menjadi dasar bagus tidak nya amalan adalah Ilmu bukan perasan.
Ilmu yang bermanfaat akan membedakan orang yang ibadah yang diterima.
هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُواْ الألْبَابِ
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Qs Az Zumar ayat 9.
Dalam perkara dunia pun orang yang berilmu dibedakan dengan orang yang tidak berilmu.
Dengan ilmu orang yang miskin bisa mendapat pahala sebagaimana orang kaya.
Renungkanlah potongan sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- berikut ini:
“Dunia ini, hanya untuk empat orang… (yang kedua:) seorang hamba yang ِAllah beri rezeki ilmu (agama), Dia tidak memberinya harta, namun orang tersebut baik niatnya, ia mengatakan: ‘seandainya aku memiliki harta, tentu aku akan beramal seperti amalnya si fulan’, maka dia (diberi pahala) dengan sebab niatnya, dan pahala keduanya sama“. (HR. Attirmidzi: 2325, dishahihkan oleh Sy. Albani).
Nabi shallallahu alaihi wasallam pun berdoa supaya dihindarkan dari ilmu yang tidak bermanfaat.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا
Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabulahaa.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak dikabulkan.
HR. Muslim.
🔹Rizki yang baik.
Seluruh pemberian Allah itu hal yang baik, akan menjadi tidak baik bila menghasilkan sesuatu yang tidak baik (buruk).
Rezeki adalah semua yang dibutuhkan oleh jasad kita, harta, kendaraan, istri, anak, dst. Ini adalah rezeki yang sifatnya umum, karena Allah berikan kepada orang beriman dan orang yang tidak beriman.
Rezeki ini bukan ukuran kemuliaan seseorang.
Dengan rizki yang halal, manusia bisa menjalani kehidupan dunianya dengan baik. Karena manusia hidup butuh nutrisi. Agar nutrisi ini tidak menjadi bahan pertanyaan di hari kiamat, nutrisinya harus berupa makanan yang halal.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta rizki yang halal sebelum amal yang diterima. Karena syarat doa seseorang bisa diterima adalah rizkinya halal.
Perhatikan, ayat-ayat berikut..
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16) كَلَّا….
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya, lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya, lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku menghinakanku.”
Sekali-kali tidak (demikian).. Qs Al Fajar.
Rezeki yang bermanfaat bagi agama kia, bagi akhirat kita.. Ini rezeki khusus yang kita minta.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ وَيَعْمَلْ صَا لِحًـا يُّدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ قَدْ اَحْسَنَ اللّٰهُ لَهٗ رِزْقًا
” Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sungguh, Allah memberikan rezeki yang terbaik kepadanya.”
(QS. At-Talaq 65: Ayat 11)
Yaitu rezeki terbaik : beriman dan beramal sholeh.
Iman itu harus dibuktikan dengan amalan.
Allah berfirman dalam Al Qur’an..
هَذَا ذِكْرٌ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ (49) جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الأبْوَابُ (50) مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52) هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ (53) إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ
Ini adalah peringatan /kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga “Adn’ yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka nyender sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya. Qs Shad 49-54.
🔹Amal yang diterima.
Dalam riwayat lain amalan sholeh.
Setiap hari kita pasti beramal.. Maka jangan sepelekan doa ini.
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pun setelah bangun Kabah berdoa supaya diterima amalan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَا عِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِ سْمٰعِيْلُ ۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 127)
Maka jangan pede dengan diterimanya amalan kita.
Dikisahkan, pernah ketika Abdullah bin Umar bersedekah, anaknya mengucapkan doa, “semoga Allah Ta’ala menerima sedekahmu wahai ayah”. Abdullah bin Umar pun berkapa pada anaknya, “wahai anakku, seandainya aku tahu ada satu sujud dariku yang diterima oleh Allah Ta’ala, maka aku lebih suka untuk segera mati daripada tetap hidup”.
Maksud beliau adalah, karena kalau kita sudah tahu amalan kita diterima oleh Allah Ta’ala, berarti kita sudah tahu bahwa kita termasuk orang yang bertaqwa, karena taqwa adalah cita-cita yang ingin ditempuh dalam hidup ini.
🖍️ Syarat amal diterima ada tiga:
1️⃣ Aqidah yang benar. Jaman Ibnu Umar ada orang yang rajin ibadah namun menolak takdir (qadariyah).
2️⃣ Niat ikhlas karena Allah Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا
Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)
3️⃣ Ittiba – mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perkara (tuntunan-pen) kami padanya maka tertolak” HR Muslim.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

